Langsung ke konten utama

Memilih Cincin Emas Sebagai Perhiasan Tubuh

[Lifestyle] Emas merupakan salah satu bahan logam mulia yang seringkali digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai perhiasan. Jika dahulu emas perhiasan hanya diproduksi dan dikenal dengan warna ke kuningan kini emas telah juga diproduksi dalam warna putih dan biasa dikenal dengan emas putih. Salah satu perhiasan yang banyak dicari orang dalam bentuk emas ini adalah perhiasan dengan bentuk cincin. Cincin emas  ini merupakan perhiasan yang umum dikenakan oleh orang untuk mempercantik tampilan jari jemari mereka.

aku selalu pakai cincin nih sejak masih SD bahkan. 



Aku sendiri, termasuk orang yang selalu mengenakan cincin di jemari tanganku. Bahkan aku sudah mengenakan cincin emas sejak aku masih duduk di sekolah dasar dahulu.

Kenapa? Karena cincin ini sebagai penanda bahwa tangan yang jemarinya ada cincin adalah tangan kanan. Yap. Sejak kecil aku memang sering kesulitan membedakan arah kiri dan kanan, karenanya oleh Psikolog disarankan untuk mengenakan sesuatu di tangan untuk membedakan arah. Oleh ibu aku dibelikan cincin emas sederhana yang bisa diperbesar sesuai dengan pertumbuhan jari kanak-kanak yang terus berubah ukurannya. Cincin emas yang bagian belakangnya tidak menyatu melainkan melilit dan lilitannya bisa diperbesar atau dikencangkan menjadi lebih kecil. Fleksibel sekali.

Ngomong-ngomong, dalam pembelian cincin yang terbuat dari bahan emas ini, ada beberapa hal mengenai penggunaan cincin tersebut haruslah diperhatikan. Jika kalian ingin mengenakan cincin setiap hari alias pemakaian yang terus menerus, maka ada baiknya menggunakan cincin dengan kadar emas yang rendah. Kenapa? Karena cincin dengan kadar emas rendah biasanya tidak mudah tergores dan kuat. Hal ini disebabkan karena di dalam cincin emas dengan kadar emas rendah ini terdapat bahan pembuatan lain di dalamnya. Karena dicampur dengan bahan lain maka cincin pun menjadi lebih kuat. Dalam arti tidak mudah patah atau tergores atau berubah bentuk alias penyok. Cincin dengan kadar emas yang tinggi di atas 18 karat. Cincin dengan kadar emas murni yang tinggi mudah tergores dan terlalu lunak, jadi gunakan untuk saat-saat spesial saja. Jangan setiap hari sih mendingan.

Selain dari penggunaan cincin, hal lain yang juga harus diperhatikan adalah tingkat kenyamanan dan kesehatan pada tubuh kita yang juga harus diperhatikan. Jika kalian memiliki riwayat alergi terhadap logam-logam tertentu seperti nikel, ada baiknya kalian memilih cincin yang memiliki kadara emas tinggi karena cincin tersebut tidak banayk mengandung nikel sebagai bahan campuran pembuatannya. Cincin dengan kadar emas rendah, biasanya dicampur dengan nikel dan bahan lain yang lebih banyak, akibatnya malah bisa menimbulkan alergi bagi para pengguna cincin yang memiliki kulit sensitif.

Untuk lebih lengkapnya mungkin bisa lihat beberapa tips berikut ini ya.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembelian cincin emas ini, antara lain adalah:


• Perhatikan ukuran jari dengan ukuran cincin yang hendak Anda beli, pastikan Anda memilih cincin yang pas di jari tangan Anda, agar nantinya dapat dengan aman Anda gunakan.

Percaya nggak bahwa dulu, sebelum menikah tubuhku tinggi dan langsing? Jadi tidak "sebesar" seperti sekarang ini. Nah, ketika mau menikah, aku beli dong cincin kawin. Ukuran jariku mungil sekali.  Setelah punya anak 3 seperti sekarang dan usia pernikahanku sudah 23 jalan 24 tahun, nahhh.... cincin kawinku sudah kekecilan. Hehehehe... jadilah dia sekarang aku jadikan bandul kalungku saja deh.


