Langsung ke konten utama

Sang Mentari di Tahun 2015

[Catatan Akhir Tahun] Sepanjang tahun 2015 ada satu hal yang tidak berubah dan selalu  aku kerjakan nyaris setiap hari sepanjang tahun. Kegiatan itu adalah: mengantar putriku pergi ke sekolah di pagi hari. Kami melewati jembatan penyeberangan yang membelah jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Dan di tengah waktu yang memburu, langkah yang bergegas, aku selalu tidak lupa untuk mengintip Sang Mentari yang setia menemani setiap pagi. Lalu mengabadikan keberadaannya dengan kamera handphoneku.
Dan inilah keberadaan Sang Mentari tersebut:









ini mentari di bulan september


sang mentari di bulan oktober


sang mentari di bulan november
sang mentari di bulan november
sang mentari di bulan desember

Yap.
Aku memang penggemar terbitnya matahari di pagi hari.
Cantik.
Ceria.
Dan membawa harapan dan semangat.
Udaranya juga belum kotor. Masih terasa sejuk.
Dan dia setia menemani semua ketergesaan langkah-langkah kami menuju ke tujuan.


Komentar

  1. sang mentari yang sangat indah...puji syukur kepada Allah yang telah memberikan keindahan.. :)

    BalasHapus
  2. itu di Indonesia semua ya mbak, cantik banget, memang Allah Maha Besar dengan segala ciptaannya

    BalasHapus
  3. Mbaaa, gambarnya meleber gitu. Dikecilin atuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benerr.. baru liat... dah diedit tuh. makasih ya

      Hapus
  4. bulan april sang mentarinya gak muncul yah mba

    BalasHapus
  5. Aku nggak bisa potoin matahari, mba. Soale naek kereta. Mentarinya nggak keliatan. Hehhee

    BalasHapus
  6. Toss Mbak. Aku juga suka banget sunrise sekaligus suka sunset. Entah gimana kalau ada sunrise sama sunset bawaaannya pengen moto terus. Padahal kata teman saya biasa aja tuh nggak ada indah-indahnya haha.

    BalasHapus
  7. wah mbak Ade kreatif juga ya tiap bulan ada fotonya.

    BalasHapus
  8. Foto di balik kisi-kisi pagar yang bolong ... keren !!!

    Sukses untuk tahun 2016 ya Bu ...

    Salam saya

    BalasHapus
  9. Keren mba ade... Matahari terbit itu selalu memberikan semangat dan harapan baru, shg kita bisa menjadikan hari ini lbh baik dr kemarin.. Semangattt mba

    BalasHapus
  10. Sunrise bikin semangat ya, Mbak. ;)

    BalasHapus
  11. Mbak Ade rajiiiin. Aku males banget deh keluar pagi-pagi, padahal bikin sehat yaaa.

    BalasHapus
  12. jakarta itu terkadang macet terkadang menyingkap indahnya sinar matahari pagi.

    lebih memilih daereah bebas polusi udara dan suara

    BalasHapus
  13. Aku nggak punya foto akhir tahun

    BalasHapus
  14. Awal tahun berharap kebaikan untuk semua.
    Selamat tahun baru mba, semoga semakin baik segalanya ya

    BalasHapus
  15. matahari pagi itu memang enak ya mbak..
    selamat tahun baru semoga secerah mentari

    BalasHapus
  16. Wuuuih cakep pemandangan langitnya mba Adee

    BalasHapus
  17. wuihh ak juga suka liat matahari pagi.. happy new year:)

    BalasHapus
  18. Cakeeeep mbaaa.. Btw pagiii bangeet ya nganterin ke sekolahnyaaa

    BalasHapus
  19. mentari pagi di Jakarta ya, beberapa kali sih main ke Jakarta, cuman gak bisa menikmati mentari paginya, karena udah harus pulang paginya.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…