Langsung ke konten utama

Kreatif dengan Besek

Apa itu Kreatif.
Menurutku, kreatif itu salah satunya adalah mengubah sesuatu yang semula bernilai jual murah menjadi sesuatu yang bernilai jual mahal.
Kreatif juga berarti, memanfaatkan sesuatu yang murah menjadi sesuatu yang terlihat mewah.
Sekarang, mari kita KREATIF DENGAN  BESEK.

Seperti ini berikut ini nih.

Pernah lihat besek? Itu loh, kotak yang terbuat dari anyaman bambu, berwarna coklat muda. Beberapa pekan lalu, suamiku dikirimi besek yang berisi lauk pauk tapi kali ini beseknya dikemas dalam kemasan yang keren dan kece badai. Lebih tepatnya: KREATIF.

Ini dia besek yang kami dapatkan kemarin:


Keren kan? Coba.. kalau sudah begini, siapa yang ingat bahwa asalnya, dia tuh bentuknya seperti ini di pasar-pasar tradisional:

gambar diambil dari sini





Di pasar, harga besek biasa ini murah sekali. Mirip dengan harga kotak buat bungkus makanan. Istimewanya besek ini adalah, makanan tidak cepat basi jika di simpan di dalamnya karena adanya sirkulasi udara yang lancar dari pori-pori yang terbentuk dari besek ini. Dan yang pasti: dia recycle dan ramah lingkungan. Ramah lingkungan disini artinya, dia terbuat dari bahan yang mudah hancur kembali dan melebur dengan tanah jika dibuang ke tempat sampah. Tidak seperti sampah plastik atau styrofoam.

pas dibuka, isinya makanan khas besek: nasi, lauk pauk, buah, tisu, sendok garpu, dan minuman gelas.
Nah... karena beseknya keren, jadi, setelah makanannya dikeluarkan, besek keren ini masih bisa difungsikan kembali loh di rumahku. Yaitu, jadi tempat untuk meletakkan bando dan sisir.

tuh.... sama sekali gak mirip besek murahan lagi kan?

Komentar

  1. besek yang dulunya suka dibuang sekarang bisa di pake lagi kalau udah dikreasikan :D

    BalasHapus
  2. Sekarang udah jarang nemu besek seperti ini, umunya pake dus

    BalasHapus
  3. Bagus mbak, beseknya. Hmm... Tapi dari segi harga, besek merah itu harganya sekitar 5x harga besek yg tradisional itu. Bukan hanya inovasinya ya, tp ketebalan potongan bambu, teknik anyam, dan dikuati dengan kayu. Bahkan jika kayunya itu kayu bekas juga. :) dulu pernah antar orang Perancis ke Lombok 3x tuk cari besek khas sana. Sampai sekarang bonus saya berupa anyaman berbentuk map saya masih bisa dipakai, padahal tahun 2001-2002.
    Tapi ya.... Inovasi membuat besek akan sangat digemari, fungsional dan awet.

    BalasHapus
  4. Bagus mbak, beseknya. Hmm... Tapi dari segi harga, besek merah itu harganya sekitar 5x harga besek yg tradisional itu. Bukan hanya inovasinya ya, tp ketebalan potongan bambu, teknik anyam, dan dikuati dengan kayu. Bahkan jika kayunya itu kayu bekas juga. :) dulu pernah antar orang Perancis ke Lombok 3x tuk cari besek khas sana. Sampai sekarang bonus saya berupa anyaman berbentuk map saya masih bisa dipakai, padahal tahun 2001-2002.
    Tapi ya.... Inovasi membuat besek akan sangat digemari, fungsional dan awet.

    BalasHapus
  5. Bagus mbak, beseknya. Hmm... Tapi dari segi harga, besek merah itu harganya sekitar 5x harga besek yg tradisional itu. Bukan hanya inovasinya ya, tp ketebalan potongan bambu, teknik anyam, dan dikuati dengan kayu. Bahkan jika kayunya itu kayu bekas juga. :) dulu pernah antar orang Perancis ke Lombok 3x tuk cari besek khas sana. Sampai sekarang bonus saya berupa anyaman berbentuk map saya masih bisa dipakai, padahal tahun 2001-2002.
    Tapi ya.... Inovasi membuat besek akan sangat digemari, fungsional dan awet.

    BalasHapus
  6. Iya ya, hanya dengan diwarna pun sudah bisa lebih cetar hasilnya. Klo dihias2 apalagi ya mba... *lirik besek2 di rumah :D

    BalasHapus
  7. lebih cantik ya beseknya diwarnain :)

    BalasHapus
  8. kenal besek waktu ke tempat pakde di jawa, disini nggak ada mak..., dan belum ada yag warna merah gitu...

    BalasHapus
  9. dengan sedikit kreatifitas barang yang awalnya murah bisa lebih memiliki harga

    BalasHapus
  10. Terharu :'D Udah lama banget nggak lihat besek bambu. Waktu kecil biasanya cuma lihat besek original, dipakai buat wadah nasi dan lauk tiap ada kenduri :'D

    BalasHapus
  11. Cakep Mbak. Benar-benar kreatif

    BalasHapus
  12. unik dan bener2 kreaatif ya mbk,yang sederhana disulap jadi cantik dan menarik

    BalasHapus
  13. kreatif ya, bisa difungsikan lagi. kalo pakai kotak kardus biasa udah dibuang aja setelah makananya tandas

    BalasHapus
  14. Kami dulu pernah menjual besek yang dilukis batik untuk ekspor tp kemudian stop karena treatment jamurnya susah, biayanya jd mahal. Semoga pasar dlm negeri bisa mengapresiasi produk natural spt org luar.

    BalasHapus
  15. cakeeeeep beseknya..ada yang ungu ngg hehehe

    BalasHapus
  16. sekarang udah susah cari yang jual besek di pasar, Mbak. Kayaknya harus special order kalau mau cari besek

    BalasHapus
  17. Beseknya cantik... jd multi fungsi ya..

    BalasHapus
  18. Kreatof banget itu yg ngirim besek beserta isinya ke mba Ade. Hihi... Aku ngga bakal kepikiran bikin ky gitu. Apalagi skrg org lbh bnyak pake kotak dus, sterofoam, atau besek plastik.

    BalasHapus
  19. Iya ih keceeee. Kemarin waktu acara tahlilan di rumah Mbah, kami pake besek. Nggak menarik blas, emang. Tapi kalo dipermak jadi cantik, ya. Macam cewek yang mukanya polos didandanin manis. Pasti bagus hasilnya. Cantik. :)))

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…