badge

Jumat, 02 Mei 2014

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAHA... karena aku emang asli nggak ingat saking masih kecilnya dan dan waktu kecil itu aku cuek banget.

Nah... jadi, dengan ingatan akan kenangan pernah ke Solo (mungkin ya... karena ayah mengaku punya orang tua angkat di Solo dan orang tua angkatnya itu baik banget jadi setelah menikah dan berkeluarga ayah mengajak keluarganya dimana aku masih kecil banget untuk mengunjungi orang tua angkatnya itu di kota Solo) yang tidak bisa diandalkan, aku pun setuju saja ketika suamiku, berencana untuk mengajakku berjalan-jalan ke Solo setelah kami menikah.

Dan tebak apa yang ada di pikiranku yang kala itu masih muda (usia 23).
"Hmm... bawa baju apa aja ya? Pasti disana foto-foto. Eh... kalau nanti jalan-jalan, berarti bakalan lepek dong rambutku karena keringat. Hmm.. apa aku keriting rambut dulu ya? Biar pas difoto bisa terlihat tebal rambutnya."

hahahaha.
Dan akhirnya, 3 hari sebelum hari pernikahan, rambutku dikeriting sodara-sodara. Bukan cuma bergelombang biasa, tapi, karena aku ketiduran di salon akibat kelelahan ngurus macam-macam menjelang pernikahan, rambutku hasilnya tuh keriting ngembang nyaris kribo! WUAAAAAHHHH....
sebel banget.
Sebel pake banget double.
Jadi. setelah resepsi pernikahan selesai dan dua hari kemudian suamiku ngajak siap-siap untuk pergi ke Solo, aku bingung nyiapin bando, bandana , jepitan atau apa saja agar rambut megarku bisa sedikit kempis. Maklum, selama resepsi kan pake aksesoris kepala pengantin perempuannya. Dan besoknya, masih bisa ditutupi dengan berbagai cara rambutku itu. Lagipula, di rumah banyak saudara yang menginap jadi suamiku belum pernah memperhatikan rambutku yang super gagal itu. Tapiiiii.. ceritanya bakalan berbeda jika kami berencana untuk melakukan perjalanan bulan madu ke SOLO.

Astaga.
Ini perjalanan bulan madu loh.

B-U-L-A-N  M-A-D-U

Jadi, mau nggak mau suamiku itu pasti akan menangkap basah rambut istrinya yang super aneh ini. Aduhhh.... panik 100%.

Hari keberangkatan tiba. Aku masih bisa menutupi rambutku dnegan mengikatnya ke belakang (aku memang belum berjilbab kala itu. Wah, jika sudah berjilbab, aku bisa menggunakan memakai trik jilbab 24 jam). Kami naik Kereta Api BIMA. Suamiku, agar bisa lebih privacy ngobrolnya, memesan tiket untuk KUSET.
Apa itu KUSET?
Yaitu bangku yang berbentuk tempat tidur. Jadi, ada sebuah gerbong dimana isinya itu adalah kamar-kamar saja. Dalam satu kamar, ada 4 buah tempat tidur yang menempel di dalamnya. Letaknya 2 di bawah, dan 2 di atas. Yang atas itu dah pasti gak enak dong. Karena jaraknya dengan langit-langit hanya sebesar 1/2 meter saja. Itu sebabnya suamiku langsung memesan tiket 1 kamar untuk 2 tempat tidur di bagian bawah. Kami pikir, siapa sih orang tolol yang mau memesan tempat tidur di atas jika di bawahnya ada pasangan pengantin baru? hahahaha
Tapiiii...
Ternyata ada yang memesan.
Ish.
Menyebalkan banget tuh orang. Akhirnya tuh orang sepanjang perjalanan tidur saja kerjanya. Mau gimana lagi. Daerah bawah sudah kami kuasai dengan baik soalnya.

ini penampakan lorong gerbong kuset kereta api Bima jurusan Jakarta- Solo (gambar diambil dari sini


Ini dia tampak dalam tiket KUSET yang kami pesan. (gambar diambil dari sini)

Setibanya di SOLO, suamiku langsung mengajak ke rumah saudaranya. Kami menginap disana. Lalu dari sana, kami naik Becak yang dikemudikan oleh tukang becak langganan keluarga besar suamiku, namanya Becak Pak Min. Asyik sekali naik becak keliling Solo. Ituuu.. luar biasaaaaa.
Duduk berhimpitan, lalu ketika jalanan tidak rata maka.. ups... kulit kami saling bersentuhan.
Ah. Bulan madu yang romantis.
Hanya ada satu pertanyaan yang mengganggu yang meresahkan yang keluar dari mulut suamiku kala itu:
"Itu.. rambut kamu diapain sih?"
Huff.

