badge

Selasa, 11 Agustus 2015

Cermati: Karena Cinta Saja Tidak Cukup

[Lifestyle: Keuangan] Aku mendapat sebuah email. Isinya, tentang kegalauan seorang ibu yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil-kecil (usia 4, 6, 8, 10). Kenapa si ibu ini galau? Karena, suaminya, tiba-tiba saja mengajukan permintaan untuk bisa menikah lagi dengan perempuan lain.

"Gimana ya mbak? Apa yang harus saya lakukan? Anak-anak saya masih kecil-kecil. Saya sebenarnya tidak ingin suami saya menikah lagi. Saya tidak ikhlas. Tapi, jika saya keberatan saya takut suami saya menceraikan saya. Jika saya jadi janda, bagaimana kehidupan saya selanjutnya? Karena, saya selama ini hanya menjadi seorang ibu rumah tangga saja."



Akhirnya, kami email-emailan (dulu waktu belum musim email, mungkin kami sudah surat-suratan ya). 

Ada beberapa hal yang aku minta pada si ibu untuk dilakukan:
1. Jangan buru-buru minta cerai sebelum dia yakin bahwa itu adalah keputusan yang benar dan terbaik (karena Islam, memang membolehkan perceraian tapi itu sebagai pintu darurat saja. Itu sebabnya meski dibolehkan tapi perceraian itu dibenci oleh Allah).

Apa patokan bahwa bercerai adalah keputusan yang terbaik? 
  • yaitu jika suaminya sudah menelantarkan dia dan anak-anak setelah melakukan pernikahan kembali dengan perempuan lain (ketika poligami sudah terjadi)
  • atau ketika suami ternyata tidak dapat berbuat adil dan hal ini tidak dapat diperbaiki oleh suami
  • atau telah terjadi perilaku kekerasan (baik fisik maupun psikis) akibat pernikahan poligami (sering karena suami stress ketika membagi waktu, tanpa sadar dia mulai melakukan kekerasan pada salah satu istrinya)
  • atau suami sudah melalaikan apa yang menjadi kewajiban dia sebagai suami pada istrinya
  • (sebenarnya ada hadits yang mengatakan seorang wanita bisa mengajukan perceraian ketika cinta sudah hilang dalam dirinya; tapi karena ini terlalu subjektif maka yang alasan terakhir ini tidak bisa digunakan sih menurutku. Terlebih karena wanita sering mendahulukan emosi ketimbang logika ketika sedang galau).

Imam Ibnu Qudamah telah menyebutkan kaidah dalam hal ini. Beliau mengatakan,
وجمله الأمر أن المرأة إذا كرهت زوجها لخلقه أو خلقه أو دينه أو كبره أو ضعفه أو نحو ذلك وخشيت أن لا تؤدي حق الله في طاعته جاز لها أن تخالعه بعوض تفتدي به نفسها منه
“Kesimpulan masalah ini, bahwa seorang wanita, jika membenci suaminya karena akhlaknya atau karena fisiknya atau karena agamanya, atau karena usianya yang sudah tua, atau karena dia lemah, atau alasan yang semisalnya, sementara dia khawatir tidak bisa menunaikan hak Allah dalam mentaati sang suami, maka boleh baginya untuk meminta khulu’ (gugat cerai) kepada suaminya dengan memberikan biaya/ganti untuk melepaskan dirinya.” (al-Mughni, 7:323). 
2, Jangan buru-buru minta cerai sebelum yakin bahwa kita punya kemampuan untuk bisa hidup secara mandiri.