Suatu malam beberapa puluh tahun yang lalu. Seorang lelaki menghadiahiku leontin dengan huruf A tergrafir di atasnya. "Hadiah. Karena kamu sudah berusaha keras untuk belajar." Dia tahu, betapa keras aku belajar agar semua informasi bisa dijejalkan dalam ingatan. Untuk seorang yang cepat lupa seperti aku, hal ini tidak mudah. "Nggak mau ah. Ini emas asli. Orang tuaku melarang untuk menerima hadiah dari emas karena kita hanya teman biasa." "Tidak. Ini bukan hadiah. Ini pengingat. Bahwa setiap kali kamu berusaha keras, sesuatu yang istimewa menunggu di hadapan untuk kita dapatkan." Liontin ini aku terima. Jika sedang galau, aku menyentuhnya. Jika sedang kehabisan ide, aku mengetuk-ngetuknya. Dia jadi hiburan tersendiri. Kadang jika sedang takut atau khawatir, tanpa sadar aku mengelus-elus permukaannya. Hingga akhirnya aku menikah dengan pemberi liontin ini. Liontin ini terus menemani dan tergantung akrab di kalungku hingga sekarang. Kami sudah menikah lebih dari 22 tahun. Alhamdulillah. #memorabilia @memorabilia.id @bentangpustaka #berbagimemorabilia #liontin #kenangan #memories #ceritamemorabilia
A post shared by Ade Anita (@adeanita4) on




• Pilihlah cincin dengan bentuk sederhana, dan tidak terlalu rumit untuk digunakan, dan sesuaikan dengan keperluan penggunaan cincin tersebut.

Ada loh filosofi seputar cincin kawin yang dipercaya oleh segolongan masyarakat tertentu di negara kita. Seperti, jika memilih cincin kawin itu cari yang bulat saja, jangan dibuat kotak atau persegi. Karena cincin yang membulat itu menandakan kehidupan pernikahan yang mulus tanpa ada tikungan atau tanggul yang bikin roda pernikahan sedikit melambat.

Terus ada lagi filosofi  yang mengatakan bahwa kalau bisa cincin kawin itu dibuat tidak terputus lingkarannya. Karena itu menandakan pernikahan yang terus terjalin tidak pernah terputus. Seperti cinta yang diharapkan tidak pernah berhenti.

Mungkin, dari semua filosofi ini, maka disarankanlah untuk memilih cincin kawin dari emas yang bentuknya sederhana.

• Pilihlah cincin dengan model dan kadar emas yang disesuaikan dengan budget pembelian perhiasan yang kalian miliki.

Mencari cincin untuk diberikan pada orang yang terkasih itu, menurutku sih tidak usah dipaksakan deh. Nggak harus memaksakan diri untuk memiliki cincin berlian. Karena memaksakan sesuatu itu malah berakibat nggak  bagus sih endingnya.

Eh... jadi ingat sesuatu
Jadi, ada tuh temanku. Di usianya yang ke 35, dia mengaku mengalami bad mood secara mendadak. Ditawari hadiah macam-macam, dia tetap menolak. Ditawari mau dibelikan makanan, menolak dengan wajah masam. Ditawari mau dibelikan sesuatu menolak lagi dengan wajah sebal. Setelah berbagai penawaran dilontarkan dan tidak bisa mengembalikan wajahnya agar kembali cerah, suaminya bertanya, dia mau dibelikan apa memangnya? Dia menjawab, minta dibelikan cincin berlian. Langsung saja oleh suaminya ditinggal ngeloyor. hehehe... memangnya dikiranya cincin berlian itu bisa dibeli begitu saja, saat itu juga, di abang-abang keliling apa? Cincin berlian itu kan mahal ya.

"Ma... sudahlah. Cincin berlian itu mahal ketika membelinya, pas dijual nggak ada harganya." Temanku masih gerusel sih, tapi mencoba untuk mengerti apa yang dikatakan oleh suaminya.

Nah, Jadi, sesuaikanlah keinginan dengan isi kantong. Jika memang tetap bertekad untuk memiliki cincin berlian, ya sudah. Berarti harus bersabar dan mulailah menabung.