Hari kedua, suamiku mengajakku untuk jalan-jalan ke Yogyakarta. Suamiku bilang, perjalanan ke Yogyakarta itu bisa ditempuh dengan bis antar kota saja. Jadilah kami pergi pagi dan rencananya pulang malam hari. Tidak menginal di Yogyakarta.
Kami naik sebuah bis dimana supir bisnya sepertinya hanya punya satu buah kaset saja di dalam kotak benda-benda yang wajib ada untuk memberi hiburan pada penumpang karena sudah terlanjur memasang pengumuman "DISINI MUSIK JALAN TERUS".
Sayangnya, lagu yang dipilihnya adalah album dari  Ratih Purwasih (dia adiknya artis Endang Estorina yang sedang naik daun ketika itu) yang menyanyikan lagu-lagunya Obie Mesakh "ANTARA BENCI DAN RINDU (yang hujan turun lagi)".
Sejak pertama kali aku duduk di bis itu, lagu itu sudah diputar. Muter saja bolak balik side A dan side B. Diulang-ulang terus hingga di dalam mimpi ketika aku jatuh tertidur di dalam bis, mimpiku diiringi oleh lagunya Ratih Purwasih itu.

kurang lebih mungkin ini kaset yang dimiliki si supir (gambar diambil dari sini) . Tau gak lagunya gimana?


Yang, hujan turun lagi
Di bawah payung hitam ku berlindung
Yang, ingatkah kau padaku
Di jalan ini dulu kita berdua


Basah rambut ini
Basah tubuh ini
Kau hapus dengan sapu tanganmu


Yang, rindukah kau padaku
Tak inginkah kau duduk di sampingku
Kita bercerita tentang langit biru
Di sana harapan dan impian


Benci, benci, benci tapi rindu jua
Memandang wajah dan senyummu sayang
Rindu, rindu, rindu tapi benci jua
Bila ingat kau sakiti hatiku
Antara benci dan rindu disini
Membuat mataku menangis
(dan seterusnya. Kalau penasaran silahkan dengar lagu lengkapnya disini)

Akhirnya kami tiba  di Yogyakarta. Kami langsung mengunjungi keraton dan juga menyusuri Malioboro. Tapi, gak belanja banyak sih. Paling beli beberapa oleh-oleh di Mirota karena ingat malam harus balik lagi ke Solo naik bis terakhir. Gak enak kalau nenteng banyak belanjaan.
Dan tebak kaset apa yang diputar oleh supir bis malam kali ini?
Astaga....
Album Ratih Purwasih dengan lagunya Antara Benci Tapi RIndu lagi (yang hujan turun lagi), jendral!!
ARGGHHH.
Pulang Pergi lagu Benci tapi Rindu sukses mengiringi perjalananku SOLO-YOGYA-SOLO.
ERRRRR.

Hari ke empat, kami sudah di SOLO lagi. Dan rencananya mau mengunjungi banyak tempat di Solo. Mulai dari keraton, tempat makan, pasar klewer, alun-alun. Semua lengkap dengan acara foto-foto. Dan semua hasil fotonya pas dicetak (dulu belum ada kamera digital), hasilnya bikin sebal. Rambut megarku itu mendominasi wajahku yang mungil. Very Bad Hair.

Dan akhirnya, kami pulang ke Jakarta setelah puas berbulan madu di kota Solo.
Perjalanan yang tak terlupakan (Juga lagu pengiring yang tak terlupakan).
Maaf tidak bisa menyertakan foto-fotoku yang banyak banget itu karena waktu itu aku belum mengenakan jilbab.
Satu pesanku: jika berencana ingin ke salon untuk mengeriting rambut, jangan pernah ketiduran!

