Langsung ke konten utama

Lukisan Anak-Anak

Beberapa kali, anak-anakku mengikuti lomba melukis yang diadakan dalam berbagai event. Umumnya, aku mengikut sertakan anak-anak pada lomba melukis/menggambar itu pada event-event gratisan sih. Amat jarang aku mengikut sertakan anak-anakku pada event lomba berbayar.

Mengapa? Karena tujuanku mengikut sertakan anak-anak dalam lomba itu adalah:
1. Agar anak-anak muncul rasa percaya dirinya ketika harus berada di tempat baru dimana mereka terlibat kegiatan di dalamnya.

Memang sih, anak-anak umumnya merasa nyaman jika berada di tempat dimana mereka sudah mengenal situasi-kondisi-orang-orangnya. Rasa nyaman itu akan membuat anak-anak merasa nyaman untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu.
Itu pasti.
Tapi...
Hidup kan tidak selalu seperti yang kita harapkan dan rencanakan. Ada kalanya hidup mengharuskan kita untuk beradaptasi dengam suasana baru dan memaksa kita menghadapi hal-hal baru yang belum kita kuasai dan kita kenal sebelumnya.

Dalam suasana seperti itu, di saat bersamaan, kita dituntut untuk cepat beradaptasi sekaligus cepat menghasilkan karya.
Nah loh.
Disitulah kita harus berlatih untuk menghadapi suasana seperti itu.
Dan tempat serta situasi yang tepat untuk melatih itu semua adalah: mengikut-sertakan anak di sebuah perlombaan yang pesertanya tidak dia kenal sebelumnya.

Ikut-ikut lomba yang pesertanya majemuk dan diselenggarakan oleh suatu lembaga untuk masyarakat umum itu ada seninya tersendiri loh.
A. Tidak ada yang kita kenal dan otomatis tidak kita ketahui kemampuannya. Berarti yang harus dipersiapkan selain kelengkapan peralatan untuk ikut lomba adalah rasa percaya pada kemampuan sendiri.
B. Tidak ada tempat yang menjadi langganan  untuk kita duduki agar menghadirkan rasa nyaman. Berarti kita harus menganggap sama semua tempat baru kita. Mau di pojok atau di tengah tidak ada pengaruhnya. Semua tempat sama saja. Yang membedakan adalah hasil karya yang kita hasilkan di tempat itu.

2. Agar anak tahu tidak sombong.
Tahu sendiri kan, pada setiap perlombaan selalu muncul wajah-wajah baru dengan kreasi dan kreatifitas dan ide yang baru. Jika kita tidak pernah melihat itu semua maka kita selamanya hanya merasa bahwa kitalah yang jago di lingkungan kita.

Kita tidak pernah tahu, bahwa di luar jendela kita telah muncul orang baru dengan ide baru dan kreatifitas baru yang lebih jago dari kita. Akibatnya kita tidak pernah belajar untuk mengembangkan kemamouan kita dengan hal-hal yang baru tersebut.

Sombong itu lahir karena perasaan bahwa kitalah yang terhebat dan terjago. Untuk menghindari sifat sombong caranya adalah dengan melihat dunia luar yang terus berubah secara dinamis. Ikut perlimbaan adalah salah satunya.


3. Agar anak mau belajar arti kata Move On.
INGAT. Tujuan ikut lomba itu bukan untuk meraih kemenangan tapi untuk mengikuti proses berusaha menghasilkan yang terbaik dengan segenap kemampuan. Jika ternyata menang dan dapat hadiah, itu adalah bonus. Tapi jika kalah, ini adalah saatnya untuk belajar dari karya peserta lain yang menang. Lalu kita belajar untuk memperbaiki kekurangan kita dan meningkatkan kelebihan kita.

Jadi... tidak mengapa kok kalah. Yang penting itu harus segera semangat lagi jangan sedih berkepanjangan.  Karena ketika kita berdiam diri dan meratapi kesedihan karena kekurangan, orang lain terus belajar meningkatkan kemampuan dirinya. Jadi... ayo deh cepat move on.

Itulah alasan mengapa aku mendukung anak-anakku mengikuti lomba.

Kemarin, liburan weekendku di Hotel Salak, Bogor, aku mendapati ide Hotel Salak untuk mendokumentasikan aneka LUKISAN ANAK-ANAK yang mereka pernah adakan di lomba melukis sebelumnya. Semua hasil lukisan peserta tersebut dibingkai cantik. Hasilnya... seperti lukisan mahal.
Ini nih lukisannya:











Bagus-bagus ya. Aku jadi dapat ide untuk hasil karya anak-anakku nih. 

Komentar

  1. Yg hasil karyanya ibam yang mana mak #ops

    BalasHapus
  2. Lukisannya bagus-bangus ya, Mak..
    Iya emang bener ya anak-anak harus sering2 kita ajak mengetahui dinamisnya dunia luar. Mkasih Mak sharingnya :)
    Btw, itu kata-kata yang di-link kok munculnya "agenjudi(dot)com" ya? apa kompi saya yang error nih?

    BalasHapus
  3. bagus2 makk lukisannya.. saya mah apa atuh bikin gunung aja selalu 2 biji heheh

    BalasHapus
  4. lukisannya banyak yang bagus-bagus. Pada pinter-pinter melukisnya :)

    BalasHapus
  5. Aku juga pengennya, kalau sudah cukup umur, Arya aku ikutkan lomba-lomba. Supaya lebih pede :)

    BalasHapus
  6. Itu lukisan anak-anak yaa..wah keren sekali yaa mak...

    BalasHapus
  7. kalau gitu hasil gambar pascal alvin aku kasih figura juga ya buat kenang2an

    BalasHapus
  8. Bagus-bagus lukisan anak-anaknya

    BalasHapus
  9. Bagus-bagus
    itu beneran anak-anak yang bikinnya?

    BalasHapus
  10. kudu simpen lukisan faiz meski benang bundet, lukisannya bagus-bagus

    BalasHapus
  11. Suka gambar2 kyk gitu
    Perlunguasain teknik mewarnai pke crayon kn y

    BalasHapus
  12. cakep2 ya mbak warnanya....anak2 emang mempunyai banyak warna :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…