Langsung ke konten utama

CERMIN: PISAU


Cerita mini.
JUDUL:  PISAU


"Kenapa sedih?" Aku mendekati seorang gadis manis yang memiliki wajah semanis awan putih yang bergayut di langit biru di pagi hari. Sayangnya, ada titik hujan yang membasahi wajah tersebut.
"Aku sedih, dimana harus menyimpan pisau ini. Jika aku simpan di dalam tas, maka dia akan merobek sampul bukuku, jika aku pegang, aku takut ada orang yang terluka jika tiba-tiba saja dia tanpa sengaja menggores orang lain." Aku melirik pisau yang kotor di tangannya. Ada beberapa noda yang memanjang di bagian tajamnya.
"Maukah kakak tolong pegang sebentar, aku ingin pergi ke kamar mandi sebentar." Ah, hanya pisau saja, kenapa repot sih?
"Baik, mari kakak bantu pegang." Lalu pisau itu berpindah tangan ke tanganku dan gadis manis itu melesat masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa detik kemudian datang segerombolan orang dengan napas memburu dan wajah marah.
"Nah.. itu dia pembunuhnya. Tangkap saja. Lihat, barang bukti ada di tangannya." Aku bingung, tapi belum sempat aku berkata orang-orang sudah mengerubungiku dengan teriakan yang hingar bingar. Lalu sebuah tinju menerpa wajahku. PLAK! (penulis: ade anita. IniCumaKhayalan.com).

Komentar

  1. Khayalan yang horor yah Mbak, kereeeeen ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sebenernya sindiran buat seseorang .. Tapi nggak tau deh mereka ngeh apa nggak..wakakakak

      Hapus
  2. Huaaaaaa..benar-benar cerita mini dengan ending yang menyeramkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik ternyata nulis cerita mini..cobain deh

      Hapus
    2. Menyeramkan dan juga menawan ^__^

      Hapus
  3. Balasan
    1. Ho oh... Aku suka nulis yg ada bau thrillernya..lebih seru aja..juga lebih belajar sabar buat nyimpen sisi surprisenya.. Bagus buat melatih kesabaran dalam menulis...hahaha (teori sotoy)

      Hapus
    2. Ho oh... Aku suka nulis yg ada bau thrillernya..lebih seru aja..juga lebih belajar sabar buat nyimpen sisi surprisenya.. Bagus buat melatih kesabaran dalam menulis...hahaha (teori sotoy)

      Hapus
  4. waduuuh jadi penasarandgn gadis kecil itu:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini cuma khayalan.. Nggak usah dipikirin si gadis kecilnya..

      Hapus
  5. Hm .... padat mbak. Pisau memang harus membuat kita berhati2. Tapi hati2 pada hal yang terakhir ... itu tidak pernah terpikirkan (yang ketika pisau itu berpindah tangan dan kita yang dituduh sebagai pembunuh .. waduh seram amat).

    Keren mbak ...

    Oya, "PLAK" itu bukannya bunyi tamparan?
    Kalau tinju bukannya "BUK"?
    Ah, sudahlah, abaikan saja ... pertanyaan gak mutu heuheu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ceritanya kelaminnya perempuan..biasanya kalo ada adegan kekerasan, perempuan jarang ditinju jotos gitu, tapi ditampar atau dipukul dengan telapak tangan membuka, jarang dengan kepalan tangan mukulnya... Itu yg aku pelajari dari kekerasan pd perempuan.. Nggak tau tuh kenapa..

      Hapus
    2. khas mbak ade.. sukses horor :)

      Hapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…