---------------\tulisan ini diikut sertakan dalam give away A Place To Remember.------------------


26 komentar:

  1. Wkwkwk.. Ini cerita lucu amir soal rambut kribo. Eh tp tdr d perjalanan itu bikin alu inget bulan madu ke toraja deh, ngga ngapa2in itu loh point utamanya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benerrrr.... sampai sekarang aku bingung, ngapain ya orang-orang pada melakukan perjalanan bulan madu.. karna pada akhirya, enakan di rumah, cuti seminggu penuh kalau emang mau bulan madu buat pasangan pengantain baru mah... hahahahaha

      Hapus
  2. hahahaha....ngakak abeeezzz... ngakak sama kriting megar dan Ratih Purwasihnya. Umur berapa sih Mak Adeh?? *siap2 dilempar kaset Obbie Messakh

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu nikah sih usiaku masih 23 tahun.. hehehehe... sekarang mah udah .... 25 tahun.

      Hapus
  3. hahaahhaaaa keren keren ceritanyaaa hahahaa

    BalasHapus
  4. xixixixiii....aku lbh muda saat berbulan madu dulu mba, tp skg sih aku aja baru 21 kok :)))

    BalasHapus
  5. hahahahaa....asli ngakak baca cerita bulan madu nya , Mbak Ade
    kebayang itu lagu "Yang hujan turun lagi " nya sampai hafal yaaa.... ??? :D :D

    Semoga sukses di GA nya Noe ini ya Mbak ...

    salam

    BalasHapus
  6. Penampakan keretanya mirip yang di film Hercule Poirot ya mbak... Yang tentang kasus pembunuhan di kereta itu, tapi mungkin sedikit lebih klasik lagi. Bulan madunya benar-benar tak terlupakan ya mbak Ade Indahhhhh ^^.. moga terus bahagia bersama anak-anak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya betul banget sis , teliti sekali :D

      Hapus
  7. cie cie.....
    romantismenya.....
    :)

    BalasHapus
  8. Hahaha... *ga henti-henti ngakak :))

    BalasHapus
  9. Ga henti-henti ngakak :))

    BalasHapus
  10. Wah iringannya bukan gamelan, tapi BENCI TAPI RINDU-nya obbie mesakh yang dinyanyikan Ratih Purwasih.

    Salam kenal bu Anita..

    BalasHapus
  11. Hihihihihi, gak berani pasang foto ya, Mak.
    Pasti imut bgttt rambutnya. Hahahha
    Serius, lucuuu kisah ini. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkkwkwkwk , semoga ane bisa nyusul mak :D

      Hapus
  12. aku belum pernah naik kereta api kaya gini mbak. btw 94 aku masih SMA :)

    BalasHapus
  13. aku kok baru baca ini..lucuuu hehehehe

    BalasHapus
  14. Wakakaka aku baru baca dan ngakak mak....

    Bagaimana dg rambut setengah meterku cobaa???

    BalasHapus
  15. Eh tp tdr d perjalanan itu bikin alu inget bulan madu ke toraja deh, ngga ngapa2in itu loh point utamanya haha

    BalasHapus
  16. wkwkkk lucu. benar benar orang itu pasti mukanya mupeng satu kamar dengan pasangan yang baru saja menikah. daripada salah tingkah mungkin lebih baik dia tidur terus. hahaha

    BalasHapus
  17. Hihihi.. lucu banged mba ceritanya. :D

    BalasHapus
  18. kwkwkwkwk.. ikut terharu bacanya XD

    BalasHapus
  19. hahahahaha bnr2 penasaran jdnya mba itu rambut sperti apa ;p... btw, solo itu slalu bikin kangen kalo aku..mklum aja, kampungnya suami.. jd kita 2 thn sekali pasti mudik ksana :D.. Kulinernya mba yg nagihin...bnyk bgtt, dan enak2 pula :D

    BalasHapus
  20. Wkwkwkw
    Mba Ade, kocak banget ceritanya
    Tapi seru ya
    Pas bagian rambut jadi kribo karena ketiduran itu lho
    hahaha

    BalasHapus
  21. Tahun 90-an kan masa-masanya rambut kriting, kan, ya? Buka album foto rambutnya ibuku sama tante-tanteku keretengggg... Haihhh...

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...