Langsung ke konten utama

Crash and crash... better left you then. Sorryyyy

Gak ngerti sebenernya, ada apa dengan google chrome. Selalu saja pas lagi asyik-asyiknya selancar tiba-tiba muncul wajah (icon) sedih dan sakit lalu muncul window peringatan bahwa:

"maaf, chrome anda menerima memory yang terlalu berat, kami terpaksa harus menutupnya" lalu dalam hitungan detik layar notebookku langsung menghitam.

BLEP.

Dan lalu semua browserku tertutup dan selanjutnya , notebook me-restart diri sendiri.
waaaaa.... doi crash!
gambar diambil dari sini

baca selengkapnya




Chrome sekarang suka crash, gak tahu kenapa. Awalnya sih keluhan teman-teman yang sering aku dengar tentang kelemahan Chrome. Yang Chrome itu suka crash-lah, yang chrome suka gagal ngasih tautan ke link yang diinginkan-lah, tapi berhubung kebutuhanku masih sederhana-sederhana aja, aku tidak mengalami apa yang mereka alami.

gambar diambil dari sini


Kebutuhanku ketika menggunakan Chrome masih sederhana-sederhana saja. Cuma buka facebook, periksa email yahoo dan gmail, juga cek twitter dan meng-up date blogku yang ini. Tapi, seiring dengan perkembangan pertemananku, teman-teman mengajarkan aku macam-macam. Mereka memperkenalkan aku pada cara-cara bagaimana memperkaya fitur blog (hehehe, jujur deh, dulu blog ini tuh amat sangat sederhana... alasannya satu: aku gaptek jadi gak ngerti gimana cara memperkaya penampilan dan kemampuan blog, Jadi cuma bisa nulis lalu di update. Sudah.) Lalu, aku juga mulai diberikan link-link untuk ke banyak tempat selain ke tempat-tempat yang sudah aku sebutkan di atas. Aku mulai berkenalan dengan Blogwalking; lalu mencoba main game online, dan terakhir baca komik online. Hasilnya? Google mulai sering ngadat. Mcam-macam ngadatnya. Dari mulai tiba-tiba ketutup sendiri windowku, huruf pas ngetik yang suka loncat-loncat hingga tiba-tiba notebookku me-restart dirinya sendiri.


Nah, yang amat mengesalkan itu jika aku sedang menulis sesuatu dan itu sudah cukup panjang kalimatnya dan tiba-tiba crash terjadi dan semua hilang dan harus ulang dari awal lagi. huhuhuhu.. mau marah rasanya. Kesal sekali.

Meski begitu, aku terus bertahan dengan Chrome. Aku kurang suka dengan I.E alias Internet Explorer karena dia: ... lambaaattt!

Dan aku merasa kurang familiar dengan Fire Fox karena,.... kurang mendukung kegaptekanku. Hehehe.... aku suka browser yang sederhana tapi komplit bisa macam-macam sebenarnya.

Yang bisa aku atur sesukaku tapi dia tetap jadi diriya sendiri: si serba bisa yang memberikan kemudahan dan memanjakan (* hehehehe, tenanggg... kita masih ngomongin browser kok, bukan yang lain).

Pagi ini, tanpa sengaja aku baca status facebook temanku (hasanudin husain syafaat) yang mengatakan bahwa dia sekarang pake Maxton. Hasan ini teman dunia mayaku, dia yang  mengelola website Myquran.net (atau myquran.org).  Aku langsung saja nyari Maxton dan ketemu. Lalu langsung pasang.

gambar diambil dari sini


Nah.. so far, Maxton lumayan sepertinya. Aku lancar ngetiknya dan gak lari-lari dan jam pasir (penanda jika loading lemot) juga belum muncul sampai detik ini.

Pada dasarnya, ada 48 pilihan menu kotak browser yang disediakan oleh Maxton. Jadi, jika di Fire Fox cuma disediakan 9 menu kotak browser sedangkan di Google Chrome diberikan 8 menu kotak browser, maka di Maxton diberikan 48. Wah. Banyak ya. Aku sih sampai dengan hari ini baru memakai 10 menu kotak browser saja (hehehe).

