badge

Selasa, 17 Januari 2012

Pusing dan sakit kepala

Suatu hari, datang ke seorang dokter dengan keluhan pusing..
"Pusing atau sakit kepala?"
"ada bedanya dok?"
"Jika pusing, maka rasanya seperti berputar-putar. sedangkan sakit kepala, ya, ada rasa sakit di bagian kepala."

Sepertinya, selama ini, ternyata yang aku rasakan adalah sakit kepala. hm.... bingung. Kenapa sering banget sakit kepala. Tapi pemeriksaan terakhir sih katanya tidak ada yang mencurigakan di kepala. Tapi tetap saja bingung, kenapa sakit kepala bisa terasa tidak pernah absen. Dalam sebulan, pasti pernah merasakannya. Seperti sekarang ini.
Aduh.

Sabtu, 14 Januari 2012

Penjelasan tentang Jin dalam mitologi arab dan Islam

JIN adalah Penggeneralisasi dari segala jenis Hantu, Monster, Alien, Setan dan Pendapat tentang Alien

by Cerita serem on Monday, 20 June 2011 at 18:10
Jin (bahasa arab : جن ) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak terlihat". Dalam Islam dan mitologi Arab pra-Islam, jin adalah salah satu ras mahluk yang tidak terlihat dan diciptakan dari api.

Jin dalam Mitologi arab
Dalam anggapan orang-orang sebelum Islam datang, Jin dianggap sebagai makhluk keramat, yang harus disembah dan dihormati. Orang orang pada masa tersebut menggambarkannya dalam bentuk patung sesembahan mereka.

Jin dalam Islam
"Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (QS Al-Hijr 15:27).
Dalam Islam, makhluk ciptaan Allah dapat dibedakan antara yang bernyawa dan tak bernyawa. Di antara yang bernyawa adalah jin. Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).
Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan.
Dinamakan jin, karena ia tersembunyi wujudnya dari pandangan mata manusia. Itulah sebabnya jin dalam wujud aslinya tidak dapat dilihat mata manusia. Kalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.
Jin memiliki jasad dengan berbagai bentuk. Dalam hadits Abu Tsa’labah radiyallohu anhu, yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani (22/214-215) No. 573, Al Baihaqi dalam “Al Asma wa Ash Shifat” (827), Al Hakim (2/456) dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani Rahimahullah dalam ta’liqnya terhadap Kitab “Al Misykaat” (4148) dan Syaikh Kami Al Wadi’i Rahimahullah dalam “Ash Shahiih Al Musnad Mimma Laisa Fii Ash Shahihain” (1213) bahwa Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam, bersabda :
الْجِنُّ عَلَى ثَلاثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ لَهُمْ أَجْنِحَةٌ يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاءِ، وَصِنْفٌ حَيَّاتٌ، وَصِنْفٌ يَحِلُّونَ وَيَظْعَنُونَ.
“ Jin terdiri dari tiga kelompok; satu kelompok memiliki sayap dan mereka terbang di udara, satu kelompok berbentuk ular dan satu kelompok tidak menetap dan berpindah-pindah.”

Hadits ini merupakan dalil bahwa jin memiliki jasad dan tidak mungkin dipahami dari lafazh “satu kelompok memiliki sayap dan terbang di udara” bahwa jin tidak memiliki jasad karena sayap itu berjasad dan tidak mungkin sayap itu ada kecuali pada yangberjasad. Para malaikat pun memiliki sayap. Ada yang memiliki 2, 3, atau 4 sayap dan terbang ke langit yang tinggi dan dia memiliki jasad. Demikian pula Al Qur’an Al Karim menunjukkan bahwa jin yang terbang itu berjasad. Rabb kami berfirman mengabarkan tentang apa yang dikatakan oleh Ifrith kepada Sulaiman ‘alaihissalam

قَالَ عِفْرِيتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ
“Berkata Ifrith dari kalangan jin bahwa saya akan mendatangimu dengannya (dengan membawa singgasana Ratu Saba) sebelum engkau bangkit dari tempat dudukmu dan sesungguhnya saya kuat lagi terpercaya.” (QS. An Naml : 39).
Kalau Ifrith itu tidak memiliki jasad, maka dia tidak akan mampu untuk memikul apa yang dibawa dan tidak mampu pula untuk menjaganya. Demikian pula jin yang terbang di udara diciptakan dalam keadaan memiliki jasad yang sebenarnya berjalan di muka bumi. Jika mereka ingin terbang, maka mereka berubah bentuk lebih dahulu, kemudian terbanglah mereka. Adapun jin dan setan yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk memberikan waswas dan yang lainnya, mereka berubah bentuk seperti udara. Perkara ini sudah diketahui dan merupakan dalil bahwa mereka berjasad.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa jin itu memiliki jasad dan orang yang berpendapat bahwa mereka seperti udara, tidak memiliki dalil dari Al Kitab dan As Sunnah. Dalil terkuat yang mereka jadikan sebagai hujjah adalah riwayat yang datang dari Wahb bin Munabbih sebagaimana yang disebutkan oleh Asy Syibly dalam kitab “Aakaamu Al Mirjaan fii Ahkaami Al Jaan” (31) bahwa dia berkata : ” Jin itu berjenis-jenis dan jenis jin yang asli adalah angin, mereka tidak makan, tidak minum dan tidak berketurunan. Diantara mereka ada jenis yang makan, minum, berketurunan dan menikah seperti As Sialy, Al Ghuul, Al Qathrub dan yang semisalnya”.
Jika riwayat tersebut shahih, maka sudah diketahui bahwa Wahb adalah seorang ahli sejarah dan dia menukilkan dari kitab ahli kitab, sedangkan kitab ahli kitab itu penuh dengan perubahan dan pengkaburan (antara yang haq dan yang batil, pen).
Sebagian mereka berdalil bahwa jin itu seperti udara yaitu angin, dengan sabda Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam :

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia di tempat peredaran darah“.(HR. Al Bukhari (6219) dan Muslim (2175) dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha).
Hadits ini bukan merupakan dalil bagi orang yang berpendapat demikian karena mereka berjalan di tempat peredaran darah, bukan karena pada asalnya mereka adalah udara. Akan tetapi, Allah Subhaanahu wata’ala, memberikan kemampuan kepada mereka untuk berubah bentuk. Oleh karena itu, pendapat yang mengatakan bahwa jin itu angin dan tidak berjasad, batil dan sangat jelas kebatilannya karena bertentangan dan bertabrakan dengan dalil-dalil yang banyak dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih dan telah diketahui secara pasti dari Islam, ijma, akal dan kenyataan yang kita saksikan.
Berikut ini akan saya sebutkan dalil-dalil secara global :
1. Jin itu makan dan minum
2. Jin menikah dan berketurunan
3. Jin berbentuk dan berubah bentuk menjadi bentuk manusia dan hewan
4. Jin melakukan berbagai jenis pekerjaan seperti bangunan dan pekerjaan-pekerjaan lain seperti mengangkat beban berat dan yang lainnya
5. Jin merasakan berbagai keadaan seperti sakit, takut, kuat, lemah, hidup, mati dan yang lainnya
6. Jin dilihat oleh sebagian makhluk seperti keledai. Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam, bersabda :

