badge

Kamis, 17 Desember 2015

Bikin Sendiri Saja, Jangan Jajan Sembarangan

[Keluarga]: Ada berita kurang sedang yang heboh di awal bulan desember 2015 ini. Yaitu ketika ditetapkannya Kondisi Luar Biasa di IPB akibat puluhan mahasiswa di IPB terserang virus Hepatitis. Hebohnya, bukan hanya karena komentar dari Ibu Menteri Kesehatan yang mengatakan bahwa penyebab KLB Hepatitis di kalangan mahasiswa IPB ini diakibatkan oleh kantin-kantin di sekitar IPB yang kurang bersih dan sehat jajanannya (nggak usah dibahas yang ini ah, nanti jadinya tulisan berbau politik hehehe). Tapi karena "kok bisa jatuh korban hingga puluhan orang?" Ya itu tadi. Karena jajan sembarangan. Makanya,



Virus Hepatitis itu, adalah virus yang menyerang fungsi organ hati pada manusia. Tahu sendiri kan, organ hati dalam tubuh manusia berfungsi untuk menyaring racun-racun yang ikut masuk bersama dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia. Nanti dari sini, semua racun itu bakalan dikirim untuk dibuang ke saluran pembuangan, dalam bentuk tinja atau air seni.

Nah, jika organ hati ini terganggu kerjanya karena terserang virus misalnya, maka racun yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan dan minuman menjadi tidak bisa disaring dengan baik. Akibatnya, racun-racun ini bisa berbaur dengan darah dan bisa menelusup masuk ke dalam organ-organ tubuh yang lain. Tentu saja hal ini membuat tubuh manusia menjadi sakit.

Dulu Aku Pernah Kena Hepatitis


Aku waktu masih kecil dahulu pernah loh terserang virus hepatitis A. Dulu disebut dengan "sakit kuning". Kenapa? Karena kulit kita berwarna kuning, kuku berwarna kuning, bagian putih di bola mata juga berwarna kuning, dan air seni kental seperti air teh. Aku ingat ketika disuruh menampung air seni dan melihatnya kental seperti air teh, aku membawa wadahnya sambil tertawa... "ini siapa yang mau minum teh?" dan semua yang mendengar canda tidak lucuku ini langsung menjauh sambil menutup mulut dan hidung.

Ish. Berasa banget dijauhi. Untungnya masih kecil jadi tidak sampai baper alias bawa perasaan ya akunya. Jadi ya aku santai saja ketika disuruh buka baju lalu diambil darah lalu dipakai piyama dan dibawa dengan mobil ambulance untuk diopname.

Waktu itu aku masih duduk di bangku Taman kanak-kanak. Aku tidak ingat apa penyebabnya. Yang aku ingat, gara-gara terserang penyakit ini, jadi aku harus masuk kamar karantina. Dan itu rasanya nggak enak banget.

Pernah lihat Aquarium? Nah..seperti itulah kamar rawat inap untuk pasien yang dikarantina. Jadi, kita ada di dalam sebuah ruangan dimana salah satu dindingnya full kaca semua. Semua pengunjung bisa melihat. melambai, pura-pura buka mulut seakan-akan sedang berbicara dan menyampaikan pesan pada pasien yang ada di dalam kamar tertutup tersebut. Tidak ada yang bisa didengar sih suara para pengunjung tersebut. Cuma kita bisa membaca ekspressi mereka. Ada yang prihatin, ada yang mencoba untuk memberikan senyuman ramah, ada yang sedih, ada yang biasa-biasa saja.

Waktu itu, berhubung aku memang seorang anak yang penyakitan alias sering bolak-balik masuk rumah sakit, jadi aku biasa saja ditempatkan di kamar isolasi ini. Sesekali saja perawat masuk mengantarkan makanan atau obat atau ingin memandikan dan membersihkan kamar. Tapi itupun mereka harus mengenakan jubah khusus dan berpenutup mulut.