Kelebihan Maxton dibanding Fire Fox an Google Chrome yang lain adalah: ada menu browser otomatis yang sudah diberikan oleh Maxton ketika kita mendownload browser mereka. Jadi, bundling bawaan mereka adalah: facebook, Maxton community, amazon, bing search, yahoo, google search, ebay, AOL, youtube, twitter, brothersoft, flickr, hulu, CNN, BBC news, tumbler, wordpress, msn, c/net, craiglist, softpedia. Selebihnya adalah kotak-kotak kosong yang bisa kita isi sendiri cukup dengan meletakkan cursor di icon plus yang ada di tengah-tengah kotak kosong hingga muncul tulisan: add website. Cukup praktis kan? Aku memasukkan nama-nama blogku di kotak kosong yang baru dan meletakkan mereka di halaman pertama pilihan kotak browser. Lalu, kotak-kotk browser yang lain, aku masukin nama-nama surat kabar online yang sering aku mampir. Juga blog-blog teman yang sering aku baca isinya karena isinya ya.. emang menarik untuk diikuti. Juga...ahahaha... website jualan buat cuci mata tentunya.
gambar dari notebookku sendiri


Meski demikian, tetap di paling atas kotak menu browser tersebut diberikan sebuah banner kecil yang permanen untuk tempat Google search engine bersemayam. Hehehe. Dia sticky di atas jadi kita bisa buka mesin pencarian google kapan saja.

Dan jika ingin membuka window baru, kita tinggal klik new tab.

Kelebihan lain yang juga aku suka dari Maxton itu adalah: jika kita berada di satu tempat lalu ingin membuka link yang ada di tempat tersebut, maka dia otomatis akan terbuka di tab baru. Jadi, website yang kita singgahin tidak langsung berganti menjadi website baru. Aku sih suka cara ini, karena dengan begitu aku tidak kehilangan jejak dari website pertama yang aku singgahi. Terutama ini berguna kalau lagi melakukan blogwalking atau lagi asyik baca facebook terus ada teman yang ngasih link agar kita mampir ke website dia, nah, kita tidak kehilangan window facebook kita tapi sekaligus bisa melihat link website baru.


gambar diambil dari sini


Kelemahan dari Maxton itu cuma satu menurutku: dia tidak punya fasilitas untuk menyimpan jejak email kita. Jadi, kalau misalnya mau masuk ke email yahoo, maka kita harus ngetik email kita di kolom isian : ID yahoo.
Hmm, sebelumnya, di google chrome dan Fire Fox, aku tinggal nulis huruf "a" lalu muncullah pop up di bawahnya pilihan semua email yang berawalan dengan huruf "a" (maklum, ada beberapa orang yang memakai notebook di rumahku dan masing-masing punya nama email yang berbeda). Hal yang sama terjadi juga di akun facebook. Mazton gak kenal akun sebelumnya jadi kita harus nulis nama akunnya lengkap, gak bisa cuma nulis satu huruf lalu klik pilihan yang mau kita gunakan.





Jadi, aku sih rekomendasi banget buat siapa saja untuk beralih ke broser Maxton. Dan google, karena kita sering tidak seiring sejalan dalam kerjasama ini, kamu juga sensitif dan sering bertindak sesuka hatimu dan aku tidak pernah bisa memahami apa maumu, maka, maafkan aku karena sudah berpaling hati. Sorrryyyyy.
-------------------
Penulis: Ade Anita

Komentar

  1. firefox juga bagus kok banyak addon nya juga :p

    BalasHapus
  2. gak suka aku ama tampilannya fire fox... mending pake chrome, tapi maxton juga enak ternyata

    BalasHapus
  3. salam kenal Jeng Ade.. terimakasih sdh mampir ke 'rmh' sederhanaku kemarin, hehe... aku juga sama gapteknya.. selama ini ya makenya chrome ataupun firefox...

    BalasHapus
  4. hai Mechta, salam kenal juga. Aku ketagihan ke rumah sederhananya. bikin betah. waa... asyik, aku senang dapat teman sesama gaptek. makasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…