إذا سمعتم نهيق الحمار فتعوذوا بالله من الشيطان فإنه رأى شيطانا
“Jika kalian mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan karena sesungguhnya dia melihat setan.” (HR. Al Bukhari : 3303 dan Muslim : 2729).
7. Ketika jin itu mampu untuk berubah bentuk menjadi bentuk manusia, maka dia mampu menyakiti manusia baik dengan memukulnya, membunuhnya maupun mencegahnya untuk bergerak dan yang lainnya.
Pada pasal ini kami telah memaparkan dalil-dalil dari para ulama dalam berbagai tulisan yang khusus membahas tentang jin dan setan seperti kitab ” Aakaamu Al Mirjaan fi Ahkaami Al Jaan” karya Asy Syibly dan “Luqat Al Mirjaan fi Ahkaami Al Jaan” karya As Suyuthi dan yang lainnya.
Orang-orang yang berpendapat bahwa jin itu berbentuk angin menganggap bahwa jin itu masuk ke dalam tubuh manusia dan berjalan di tempat peredaran darahnya, sehingga mereka menyangka bahwa mereka itu angin. Padahal tidak demikian, karena bisa diambil faedah dari ” berjalannya mereka pada tempat peredaran darah manusia” bahwa Allah Subhaanahu wata’ala, memberikan kemampuan kepada mereka untuk berubah bentuk sehingga mereka menjadi udara karena jin yang masuk ke dalam tubuh manusia mampu untuk membesarkan diri dalam tubuh manusia sampai dia mampu menguasai seluruh badan manusia.
Berdasarkan penjelasan ini, maka jelaslah bagi pembaca bahwa kita tidak mungkin mengingkari bahwa jin itu memiliki jasad.
Dari Kitab : Ahkaamul Ta’ammul Ma’aal Jin wa aa’daaburroqo’ Asy Syar’iyyah (Hukum Berinteraksi Dengan JIN dan Adab-Adab Ruqyah yang Syar’i)
Diterjemahkan Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi Hafizhahulloh Sumber : Pustaka Ats Tsabat Balikpapan
SUMBER URL : http://salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=87:apakah-jin-itu-seperti-udara-tidak-berbentuk-atau-memiliki-jasad-&catid=1:aqidah-islam&Itemid=28
* * *
BAGAIMANA JIN DAN SYAITAN ITU MASUK KE DALAM TUBUH MANUSIA SEMENTARA MEREKA BERJASAD ??
oleh Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam Hafizhahulloh
Jin dan syaitan memiliki jasad. Hakekat ini sudah diketahui dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali oleh orang yang jahil atau sombong. Adapun bagaimana jin itu mampu untuk masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan sedangkan mereka berjasad, maka kami katakan bahwa hal ini nyata dan merupakan keyakinan yang tidak terbantahkan.
Alasannya adalah bahwa Allah Subhaanahu wat’ala, telah memberikan kemampuan kepada jin dan syaitan untuk berubah dari penciptaan asal mereka dan perubahan ini bisa menjadi bentuk jasad yang lain. Misalnya, jin berubah bentuk menjadi manusia dan kadang-kadang berubah bentuk menjadi angin dan udara. Jin itu mampu berubah menjadi angin dan udara dengan izin Allah Subhaanahu wat’ala,sehingga mereka mampu untuk masuk ke dalam tubuh manusia dan berjalan di setiap urat dari urat-urat manusia sebagaimana mengalirnya air dalam urat-urat. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah sabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam,:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
” Sesungguhnya syaitan berjalan dalam tubuh manusia di tempat peredaran darah.”(HR. Al Bukhari: 7171 dan Muslim: 2175 dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha).
Dalam hadits Anas Radiallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Muslim (2611), Ahmad (3/229) dan selain keduanya bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam,bersabda :
لما صور الله آدم في الجنة تركه ما شاء الله أن يتركه فجعل إبليس يطيف به ينظر ما هو فلما رآه أجوف عرف أنه خلق خلقا لا يتمالك
“Ketika Allah membentuk Adam di surga, Allah pun meninggalkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Maka Iblis pun mengintari (Adam) dan memperhatikan bagaimana keadaannya. Ketika melihat ada sisi yang kosong, maka dia pun mengetahui bahwa Allah telah menciptakan satu ciptaan yang tidak mampu untuk menahan diri.”
Bukti nyata akan hal itu tatkala orang yang kerasukan mendapati waswas dalamdirinya yang bukan merupakan kehendak jiwanya yang diluar keinginannya. Bahkan sebagian manusia dikuasai oleh syaitan dengan waswas sampai syaitan bisa menguasainya secara keseluruhan sehingga dia melakukan berbagai perbuatan yang memudharatkan dirinya seperti memukul, membunuh dan yang lainnya.
Dari Kitab : Ahkaamul Ta’ammul Ma’aal Jin wa aa’daaburroqo’ Asy Syar’iyyah (Hukum Berinteraksi Dengan JIN dan Adab-Adab Ruqyah yang Syar’i)
Diterjemahkan Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi Hafizhahulloh Sumber : Pustaka Ats Tsabat Balikpapan
SUMBER : http://salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=97:bagaimana-jin-dan-syaitan-itu-masuk-ke-dalam-tubuh-manusia-sementara-mereka-berjasad-&catid=1:aqidah-islam&Itemid=28
* * *


Alien adalah jin?
Banyak orang akan tertawa membaca hal ini. Apakah mungkin jin mengembangkan teknologi UFO? Dan, bukankah UFO atau Alien itu datang dari luar angkasa? Coba kalau kita lihat ke arah langit, bukankah begitu banyak bintang di langit. Dan bukankah suatu hal yang mubazir bila di sana tidak ada kehidupan?

Berhubung saya ingin menjelaskan kemungkinan bahwa Alien adalah jin, sementara referensi mengenai jin ini sangat terbatas dari Alkitab (Bible), maka ijinkan saya untuk menggunakan AlQuran sebagai dasar referensi saya untuk membahas masalah jin ini.

Kehidupan di bintang lain memang tak dapat dipungkiri. Sebagai halnya kehidupan yang terjadi di bumi adalah karena kehendak Allah. Semua yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah.

Al-Baqarah 2:117
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk
menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan
kepadanya: Jadilah!Lalu jadilah ia.

Asy-Syuura 42:29
Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi
dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia
Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Kedua ayat suci dalam Al Quran ini menegaskan bahwa langit dan bumi adalah ciptaan Allah dan dikeduanya, baik di langit dan bumi oleh Allah juga diciptakan makhluk-makhluk melata (makhluk yang berjalan di permukaan tanah) dan menghuni baik di langit (bintang/planet lain) maupun di bumi.

Oleh karena itu, bukankah mungkin saja UFO-UFO yang datang ke bumi ini adalah makhluk melata yang berasal dari planet lain (extra terrestrial)? Memang benar. Namun sampai sekarangpun belum bisa dipastikan dari mana mereka (alien) berasal. Bisa saja dari luar angkasa, walau berbagai fakta nampaknya melemahkan teori extra terrestrial.

Dari kesaksian beberapa korban penculikan oleh aliens serta banyaknya fakta tentang UFO yang meragukan dari sudut pandang ilmiah, menyebabkan orang mulai memikirkan suatu kemungkinan bahwa kalaupun seandainya mereka berasal dari extra-terrestral namun berasal dari dimensi lain (other-dimension) atau istilah yang mulai dipakai saat ini adalah ultra-terrestrial. Isitilah ultra-terrestrial ini kalau dalam bahasa Indonesia lebih tepat dinamakan alam gaib.

Sejauh ini, makhluk gaib yang dikenal manusia ada tiga macam, yaitu:

1. malaikat
2. iblis
3. jin

Mengenai iblis, dari sudut pandangan agama Islam dan Kristen terdapat perbedaan asal usulnya. Menurut doktrin agama Islam, Iblis adalah dari golongan jin yang diciptakan dari api. Sementara menurut doktrin agama Kristen, iblis semula adalah malaikat namun telah diusir dari surga karena
hendak mendurhakai Allah.

Penjelasan bahwa iblis adalah dari golongan jin adalah:

Al-Araaf 7:12
Allah berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud
(kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?Menjawab iblis Saya lebih
baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau
ciptakan dari tanah.

Al-Hijr 15:27
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api
yang sangat panas.

Persamaan bahwa baik jin dan iblis diciptakan dari api, menunjukkan atau menyimpulkan bahwa iblis adalah dari golongan jin.

Saya tidak mempersoalkan perbedaan asal usul iblis, namun saat ini, antara malaikat dan iblis merupakan entity yang berbeda. Malaikat adalah makhluk yang beriman kepada Allah serta senantiasa bertasbih dengan memuji Allah. Malaikat tidak memiliki kehendak bebas free will, mereka hanya menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Berbeda dengan malaikat, iblis dan demikian juga jin (termasuk manusia) memiliki kehendak bebas (free will). Memiliki kehendak bebas (free will) berarti mempunyai nafsu. Kehendak iblis adalah menyesatkan manusia. Apakah iblis bisa berketurunan?

Al-Kahfi 18:51
Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan
penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka
sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu
sebagai penolong.

Menurut kepercayaan, jin berumur panjang dan memiliki kehidupan seperti manusia namun berada di dalam dimensi yang lain. Jin mampu berketurunan dan di antara mereka ada jin yang baik dan ada juga jin yang jahat. Menurut pendapat saya, yang dimaksud dengan jin ini dalam Alkitab adalah roh jahat. Di sini dikatakan sebagai roh jahat adalah karena merupakan jin yang jahat. Walau demikian, bisa saja pengertian roh jahat ini ditafsirkan sebagai iblis secara langsung atau setan.

Kembali kepada pertanyaan, benarkah Alien sebenarnya adalah Jin? Sebenarnya hal ini sangat mungkin sekali. Di hampir semua masyarakat di dunia, memiliki kepercayaan akan adanya makhluk gaib atau spiritual beings. Memang, kepercayaan terhadap hal seperti ini lebih banyak dijumpai pada masyarakat tradisional daripada masyarakat modern. Misalnya, di Indonesiadikenal adanya jin, tuyul, kuntilanak, dan lain sebagainya. Orang Indian di daratan Amerika juga mempercayai adanya makhluk-makhluk halus berupa roh yang menjaga dan juga kadang ada yang mengganggu.

Sebelum menjawab pertanyaan, apakah Alien adalah jin, sebenarnya perlu dipertanyakan terlebih dahulu kepada diri kita masing-masing, apakah kita percaya pada adanya makhluk hidup yang berada di dimensi lain atau yang sering kita sebut sebagai alam gaib? Dan dimensi lain itu, menurut kepercayaan banyak orang, sebenarnya juga berada di bumi ini.