Aku pernah tuh waktu tinggal di Sydney dulu. Setiap hari kerja-anku adalah memandangi katalog yang menjual cincin berlian saja. Hahahaha. Iya, setiap kali ada event-event spesial, toko perhiasan rajin banget menyebarkan katalog yang berisi aneka model perhiasan yang mereka miliki dan diskon-diskon yang diberikan atas perhiasan tersebut dalam rangka menyambut event-event spesial tersebut. Ada event natal, tahun baru, mother's day, st patrick's day, nation day, dll. Nah, katalog-katalog ini nih yang aku kumpulkan. Lalu jika sedang nggak ada kerjaan di rumah, iseng aku buka lalu pandangi. Gara-gara sering pandang-pandangan dengan katalog itu, akunya jadi jatuh cinta deh sama model-model yang dipamerkan di dalam katalog.
Hadeuh.. benar-benar deh, dari mata bisa turun ke hati. Lalu dari hati, jadi ke pikiran. Hahahaha.  
Rupanya, suamiku diam-diam melihat apa yang aku lakukan tersebut. Lalu dia diam-diam mulai menabung. Dia mengambil kerja part time, dan menyisihkan uang yang dia peroleh diam-diam. Hingga suatu hari  aku dibawa ke toko perhiasan yang ada di tengah kota Sydney, Australia.
"De,  menurut kamu cincin mana yang paling bagus."
Aku kira, aku lagi diajak berkhayal saja seperti biasa. Hahahaha... Karena, biasanya nih, setelah lihat-lihat katalog, aku dan suami sering jalan-jalan ke mall dan mengunjungi toko perhiasan yang mengedarkan katalog itu demi agar bisa melihat wujud asli benda yang ditawarkan di katalog mereka. Nah, suami hanya tersenyum jika aku asyik menatap etalase tokonya. "Tuh mas, lucu ya bentuk yang itu. Kayak model yang dipakai putri-putri di negeri dongeng gitu. Jadi nggak rame-rame amat, sederhana tapi solitaire." Iyah, gara-gara sering melihat katalog, aku jadi tahu istilah-istilah yang dikenakan pada beberapa potong berlian yang ada di cincin berlian. 
Mendengar pertanyaan suami seperti itu, aku pun menunjuk sebuah cincin yang memang aku sukai. Pilihanku adalah sebuah cincin berlian dengan berlian yang kecil-kecil mengelilingi batu emerald yang berkilau. Manis sekali bentuknya.
"Kenapa dia bagus?" tanya suami. Dengan fasih, aku pun menjelaskan alasannya. Tentu saja alasan yang bersifat subjektif sekali, jauh dari penjelasan yang terkesan ilmiah. Hahaha. Cinta kan memang tak ada logika kalo kata Agnes Monika. Jadi nggak bisa dijelaskan secara ilmiah. 
Eh.. suami langsung memanggil penjaga tokonya. Loh...loh? Akunya bengong. Ini.... khayalan kan? Aku dan dia hanya sedang berpura-pura kan? Berlian kan mahal. Dalam hati aku mulai terjadi percakapan ramai. 
Terus, suami langsung menunjuk cincin yang aku tunjuk agar dikeluarkan dari lemari pajang. Loh... loh?
Setelah cincin keluar dari lemari pajangan, suami menyuruh aku memakai cincin tersebut. Loh... loh?
(tapi hati mulai deg-degan senang. Asli berdebar-debar. Ada apa ini? Ada apa ini?)
Setelah cincin kukenakan, dan ternyata pas, dan senyum di wajahku melebar, dan wajahku mungkin sumringah, tiba-tiba suami berkata pada penjualnya, "Oke.. we'll take this ring."
What???? Mas? Ahhhh... kagetnya hanya beberapa detik saja, selanjutnya adalah gembira banget. Super duper gembira deh pokoknya.  Alhamdulillah, mimpi dan khayalanku jadi kenyataan. 

Oh ya. Pemilihan toko atau counter penjualan cincin juga akan mempengaruhi harga dari cincin yang akan kita beli. Pastikan kalian membeli cincin pada toko yang memang memiliki kredibilitas akan pelayanan dan kualitas barang yang mereka jual. Pastikan pula kalian  memilih toko penjualan emas resmi, yang memberikan surat pembelian atau sertifikat pembelian emas pada saat kalian melakukan pembelian pada toko tersebut. Pada umumnya toko yang memberikan surat pembelian emas pada pembeli mereka, akan menerima penjualan kembali dari konsumen akan perhiasan emas yang telah mereka beli. Hal ini layak untuk kalian  pertimbangkan jika suatu saat kalian  ingin berganti model ataupun menjual cincin yang kalian miliki.

Jika kalian memiliki tujuan membeli cincin emas sebagai sebuah cincin pernikahan, ada baiknya kalian memilih cincin dengan model yang tidak lekang oleh jaman, serta memiliki tingkat keawetan yang tinggi untuk digunakan. Pilihlah model yang disesuaikan dengan jari jemari kedua pasangan, agar nantinya cincin dapat menjadi lambang keharmonisan dan keawetan dalam rumah tangga yang dijalani. Pastikan dalam pemilihan model cincin yang akan dikenakan dalam pernikahan, kalian melibatkan pasangan untuk memilih sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini lebih disebabkan nantinya cincin pernikahan ini akan terus digunakan dalam jari jemari kalian dan pasangan di setiap kegiatan.