Aku sih cuek saja ya meski hanya seorang diri di dalam kamar itu. Tapi, yang aku suka dulu cuma satu: tiap pengunjung selalu bawa aneka mainan dan buku cerita.
hahahaha.
Iya... karena memang dilarang oleh rumah sakit untuk membawakan makanan. Ya namanya juga pasien hepatitis ya, jadi makanannya juga terseleksi gitu deh. Tapi, mungkin pembezuk nggak enak kalau nggak bawa buah tangan. Jadilah mereka selalu bawa buku cerita atau mainan.

Yang aku ingat, buku ceritaku jadi banyak dan terus bertambah koleksinya. Kenapa? Karena aku dirawat di rumah sakit selama 2 minggu lebih. Tuh... gimana nggak panen buku cerita?

Pulang dari rumah sakit, masih dalam rangka rawat jalan, ibu memberiku obat tradisional yang diajarkan oleh orang-orang tua sepuh jaman dulu. Yaitu makan: Pisang Mas dan Kutu manusia.

Euhhhhh. Aku ulangi ya, ini dikasi sound system stereo ceritanya:
(((KUTU MANUSIA)))

Mungkin saking cemasnya ya orang tuaku itu. Jadi, apapun dilakukan demi kesembuhan anaknya. Termasuk, meminta tetanggaku yang kutuan agar mau diambil kutu-kutu rambutnya hidup-hidup lalu kutu-kutu itu diselipkan di dalam pisang dan ....ahhhh..... anaknya yang imut dan cantik ini disuruh memakan habis pisang mas tersebut.
hiks..hiks....

Sudah. Lupakan saja. Sebenarnya nggak jelas juga sih. Aku akhirnya mendapat kesembuhan itu karena apa ya? Ogah banget sih mengakui kesembuhanku karena kutu rambut tetanggaku itu. Yang pasti, sejak aku sehat kembali itu dokter melarangku untuk:

  • Makan daging kambing
  • Jajan sembarangan
  • Harus rajin minum susu putih
Nggak tahu kenapa 3 anjuran itu diberikan. Tapi aku memang maniak susu putih waktu itu. Jadi, santai saja ketika orang tuaku memintaiku untuk menghabiskan susu bubuk 1 KG dalam sepekan. Jangankan dalam sepekan. Hanya dalam beberapa hari saja, susu itu sudah habis. Jadi ayah dan ibuku terpaksa punya anggaran khusus untuk membeli susu putih. 

Konon kabarnya, karena organ hatiku terganggu waktu itu, jadi susu putih ini berfungsi untuk mengikat racun yang masuk ke dalam tubuh kita. Begitu sih katanya. Makanya setiap kali tiba di rumah pulang sekolah, aku harus minum susu putih dulu sebelum melakukan aktifitas lain. Lalu susu putih lagi sebelum makan. Dan susu putih lagi sebelum berangkat sekolah. 

Apa Gejala Terkena Virus Hepatitis?


Umumnya, pasien merasa pusing, mual, nyeri sendi dan sakit tenggorokan.

Tapi secara kasat mata, bisa dilihat dari penampilan fisiknya sih. Yaitu kulitnya berwarna kekuningan. Mungkin pucat, jadi coba tekan dengan jari di bagian permukaan kulitnya. Ketika tekanan jari itu diangkat, maka ada jejak jari yang berwarna kekuningan. Jadi bukan hanya sekedar pucat biasa.

Bisa juga dengan melihat warna kuku di jari-jari tangan. Pasien yang terserang virus hepatitis umumnya memiliki kuku yang berwarna kekuningan. Yang normal itu pink sehat atau putih ke-pink-pink-ngan.

Atau bisa juga dengan melihat warna putih-putih yang ada di bola mata yang tiba-tiba berubah jadi warna kekuningan. 