Bagi orang yang skeptis, tentunya tidak mudah untuk mempercayai makhluk gaib. Dan juga mereka tidak akan bisa menerima penjelasan dari sudut pandang agama. Mereka membutuhkan suatu penjelasan atau bukti-bukti yang benar-benar ilmiah, fisikal dan dapat dirumuskan secara pasti.

Dasar Pemikiran Alien adalah Jin

Bila kita mempercayai adanya jin atau makhluk halus, maka kita akan bertanya, di manakah mereka berada. Menurut kepercayaan, jin adalah makhluk yang menghuni bumi dan diciptakan sebelum Adam.

Al-Hijr 15:27
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

Apa tujuan Allah menciptakan jin?

Adz-Dzaariyaat 51:56
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku.

Namun pada prakteknya, di jaman dahulu (dan juga masa kini), ada manusia
yang menyembah jin.

Sabaa34:41
Malaikat-malaikat itu menjawab: Maha Suci Engkau. Engkaulah pelin-
dung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; ke-
banyakan mereka beriman kepada jin itu.

Apakah jin mampu mengembangkan teknologi luar angkasa?

Al-Rahmaan 55:33
Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus
(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak
dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Di sini kita bisa melihat bahwa hakekat jin sebenarnya tidak berbeda dengan manusia. Keduanya adalah makhluk ciptaan Allah, keduanya mampu berketurunan dan bisa mati (hanya saja jin umurnya lebih panjang dan khusus untuk iblis waktu kematiannya ditangguhkan hingga akhir jaman), keduanya membutuhkan kekuatan (teknologi) untuk menembus langit dan bumi. Di sini ada suatu pemikiran, bahwa menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi ini, sebenarnya bisa juga diartikan sebagai menembus ke dimensi lain, yaitu dimensi langit dan dimensi bumi (manusia).

Menurut cerita beberapa orang yang mengaku bertemu dengan jin, maka kita bisa menyimpulkan bahwa beberapa jin (tidak semua), memiliki kemampuan untuk masuk ke dimensi manusia. Dan menurut pengalaman beberapa paranormal yang mengaku dapat berjalan-jalan ke alam jin, menunjukkan bahwa manusia juga dapat masuk ke dimensi jin.

Dan bila hal ini memang benar, bahwa jin bisa memasuki dimensi manusia, maka bisa saja kehadiran mereka itu dianggap Alien oleh manusia. Dan karena mereka adalah makhluk yang asing dan aneh, sementara orang mungkin tidak berpikir akan adanya kemungkinan kehidupan di dimensi lain, maka Alien itu akan dianggap berasal dari planet lain.

Beberapa korban kasus Alien abduction menceritakan bahwa mereka melihat Alien menembus tembok, tiba-tiba muncul dan menghilang, menunjukkan bahwa gejala seperti itu tidak berbeda dengan fenomena pemunculan jin. Persoalannya, menurut saya, jin juga mengalami perkembangan teknologi dan kebudayaan. Seperti halnya manusia, perkembangan teknologi di antara negara berbeda-beda. Ada yang masih memakai tombak, tapi ada juga yang sudah pakai rudal. Demikian juga bangsa jin, menurut saya, bisa saja jin yang ada di Indonesia, berbeda dengan jin yang ada di Eropa atau Amerika, misalnya.

Banyak ahli psikoterapis yang menangani kasus Alien abduction akhirnya berkesimpulan bahwa Alien yang menculik manusia merupakan suatu pekerjaan dari spiritual beings atau makhluk halus. Ini menjelaskan kenapa ada yang diculik pada jam 09.00 dan dikembalikan jam 09.00 juga. Padahal mereka merasa berjam-jam ketika diculik. Bahkan ada kasus yang unik, korban penculikan diambil jam 9.00 namun dikembalikan jam 7.00. Jadi, kasus-kasus seperti ini merupakan kasus perpindahan dimensi, di mana dimensi waktu kita bisa saja berbeda dengan waktu di dimensi lain.

Menurut kepercayaan, bentuk dan macam jin beraneka ragam, salah satunya adalah jin yang dapat terbang. Apakah mereka ini yang dimaksud dengan UFO? Dan apakah ini ada kaitannya dengan ayat dalam Surat Paulus kepada jemaat di Efesus: karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12)

Alien dan manusia di jaman dahulu
Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12)

Saya pribadi tidak menutup kemungkinan akan adanya kehidupan di luar angkasa yang sangat luas ini. Namun, menghadapi fenomena Alien akhir-akhir ini, nampaknya yang kita hadapi bukanlah Alien dari luar angkasa, melainkan Alien dari dimensi lain.

Bila memang benar bahwa Iblis itu adalah godfather dari jin dan jin adalah Alien yang kita kenal, maka tentunya sesuai dengan nubuatan dalam kitab-kitab suci, Iblis dan bala tentaranya akan beraksi kembali menjelang akhir jaman. Pertanyaannya, apakah masa kini memang merupakan masa menjelang akhir jaman? Akhir jaman bukanlah kiamat, namun akhir jaman adalah masa di mana jaman nantinya akan diperbaharui, diciptakan bumi dan langit yang baru. Entah bagaimana bentuknya, itu tergantung kepercayaan kita masing-masing.

Memang, banyak yang akan kecewa bila ternyata Alien itu cumalah bala tentara Iblis atau jin. Pada prinsipnya, tak terkecuali saya, merasa kecewa juga akan kenyataan ini, di mana saya dulu berharap bahwa Alien adalah makhluk dari luar angkasa yang baik hati. Namun adanya fakta-fakta yang saya temukan, membuat saya berpikir, haruskah saya mempercayai hal yang nampaknya benar itu, atau saya tetap keras kepala dengan pandangan yang lama?

Perjalanan antar dimensi bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, konon, sebenarnya tidak diperlukan teknologi yang canggih untuk melakukannya. Dan bicara soal canggih sebenarnya hal ini adalah relatif. Kita tahu bahwa sejarah perkembangan manusia yang disebut homo sapiens, baru ribuan tahun saja, paling tidak belum sampai 10 ribu tahun. Sebelum masa itu, bangsa yang mungkin bisa disebut mirip dengan manusia adalah bangsa Neanderthal. Awal dari manusia modern adalah manusia Cro Magnon atau manusia gua. Sementara jauh sebelum Neanderthal, ada bangsa yang menghuni bumi ini, yang cukup cerdas, yakni yang kita sebut sebagai Homo Erectus, sebagian dari mereka hidup di Cina (peking), Jawa (manusia Trinil), sebagian Afrika dan sebagian juga di Eropa.

Menurut pemikiran saya, Adam adalah golongan dari manusia pertama jenis Homo Sapiens, yang mulai ada (diciptakan) sekitar 7000 tahun yang lalu. Sebelum Adam, bumi ini sudah dihuni oleh manusia jenis lain yang boleh jadi sudah memiliki teknologi yang maju. Siapakah mereka? Apakah mereka itu adalah yang kita anggap sebagai alien?

Menurut Plato di bumi ini ribuan tahun yang lalu ada bangsa Atlantis yang sangat maju. Memang, diduga ada peradaban yang maju sebelum Adam, yakni bangsa Atlantis dan Lemuria. Atlantis berada di daerah Atlantik, sementara Lemuria berada di daerah Indonesia ini (Kawasan Asia Tenggara). Kedua bangsa ini menurut para ahli sudah punah. Namun pertanyaannya, apakah memang benar sudah punah? Apakah mereka masih tetap ada, namun mereka hidup di dimensi lain? Kalau memang benar berada di dimensi lain, dari mana kita mengetahui adanya bangsa tersebut? Bisa saja dari orang yang pernah menjelajah ke dimensi lain, baik secara sengaja atau tidak, atau mungkin ada di antara mereka yang berhasil menyeberang ke dimensi kita dan memberitahu tentang keberadaannya. Oleh karena itu, mencari sisa-sisa peradaban mereka menurut saya adalah sulit, karena sebenarnya mereka berada di spektrum yang lain.

Kita punya banyak legenda dan mitologi, yang tentunya tidak semua orang bisa percaya bahwa hal itu pernah benar-benar terjadi. Namun mitologi atau legenda itu boleh jadi merupakan ingatan samar-samar tentang masa lalu yang terbawa dalam alam bawah sadar. Di Indonesia, konon, pada jaman dahulu dihuni oleh makhluk halus. Bahkan sampai kinipun, kepercayaan adanya makhluk halus di hutan yang angker ataupun laut yang luaspun masih ada. Dan karena mereka bukan manusia namun suatu makhluk yang cukup cerdas, maka tak ada salahnya kalau kita anggap makhluk halus itu adalah alien.