Komentar

  1. aku kurang suka pakai perhiasan, makanya suamiku bilang , alhamdulilah gak usah beliin. Oh ya mbak ade sama dg aku sulit menentukan arah kiri dan kanan, mknya kalau aku sih pakai jam tangan dan dulu aku paling sering kena semprot kalau lagi baris berbaris

    BalasHapus
  2. Kalau buat orang Madura khususnya yang sesepuhnya punya perhiasan emas itu wajib buat perempuan mbak. Jadi nggak heran kalau baru lahir aja bayi perempuan sudah dipakein cincin, gelang maupn kalung. Selain itu disini juga ada kebiasaan kalau semakin banyak emas yang digunakan maka semakin tinggi nilai seseorangnya.

    BalasHapus
  3. Saya cendrung ga suka pakai perhiasan, mba. Perhiasan dr almh mama n suami itu dah pretelan dr tubuhku. Jadi ini body polos2 aja dr perhiasan. Tapi aku nggak nolak kalau dikasih.. Wkwkwk.. Matre ya?

    Tapi kalau misal dibawa ke toko emas suruh milih emas perhiasan. Aku lebih memilih LM. Hehehe..

    BalasHapus
  4. Sama mbak ade aku pun suka perhiasan, sidah sejak bayi dipakin anting ma cincin emas juga gelang emas, pas sd ditambahin kalung pe kuliah, abis nikah tentu dapet tambahan dari mas kawin dan hadiah dari suami, suka banget malah sering tuker tambah ganti model dan ukuran yang levih besar karena sama dulu langsing sekarang jadi berisi ☺

    BalasHapus
  5. Aku kalo punya duit beli cincin emas, buat tabungan sekalian perhiasan. Tapi pakainya di kiri. Entah knapa krg suka kalo di kanan. Kecuali ada yg ngasih, hehehe

    BalasHapus
  6. Semenjak nikah krn mas kawin berupa perhiasan mau ga mau aku pake dr gelang, kalung n cincin hahaha pdhl waktu gadis si plg pke kalung dr bapak dan anting doang 😂

    BalasHapus
  7. Saya suka cincin simple, ada matanya. Cocok lah buat tunangan atau nikah

    BalasHapus
  8. hihihi, kirain buat perhiasan tangan atau jari, kok tubuh...jadi entuh maksudnya ya

    BalasHapus
  9. Mba Ade, aku gagal fokus. Itu cakep amatan sihh di fotonyaa :)))

    BalasHapus
  10. cincin kawinku juga dah gak muat, eh jadi ada ide buat dijadiin bandul ya mba...boleh juga tuh :) biar ada alesan beli kalung hihi

    BalasHapus
  11. Selalu punya alasan untuk melakukan khitbah hehe 😄😄😄

    BalasHapus
  12. So sweetnyaa mbak. . Hehehe aku sukaa sama liontinnya juga mbak. Cantik 😁

    BalasHapus
  13. cincin yang terindah dan termahal itu sebenarnya cincin kawin ya mbak hahaha , abis baca post ini aku jadi banyak tau ttg emas. Makasih mbak

    BalasHapus
  14. Saya sejak bayi malah pake anting emas..tp sekarang antingnya yg sejak bayi itu hilang sebelah..jadilan pake amting cuma sebelah

    BalasHapus
  15. satu-satunya perhiasan yang selalu aku pake cincin dari kecil sampe gede. Eh giliran udah nikah malah ga pake sama sekali.

    BalasHapus
  16. Cicin nikahku masih bisa kupakai Mbak, kadang terlalu kekecilan kadang longgar banget di jari manisku. Aku juga suka model cicin yang sederhana, tapi terakhir beli, malah modelnya gak banget kata suamiku...tapi lama-lama aku sudah memakainya.

    BalasHapus
  17. Semenjak aku kehilangan cincin, sekarang jarang banget pake perhiasan. Biasanya aku simpen aja buat investasi hehehe.

    Foto kece mba.

    BalasHapus
  18. Thanks mbak udah mau berbagi Ilmu ttg Cara Memilih Perhiasan Emas, sangat membantu saya ....

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…