Tapi yang jelas banget sih dari warna air seninya. Jika ditampung warnanya pekat kekuningan, atau cenderung ke coklat seperti air teh yang kental.

WARNING: PENYAKIT INI MENULAR LOH. YAITU LEWAT AIR LIUR, DARAH, DAN ALAT MAKAN/MINUM/SIKAT GIGI/GUNTING KUKU/ALAT CUKUR, YANG DIPAKAI BERSAMAAN.

Jadi Gimana Dong Cara Mencegahnya?



 Yaitu dengan cara:

1. Buat sendiri saja, jangan jajan sembarangan.

Jangan jajan sembarangan ah. Buat sendiri saja dari rumah. Lebih hemat dan Insya Allah lebih terjamin juga kebersihannya. Sekarang banyak kok makanan dan minuman yang bisa dibuat sendiri di rumah. Umumnya sudah ada kemasan-kemasan praktis untuk membuat sendiri di rumah. Seperti minuman berserbuk misalnya.

Di sekolah-sekolah dasar biasanya dijual nih minuman berserbuk ini. Paket minuman berserbuk ini mungkin bersih ketika masih dalam paket tertutup. Tapi, kita kan nggak pernah tahu air yang dipakai untuk menyeduhnya air bersih atau tidak? Es baloknya mentah atau matang? Sendoknya dicuci atau sudah dipakai berhari-hari?

A photo posted by Ade Anita (@adeanit4) on

Atau bisa juga dengan membeli frozen food.

Catatan: eh, tapi meski nanti bikin sendiri. Harus diingat juga bahwa minuman berserbuk itu menggunakan pemanis buatan atau aspartam. Menurut penelitian, pemanis buatan ini hanya bisa dikonsumsi oleh anak dalam sehari maksimal 5 sachet minuman saja dalam 24 jam. Jadi, tolong diingat-ingat sudah jajan apa saja? Misalnya: teh sisri jambu merah sachet, teh botol, buah vita, nutrisari jeruk, milo. Sudah. Sudah 5 tuh. Berarti harus berhenti, tidak boleh bikin lagi. Kalau masih haus, minum air putih atau air mineral saja.

2. Bawa bekal dari rumah saja mendingan atau ikut katering deh jika memang tidak sempat masak.

3. Jangan tukar-menukar alat makan dan alat minum ya. 

Misalnya, nyomot makanan teman dari sendok yang sama yang sudah pernah masuk ke dalam mulutnya. Atau menyeruput minuman yang sudah pernah diminum oleh orang lain.

4. Hindari pemakaian alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku yang sama.

Ayolah hidup dengan privacy masing-masing untuk alat-alat ini. Karena, semua alat yang ketika dipakai bisa menyebabkan pendarahan atau luka, itu berarti ada bercah darah di alat tersebut yang menempel. Nah. Bisa saja kan virus-virus ini bertahan di alat itu lalu masuk ke dalam tubuh kita karena kita memakai alat tempat virus itu bermukim.

5. Jaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan yang akan diolah.

Jadi, meski kita membuat sendiri segalanya, tetap saja kita harus menjaga kebersihan alat-alat makan kita di rumah. Begitu juga dengan bahan makanan yang akan diolah. Cuci bersih dengan air yang mengalir. Itu penting banget.

6. Masak hingga suhu 100 derajat celcius atau lebih.
Karena dengan cara seperti inilah bakteri bisa mati.

7. Ini yang terakhir: tutup hidung dan mulut ketika bertemu dengan orang yang sedang bersin atau batuk-batuk. Jika perlu, jangan dekat-dekat deh.
Kita sendiri, ketika sedang bersih atau batuk-batuk, tutup juga mulut kita ya.

Semoga kita semua selalu sehat dan berbahagia. Aamiin.