Sumber agama mengatakan bahwa jin diciptakan sebelum Adam. Dan Adam pertama kali diciptakan ditempatkan dalam sorga (Taman Eden), suatu tempat yang berada di dimensi lain namun berada di bumi. Baru setelah Adam melanggar perintah Tuhan, dia diusir dan dikembali ke tempat di mana dia diambil.

Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya
ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. (Kejadian 3:23)

Pada dasarnya, Adam sebenarnya adalah makhluk surga, namun hanya karena melanggar perintah Allah dan termakan bujuk rayu Iblis, maka Adam ditransfer ke bumi.

Al-Baqarah 2:36.
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan
dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman:
Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan
bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai
waktu yang ditentukan.

Di sini jelas diungkapkan bahwa Adam dan Hawa dikeluarkan dari keadaan semula. Pertanyaannya, dalam bentuk apakah keadaan semula itu?

Al-Araaf 7:19
(Dan Allah berfirman): Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan
isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana
saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini,
lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.

Kitab Kejadian 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam
taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Jadi, di sini jelas bahwa sebenarnya Adam mulanya adalah makhluk yang ditugaskan untuk menghuni sorga (walau dia dibuat dari bahan/material dari dimensi bumi).

Thaahaa 20:117
Maka Kami berkata: Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis)
adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali
janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga,
yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

Di sini juga jelas bahwa mulanya Allah tidak menginginkan agar Adam dan Hawa keluar dari dimensi surga, namun iblis yang merupakan musuh manusia bisa menyebabkan celaka bila terbujuk oleh rayuan mautnya.

Jadi ada dua dimensi (setidaknya), yaitu dimensi langit dan dimensi bumi. Pengertian langit di sini bukanlah langit yang berhiaskan bintang-bintang, namun merupakan dimensi gaib. Menurut apa yang dikatakan Allah sendiri melalui nabi-nabinya, Adam diciptakan dari tanah dan jelas bahwa tanah itu diambil dari unsur dimensi bumi. Namun Adam semula berada dalam lingkungan dimensi langit (gaib). Setelah Adam diusir, maka dia ditransfer ke dimensi bumi. Demikian juga Iblis dan bala tentaranya, mereka juga ditransfer ke bumi. Namun menurut saya, walau kedua makhluk yang ditransfer ini sama-sama berada di bumi, namun spektrum mereka tidak persis sama. Yang satu dibuat dari tanah, sementara yang lain dibuat dari api. Supaya bisa melihat, manusia harus melakukan de-materialisasi sementara bagi Iblis (jin) untuk bisa hadir dalam dunia manusia, mereka harus melakukan materialisasi.

Dari apa yang saya baca, jin dikatakan dapat beranak dan kehidupannya mirip manusia. Ada yang baik dan ada juga yang jahat, walau yang baikpun terkadang suka menjahili manusia. Menurut pandangan saya, jin ini boleh jadi yang dipercaya sebagai The Fallen Angels. Mereka bisa saja melakukan materialisasi sehingga hadir dalam kehidupan manusia, namun hal itu tidak bisa berlangsung lama. Saya tidak tahu secara persis, apakah jin dapat menghasilkan keturunan bila kawin dengan manusia. Ada yang bilang bisa dan ada juga yang bilang tidak bisa. Namun fenomena manusia kawin dengan jin masih bisa ditemui sampai saat ini.

Alien dan manusia di jaman sekarang

Matius 4:10
Maka berkatalah Yesus kepadanya: Enyahlah, Iblis!
Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan,
Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

Adz-Dzaariyaat 51:56
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Di sini nampaknya jelas, bahwa kedua makhluk, baik jin (termasuk Iblis) dan manusia mendapat suatu tugas untuk mengabdi kepada Allah. Namun seperti kita ketahui bahwa Iblis tidak patuh kepada perintah Tuhan-nya dan mungkar. Bahkan Iblis ingin menyamai kedudukan Allah. Iblis akhirnya mendapatkan murka Allah dan dihukum, namun dia minta waktunya ditangguhkan sampai akhir jaman.

Al-Araaf 7:14
Iblis menjawab: Beri tangguhlah saya [529] sampai waktu mereka dibangkitkan.

[529] Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai
hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.

Dan hal ini juga diungkapkan dalam Kitab kejadian:

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan
perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya;
keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau
akan meremukkan tumitnya. (Kejadian 3:15)

Allah memperingatkan kepada kita (manusia), bahwa iblis dan keturunannya akan menjadi musuh bagi kita. Dan Iblis dan keturunannya berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar.

Al-Araaf 7:16
Iblis menjawab: Karena Engkau telah menghukum saya
tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi)
mereka dari jalan Engkau yang lurus,

Al-Araaf 7:17
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan
dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka
bersyukur (taat).

Namun sesuai dengan janji iblis sendiri, tidak semua manusia akan disesatkan:

Al-Israa 17:62
Dia (iblis) berkata: Terangkanlah kepadaku inikah orangnya
yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau
memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-
benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.

Memang, Allah sendiri menentukan bahwa Iblis tidak punya kekuasaan kepada manusia yang beriman akan kehidupan akhirat.

Sabaa34:21
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan
hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman
kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu
tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

Di sini nampak jelas, bahwa pada jaman sekarang, cukup banyak manusia yang mulai tidak mengimani adanya kehidupan akhirat. Dan kepada mereka, iblis punya kekuasaan untuk menyesatkannya. Upaya manusia untuk membuat clonning, menurut saya, adalah suatu langkah untuk membuat manusia seakan menjadi tuhan bagi makhluk yang diciptakannya. Dan ini merupakan langkah yang berbahaya. Dan kita tidak tahu, bagaimana upaya Alien dalam meng-gol-kan undang-undang yang memperbolehkan clonning atau rekayasa genetika lainnya.

Kepercayaan akan kehidupan akhirat, yang menurut saya adalah sebenarnya kehidupan asli Adam di surga (pada dimensi surga), sudah banyak yang luntur. Terutama dari kalangan skeptis yang sulit sekali menerima hal-hal yang bersifat spiritual atau gaib.

Pertanyaannya, apakah ini semua merupakan upaya penyesatan yang dilakukan oleh alien? Dan apa saja rencana Alien menjelang akhir jaman?

Wahyu 12:9
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan,
yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bumi,
bersama sama dengan malaikat-malaikatnya.


Matius 18:7
Celakalah dunia dengan segala penyesatannya:
memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah
orang yang mengadakannya.

Shaad 38:82-83
Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan
menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu
yang mukhlis di antara mereka.

Shaad 38:85
Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam
dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti
kamu di antara mereka kesemuanya.

Alien dan manusia di akhir jaman

Mazmur 25:8
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan
jalan kepada orang yang sesat.

Bagaimana peran Alien di akhir jaman ini? Mungkin hal ini bisa menjawab pertanyaan, mengapa fenomena UFO mulai banyak muncul Belakangan ini, khususnya setelah Perang Dunia II? Apakah memang benar mereka datang ke bumi dari luar angkasa karena tertarik ledakan bom atom di Hirosima dan Nagasaki? Ataukah memang ledakan bom itu termasuk yang dinubuatkan oleh para nabi menjelang akhir jaman. Dan yang menarik adalah:

Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya,
dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit
keatas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang
jurang maut. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu,
lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar,
dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi
dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa
kalajengking-kalajengking di bumi. (Wahyu 9:1-3)

Sebelumnya, Yohanes melihat suatu penampakan:

Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah
dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyalah seperti obor
dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air
menjadi Apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab
sudah menjadi pahit. (Wahyu 8:10-11)

Dugaan saya (bisa saja dugaan saya salah), kejadian bintang besar yang jatuh ini sudah terjadi, yaitu terjadi pada tanggal 30 Juni 1908, ketika sebuah meteor besar menhujam ke daerah Siberia (Tunguska) dengan kekuatan 1000 kali bom atom Hirosima, menghancurkan area seluas 2100 Km persegi, dan konon getarannya tercatat sampai di Inggris, Jerman, Washington dan Jakarta.

Oleh karena itu, sangat mungkin sekali (menurut dugaan saya yang bisa saja salah), beberapa peristiwa yang dituliskan dalam kitab Wahyu adalah sudah terjadi. Kejadian seperti peristiwa ledakan di Tunguska memang masih misterius, karena boleh dibilang, selama sejarah kehidupan manusia (ras Adam), belum pernah ada ledakan yang sedemikian dahsyat (1000 kali bom atom
Hirosima).

