Langsung ke konten utama

Belajar Lagi tentang Ilmu nge-Blog

[Lifestyle] Belajar itu, adalah proses yang berlangsung sepanjang usia.
Belum tahu? Cari tahu dengan belajar.
Sudah tahu? Belajar lagi agar menjadi pakar. Karena ilmu selalu berkembang menyesuaikan dengan perubahan jaman.
Pernah tahu? Belajar lagi agar ingat kembali dan menguasai kembali.

Tuh. Jadi nggak ada alasan untuk tidak belajar. Dan baru saja aku selesai jalan-jalan ke blog teman, lalu belajar lagi tentang ilmu nge-blog. Aku nggak pernah bosan untuk belajar  bagaimana cara agar bisa tetap bertahan sebagai blogger, sekaligus belajar agar bisa menjadi blogger yang bermanfaat.

Kebetulan, kali ini aku mampir ke blognya Rurohmah dengan blognya yang diberi nama  Fastabiqul Khoirots dan menggunakan URL rurohma.com, yang diambil dari nama panggilannya oleh kakak perempuannya selama ini yaitu ruroh; serta nama panggilan dia di sekolah, Rohmah. Jadi digabung hasilnya menjadi Rurohmah.


Rohmah yang mengaku memiliki karakter Introvert, mengaku pingin bertualang hanya saja saat ini masih dilarang oleh orang tuanya untuk jalan-jalan jauh  (sama seperti aku nih waktu belum nikah dulu..hehehe. Eh, apa semua orang tua akan bersikap seperti ini ya pada anak perempuannya? Kapan-kapan aku mau buat riset kecil ah tentang ini).

ini dia Rurohmah. cr foto aku ambil dari blognya rurohma.com. Jika kalian ingin kenal lebih
jauh dengan rurohmah bisa kontak dia di facebook. Tapi jangan bingung karena nama dia
di facebook adalah Shinigami Haruka. Atau ke IG nya saja di Instagram : @Rohmahdg


Belajar Lagi tentang Ilmu Nge-Blog


Nah, di salah satu postingan Rurohmah, dia menulis tentang salah satu kegiatannya ketika mengikuti coaching clinic bersama dengan Blogger Perempuan yang diadakan di Jember, kota tempat Rurohmah tinggal selama ini, pada tanggal 27 agustus 2017 lalu.

Sebagian materi, pernah aku dapatkan juga. Karena, aku memang pernah ikut kelas serupa di Jakarta dan diberi nama Fun Blogging.
Kalian bisa baca tulisanku tentang ini di Dari Hobi Menjadi Profesi, bisa. Waktu itu aku memang ingin belajar agar bisa menjadi blogger yang lebih bermanfaat lagi. Bermanfaat bagi diriku dan bermanfaat juga bagi orang lain, insya Allah.

Tapi ya gitu deh. Selesai belajar, lalu aku mengalami banyak hal. Sehingga sepertinya ilmu yang aku dapat tertimbun dengan ilmu lain. Bisa jadi, ilmu yang pernah aku dapatkan sebenarnya sudah aku praktikkan, dan sudah menyatu sehingga menjadi bagian dari gaya hidup alias lifestyle-ku selama ini. Tapi bisa juga sebaliknya. Itu sebabnya ketika aku jalan-jalan ke blognya Rurohmah, aku gembira sekali bisa membaca resume dia atas kegiatan serupa di Jember bulan agustus lalu itu.

Ada satu bagian alias satu paragraf yang aku tandai dan ingin aku kutip dari postingan resume-nya Rurohmah tersebut. Yaitu :

Konten ber-SEO seperti apa?
Artikel dengan minimal 1000 Kata

Pilih temaKeyword bisa dicari di https://keywordtool.ioPemilihan gambarPerhatikan meta deskripsiInternal dan External LinkBold dan Heading H2Optimasi Tittle dan Meta deskripsiClick Through rate time onsiteBounce Rate dengan konten yang harus relevanResponsive design yang bisa sinkron untuk Mobile siteSite Speed dengan check menggunakan gtmetrix.comPage Speed InsightTheme SEO FriendlyImage Optimized (Max 100 Kb, menggunakan Imageoptimizer.net, Plugin Smusit untuk WP)Permalink seperti Namablog/Kata Kunci
Entahlah. Aku tuh bodoh banget kalau sudah soal SEO- SEO gitu. Merasa itu sulit untuk dilakukan, padahal harus ya. Makanya meski sudah pernah mendengarnya langsung, jadi cepat sekali terlupa kembali. Jadi, aku kutip saja di sini.

