Langsung ke konten utama

status facebook: jatuh cinta lagi


Ada taksi yang parkir terlalu ke tengah hingga aku terpaksa berjalan agak ke tengah jalan ketika tiba2 sebuah sepeda motor berlari kencang dari arah belakangku dan tanpa mengurangi kecepatannya, berlalu di sisiku. Semua orang kontan menjerit kaget, aku terkejut. Begitu juga dengan lelaki di sebelahku. Dia langsung meraih lengan dan pinggangku, wajahnya tegang dan penuh khawatir. Aku langsung dilet
akkannya di sisi pinggir dan dia lalu jalan sambil membisu dengan rahang mengeras.
"Khawatirin aku ya?" dia diam sejenak, rahangnya kembali mengeras.
"Ya Iyalah... Motor itu ngebut dan sama sekali nggak ngurangin kecepatannya." hmmm.... Ini cerita sederhana banget sebenarnya. Tidak ada yang istimewa. Tapi sumpah, aku senang banget dikhawatirin sampai sebegitunya. Norak emang tapi...asli senang banget.



"Makasih ya mas." Suamiku hanya melirik, rahangnya sudah mengendur. Dia mengangguk padaku.. Aih, manis sekali. Lelaki yang mengkhawatirkan aku ini, sungguh amat manis.

Unlike · 

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…