Langsung ke konten utama

Pertanyaan Yang Paling DIbenci

Pagi ini eh siang tepatnya, aku nonton acara Entertainment news di NETTV. Kebetulan, lagi wawancara cepat dengan Rio Dewanto. Itu loh suaminya Atiqah Hasiholan.



Rio Dewanto lagi jalan pulang ke apartemennya (mungkin) ketika dicegat untuk diwawancarai.
"Mas Rio, boleh ditanya-tanya gak nih?"
"Boleh... tapi jangan pertanyaan yang aku gak suka ya."
"Pertanyaan apa yang paling mas Rio benci?"
"Pertanyaan tentang.. hobi."
"Kenapa?"
"Karena bingung mau jawab apa. Harus mikir dulu."

Aku jadi inget anak-anakkku. 
Beberapa waktu lalu, aku juga pernah tuh bertanya ke anakku. Ceritanya sih pingin diajak ngobrol iseng gitu.

"Eh... kita main tanya-tanyaan yuk." Ini sebenarnya taktikku untuk mengetahui how is your day, kid? Tapi, kalau ditanya serius, pasti deh... anakku tuh malah mengunci mulutnya rapat-rapat dan menghindari untuk bercerita tentang segala sesuatu tentang hari-hari mereka.

Jadi, agar anak-anak bisa santai bercerita dan tidak merasa terintimidasi ketika ditanyakan, aku main tebak-tebakan saja dengan mereka. Salah satunya ya... main-tanya-tanyaan.

"Boleh saja main tanya-tanyaan. Tapi jangan ngasi aku pertanyaan yang aku gak suka ya."
"Apa pertanyaan yang kamu gak suka?"

Anakku berpikir sejenak, lalu mereka polos mengatakannya
"Pertanyaan tentang cita-cita."
"Eh.... itu kan pertanyaan gampang. Kenapa gak suka ditanya tentang cita-cita?"
"Karena aku harus mikir dulu, cita-citaku sebenarnya apa ya? Nih... aku mau jadi dokter... dokter anak. Tapi.... itu kan susah. Berarti aku harus punya cita-cita lain selain dokter anak. Nah.. itu yang aku malas mikir."

heheheheh
Ternyata, nggak artis nggak anak-anak sama saja ya kondisinya... tidak suka jika diberikan pertanyaan yang mengharuskan kita untuk berpikir secara serius jawaban yang akan dikatakan.

Kalau kamu, pertanyaan yang paling dibenci apa?


Komentar

  1. Kalau saya saat ini paling benci kalau ditanya, adikmu sudah punya anak belum? Karena kalau saya jawab belum, kebanyakan mereka akan bilang ini ono yang akhirnya bikin saya marah (dalam hati) hehe

    BalasHapus
  2. hahaha..nggak artis nggak anak2 sama aja yah......

    BalasHapus
  3. aku paling benci ditanya, kapan nikah. kan aku gatau dan gak bisa jawabnya --"

    BalasHapus
  4. haha... kalo akuu..mmm.. kalo ditanya suami, hari ini mau masak apa. lha doski ditanya pengen dimasakin apa juga bingung jawabnya. >_<

    BalasHapus
  5. Paling sebel kalo ditanyain suami,"kamu cinta nggak sama aku?"
    Helaawwww, kalo nggak cinta ngapain kita kawin!!!

    BalasHapus
  6. Paling gk suka ditanya kapan mau poligami, haha. Satu aja masih repot apalagi dua :D

    BalasHapus
  7. Paling sebel ditanya berat badan. Iya kalau lagi kurus. kalau lagi gendut mw jawabnya bete :D

    BalasHapus
  8. Jadi mikir, aku suka nanya anak-anak yang bikin bete nggak ya ?

    BalasHapus
  9. Ahihihi.... lucu, mbak...
    kalo saya paling sebel ditanya.. eeeng, kapan nikah? -_-

    BalasHapus
  10. dulu kalo pulkan suka ditanya, suaminya mana? sebel, mang napa kalo ga sama suami, saya kan mau kangen2an sama ortu suami ya kerja hehe

    BalasHapus
  11. gak benci sih tapi sebel eh sama aja ya hehehe. gak pengen punya anak lagi siapa tau anak cewe :-D

    BalasHapus
  12. paling sebel kalo ditanya, kok sekarang gendut sih? hehe...

    BalasHapus
  13. paling benci klo ditanya : Kenapa kamu bisa cantik sekali seperti itu sih?
    Coba, kudu gimana jawabnya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngerti aku uniek.. menyangkal sebuah fitnah memang sebuah pekerjaan yang berat

      Hapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…