Senin, 09 Januari 2017

Bernafas Lega Berkat Omron Nebulizer yang Praktis

[Keluarga]Tahukah kalian, bahwa Asma dan ISPA itu dua penyakit gangguan pernapasan yang serupa tapi tak sama. Gejalanya sama-sama sulit bernafas, merasa sesak di bagian rongga dada, kadang ada batuk dan pileknya. Meski gejalanya mirip-mirip sebenarnya mereka berbeda alias tidak sama.

ASMA umumnya menjangkiti seseorang karena seseorang itu memang memiliki bakat sebelumnya, lalu karena ada faktor pencetus tertentu maka serangan ASMA pun dia alami.

Untuk lebih jelasnya, ASMA terjadi karena faktor-faktor sebagai berikut:
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit asma
  • Riwayat alergi
  • Terpapar asap rokok saat masih kecil atau kasus ibu yang merokok saat hamil
  • Kelahiran prematur

Tapi yang pasti, umumnya serangan ASMA muncul karena reaksi alergen terlebih dahulu. Seperti karena udara dingin, debu, polusi, tungau, serbuk sari, dan lain sebagainya. Keluhan yang muncul umumnya adalah sesak nafas, bunyi mengi, sulit bernafas, batuk dan sulit tidur. Serangan menghebat pada malam atau dini hari.

Sedangkan ISPA (infeksi saluran Pernafasan Atas) biasanya terjangkiti karena faktor luar yang dihadapi oleh seseorang. Seperti terpapar polusi udara terlalu lama, atau karena kondisi cuaca ekstrim tertentu, atau sebab lain. Seperti kondisi ketika bencana kabut asap yang terjadi Sumatra atau Kalimantan beberapa bulan yang lalu. Atau ketika terjadi bencana banjir dan gempa bumi. Atau ketika terjadi bencana gunung meletus.

ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat infeksi yang terjadi pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara atau paru-paru. Dan pada kondisi ISPA siapapun dapat mengalami ISPA selama terpapar infeksi virus atau bakteri dan tidak harus didahului kondisi alergi sebelumnya. Gejala yang dapat muncul akibat ISPA adalah demam, batuk lebih dari 1-2 minggu, tenggorokan terasa sakit, sesak napas, dan kelelahan.

Meski Asma dan ISPA serupa tapi tak sama, tapi penanganannya mirip. Yaitu, yaitu melalui terapi gangguan pernapasan, dengan cara memberikan obat tertentu untuk melegakan pernafasan dan membuka saluran pernafasan. Saluran pernafasan ini tertutup umumnya disebabkan karena adanya lendir yang menempel di saluran pernafasan tersebut.Terapi gangguan pernapasan ini bisa membantu untuk mengencerkan lendir yang membuat sempit saluran pernapasan,  sehingga gangguan pernapasan pun bisa diatasi.

Aku sekeluarga, maksudnya aku dan anak-anakku kebetulan termasuk orang-orang yang ditakdirkan memiliki penyakit asma. Asal mulanya sih dari nenek dari garis keturunan ibuku. Lalu dari sana, terus menurun kepada anak keturunannya. Itu sebabnya aku sedikit memahami apa itu asma dan ispa. Dan itu juga sebabnya ada daftar obat yang harus tersedia di rumahku untuk persiapan jika saja salah satu dari kami asma-nya kambuh.

Jika asma sedang kambuh itu, duh, nggak enak banget rasanya. Sesak nafas itu rasanya seperti ada untaian tali tambang yang melilit di seluruh tubuh kita mulai dari dada hingga ke bawah perut. Ketat hingga rongga dada dan perut terasa amat berat untuk menarik udara dari hidung atau mulut. Udara yang terhirup dari hidung atau mulut rasanya tipis sekali. Dan karena terlalu tipis jadi kita juga tidak bisa menghirupnya banyak-banyak. Itu sebabnya nafas menjadi pendek-pendek.