35 komentar:

  1. aku suka miris mbak kalau anak2 jajan sembarangan..penjualnya juga udah di sarankan buat perhatiin kebersihan sama kepsek tapi tetep aja bandel...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aku juga... apalagi yang jual telor dadar-telor dadaran tuh.. aku pernah liat waktu penjualnya bikin adonannnya.. aduh... itu mecin banyak banget berlimpah dituang semua ke dalam adonan. pantas aja anak2 doyan, gurih banget emang.

      Hapus
  2. nah aku pernah kesel sama teman kantor, masa dia minum pakai gelasku, terpaksa dech ambil gelas baru lagi. Tahu dech dinyinyirin ato gak. Di rumah, akus elalu pisahin gelas abi, gelas ummi dan gelas anak-anak. Eh di kantor malah gitu. Ya salah satunya ya menjaga tidak menukar tempat minum itu ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih sebaiknya jangan tuker tukeran alat makan minum sama orang lain yang bukan keluarga inti kita.

      Hapus
  3. Iya mba apalagi mknan skrg kita g tau bersih atau ngak. Kalau beli mknan suka was was juga

    BalasHapus
  4. Iya ya Mbk, jangan jajan sembarangan. kasihan ntar lama2 jadi sakit

    BalasHapus
  5. Iya bener mba, membiarkan anak jajan sendiri tuh sekarang bawaannya was2 melulu ya

    BalasHapus
  6. Mbak Ade dulu pernah makan kutu? Beneran?? #gakpercaya

    Emang sih anak kecil sekarang paling doyan kalo disuruh jajan. Sedih banget, apalagi anakku. -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...memang harus diawasi dengan pengawasan ekstra ya mbak nisa :)

      Hapus
  7. iay sih tapi kadang kaya anak mahasiswa yg kost mau gak mau ya bergantung dengan warung untuk makan ya mbak. Aku juag selalu bilang ama anakku yg kost untuk lihat-lihat dulu warungnya apa bersih atau kotor. Kadang takut juga sih, selama ini anakku makan makan rumahan

    BalasHapus
  8. membuat jajan atau makanan bekal sendiri memang lebih terjamin dan bisa berkreasi sesuai selera. namun kadang juga di sisi lain kalau penjual makanannya g laku juga kasian..lalu gimana dunk ? hehehe

    BalasHapus
  9. aku biasa pake sikat gigi yg sm dengan suami :D

    BalasHapus
  10. Bener juga. Selain lebih sehat, juga lebih murah. Misal anak membeli semuah minuman berbentuk bubuk(dengan harga 1000) dan karena haus pengen langsung dibuat jadi harganya menjadi 2000. Padahal ketika kita beli bubuk minum itu sendiri harga grosirnya 700. Dan untuk airnya kita abaikan. Misal untuk kebutuhan rumah kita beli dalam 1 bulan 3 pack(isi 10). Jadi (3*10(700)) = 21000. Dan misal anak kita membeli minum itu selain dirumah. Dan membelinya 1 hari satu kali, jadi uang yang dikeluarkan anak tersebut minimalnya, 2000*26 = 52000. Lalu kita coba lihat selisihnya. 52000 - 21000 = 31000. Coba bayangkan dalam 1 bulan kita bisa menghemat 31.000. Kalo dalam 1 tahun? 31.000*12 = 372.000. Cukup besar kan?. Dengan catatan, bubuk minuman ini berkualitas.

    BalasHapus
  11. waktu masih sd, ada teman saya yang suka makan kutu rambutnya sendiri Mak Ade (huek, jijik banget ingat ini) :(

    benar banget, lebih bagus buat sendiri: lebih hemat, lebih sehat dan lebih terjaga kebersihannya (y)

    BalasHapus
  12. buset.. puluhan mahasiswa kena hepatitis? ternyata jajan sembarangan konsekuensinya besar juga....

