Langsung ke konten utama

Kita bertanya, Al Quran Menjawab

✦ Kita bertanya: Kenapa aku diuji?

Quran menjawab , “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan ,” Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka , maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar , dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” Surah al-Ankabut , ayat 2-3.


✦ Kita bertanya : Kenapa aku tak dapat apa yang aku idam-idamkan?

Quran menjawab ,” Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” [Surah al-Baqarah , ayat 216.]

✦ Kita bertanya : Kenapa ujian seberat ini?

Quran menjawab ,” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [Surah al-Baqarah, ayat 286.]

✦ Kita bertanya : Kenapa kita rasa frustasi?

Quran menjawab ,” Janganlah kamu bersikap lemah , dan janganlah pula kamu bersedih hati , padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya , jika kamu orang-orang yang beriman. “ [Surah Ali Imran , ayat 139.]

✦ Kita bertanya : Bagaimana harus aku menghadapinya?

Quran menjawab ,” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang , dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” [Surah al-Baqarah ayat 45.]

✦ Kita bertanya : Kepada siapa aku berharap?

Quran menjawab,” Cukuplah Allah bagiku , tidak ada Tuhan selain daripadanya. Hanya kepadanya aku bertawakal .” [Surah at-Taubah, ayat 129.]

✦ Kita bertanya : Apa yang aku dapat daripada semua ujian ini?

Quran menjawab ,” Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin , diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” [Surah at-Taubah , ayat 111.]

✦ Kita berkata : Aku tak tahan!

Quran menjawab ,”....dan janganlah kamu ber putus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” [Surah Yusuf , ayat 12.]

✦ Kita berkata: Sampai kapan aku akan merana begini

Quran menjawab,” Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. “ [Surah al-Insyirah, ayat 5-6.]

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…