Kembali ke masalah berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi, menurut saya inilah alien-alien yang bakal menyerang manusia. Mengapa saya menafsirkan belalang ini sebagai alien, bukannya belalang sebagai binatang belalang yang pada umumnya. Dasarnya adalah, dalam ayat selanjutnya ada tertulis:

Dan rupa belalang belalang itu sama seperti kuda yang
disiapkan untuk peperangan, dan diatas kepala mereka
ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka
mereka sama seperti muka manusia(Wahyu 9:7)

Jelas ini bukan belalang yang umum dan kepada mereka diberi tugas untuk:

Dan kepada mereka dipesankan supaya mereka jangan
merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan
ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak
memakai material Allah di dahinya. (Wahyu 9:4)

Bicara soal alien, dalam kalangan ufologis melakukan penggolongan dari jenis-jenis alien. Mengenai jenis-jenis Alien yang telah saya kemukakan terdahulu, ada beberapa yaitu:
1. Alien grey (insect family)
2. Alien draco (reptilian familiy)
3. Alien nordics (mirip manusia)
4. Hybris (alien-human)

Mengetahui adanya informasi yang telah dikumpulkan oleh kalangan ufologist bahwa ada penggolongan seperti ini, saya mencoba mengkaitkan dengan makhluk-makhluk yang bakal muncul menjelang akhir jaman. Menurut keterangan para saksi yang mengaku pernah diculik oleh alien, sebagian dari Alien nordics bekerja sama dengan Alien tipe grey (alien yang bermata besar). Dan ternyata, Alien tipe grey dan nordics ini mempunyai master (tuan), yaitu Alien tipe draco yang merupakan dari kelas reptil. Ini sangat menarik bila dikaitkan dengan istilah naga atau ular tua. Dan yang unik adalah, Alien grey dikatakan berasal dari insect family, di mana saya kemudian membandingkan, apakah bentuk muka Alien grey ini mirip belalang atau tidak. Dan menurut pendapat saya, bentuknya cukup mirip. Matanya yang besar, hitam, kaki/tangannya yang kurus kecil dan panjang. Jadi, bisa saja, Alien tipe grey ini diperintahkan olehAlien tipe draco yang merupakan Master-nya untuk menyerang manusia, melakukan penculikan dan menyesatkan, termasuk menjalin konspirasi dengan manusia yang mau disesatkannya.

Pertanyaannya, bagaimana caranya itu terjadi? Bukankah mereka adalah makhluk dari dimensi lain? Bila mereka dari dimensi lain, tentunya keberadaan mereka tidak dapat kita lihat dengan mudah?

Tentunya, seperti saya kemukakan sebelumnya, kemampuan materialisasi diri ini sudah dapat dikuasai oleh alien. Tapi yang menjadi masalah, belum tentu mereka dapat hidup dengan lama di dimensi manusia. Oleh karena itu, mereka perlu melakukan suatu upaya agar keberadaan mereka dapat berada di dimensi manusia. Caranya, mererka akan berupa untuk mewujudkan suatu makhluk dari golongan mereka dengan containers manusia. Dibuatlah hybrid dan mungkin juga clonning. Mungkin untuk alasan inilah, Alien melakukan penculikan pada manusia. Perlu diketahui, orang yang mengaku pernah diculik UFO bukan cuma satu atau dua saja, namun jumlahnya sangat banyak (belum lagi bila didata dengan orang-orang atau anak-anak yang mengaku pernah diculik jin).

Beberapa ahli yang mendalami masalah Alien abduction, kebanyakan sepakat bahwa entity yang melakukan penculikan ini lebih bersifat spirit ketimbang fisik. Mereka mempercayai adanya makhluk dari dimensi lain dan mulai meragukan bahwa UFO berasal dari luar angkasa. Namun, uniknya, banyak di antara kalangan therapist yang menangani korban Alien abduction ini mengatakan bahwa Alien ini tidak mengganggu/menculi orang yang memiliki keimanan yang baik.

C. Leigh Culver, ISUR Board of Directors, yang banyak menangani kasus Alien abduction mengatakan: The evidence is such that there seems to be a multi-dimensional quality to the encounters in that the ETs seem to be able to operate within our space-time without any difficulty. It sometimes seems like they open a door within our space-time, their craft pops in, they take the encountrant, do their work and then pop out of our space-time. There are numerous cases of where people have been abducted, say for example 9:00pm. Then they are returned at 9:00pm, eventhough, for the encountrant several hours have past. This would suggest a multi-dimensional aspect to these phenomena.

Leo Jean, sorang Parapsychologist yang juga banyak melakukan riset dibidang Alien Abduction mengatakan, My assistant and I work with abductions almost every day. Just remember that
without negative spirits, there is no sickness or problem.

Jadi, pada dasarnya ada perlindungan buat orang yang beriman kepada Allah. Iblis tidak akan bisa menjangkau mereka karena tidak ada kuasa yang diberikan kepadanya.

Memang, semuanya ini terdengarnya aneh dan tidak masuk akal. Saya pribadi tidak mengharap apa yang saya tulis ini dipercayai begitu saja. Saya juga tidak ingin mengubah pandangan Anda tentang masalah UFO atau lainnya. Silahkan mencari dan menemukan apa yang benar menurut Anda.*agoesramdhanie.wordpress.com

__________________
SUDAH BEDA APA EMANG BEDA


Like · Comment · Share
Sigit Baskara and Danik Restiani like this.
1 share

Cerita serem Karena di dalam agama banyak penjelasan tentang jin
20 June 2011 at 21:29

Cerita serem presepsi tulisan ini adalah bergantung kepada agama masing-masing. kita mencoba mencari penjelasan untuk 2 agama. tetapi bukan berarti mencampuradukan hanya mencoba menjelaskan presepsi dari agama tersebut untuk kembali lagi pada penganutnya. cerita seram adalah umum. bukan grub agamis. jadi agama adalah hak presepsi penganutnya dan tidak bisa 2 agama dijadikan 1 hukum. salam seram
21 June 2011 at 03:23

Membangun keberanian melawan setan

Dapat dari blog orang lain lagi nih.. emang lagi ngumpulin info tentang ini soalnya. hehehe... gpp ya.


16-08-2010, 09:39 PM
MEMBANGUN KEBERANIAN MELAWAN SETAN
oleh : Ust. Abu Aqila


�Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang yang beriman.� (QS. Ali �Imran [3]: 175).

Ketika mendengar terminologi �setan�, apa yang kemudian terbayang dalam khayalan sebagian masyarakat kita yang mayoritas muslim? Bisa jadi sambil merinding ketakutan, orang-orang Jawa akan membayangkan sosok genderuwo, orang-orang Betawi akan membayangkan sosok kuntilanak atau pocong, orang-orang Cina akan membayangkan sosok vampire, orang-orang Sunda akan membayangkan sosok ririwa atau jurig, dan orang-orang Eropa akan membayangkan sosok dracula. Yang menjadi masalah kemudian, benarkah semua sosok itu adalah setan?

Hanya dengan satu cara, yaitu menggunakan aqidah islamiyah yang lurus untuk menjawab hal tersebut di atas. Berikut ini akan kita temui pembahasan tentang tipu daya Iblis dan setan dengan sosok-sosok yang menyeramkan �yang membohongi manusia�, penjelasan Al-Qur`an tentang �setan�, dan cara membangun mentalitas berani menghadapi setan.

Setan Menurut Cerita Tradisi

Banyak dari umat Islam yang belum benar memahami tentang �setan�, sekalipun ia seorang ustadz atau kiyai. Oleh karena itulah masyarakat Indonesia pada umumnya dalam memahami setan masih berdasarkan pada asumsi tradisi dan hanya berdasarkan pada cerita-cerita nenek moyang saja. Apalagi bila cerita itu dibumbui oleh paranormal ataupun dukun. Tentu tingkat kesalahannya semakin membesar saja.

1. Setan menurut tradisi Jawa, bahwa sejak zaman dahulu orang-orang Jawa begitu meyakini sosok setan itu menyeramkan, menakutkan, dan terkesan berbau horor. Mereka memiliki asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: genderuwo, buto ijo, wewe gombel, nyai roro kidul, dan sebagainya.

2. Setan menurut tradisi Betawi tentu saja berbeda dengan asumsi tradisi Jawa. Orang-orang Betawi sejak zaman nenek moyang mereka meyakini keberadaan setan seperti dalam cerita-cerita tradisi mereka, yaitu asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: kuntilanak, pocongan atau pocong, roh halus, makhluk halus, hantu, jelangkung, roh gentayangan, dan sebagainya. Uniknya, perbedaan geografis antara masyarakat Jawa dan Betawi menjadikan asumsi sosok-sosok setan mereka juga berbeda.

3. Setan menurut tradisi Sunda juga tidak kalah seramnya dengan asumsi orang-orang Jawa ataupun Betawi. Mereka sering menyebut nama-nama yang merupakan asumsi yang salah, bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: jurig, ririwa, sanekala, sundelbolong, dan sebagainya.

4. Setan menurut tradisi Sumbawa dan sekitarnya lebih unik lagi, yaitu mereka mempunyai asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: leak. Leak digambarkan menakutkan, berkulit hitam, dan dapat terbang.