    BalasHapus
  13. Aku dan anak-anak juga berusaha sepias mungkin nggak jajan sembarang.
    Lagi suka masak, jadi lebih baik masak sendiri jajanannya :D

    BalasHapus
  14. Jajan sembarangan itu bahaya, ya.. apalagi sekarang banyak yang pakai bahan pengawet -_-

    Bantu share ya, kak: Yang hobi baca buku maupun tidak, boleh minta waktunya sejenak untuk mengisi kuesioner singkat mengenai minat baca di Indonesia. Untuk data pendukung untuk program mengenai minat baca. Mau buku gratis? Ada 3 buku gratis 3 pengisi kuesioner terpilih. berikut link formnya >>> Http://goo.gl/forms/8QdMG7KvZS
    Jawaban kalian sangat berarti. Tolong bantu share lagi ya. =d

    BalasHapus
  15. Nah, ini dia :' aku juga udah agak takut sih jajan sembarangan gitu mbak :' sekarang kayaknya orang menghalalkan cara buat dapet keuntungan. Jadi, cara amannya ya bikin sendiri :')

    BalasHapus
  16. Kalau bikin sendiri an bahannya juga terjamin aman dan bersih dari kotoran ... :)

    BalasHapus
  17. Hwaaaa ... KUTU?? Baru dengar, Mbak Ade ....

    Yah, apapun itu, alhamdulillah sehat yah Mbak setelahnya :)

    BalasHapus
  18. Lebih sehat sih mending bawa makanan sendiri aja yah mba, daripada haris beli jajanan diluar

    BalasHapus
  19. aku juga tiap hari cerewet banget ngomongin soal jajanan sama anak. mendingan makan kenyang di rumah. kalo pengen jajan harus yg dibungkus kayak bengbeng, biscuit atau minuman kotak,aman gak kena tangan.

    BalasHapus
  20. aku selalu bawel kalo masalah jajanan di luar mak.
    mendingan jajan yang agak mihil dikit tapi dalam kemasan yg umum jajan di mini market deh. ya klo di rumah terkadang pasti bikin sendiri :D

    BalasHapus
  21. aku selalu bawa sendiri sampai saat ini...belum tahu kalau nanti2 dah gede
    itu kesian amat ipb.. :( emang makin banyak jajanan seh kalau aku liat :(

    BalasHapus
  22. untuk urusan jajanan/ makanan sebagai ibu kita memang harus sedikit galak ya mak. Krn udh semakin banyak aja jajanan2 yg gak bertanggung jwb menurutku... mksh tips2nya mak :)

    BalasHapus
  23. Serem banget, Mbaaaak.. :(

    Aku makanya ngga mau minum sachet gitu meski merk terkenal yg katanya mengandung gizi dll. Ngga kuat sama tenggorokannya :'

    BalasHapus
  24. Wah, serem banget mbak. Tapi emang bener banget itu.
    Selain itu juga banyak yg menggunakan bahan yang tidak semestinya untuk makanan.

    BalasHapus
  25. wahh harus lebih hati2 ya,,aplg suka parno liat tayangan semacam insert investigasi gt.. kudu belajar bkn olahan makanan dan minuman nih buat keluarga.mksh mb adee

    BalasHapus
  26. Saya hanya berharap semoga saya tidak pernah membiasakan anak jajan di luar rumah dengan intensitas sering. Khawatir banget saya...

    BalasHapus
  27. aduuuh mbaaa..jangan suruh jajan minuman serbuk itu yaaa..lebih baik air putih sajaaa..biar sehat dan terhindar dari banyak penyakit. Tapi saya setuju, banyak cara untuk hidup lebih lebih sehat dan dimulai dengan homecooking :)

    BalasHapus
  28. aku waktu sekolah juga gak pernah beli minuman kaya gitu mbak

    BalasHapus
  29. ini nih mirisnya jajanan indonesia... enak2 sih, tapiii -_- ah sudahlah

    BalasHapus
  30. wah jangan sembarang minum, skrng kan gak kita tahu sumber dan bahan yang dikasi keminuman itu apa -_-
    cara budidaya cacing tanah

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...