Hal lain yang juga aku ingin kutip karena aku anggap ini sesuatu yang penting banget sebagai seorang blogger adalah ini inih:

Bagaimana cara artikel kita nangkring lama di Page One?
Perhatikan ketentuan tulisan pada postingan blog dengan konten sejumlah min kata berikut ini.Finance sebanyak 1700 KataE-Commerce sebanyak 2000 KataKesehatan sebanyak 2400 KataTutorial / Review sebanyak 1700 Kata
Nah. Itulah tehnik penulisan yang ingin selalu aku pelajari dan terapkan agar bisa menjadi blogger profesional.
Eh. Tapi menjadi blogger profesional itu, nggak cuma menguasai tehnik penulisan artikel di blog yang baik saja sih. Tapi juga harus paham tentang etika di dunia per-blog-kan. Kebetulan, aku pernah menulisnya juga nih. Kalian bisa membacanya di sini : Etika Menjadi Blogger Profesional.

Karena, satu hal yang harus diingat adalah,
bahwa ilmu berkembang sesuai dengan kehendak zaman. Dan kita harus terus meng-upda grade pengetahuan dan kemampuan kita untuk mengimbanginya.  Siapa yang tidak hendak mengikuti dan mengimbangi perkembangan kemajuan pengetahuan dan teknologi, maka dia akan tertinggal oleh zaman lalu hancur secara perlahan untuk kemudian terlupakan.

Coba saja lihat perkembangan jaman sekarang. Mereka yang menolak untuk mengetik menggunakan komputer karena percaya akan kecepatannya untuk mengetik di mesin ketik manual, akhirnya tersingkirkan dari perusahaan yang tidak lagi menggunakan jasa mereka. Bahkan, media cetak yang jaman dulu berjaya dan memenuhi lapak penjual koran mangkal, kini satu demi satu mulai rontok karena tidak bisa mengimbangi perkembangan media online. Demikian juga toko-toko di pinggir jalan.

Kalian tahu tidak? 5 Tahun lalu, jika kalian mampir ke Jakarta dan berjalan-jalan di kawasan Tebet Utara di malam hari, itu macetnya bukan main. Di kiri kanan jalan dipenuhi dengan pedagang kaki lima dan toko-toko yang menjual aneka macam busana dan pernak-pernik. Orang-orang berjalan kesana kemari mencari barang yang mereka inginkan. Untuk parkir kendaraan di tepi jalan, susahnya minta ampun. Jika pun dapat, maka tidak sedikit ongkos parkir yang harus dikeluarkan. Tapi sekarang, setiap malam sepi sekali jalanan itu. Yang ramai adalah suara dari musik player para pedagang kaki lima yang volumenya ditinggikan. Kemana para pembeli dan pencari barang? Sepertinya sih sudah mulai beralih ke toko online.

Demikianlah jaman berubah. Dan  dalam perkembangannya, ternyata seorang blogger (profesi yang aku jalani saat ini) itu tidak hanya menulis tentang kegiatan sehari-harinya saja di blog yang dia kelola. Tidak juga melulu menulis tentang hal-hal yang dia alami dari jarak jauh saja di blognya. Seorang blogger itu ternyata sekarang sudah dipandang bisa mewakili perpanjangan tangan penyampai pesan dari pemerintah atau perusahaan tertentu atau juga brand-brand dan aneka lembaga yang menginginkan agar pesan yang ingin mereka sampaikan bisa tersebar luas di masyarakat lewat jaringan internet.

Jadi, kalau aku sih, tidak pernah lelah untuk belajar lagi tentang ilmu nge-Blog.

Komentar

  1. Info yang bermanfaat banget Mbk, jadi tahu SEO dan kata kunci

    BalasHapus
  2. SEO selalu jadi pelajaran yang oenting bagi blogger yg ingin profesional. Aku pernah ikut Fun Blogging juga, dan harus sering baca lagi dan lagi. Karena seperti mba Ade bilang, belajar itu harus dilakukan sampai kapan pun

    BalasHapus
  3. Setuju banget mbak belajar memang ga akan pernah ada habisnya. Semangat belajar ngeblog lagi ah biar bisa jd blogger kece kek mbak Ade

    BalasHapus
  4. Aku juga ikut blog coaching clinic ituu.. hehe

    BalasHapus
  5. Saya seringali maish bingung kalau tentang SEO, Mbak :)

    BalasHapus
  6. Ilmu ngeblog emang luas banget ya, mba. Terutama soal SEO. ya ampun nyerah tapi penasaran pengen mencoba selalu mba Ade

    BalasHapus
  7. makasih yaaa mbak, secara gak langsung ngingetin aku untuk gak bosan belajar, termasuk belajar ilmu ngeblog.

    BalasHapus
  8. wah wah wah....baru tau ada website khusus ngecek keyword kaya gitu...
    oh iya, aku ternyata belum pernah mampir ke blognya mba rohmah deh. Mampir aah...

    BalasHapus
  9. Emang sih semua orang tua nggan melulu ngelarang anaknya jalan2 jauh. Tapi orang tuaku juga ternasuk orang tua yang ngelarang ini itu huft.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…