5. Setan menurut tradisi Cina sungguh berbeda dengan sosok-sosok berdasarkan asumsi di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini dikarenakan kultur antara masyarakat Indonesia dan Cina yang berbeda. Mereka memiliki asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: vampire, hantu wanita, hantu banci, dan sebagainya.

6. Setan menurut tradisi Eropa digambarkan lebih berbeda lagi dibanding beberapa sosok setan sebelumnya. Mereka memiliki asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: dracula. Dracula diasumsikan kulitnya bule seperti kulit orang Eropa, matanya biru, giginya bertaring, suka menghisap darah dari leher manusia, dan mencari mangsa di malam hari.

Setan Menurut Ajaran Islam

Ajaran Islam memberi pemahaman bahwa kata �setan� itu sebagai predikat atau status bagi makhluk Allah Swt. yang berkarakter dan berperilaku tidak sesuai dengan aturan Allah, bahkan juga mengajak yang lain untuk bergabung ke dalam gerakan penyesatan mereka yang penuh dengan murka Allah Swt..

Menurut Al-Qur`an, �setan� itu adalah:

� Musuh para Nabi, yang terdiri dari golongan manusia dan jin (QS. 6: 112);
� Penggoda setiap Nabi dan manusia yang ingin beriman dan beribadah kepada-Nya (QS. 22: 52);
� Pembisik kejahatan pada jiwa manusia (QS. 114: 5-6);
� Golongan manusia yang telah menjadi budak setan, lalu menyesatkan manusia (QS. 7: 202);
� Musuh manusia yang mengajak masuk ke dalam neraka (QS. 35: 6);
� Thaghut (sosok tandingan yang memusuhi Allah Swt.) yang mengajak menggunakan sistem selain Islam (QS. 4: 60);
� Pemboros yang menyia-nyiakan karunia Allah (QS. 17: 27);
� Si kikir yang takut miskin dan enggan menginfakkan hartanya di jalan Allah (QS. 2: 268);
� Pemakan riba (QS. 2: 275);
� Orang yang lalai berdzikir serta mengabaikan perintah dan larangannya (QS. 43: 36);
� Pelaku kejahatan, kekejian, dan kemaksiatan (QS. 2: 169);
� Pembuat makar yang bermaksud memfitnah dan membunuh orang-orang beriman (QS. 58: 10);
� Orang munafik yang menipu manusia supaya tersesat ke dalam kekufuran (QS. 59: 16);
� Orang-orang kafir (QS. 13: 33);
� Penyeru perbuatan keji dan mungkar (QS. 24: 21);
� Orang-orang musyrik (QS. 27: 24, QS. 34: 40-41, dan QS. 6: 100);
� Orang yang berbuat dosa yang tidak pernah merasa bersalah (QS. 6: 43, QS. 48: 12, dan QS. 43: 37);
� Si pembuat khurafat yang mengganti ajaran Islam dengan ajaran tradisi (QS. 31: 21);
� Orang yang cinta dunia dan lupa kepada kehidupan akhirat (QS. 31: 33 dan QS. 35: 5-6);
� Pelaku perbuatan keji yang senang makan dan minum dari hal-hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya (QS. 5: 90 dan QS. 2: 168-169);

Berani Melawan Setan

Dengan memahami aqidah islamiyah yang baik, maka sudah wajib bagi kita sebagai orang-orang beriman tidak takut lagi melintasi tempat-tempat keramat, seperti kuburan, rumah tua, hutan, gua, pohon besar, dan lainnya. Ternyata genderuwo, kuntilanak, pocong, jurig, vampire, dan sebagainya, hanya sosok-sosok setan yang diasumsikan oleh tradisi di masing-masing tempat. Karena itu, maka kita tidak boleh takut terhadap mereka.

Berikut ini beberapa hal yang dapat ditempuh untuk mengendalikan rasa takut dan membangun keberanian melawan setan:

� Memperbaiki fikrah (pola pikir) kita bahwa rasa takut kepada setan adalah tidak syar�i (tidak sesuai dengan syariat Islam). Karena rasa takut yang syar�i hanya kepada Allah Swt. saja (QS. 2: 150, QS. 9: 13, dan QS. 2: 169);

� Meyakini secara qalbiyah (mentalitas) bahwa istilah �penampakan� dalam masyarakat kita sebenarnya adalah talbis (penipuan; pembohongan) dari sosok setan golongan jin yang wujud aslinya yang nggak seram (QS. 3: 175);

� Harus hidup kaafah (menyeluruh) dengan aturan Islam dan menghindari karakter dan perilaku setan (QS. 2: 208);

� Senantiasa melakukan isti�adzah (perlindungan) kepada Allah Swt. sebelum membaca Al-Qur`an, serta sebelum beribadah dan beraktivitas sehari-hari lainnya (QS. 16: 98, dan QS. 114: 1-6);

� Harus mempunyai keberanian yang benar karena Allah Swt. itu pelindung orang beriman dan saleh, maka harus berani, tegas, dan tidak ada kompromi terhadap setan sebagai musuh manusia (QS. 7: 196, dan QS. 35: 6);

� Jangan menggunakan keberanian terhadap setan karena punya ilmu perdukunan (punya setan khadam) atau minta tolong kepada dukun atau paranormal. Cara ini kelihatan �hebat�, namun di sisi Allah cara ini termasuk perbuatan syirik, sesat, dan penuh kehinaan (QS. 4: 48);

� Berani bersikap al-baro` (membebaskan diri) berupa mengingkari, membenci, memusuhi, dan memutus hubungan dengan karakter dan nilai-nilai syaithani di sekitar kita (QS. 60: 4);

� Berani bersikap al-wala` (mono-loyalitas) hanya kepada Allah Swt. berupa taat, mendekat, membela, dan mencintai-Nya, sehingga terjalin hubungan kuat dengan Allah Swt. sekaligus pertolongan-Nya akan mudah datang (QS. 5: 55);

� Aktif mengkaji nilai-nilai Islam, berdakwah, dan menyumbangkan potensi diri kita untuk menolong agama Allah Swt., sehingga akan muncul keberanian, kecerdasan diri dan pertolongan Allah untuk menghadapi tipu daya setan (QS. 47: 7);

� Senantiasa meningkatkan nilai iman, ikhlas, dan tawakal kepada Allah Swt. Karena dengan kekuatan nilai-nilai tersebut setan-setan golongan jin tidak berdaya menipu daya (QS. 15: 39-41, QS. 16: 99, dan hadits Rasul Saw.: �Barangsiapa keluar rumah berkata,�Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan-Nya�, maka dikatakan kepadanya,�Engkau mendapat petunjuk, dilindungi, dan dicukupi.� Setan berkata kepada setan lainnya,�Bagaimana engkau dapat menaklukkan orang yang telah mendapat petunjuk, dicukupi, dan dilindungi?�� (HR. at-Tirmidzi).


Wallahu a�lam bish-shawab.

http://bengkelrohani.com/articles.php?lng=in&pg=191

cara mengatasi takut pada hantu

dapat tulisan ini nih dari forum viva

Cara Mengatasi Takut Hantu
Sangat penting bagi orang tua untuk bisa melatih anak mengatur rasa takutnya. Bukan hanya sekedar agar anak menjadi pemberani, tetapi lebih karena rasa takut adalah bagian dari ibadah. Rasa takut adalah bagian dari rukun yang harus ada dalam ibadah, di samping rasa cinta dan harap.

Macam-macam takut

Ulama telah membagi rasa takut menjadi beberapa bagian, yaitu:
1. Takut ibadah atau disebut juga takut sirri (takut terhadap sesuatu yang ghaib).
Takut ibadah dibagi menjadi dua macam:

a. Takut kepada Allah, yaitu takut yang diiringi dengan merendahkan diri, pengagungan, dan ketundukan diri kepada Allah. Takut semacam inilah yang akan mendatangkan ketaqwaan dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah. Oleh karena itu, rasa takut seperti ini hanya boleh ditujukan kepada Allah semata karena merupakan salah satu konsekuensi keimanan.

Allah berfirman, yang artinya, “Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran 175)

b. Takut kepada selain Allah, yaitu takut kepada selain Allah dalam hal sesuatu yang ditakuti itu sebenarnya tidak dapat melakukannya dan hanya Allah-lah yang dapat melakukannya. Takut semacam ini banyak terjadi pada berhala, takut pada orang mati, takutnya para penyembah kubur kepada walinya, dll. Rasa takut ini merupakan syirik akbar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari keIslaman.

2. Takut yang haram, yaitu takut kepada selain Allah, yang bukan ibadah tetapi menyebabkan ia melakukan keharaman atau meninggalkan kewajiban. Takut semacam ini dapat mengurangi ketauhidan seseorang.

3. Takut thobi’i (normal). Yaitu takut pada hal-hal yang bisa mencelakakan kita (dengan izin dan kekuatan dari Allah). Misalnya, takut pada binatang buas, api, dll. Takut semacam ini wajar ada pada diri manusia dan dibolehkan selama tidak melampaui batas.

