badge

Jumat, 13 Juni 2014

TONGSIS: agar narsis bisa jalan terus

Dulu, mungkin urusan narsis bukan sesuatu yang spesial. Bahkan pada beberapa orang, masih dianggap tabu. Beberapa ibu-ibu di sekolah anak saya, sempat melontarkan sebuah perbincangan yang sebenarnya membuat saya menahan senyum.

"Eh, kemarin aku kan iseng ya masukin namaku di google search. Eh.. masa muncul loh namaku disana. Kayaknya, Amerika memang gencar-gencarnya mematai-matai kita deh. Jadi mereka tuh random gitu memata-matai bangsa lain. Coba bayangin, nulis namaku sendiri langsung muncul profilku. Ada nama, semua foto-fotoku. Hadeuhhh..."

"Oh, memangnya, kamu punya akun twitter gitu?"
"Gak ada."
"Facebook?"
"Ya kalo itu sih ada. Jaman sekarang aduh tolong deh kalau nggak punya akun facebook."
"Nah... gugle itu memasukkan nama profil dan foto-fotomu itu diambil dari facebook kali. Bukan karena dirimu jadi inceran intelnya amerika."

Tapi ibu-ibu itu tetap percaya bahwa dirinya sedang dimata-matai oleh pihak asing. Jadilah dia melarang keras dirinya sendiri dan anggota keluarganya yang lain untuk memasukkan semua foto-fotonya ke internet manapun. Akun facebooknya pun ditutup.

Selesaikah persoalan? Tidak. Karena, sekarang kan jamannya internet. Tetap saja pengumuman lulus-lulusan sekolah, bahkan foto-foto dia yang diupload oleh teman dan kerabatnya tidak bisa dicegah juga. Jadi... mau tidak mau.. ibu itu tetap eksis meski berusaha keras untuk tidak eksis.

Nah... sehubungan dengan kata eksis ini, tidak semua orang seperti ibu-ibu temanku itu. Ada juga yang menikmati keeksisan mereka.  Termasuk aku sepertinya.. hehehehe. Dan eksis tidak afdhol jika tidak disertai narsis dengan foto-foto pribadi.

Dan sejak ada fasilitas self picture di kamera henpon maka meski seorang diri kita tetap bisa narsis di depan kamera loh.

Dulu, narsis bisa ditempuh dengan cara meletakkan kamera di depan lengan kita. Hasilnya tidak bagus pasti. Lalu fasiltias kamera di henpon mengalami peningkatan. Disediakan dual kamera dimana salah satunya diletakkan di depan kamera. Dengan begitu, kita bisa melihat wajah kita sendiri di layar sebelum memencet tombol kamera. Hasilnya tapi tetap tidak bagus. Karena perpanjangan lengan kita tetap membuat jarak wajah dan kamera terlalu dekat sehingga wajah jadi terlihat membulat.

Akhirnya, proses kreatif para narsis bergerak. Mereka pun mulai memanfaatkan cermin yang ada di depan mereka untuk menghasilkan foto yang lebih baik.

ini salah satu conton foto narsis dengan memanfaatkan cermin. Tuh, terlihat kan henponnya? Itu tuh kekurangannya

Nah... kendalanya adalah, gambar kameranya tetap terlihat. Jadi ketahuan banget kalau foto diri sendiri.
Akhirnya, mulailah muncul pemikiran untuk menggunakan alat perpanjangan pengganti tangan. Dan muncullah TONGSIS: Tongkat Narsis.

Cara kerjanya sederhana saja, yaitu henpon diletakkan di ujung tongkat yang bisa dipanjangkan tersebut, lalu dipasang timer untuk menghasilkan foto. Misalnya pilih 2 detik, atau 5 detik. Klik tombol kamera lalu jauhkan tongsis dari kita dan SMILE. Difoto deh.

Praktis kan?

besarnya tongkat hanya seperti sebuah gagang sapu saja. Ketika dilipat dia hanya sepanjang sebuah remote. Tapi ketika dipanjangkan isa mencapai satu setengah meter. Nah, henpon taruh di ujungnya. Karena letaknya lebih jauh maka bisa mengabadikan foto rame-rame hingga beberapa orang sekaligus. Ini kebaikan dari sebuah tongsis. JIka tangan sendiri yang digunakan, hanya bisa mencakup dua sampai tiga orang saja.
Ada yang sudah mencoba pake tongsis? Gimana? Ketagihan nggak?
hehehhe.... kok aku iya ya sepertinya....

4 komentar:

  1. Deuuh, pengen banget punya tongsis mak :D *tunggu ada kontes yang hadiahnya tongsis, pasti ikutan deh :p

    BalasHapus
  2. wah artikelnya menarik..
    jadi tau deh cara kerjanya tongsis...
    boleh juga tuh buat selfie hihihi

    BalasHapus
  3. hahaaa ketagihan banget mbak ade :D

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...