Kondisi makin parah ketika anak-anakku ASMA nya kambuh. Karena mereka masih kecil jadi kesulitan untuk mengeluarkan dahak. Jadilah sesak nafas dan disertai demam.



seperti ini nih rasanya jika serangan asma sedang kambuh. Tubuh seperti dibelit tali tambang dengan ketat
Penderitaan makin menjadi ketika waktu malam tiba.Entah mengapa udara malam menjadi sesuatu yang terasa begitu menyiksa bagi mereka yang mengalami gangguan pernafasan, baik penderita asma atau ispa. Ditambah lagi ketika waktu tidur tiba. Karena gangguan pernafasan ini malah makin terasa menyiksa ketika tubuh kita berbaring. Tapi nggak mungkin juga kan jika terus-menerus duduk atau berdiri. Tubuh juga lelah dan merasa lemah.

Disitulah dibutuhkan bantuan obat-obatan tertentu. Jika sudah tidak bisa ditangani, maka lebih baik lagi jika kita segera pergi ke dokter yang ada di klinik atau rumah sakit. Karena, di rumah sakit atau klinik biasanya mereka memiliki nebulizer, sebuah terapi gangguan pernapasan dengan alat yang bisa memompa aliran oksigen sekaligus obat untuk melegakan pernafasan dengan bantuan alat bantu.

Akhirnya, ya lari ke rumah sakit mau nggak mau untuk mendapatkan inhalasi. Tapi, bagaimana jika ternyata kita tidak punya kendaraan untuk pergi ke rumah sakit, karena serangan ISPA bisa terjadi di saat yang tak terduga. Tengah malam misalnya? Dimana klinik biasa sudah tutup sedangkan rumah sakit letaknya amat jauh dari rumah?

Atau ketika serangan ISPA atau ASMA datang ketika kita sedang berlibur?

Duh.

Kan tidak semua rumah sakit bekerja sama dengan asuransi tempat kita ikut asuransi kesehatan. Artinya, tentu saja harus sedia uang yang tidak sedikit untuk kondisi mendadak seperti ini.

Alhamdulillah sekarang ada loh OMRON NEBULIZER.

Adikku (iya, iya, penyakit asma ini memang menjadi semacam penyakit keluargaku, jadi semua keturunan terkena tanpa kecuali), beberapa tahun lalu sempat membeli NEBULIZER juga untuk anak mereka yang terkena serangan asma. Katanya sih alhamdulillah alat nebulizer ini amat membantu dia untuk mengatasi serangan asma yang menjangkiti putri kecilnya. Tapi, alat nebulizer yang dia beli ini produk lama jadi kemasannya agak besar. Jadi kurang mobile alias kurang praktis.

Nah, berbeda dengan OMRON NEBULIZER yang terbaru nih. Yaitu Omron Nebulizer NE-C803. Kemasannya mungil, jadi amat praktis baik untuk disimpan di rumah sebagai persiapan obat koleksi kotak P3K di rumah atau disimpan di dalam mobil jika sedang bepergian atau berlibur. Itu sebabnya aku memilih OMRON Nebulizer NE-C803.


Mengapa Penderita Gangguan Pernafasan memerlukan Nebulizer?





Nebulizer adalah suatu alat yang mampu mengubah zat dalam bentuk cair ke uap. Itu sebabnya orang awam sering menyebutnya dengan istilah "diuap". Sedangkan dokter menyebutnya "diinhalasi". Nah, tindakan mengubah obat (cair) menjadi uap ini memakai Nebulizer.






Pada umumnya nebulizer diberikan pada orang yang mengalami gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek maupun obstruksi atau penyumbatan saluran pernapasan oleh mukus (dahak).

Nebulizer cenderung diberikan pada bayi atau anak-anak karena usia tersebut belum mampu mengeluarkan dahak secara optimal. Tapi, karena tingkat polusi yang semakin tinggi, khususnya di daerah perkotaan, penggunaan Nebulizer sekarang juga sering diterapkan pada orang dewasa, khususnya pada wanita hamil dan orang berusia lanjut. Dokterku sih bilangnya, karena tindakan pemberian inhalasi ini jauh lebih aman, dan reaksi pemberian obatnya juga lebih cepat sehingga pasien bisa segera tertangani.