4. Takut wahm (khayalan), yaitu takut pada sesuatu yang sebabnya tidak jelas. Misalnya, takut pada hantu. Takut semacam ini tercela.

Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin.

Rasa takut kepada hantu atau setan, bisa mengantarkan kepada syirik akbar. Jika sampai membawa pada peribadatan kepada selain Allah. Bentuknya bermacam-macam, ada yang memberi sesajian agar tidak diganggu, membaca berbagai mantera, datang kepada dukun untuk meminta jimat, dan sebagainya.

Pada anak, mungkin tak sampai separah itu. Namun tak jarang kita dapati, karena rasa takut kepada hantu atau semacamnya, anak menjadi takut keluar kamar untuk mengambil wudhu pada pagi hari. Sang anak menjadi menunda-nunda waktu shalat Subuhnya. Ini hanyalah salah satu contoh. Tetapi sekali lagi, hal ini dapat mengurangi kesempurnaan tauhid sang anak.

Ketakutan anak bisa diperparah jika orangtuanya pun tidak paham syariat sehingga demi mengatasi rasa takut anaknya sehingga membawa anak pada kesyirikan. Misalkan menggantungkan jimat pada anak sehingga sang anak terus bergantung pada jimat tersebut hingga ia dewasa.

Cara Mengatasi Rasa Takut Anak kepada Hantu

Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi ketakutan anak dengan cara yang sesuai syariat. Antara lain:

1. Tanamkanlah pada anak tauhid dan aqidah yang benar.
Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya ditakutkan oleh sang anak pada saat keadaannya tenang. Rangsanglah anak dengan beberapa pertanyaan. “Adik takut hantu ya? Memangnya hantu itu apa sih?”
Jika sang anak menjawab bahwa hantu adalah pocong, genderuwo, nyi loro kidul, kuntilanak, atau semacamnya, jelaskan bahwa hantu-hantu semacam itu tidak ada sama sekali sehingga tidak perlu ditakutkan. Jika yang ditakutkan anak adalah orang mati, maka jelaskanlah bahwa orang mati takkan bisa memberi manfaat maupun bahaya bagi orang yang masih hidup.

Adapun jika sang anak telah mengerti bahwa yang dimaksud orang-orang dengan hantu adalah penjelmaan dari setan atau jin yang hendak mengganggu manusia, maka orangtua haruslah menjelaskan kepada anak bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat kecuali kekuatan Allah. Seluruh makhluk, termasuk jin dan setan di bawah pengaturan Allah. Ajarkan pada anak meskipun seluruh jin dan manusia ingin mencelakakannya, akan tetapi Allah tidak menakdirkannya, maka ia takkan celaka. Begitu pula sebaliknya.

Jelaskan pada anak pada hal apakah ia harus takut (yaitu takut kepada Allah), pada hal-hal apakah ia boleh takut tetapi tidak berlebihan dan hal-hal apa yang ia tidak boleh takut sama sekali. Hendaklah orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya kepada Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Karena dengan pengenalan kepada Allah, seorang anak akan mengetahui keagungan Allah, keMahaKayaanNya, kekuasaan-Nya. Yang harus orang tua ingat, mengajarkan rasa takut kepada Allah juga harus disertai pengajaran rasa cinta dan harap kepada Allah. Sehingga hal ini menjadikan anak ikhlas dan giat dalam beramal serta tidak mudah putus asa.

2. Ajarkan wirid dan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ada banyak wirid dan doa yang bisa diajarkan pada anak. Misalnya, wirid pagi dan sore, doa sehari-hari seperti doa masuk WC, doa singgah di suatu tempat, doa hendak tidur, dll. Pilihlah bacaan wirid dan doa sesuai kapasitas kemampuan anak.

Tak hanya sekedar menghafal, tapi juga pahamkan mereka arti dari doa tersebut sehingga mereka mengamalkan doa-doa tersebut dengan penuh keyakinan akan manfaat doa bagi dirinya. Ajarkan pada anak bahwa doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi kaum mukmin. Karena itu, bila rasa takut menyerang, yang terbaik dilakukan adalah meminta perlindungan dan pertolongan Allah, Rabb seluruh makhluk. Sesekali ingatkan atau tanyakan pada anak arti dari doa tersebut. Sekaligus untuk mengetahui apakah sang anak sudah mengamalkan doa-doa tersebut ataukah belum.

3. Jauhkanlah anak dari hal-hal yang mendatangkan rasa takut kepada hantu.
Misalnya cerita misteri, patung dan lukisan makhluk bernyawa, dll. Cerita misteri atau berbau mistis kadang lebih menarik bagi anak karena imajinasi mereka yang tinggi dan masih belum terkontrol baik. Oleh karena itu, kenalkanlah anak dengan kisah-kisah para Nabi, sahabat-sahabat Rasulullah, maupun kisah shahih lain yang dapat mengajarkan anak keimanan, keberanian dan akhlaq yang baik. Jangan hanya sekedar menyediakannya buku/majalah, meskipun ini juga hal yang penting. Sesekali ceritakanlah langsung dengan lisan anda agar hikmah dan nilai kisah lebih mengena di hati anak. Ini juga akan lebih mendekatkan orang tua dengan sang buah hati.

4. Ajarkan pula pada anak untuk tidak menakut-nakuti temannya meski hanya bermaksud untuk bercanda. Pahamkan pada anak untuk bercanda dengan baik.

5. Bila orang tua ternyata adalah seorang penakut, berusahalah untuk tidak menampakkan hal tersebut di depan sang anak. Sebagaimana kita tidak ingin anak menjadi penakut, maka latihlah diri sendiri untuk tetap tenang dan menghilangkan sifat penakut dari diri kita.

Jika suatu ketika sifat penakut kita diketahui oleh sang anak, tak ada salahnya melibatkan anak dalam usaha menghilangkan sifat penakut kita. “Astagfirullah, tadi Ummi kok menjerit ya pas lampu mati? Menurut adik, Ummi harusnya gimana? Iya adik benar, harusnya tetap tenang dan minta perlindungan sama Allah. Lain kali kalau Ummi menjerit lagi, adik ingatin Ummi ya….” Hal ini juga akan mengajarkan pada anak bagaimana seharusnya ia bersikap ketika ada orang lain atau temannya yang ketakutan. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan ancaman yang tak berdasar atau bertentangan dengan syariat. Misalnya, “Jangan main dekat sungai ya! Nanti diculik genderuwo penunggu sungai lho” Hal ini sering tanpa sadar dilakukan oleh para orang tua. Maka wahai para pendidik, bekalilah diri dengan ilmu syar’i dalam mendidik anak-anak kita.

6. Berdoalah untuk kebaikan anak
Hal yang sering luput dari orang tua adalah berdoa untuk anak-anaknya. Padahal doa merupakan salah satu pokok yang harus dipegang teguh orang tua. Doa orang tua bagi kebaikan anaknya adalah salah satu jenis doa yang dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan dikabulkan oleh Allah (HR. Baihaqi). Termasuk di antaranya, hendaknya orang tua mendoakan agar anak dilindungi dari gangguan setan.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan mengucapkan,

“Aku memohon perlindungan untukmu berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, dan juga dari setiap mata yang jahat.” Selanjutnya beliau bersabda “Adalah bapak kalian (yaitu Ibrahim) dahulu juga memohonkan perlindungan untuk kedua puteranya, Ismail dan Ishaq, dengan kalimat seperti ini.” (HR. Bukhari)

Inilah sebagian cara yang semoga bisa mengatasi rasa takut anak terhadap hantu. Orang tua hendaknya bersabar dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya dengan tetap memprioritaskan pendidikan aqidah dan tauhid pada anak.

Sumber : http://www.isisurakartablog.com/2011...kut-hantu.html

link hantu

cerita hantu

Kamis, 12 Januari 2012

catatan penting tentang apa itu chiclit

Dian Nafi
mb Leyla Hana, mb Eni Martini dan teman2 semua....konsultasi novel hari ini ya..
Apa saja sih tips-tips menulis novel chicklit.
terus mohon referensi yg keren - keren utk genre ini . terimakasih:)
Like · · Follow post · Tuesday at 09:35
Naqiyyah Syam Full, Risma Inoy Ummu Jundi and 2 others like this.