Saran kedua ini, penting sekali. P-E-N-T-I-N-G.
Kenapa? Karena, memang sih di persidangan perceraian ada pasal dimana lelaki, harus menafkahi anaknya dari hasil pernikahan sebelumnya hingga anaknya tersebut bisa mandiri. Juga ada ketentuan agar lelaki memberi tunjangan pada mantan istrinya selama beberapa waktu ke depan. Tapiiiii.... percaya deh, itu cuma mentereng di atas kertas saja. Ketika sudah ketok palu, biasanya sih yang namanya urusan duit, sudah susah untuk dipegang.
Apalagi jika gaji lelaki sudah diatur seluruhnya oleh istri barunya... Beuhhhh.
Atau istri barunya ternyata manja-kenes-menal-menul jadi mau minta apa saja rasanya sayang jika tidak diberikan.... Beuhhhh.
Atau istri barunya punya keluarga yang ternyata harus dibiayai juga... Beuuuhhhh.
Atau di pernikahan barunya, keluarga ini harus terpisah jauh tempatnya... Beuhhh.

Pokoknya, say good bye deh sama ketentuan harus ngasih tunjangan.
Nah... jika sudah begitu, jika perempuan yang dicerai tidak punya kemampuan apapun untuk bisa hidup secara mandiri... duh... alamat-alamat deh... bakalan runyam urusan ekonominya. Apalagi jika sudah punya anak-anak. Kecil-kecil lagi anaknya. Makin double runyam.

sumber foto


Jadi... PUNYA KEMAMPUAN UNTUK BISA HIDUP SECARA MANDIRI bagi seorang perempuan itu menurutku sih... WAJIB! Karena Cinta saja tidak cukup memang bagi sepasang suami istri.

(Ish, mbak Ade ini, memangnya semua pernikahan itu pasti bercerai, kok pake ngewajibin segala sih? Loh? Bukan gitu. Kan, usia dan masa depan kita tidak pernah tahu loh. Lagipula, perceraian itu terbagi dua, ada yang cerai hidup ada juga yang cerai mati. Tuh... itu tuh maksudku).

Dalam rangka memandirikan diri sendiri bagi seorang perempuan yang sudah menikah, yang aku maksud disini adalah, tidak harus dalam bentuk harus berkarir di luar rumah. Jadi ibu rumah tangga pun, kita bisa kok mewujudkan langkah untuk bisa mandiri. Yaitu dengan membiasakan diri untuk disiplin menabung.

Aku sendiri, selalu mengusahakan agar bisa menyisihkan uang belanja untuk ditabung. Yaitu dengan cara, aku ikut arisan. Nanti, begitu dapat arisan, uang arisannya aku masukkan deposito deh.

Kenapa harus ikut arisan segala? Karena, kalau mendisiplinkan diri untuk tertib menyisihkan uang atas kemauan sendiri, dan tidak mengambilnya lagi itu susyaaaahhh jenderal!. Sejak ada teknologi ATM, jika kurang duit dikit, aku pasti lari ke ATM. Jadilah aku tidak pernah bisa menabung meski cuma sedikit. Nah... kalau ikut arisan, mau nggak mau aku kan harus setoran tiap bulan. Bisa digetok orang sekelompok arisan jika aku menolak untuk setoran. Nah, setelah dapat, biar duitnya aman aku masukkan ke deposito deh.

Mau tanya lagi nggak kenapa aku masukkan ke deposito dan bukan ke tabungan biasa saja? Ya itu tadi, karena sejak ada teknologi ATM, duit di tabungan biasa pun tidak selamat dari semangat menguras yang berkobar dalam dada.

Kebetulan, sekarang ada website keuangan yang menurutku amat membantu para ibu atau perempuan agar bisa lebih melek untuk urusan Finansial. Tidak perlu panas-panasan dan bermacet-macetan ke bank hanya untuk mendapatkan informasi tentang cara aman menabung. Apalagi sekarang yang namanya bank itu banyak banget. Nggak mungkin rasanya didatangi satu persatu cuma untuk mendapatkan informasi tentang pelayanan jasa mereka. Website ini adalah Cermati.com.  Tagline website cermati sendiri adalah: sumber keuangan yang bisa dipercaya.

Produk-produk yang ditawarkan oleh Cermati memungkinkan kita untuk membuat keputusan finansial yang paling tepat dan cermat untuk situasi finansial Kita.