Pada penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang ditandai dengan peradangan disertai batuk, pilek, adanya dahak, bisa mengganggu kebersihan jalan napas membuat aliran oksigen ke paru-paru tidak lancar, dahak inilah yang harus kita bersihkan. Biasanya nih, setelah pemberian obat dengan menggunakan Nebulizer maka dahak jadi lebih cair jadi mudah ditelan atau dibuang. Tidak lagi menyangkut di saluran pernafasan. Jadi bisa dibilang penggunaan  nebulizer itu adalah terapi pernapasan terbaik untuk mengatasi gangguan pernapasan.

Cuma ya itu tadi sih. Tidak selamanya kita bisa dengan mudah pergi ke klinik atau rumah sakit untuk mendapatkan inhalasi. Jadi, menurutku sih jika punya riwayat gangguan pernafasan atau punya kesulitan untuk membuang dahak, memiliki Nebulizer pribadi di rumah menjadi penting.

Nih, video berikut ini adalah bukti mengapa Omron Nebulizer merupakan terapi pernapasan terbaik bagi gangguan pernapasan yang datang menyerang.






Nah, Omron Healthcare, yang merupakan produk kesehatan dari Jepang yang membantu kehidupan kesehatan keluarga,  melihat kebutuhan ini. Itu sebabnya Omron terus berinovasi untuk membuat alat bantu Nebulizer yang praktis dan terbaik. Dan hadirlah, Omron Nebulizer NE-C803.






Berikut ini aku sertakan video cara pemakaian Omron Nebulizer NE-C803 ya.





Gimana? Sudah lebih mengerti tentang pemakaiannya kan?
Nah... Omron mengadakan lomba blog loh. Temanya " OMRON Nebulizer, Partner Terbaik Untuk Mempermudah Terapi Gangguan Pernapasan ". Keterangan lebih lanjut tentang lomba blog ini bisa dilihat di microsite omron berikut di http://omron-nebulizer.com/blog-contest.

Ikutan yuk lomba blog OMRON nih.  

                     



Blog Review OMRON

30 komentar:

  1. Aku asma sejak kecil.mbak n pake omron nebulizer udah lama banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, enak ya pake omron. aku juga punya beberapa alat kesehatan lain merek omron

      Hapus
  2. Bersyukur banget tekhnologi semakin meningkat ya mbak..ada alat nebul kayak gini..jaman kerja di RS dulu di ruangan peny.dalam suka kasihan lihat pasien2 asthma dan ISPA..dan alat kyk gini belum tercipta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iyakah? aku kena asma sejak aku kecil (tahun 70an) dan udah ada alat ini. cuma harganya emang mahal sih jadi cuma rumah sakit yang punya. jadi kalo asma kambuh dulu waktu kecil harus ke UGD rumah sakit gitu deh.

      Hapus
  3. Apakah asma bisa disembuhkan secara permanen ya ? Misalnya dengan obat-obatan alami dan sejenisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. setahuku nggak bisa deh. karena asma itu diturunkan berdasarkan genetik. Yang diturunkan itu sendiri sebenarnya dalam bentuk rongga pernafasan yang lebih kecil daripada orang lain yang tidak mengidap asma. Sehingga ketika bertemu pemicu asma (seperti debu, udara dingin, kelelahan, alergi obat, alergi seafood, dll) kemungkinan untuk segera terserang gangguan pernafasan karena asma lebih cepat dan lebih besar daripada orang lain.

      tapi, asma bisa dihindari yaitu dengan menjauhi pemicunya. Jadi orang yang punya asma harus tahu pasti dia punya alergi apa saja. Nah, ini yang sebaiknya dihindari semaksimal mungkin. Insya Allah asma nya nggak kambuh