Leyla Imtichanah Chicklit;
1. Usia tokoh antara 20-35 tahun.
2. Wanita lajang, berkarier, punya masalah klasik dlm percintaan, pekerjaan.
3. Tokoh cowok biasanyaa ganteng, mapan, pendidikan tinggi.
4. High class, pergaulan kelas atas, kalo perlu sebutkan merk barang2 branded.
Tuesday at 09:44 via Mobile · Like · 5

Nyi Penengah Dewanti setau Nyi klo Chicklit itu tulisan si Sophie Kinsella, Meg Cabot modelnya tipe2 gitu high class banget. Ohya itu The Devil Wears Prada series by Lauren Weisberger, bosku soalnya sering bc itu wkwkwkaku kdng curi2 bc juga haahha
Tuesday at 10:27 · Like

Sari Yulianti Bedanya sama metropop apa? Duh, masih buta genre nih..
Tuesday at 11:17 via Mobile · Like

Riawani Elyta chicklit kalo baca di syarat2nya gagas lebih fokus ke persahabatan, iya bener serba kelas atas, wanita lajang karier, metropop lebih luas cakupannya, yg penting kisah manusia urban
Tuesday at 11:20 · Like · 1

Leyla Imtichanah sama aja sama metropop, Sari Yulianti. Itu cuman Gramedia aja cari nama lain.
Tuesday at 12:18 · Like

Sari Yulianti Owh.. Sip sip ^^
Tuesday at 12:25 via Mobile · Like

Dian Nafi terimakasih mb Leyla, mb Lyta, Nyi dan Sari:)
Tuesday at 21:55 · Like

ikutan lomba nulis tentang pershabatan

wedew.. aku ikutan lombanya Arul Chan yang berhadiah buku Pemburu Rembulan.. hehe. nulisnya di hape dan nulisnya di jam2 terakhir... gpp deh buat ngeramein..

LOMBA
1.
Kamu
Bagaimana bisa kamu memintaku untuk melupakanmu?
Padahal kamu tahu arti dirimu bagiku
Kamu adalah sahabatku
Sayangku padamu bagai lautan yang luas
Amat luas hingga menyentuh cakrawala jingga di ujung langit sana
Tapi meski sedemikian luasnya
Lautan manapun masih tetap memiliki tepi
Tempat buih mengantarkan sampah ke bibir pantai
Tempat ombak memecah barisan pasir yang sudah rapi tersisir
Itulah aku, sahabatku
Curahkan kesal dan tangismu padaku
Karena aku ingin dalam persahabatan ini
Bukan hanya suka cita yang kita bagi
Tapi juga berbagi pundak untuk tempat menangis

2
Aku
Bagaimana bisa aku meninggalkanmu
Tidakkah kamu lihat betapa panjang jejak tapak yang telah kita tinggalkan selama ini?
Aku menyayangimu karena Allah
Jadi jika suatu hari nanti aku pergi meninggalkanmu
Ingatlah bahwa aku melakukannya bukan karena kulit pembalut tulang putihmu
Atau karena lukisan ceriamu di langit biru yang kau persembahkan untukku
Tapi demi kebaikan kita bersama

3
Kamu dan Aku
KITA
Mari melangkah bersama

Senin, 02 Januari 2012

Pilihanku (malik n d essential)




Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata
Dengan beribu cara cara kau slalu membuat ku bahagia
Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan
Yang benar-benar ku inginkan hanyalah
Kau untuk slalu disini ada untukku

[*]
Maukah kau ‘tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata

Oh, izinkan aku memilikimu, mengasihimu
Menjagamu, menyayangimu
Memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan
Selama aku mampu aku akan berusaha
Mewujudkan semua impian dan harapan
‘tuk menjadi kenyataan

Back to [*]

[**]
Jadilah yang terakhir
‘tuk jadi yang pertama
‘tuk jadi selamanya

Back to [*] 2x

Back to [**]



gudanglagu.com Lirik Lagu Maliq n d’essentials – Pilihanku lyric Chord Kode Gitar & Friedster

Bedah Tangan

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman membedah tanda tanganku. Seru juga ternyata dengan cara dia membaca aku. Ini aku versi tanda tanganku menurut dia:

Riawani Elyta: ya elah mbak Ade Anita, sampe miring nh kepalaku ngikutin ttdnya ; supel, menyenangkan dlm bergaul, pecinta seni n keindahan, kdg bs rd cerewet jg, cukup berbakat dlm bikin karya brgambar kaya' ilustrasi pictbook, kalo lg mellow biasanya dibw merenung/berkontemplasi, cukup humoris, gk bosen memancang cita2, punya ambisi n usaha cukup baik dlm mencapai cita2 tsb tp dlm pelaksanaannya kdg ada aja yg bikin nyangkut2...

Ade Anita: iya maaf Riawani Elyta: soalnya ttdnya di hp, terus aku upload ke sini lewat hp juga... nah.. nggak ada fasilitas muter gambar di hpku.. hehe.. waah... ini baca tanda tanganku atau karena sudah mengenal aku ya? bisa nyaris tepat gitu.. ajarin dong caranya.. belajar darimanakah?...

Riawani Elyta: kalo lagi mbaca ttd harus bisa ngelupain yg punya ttd mbak biar gak subjektif hehe...

Ade Anita: ooo gitu.... jadi mirip editor tanda tangan ya? hehe.. cara bacanya gimana sih emangnya? kalo temanku, ada yang baca tanda tanganku bilang kalo aku orangnya tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, karena ada lingkaran di awal tanda tanganku tapi lingkaran itu terputus... waah.. langsung saja sejak itu aku buat lingkarannya disambung.. hahahaa... terus akiu bawa lagi ke dia, dia lalu bilang, aku punya tabungan yang cukup besar, tapi nggak bakalan bisa sampai kepada kejayaan, karena ada garis lurus di bawah tanda tangan yang memotong huruf t ... weleh.. langsung aja garis itu aku turunin dikit... heheheh... emangnya, kalo kita merubah tanda tangan kita guna menyesuaikan dengan kehendak kita itu, ngaruh nggak sih sebenarnya Riawani Elyta?

Riawani Elyta: nah aq jg gak tau tuh temennya mbak Ade Anita itu mbacanya apa dipelajari dari buku or alamiah aja, krn kalo secara alamiah, ttd yg mengalami prubahan itu biasanya mencerminkan perubahan karakter seseorang dlm perjalanan hidupnya, mis.nya yg tadinya terlalu serius bs jadi lebih easy going, tp kalo yg nyesuain ama keinginan, itu yg ketangkep di feeling justru agak susah nebaknya krn emang sengaja dirubah...
54 minutes ago · Like

Ade Anita: iya.. aku suka nyesuain tanda tanganku.. bentuknya tetep tapi secara berkala suka aku ubah agar "mencerminkan kebaikan".. heheh.. tanda tangan aja jaim ... dulu, tanda tanganku dibaca orang sebagai orang yang introvert, jadi aku ubah lebih simple agar bisa jadi ekstrovert.. yaa.. begitulah... tapi pada prinsipnya sama aja bentuknya, tapi ada beberapa bagian aja yang diubah.
45 minutes ago · Like


Tanda tangan tuh, pada sebagian orang, katanya emang bisa menggambarkan karakter seseorang. Makanya ada ilmu yang mempelajari karakter seseorang dari tanda tangan yang dia bubuhkan. Seorang temanku yang lain, dulu pernah juga membaca aku dari tanda tanganku. Menurut dia, aku orangnya boros, tidak bisa mengelola keuangan dengan baik karena sering laper mata dan salah memperhitungkan keuangan.

Waah... jadi, ceritanya aku tanya ke dia, darimana dia bisa membaca itu? Lalu dia bilang, lingkaran yang mengawali sebuah tanda tangan menandakan situasi keuangan seseorang. Nah. Semakin besar lingkarannya, maka penanda keuangannya makin makmur. Tapi, kalau di dalam lingkaran itu ada sesuatu, maka itu artinya ada sesuatu juga. Tergantung dia naruh sesuatu itu berbentuk apa. Kebetulan, lingkaranku tidak ada sesuatu, hanya saja, terputus gambar lingkarannya. Berarti, keuangannya bocor... hehehehe... jadi, aku langsung saja mengubah tanda tanganku agar lingkarannya tidak terputus... setelah itu aku datang lagi ke dia dan bertanya lagi... dia mengubah analisanya. "Keuangannya bagus nih. lancar jaya."

weleh.. apa karakter seseorang bisa diubah sedemikian mudahnya?

dan memang semua pengetahuan tentang tanda tangan yang aku obrolin sama dia, aku praktekin untuk mengubah tanda tanganku. Seperti analisa dia di awal yang mengatakan bahwa aku orangnya cepat putus asa karena ada garis yang terputus di ujung.. langsung aku ubah tanda tanganku dengan menurunkan garis lurus itu agar tidak menabrak apapun... hehehe...

entahlah. Aku sih merasa tidak ada yang berubah dari gayaku, sifatku, karakterku kecuali kalau dalam keadaan JAIM is a must... tapi, tanda tanganku, jelas dah berubah sesuatu dengan image karakter yang aku inginkan...

hmm... jadi, sebenarnya ada hubungannya nggak sih antara tanda tangan dan karakter seseorang?

entahlah. Yang pasti, aku berusaha untuk tidak sepenuhnya mempercayai itu karena, aku lebih suka jadi diri sendiri... jaim itu bikin capek lagi.

Be a Writer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...