Berikut produk-produ keuangan yang terdapat di Cermati.com:


sumber foto


Sekarang, jika kalian ingin tahu mengapa aku menabung dan memilih tabungan deposito di bank syariah, disana ada tuh keterangannya. Lengkap lagi tentang deposito syariah dan tabungan syariah. Eh... malah sekarang Bank Syariah juga sudah mengeluarkan kartu kredit loh. Tentu saja kartu kredit syariah.

Aku sendiri, sejak regulasi  dibukanya keran kebijakan pemerintah untuk keberadaan Bank Syariah, aku langsung meninggalkan semua  kegiatan keuangan yang selama ini aku lakukan di bank konvensional. Semua aku pindahkan ke Bank Syariah.

Apa perbedaan antara Tabungan dengan sistem syariah dengan Tabungan umum selama ini (bank konvensional)?

Kelebihan sistem syariah dibandingkan sistem konvensional adalah usaha syariah berdasarkan Syariat Islam yang mengkedepankan rasa keadilan dan transparansi dalam melakukan transaksi/deal dengan nasabah. Dalam hal perbedaan antara Tabungan Syariah dan Tabungan umum, yang paling utama adalah Tabungan (dan juga produk dana lainnya) dalam sistem syariah tidak mengenal bunga (interest) yang tetap seperti bank konvensional, melainkan dikenal dengan istilah bagi hasil (nisbah). Jadi pada saat awal pembukaan rekening dilakukan perjanjian bagi hasil yang tetap antara bank dengan calon nasabah (sumber: cermati).

Jika kalian ingin tahu apa yang disebut dengan nisbah (bagi hasil), silahkan baca di tulisan ini: "Apa yang dimaksud dengan nisbah (bagi hasil)?".
Menabung itu... bukan cuma untuk gaya-gayaan saja kok. Tapi, menabung itu berguna untuk mempersiapkan masa depan. Jika terjadi sesuatu, kita tetap punya tabungan yang setidaknya bisa membuat kita lebih leluasa dalam memikirkan apa langkah selanjutnya. Karena, untuk bisa melangkah dengan penuh percaya diri itu, diperlukan kemampuan keuangan yang bisa cukup untuk menyanggah dan menopang segala rencana yang akan dilakukan. Cermati: karena cinta saja tidak cukup. Harus ada kemampuan untuk bisa mandiri. Makanya jangan terlena dengan nikmatnya jadi ibu rumah tangga lalu lupa bahwa meski sudah jadi ibu rumah tangga yang namanya menabung untuk masa depan itu tetap harus. KUDU. Baik itu  menabung uang, menabung ilmu, dan menabung pahala juga.

Semoga rumah tangga kita semua senantiasa Sakinah, mawaddah Warahmah. Aamiin.

50 komentar:

  1. Tadi mau komen apa yaaa... lupa gara-gara manja-kenes-menal-menul. hahahaha ngakak xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha.... coba deh.. biasanya laki-laki kalau sudah berhadapan dengan perempuan seperti itu, bakalan sulit pake banget jika harus menolak permintaan mereka. Bahkan meski itu resikonya harus menguras kantong sekalipun

      Hapus
  2. Sepakat mb Ade, jadi perempuan apalagi kalo sudah menjadi ibu rumah tangga kudu pinter-pinter deh ..mengatur semuanya, apalagi yang menyangkut masalah uang. Sebaiknya juga bisa memiliki penghasilan sendiri, meski hanya dari rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. susah sih memaksa perempuan untuk bisa memiliki penghasilan sendiri. karna ada banyak faktor yang harus dia lewati untuk bisa melakukan hal itu. Jadi, menurutku sih dia harus pandai menyisihkan uang belanjanya agar bisa menabung sih. Jika ada waktu, sisihkan waktu untuk belajar sebuah keterampilan.

      Hapus
  3. perempuan memang hrs punya kemampuan untuk cari duit sendiri. Karena biasanya laki2 itu mati duluan #eh. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. huff... sebuah penelitian mengatakan seperti itu sih... karena katanya: lelaki kebanyakan keluar dari rumahnya sehingga lebih banyak terpapar polusi dan aneka polutan; juga lebih banyak mengerjakan pekerjaan yang beresiko ketimbang perempuan, dan terakhir karna lebih banyak mengkonsumsi makanan yang lebih tidak sehat ketimbang perempuan. Tapi... tidak semua lelaki seperti itu juga sih sepertinya.

