Langsung ke konten utama

Wayang Princess

Salah satu tempat shalat jumat yang nyaman (krn ada ac, karpetnya empuk, suasananya tenang) dan perempuan yang ikut serta bisa punya tempat menunggu yang enak juga adalah di Plaza Indonesia, jakarta lantai 6.
Jadi sementara para lelaki shalat Jumat para perempuan bisa cuci mata di etalase toko (*hahhaha gaya hidup hedon banget yaks?... biarin)
Nah.. ketika sedang jalan2 itu aku dan putriku bertemu dengan stand boneka. Dan mereka ternyata menjual figurine Princess Sofia sekeluarga.
Wahhh..
Putriku yang merupakan penggemar Princess Sofia langsung riang ketika kutawari untuk membelinya.
Sekejap kemudian, dia sudah memainkan salah satu scene film Sofia The First.
"Aku hafal semua adegan film itu bu."
Gayanya mirip sekali dengan gaya dalang. Mungkin, cerita yang dia mainkan dengan figurine tersebut bisa dikatakan sebagai wayang modern. Senang saja melihatnya.

Komentar

  1. Boneka lucu-lucu mak. Jadi pengen ngoleksi deh hehehe eh tapi udah berumur nih. Ga ada alasan buat ngoleksi, secara ga ada junior (ya iyalah, wong lajang :D)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaahhh... jangan ngomongin umur lagi. karena aku setua ini masih ngoleksi aneka macam model perahu mini...

      Hapus
  2. aku belum nonton mbak filmnya :) maklum ya cowok semua jadi ikutn tontonannya film cowo

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…