badge

Selasa, 18 September 2012

CERMIN: PISAU


Cerita mini.
JUDUL:  PISAU


"Kenapa sedih?" Aku mendekati seorang gadis manis yang memiliki wajah semanis awan putih yang bergayut di langit biru di pagi hari. Sayangnya, ada titik hujan yang membasahi wajah tersebut.
"Aku sedih, dimana harus menyimpan pisau ini. Jika aku simpan di dalam tas, maka dia akan merobek sampul bukuku, jika aku pegang, aku takut ada orang yang terluka jika tiba-tiba saja dia tanpa sengaja menggores orang lain." Aku melirik pisau yang kotor di tangannya. Ada beberapa noda yang memanjang di bagian tajamnya.
"Maukah kakak tolong pegang sebentar, aku ingin pergi ke kamar mandi sebentar." Ah, hanya pisau saja, kenapa repot sih?
"Baik, mari kakak bantu pegang." Lalu pisau itu berpindah tangan ke tanganku dan gadis manis itu melesat masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa detik kemudian datang segerombolan orang dengan napas memburu dan wajah marah.
"Nah.. itu dia pembunuhnya. Tangkap saja. Lihat, barang bukti ada di tangannya." Aku bingung, tapi belum sempat aku berkata orang-orang sudah mengerubungiku dengan teriakan yang hingar bingar. Lalu sebuah tinju menerpa wajahku. PLAK! (penulis: ade anita. IniCumaKhayalan.com).

14 komentar:

  1. Khayalan yang horor yah Mbak, kereeeeen ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sebenernya sindiran buat seseorang .. Tapi nggak tau deh mereka ngeh apa nggak..wakakakak

      Hapus
  2. Huaaaaaa..benar-benar cerita mini dengan ending yang menyeramkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik ternyata nulis cerita mini..cobain deh

      Hapus
    2. Menyeramkan dan juga menawan ^__^

      Hapus
  3. Balasan
    1. Ho oh... Aku suka nulis yg ada bau thrillernya..lebih seru aja..juga lebih belajar sabar buat nyimpen sisi surprisenya.. Bagus buat melatih kesabaran dalam menulis...hahaha (teori sotoy)

      Hapus
    2. Ho oh... Aku suka nulis yg ada bau thrillernya..lebih seru aja..juga lebih belajar sabar buat nyimpen sisi surprisenya.. Bagus buat melatih kesabaran dalam menulis...hahaha (teori sotoy)

      Hapus
  4. waduuuh jadi penasarandgn gadis kecil itu:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini cuma khayalan.. Nggak usah dipikirin si gadis kecilnya..

      Hapus
  5. Hm .... padat mbak. Pisau memang harus membuat kita berhati2. Tapi hati2 pada hal yang terakhir ... itu tidak pernah terpikirkan (yang ketika pisau itu berpindah tangan dan kita yang dituduh sebagai pembunuh .. waduh seram amat).

    Keren mbak ...

    Oya, "PLAK" itu bukannya bunyi tamparan?
    Kalau tinju bukannya "BUK"?
    Ah, sudahlah, abaikan saja ... pertanyaan gak mutu heuheu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ceritanya kelaminnya perempuan..biasanya kalo ada adegan kekerasan, perempuan jarang ditinju jotos gitu, tapi ditampar atau dipukul dengan telapak tangan membuka, jarang dengan kepalan tangan mukulnya... Itu yg aku pelajari dari kekerasan pd perempuan.. Nggak tau tuh kenapa..

      Hapus
    2. khas mbak ade.. sukses horor :)

      Hapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...