Langsung ke konten utama

coba2 ikut sayembara bikin flash fiction.. tapi yang ini aku kalah.. hehehe

Kesempatan Ramadhan Untukku
by Ade Anita on Thursday, 12 August 2010 at 09:41
Kata orang, kucing itu punya sembilan nyawa. Dia mudah sekali selamat dari berbagai macam bencana dan kecelakaan. Sungguh hewan yang beruntung.

Tapi pemandangan di hadapanku benar-benar memperlihatkan seekor kucing yang tidak beruntung. Inilah anak kucing yang terus-menerus mengeong sepanjang malam tak jauh dari rumahku. Pagi itu, aku mendapati si anak kucing tergeletak menelungkup dengan tangan dan kaki terentang ke sampingnya. Dia hanya memiliki satu buah kaki. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, dia mengeong-ngeong lemah, mengais pertolongan.

Rupanya, induk kucing telah meninggalkan anaknya yang lahir cacat dengan begitu saja. Bahkan ketika si anak kucing belum bisa membuka matanya. Induk kucing telah menjalankan hukum alam secara alami. Memilih untuk mengorbankan anaknya yang cacat, ketimbang anak lainnya yang sempurna. Induk kucing memilih untuk membesarkan yang sempurna saja. Hidup adalah pilihan, dan memilih yang/untuk sempurna adalah pilihan yang tepat.

Azan Dhuhur berbunyi di kejauhan dan ketika aku melewati pinggir jalan tersebut di siang hari yang sama, anak kucing cacat itu benar sudah meninggal dunia. Sedih teriris. Tapi memang kesempurnaan adalah hal yang mutlak dimiliki oleh siapa saja. Termasuk di bulan ramadhan, dimana setiap ummat Islam diberi kesempatan untuk menyempurnakan dirinya selama satu bulan penuh. Bersyukurlah aku, kita semua masih diberi kesempatan kali ini.
-----
Penulis: ade anita (untuk diikut sertakan dalam lomba cerpen 200 kata. Cerpen di atas tepat 199 kata). Mau ikutan? Silahkan kllik / lomba cerpen 200 kata Silahkan tinggalkan komen ya setelah membaca notes ini. Terima kasih)

Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk semuanya.

Komentar

  1. Hai Friend, apa khabar?
    Saya buat postingan baru nich.
    Kalau sempat silahkan mampir di blog saya, yaa…
    http://sosiomotivation.blogspot.com
    Kita bisa berbagi tentang motivasi.
    Selamat menikmati, semoga bermanfaat.
    Thanks.

    BalasHapus
  2. kabar baik.. nanti deh saya mampir ya.. makasih

    BalasHapus
  3. Mainly because the food is worked gradually, you have to into wake that a lot of typically.
    Like i got included in the to your house about the actual beginning holding on
    to customer, stifling aircraft with smell hit me. You can
    actually routine ones nuts but mince your trusty pork along with
    this particular available accessory. And supplies the four tourist attractions of the younger looking vacationer
    are generally insider's taking walks length to help store, eating places and in addition the beach resort (contributing KUDETA), is actually A few kilometre starting from kuta but 9 kilometre for Flight terminal.

    Feel free to surf to my page; best rating toasters

    BalasHapus
  4. Hello mates, how is everything, and what you want
    to say about this paragraph, in my view its really awesome in support of me.


    Also visit my blog post; home based business

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…