Langsung ke konten utama

Pentingkah Memakai Lingerie di Hadapan Suami?

[Pernikahan]: Pada tulisanku sebelumnya, aku menulis tentang ceritaku bagaimana keseruan yang didapat oleh seorang temanku ketika dia untuk pertama kalinya memakai Lingerie Merah Seksi di hadapan suaminya (baca: Lingerie Merah Seksi). Dalam sehari saja, tulisan ini mampu menyedot kunjungan hingga 500 orang.

Tulisan ini memang aku share di akun sosial media yang aku miliki. Salah satunya adalah di facebookku. Dengan menuliskan pengantar sebagai berikut:


Mungkin, karena pengantarnya bersifat sebuah pertanyaan, maka tanggapan yang datang pun amat beragam. Dan yang perlu digaris bawahi adalah: KOMENTARNYA SERU-SERU.

Aku senyam-senyum sendiri membaca aneka komentar yang datang dari status facebookku tersebut. Dan, karena akun facebook menganut sistem time line, yang berarti seiring dengan pergantian waktu maka status itu akan tenggelam ke bawah dan mungkin terlupakan; maka aku akan mengabadikan semua komentar terrsebut. Asyik loh mengikuti komentar teman-teman di statusku itu (kalo aku).

Aku akan membaginya menjadi yang setuju dan yang tidak setuju saja ya.


 Yang setuju (bahwa lingerie itu mempengaruhi kedekatan suami istri):




Yang tidak setuju (bahwa lingerie itu tidak membawa pengaruh apa-apa terhadap kedekatan hubungan suami istri):


Eh. Tapi, ada komentar yang masuk kubu ke 3 juga ternyata. Yaitu antara menjawab iya dan tidak. Ini komentar mereka.

Mungkin pengaruh mungkin tidak (dalam kaitannya apakah memakai lingerie itu membawa pengaruh atau tidak dalam kedekatan suami istri):



huahahahahahahaha.... aduh. Aku asli ngakak baca komentar-komentar ini. Lucu-lucu banget. Coba itu deh, masa pada kerokan gara-gara pakai lingerie. Kesannya tuh tidurnya tidak pakai selimut gitu ya?

Hayoo... kalian sendiri, menurut kalian pentingkah memakai lingerie di hadapan suami?

Komentar

  1. haha, aku jadi pengen bikin entri gini juga ah, biar banyak yang baca #gakpenting :D

    BalasHapus
  2. hahahaha...numpang ngakak. aku msh nyimpen lingery zama nganten baru dulu mbak ade. lucu aja liatnya berasa seksihh. klo sekarang mah...wkwkwkwk enggak deh malu sm anak2..ibu ngapain ga pake bajuuu :P nanti masuk angin kena ac :D

    BalasHapus
  3. aku dulu dikasi kado lingerie pas nikah... warna kulit... pas aku pake.. malah nggak percaya diri... hahahaha.... lagian aku nggak tahan dingin juga sih. Jadi lingerie terus dikasi sweater... *apa coba?

    BalasHapus
  4. nyimak efek belum menikah hihihi

    BalasHapus
  5. Hihi pasti banyak orang nyasar dengan kata kunci lingerie dan seksi mabk Ade :D

    BalasHapus
  6. kalau pendapatku sih ngaruh-ngaruh aja, suami ger-geran dan senang dan istri yang makaipun ikut senang kalau suaminya senang hehehe

    BalasHapus
  7. hihihi lucu komennya...
    aku punya, tp skr dah ga muat haha

    BalasHapus
  8. kalau sama suami halal kan ya mbak :)

    BalasHapus
  9. Hahaha..seru banget baca komen-komennya :D

    BalasHapus
  10. komen2nya seru banget... Berhubung blm merit ya belom bisa komen dah... :))))))

    BalasHapus
  11. Komentarnya bikin senyam-senyum Seru dan saya juga baru tahu kemarin pas ngobrak ngabrik koleksi Marketplace Online terkenal, ternyata ada Lingerie buat cowok hihi..

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…