      Hapus
  4. Adik sepupuku masih asma nih, mba. Nanti aku kaish tahu alat ini deh. MAkasih mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, di apotik dan supermarket tertentu harganya juga nggak terlalu mahal deh. lumayan sih daripada harus sibuk ke UGD

      Hapus
  5. Aku baru tahu loh produk ini, coba tahu sejak lama, pasti anakku ga perlu bolak balik ke rumah sakit ya buat di UAP. Sepertinya boleh neh buat ponakan yaang punya asma.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saudaraku waktu akad nikah malah minta alat ini ada di hantaran nikahnya. Karena tahu nanti kalo dah nikah, hamil lalu punya anak, punya persiapan tersendiri. Apalgi kemungkinan diturunkan ke anak-anaknya besar kambuhnya sebelum mereka tahu alergi anak2nya apa saja.

      Hapus
  6. Mba ini ada efek samping kah?klo misal kelamaan?harganya berpa mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo nggak salah harganya berkisar antara 600 ribuan aku lihat di chemist (bisa lebih tapi bisa dicicil di beberapa olshop aku lihat). Nggak ada efek sampingnya sih kalo nggak salah. justru malah membantu

      Hapus
  7. kayak oke juga ni untuk yang punya penyakit asma, ngomong2 harganya berapa ya mbak?????

    BalasHapus
    Balasan
    1. berkisar 600 ribuan kalo nggak salah. Beda toko beda daerah beda harganya. Tapi coba cari di olshop, karena mereka bisa menerima cicilan

      Hapus
  8. oo untuk batuk pilek bisa to, dulu si kecil kena batuk2-pilek sampai susah bernapasnya, saya uap manual aja, tapi dia gak tahan tentunya. Coba tahu ini ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada penelitian, bahwa uap manual itu tidak baik untuk anak2. uap manual itu maksudnya baskom, diolesi vicks dindingnya, lalu diisi air panas dan anak kita ditutupi handuk dan diuap di atas baskom air panas itu kan? Karena kalau anaknya tidak anteng, kemungkinan tercebur ke baskom isi air panasnya malah bahaya. Disamping itu, anak jadi punya kemungkinan untuk tersedak lendirnya yang mencair tapi kesulitan mengeluarkannya karena sedang diuap gitu.

      Hapus
  9. iyah sudah paham cara memakai nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah pernah mencobanya ya? enak ya alhamdulillah

      Hapus
  10. Adik dan keponakan saya juga pakai alat bantu pernapasan kalau lagi kambuh. Coba saya lihat dulu punya mereka. Siapa tau merk Omron jadi saya bisa ikut lombanya :)

    BalasHapus
  11. Adik ipar ada yang asma, kayaknya perlu informasi ini nih :D

    BalasHapus
  12. Jadi ingat ibunya Archna yang kumat asmanya jika mendengar berita nggak enak. Untung dia punya persediaan obat sedot.
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  13. adikku ada yang kena asma Mbaa, kalo asmanya kambuh, duh kasian banget ngelihatnya :(

    sepertinya akan saya sarankan untuk membeli alat ini

    BalasHapus
  14. Aku udah ada alat ini di rumah, mau konsul dokter dulu biar tahu dosis obatnya

    BalasHapus
  15. ini aman gak ya mba udah lulus uji coba buat di pakai gak ya?

    BalasHapus
  16. Kayaknya yang ini nggak bunyi nebulizer-nya ya Mbak Ade?

    BalasHapus
  17. kecil banget ya alatnya, bisa pakai baterai ndak?

    BalasHapus
  18. aku merasakan bgt manfaat pakai Omron, bismillah ikut lomba blognya juga nih mbak :-)

    BalasHapus
  19. kalau yang mungil begini enak dibawa traveling ya mba

    BalasHapus
  20. paling gak enak kalau napas udah sesak. Membantu banget alatnya, nih

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...