      Hapus
  4. Paling enak memang jd perempuan punya usaha sendiri. Jadi lebih mandiri klo ada apa2 jg gak kelimpungan. Pengalaman ibuku dulu #malahcurhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kan... bener. Aku soalnya paling sebel jika bertemu perempuan yang pasrah dengan apapun kondisi suaminya (bahkan meski dia nerima KDRT) hanya karena merasa tidak punya kemampuan untuk mandiri jika terlepas dari perkawinannya yang sebenarnya sudah amat tidak sehat. Jadi.. meski tidak bekerja dan jadi ibu rumah tanggapun tetap harus ingat untuk menabung deh setidaknya. Jika memang tidak memungkinkan untuk bekerja di luar rumah.

      Hapus
  5. Aku pinginnya tuh dari cermati bayarin.arisan aku.

    #ga mungkin kan!
    #udah dicuekin aja
    #absurd
    #ga penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahahaha.... ini curcol abis

      Hapus
  6. Aku alhamdulillah bisa disiplin menabung dan jika sudah banyak jumlahnya aku pindahkan ke deposito. Tabunganku ada dua, yang satu ber-ATM, untuk aliran likuid. Yang satu non ATM dan wajib diisi setiap bulan.
    Selain itu, aku memilih menjadi ibu bekerja. Sama sekali bukan karena nggak sayang anak karena 'menitipkan'-nya kepada pembantu. But we never know what's coming our way. Tanpa mengecilkan pilihan menjadi SHAM, God knows I'm doing what's best for my children.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku susah nabung.. entah mengapa bawaannya mau shopping saja jika melihat kartu ATM yang baru diisi.... jadi terpaksa deh aku temput cara ikut arisan dan begitu dapat arisan duit arisannya aku masukin deposito... gpp deh pake cara manual gini... hehehe

      Hapus
  7. Jadi wanita emang harus pinter ya mbak, memanaj keluarga dan keuangan, apalagi kalo ada suami kayak gitu, hiiii.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, setelah menikah bukan berarti kita lalu lalai tidak merawat segala sesuatu yang diamanatkan pada kita.

      Hapus
  8. setuju. menabung. persis spt yg dilakukan ibu saya. saat bercerai hingga kini membiayai diri sendiri dr uang tabungan. selama 30 th menikah berhasil mengumpulkan uang sebanyak 200 jt. kebayang bnyknya uang itu pd tahun 2002. dalam waktu 10 th pasca bercerai semua uangnya habis. dipakai u berobat dan gaya hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. stl uang habis, alhamdulillah dpt uang warisan dr kakeknya. tapi sebentar lg jg mau habis. skr hanya bs berdoa semoga suami sy tetap sehat dan bs menafkahi beliau hingga akhir hayat :)

      Hapus
    2. oohh.... jadi ibumu tidak bekerja ya setelah bercerai tapi hidup dari uang tabunganya? masya Allah... hebat kemampuan menabungnya. 200 juta itu luar biasa lagi dan lebih luar biasa lagi karnea bisa menopang hidupnya selama 10 tahun. Masya Allah

      Hapus
  9. Emang wajib mandiri, bener banget mba. Namanya umur siapa yang tahu, yang penting kan persiapan ya mba...


    setuju...setuju...setuju...

    BalasHapus
  10. Tantangan mandiri buat para wanita ya, mb Ade. Apalagi klo terbiasa manja biasanya kaget begitu suaminya meninggal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrrr....kecuali jika suaminya sudah mempersiapkan warisan untuk istri tercintanya yang manja. hehehe

      Hapus
  11. jadi tertarik dengan sistim syariah nih, cuma atmnya minim ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh gak juga ah... karena kartunya satu tapi atm-nya banyak itu berlaku untuk semua kartu debit dan kredit keluaran bank syariah... aku kan sama sekali tidak pakai bank konvensional mak

      Hapus
  12. Balasan
    1. harus mak... jangan sampai habis untuk shopping terus..harus ingat untuk nabung

      Hapus
  13. setujuuuu. perempuan HARUS mandiri!

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah... kan... mandiri itu berarti luas... yaitu tetap memiliki dan merawat sayap jika suatu waktu diperlukan untuk terbang lebih tinggi.

      Hapus
  14. Wanita itu menteri keuangan dalam rumah tangga ya mbak. Jd harus cermat mengatur simpanan masa depan. Krn kita ga tau ke depannya bakal gimana. Persis wejangan ibuk dan ibu mertua. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benerr... kalo ustad di pengajianku bilang, istri itu manajer keuangan... tapi sekaligus CEO agar rumah tangga itu tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan sukses. Suami PResdirnya.

      Hapus
  15. nabung di bank syariah itu enaknya ga ada biaya admin, saya ga pernah itungan "bagi hasilnya" yg penting tabungan gak kegerus sama biaya admin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrrrrr.... dan merasa aman saja karena sesuai syariah

      Hapus
  16. Anakknya banyak pengen nikah lg emang sanggup ngongkosin akalnya dimana itu suami?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cinta kadang membuat orang melupakan logika.

      Hapus
  17. aku habis baca semua komen di status mbak Ade, baru deh baca ostingan ini, Seru ya komennya hehehe

    BalasHapus
  18. baru tahu ada yang menabung untuk gaya2an hehehe...saya juga nabung di bank syari'ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada tuh mak kalo ngobrol sama ibu2... keren aja sih perasaan mereka kalo bisa ngasi liat koleksi kartu debet di dompet...

      Hapus
  19. bener mba, wanita harus mandiri juga karena kia tdk tahu masa depan kita akan seperti apa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. setidaknya, kita tidak terlena meski suami kita amat sangat mapan sekalipun saat ini dan mungkin warisannya tidak habis 7 turunan... lebih baik waspada dan tidak terlena daripada santai lalu kelabakan karena tidak siap jika terjadi perubahan

      Hapus
  20. Setuju.. Mandiri penting buat semua.. Terutama perempuan :). Dan saya yakin semua bisa ;)

    BalasHapus
  21. Iyesss, jadi perempuan memang harus smart mengelola keuangan, harus pintar nabung dan jangan diambil melulu, hihihiii *buang ATM jauh2

    BalasHapus
  22. perempuan harus bisa mandiri dan harus bisa mengelola keuangan ya mbak hehe

    BalasHapus
  23. Manggut2 dulu mak ade, jadi kudu dipikirin jangka panjang yaa mak, bijim cermati.com wah kerren yaa 😍😍

    BalasHapus
  24. Cinta aja gk cukup, iyes bgt!

    BalasHapus
  25. Bener mb Ade. Aku pingin juga gitu sih, ada tabungan untuk masa depan, paling nggak untuk pendidikan anak-anak sudah dipersiapkan.

    BalasHapus
  26. setuju...setuju...setuju...
    cinta aja engga cukup :)

    BalasHapus
  27. setuju mak, wanita harus bisa mandiri dan usaha belajar investasi ilmu, uang, dan usaha supaya mandiri ;)

    oya, sekalian info ya, aku lg syukuran blogku, ikut yuk mak giveaway-nya http://heydeerahma.com/index.php/2015/07/13/kontes-blog-giveaway-lebaran-bersama-heydeerahma

    BalasHapus
  28. setuju mak... cerai kan bukan hanya cerai hidup... makanya jd perempuan walaupun ga kerja hrs pinter ngelola uang... jleb banget nih artikelnya :)

    BalasHapus
  29. iya mak..apa2 kita sbgai cewe harus punya kelebihan...makasih sharenya...

    BalasHapus
  30. The patient must have all the problems we are going to end well? thank you for all the information of all these.

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...