Langsung ke konten utama

BIbit Kebaikan


 Tulisan ini pernah ditayangkan di Kafemuslimah.com, rubrik: Oase Ilmu - Sunday, 18 July 2004

 Nabi Musa 'alaihis salam bermunajat kepada Allah, seraya berkata: "Ya Allah, sungguh Engkau telah menitahkan makhluk dengan curahan nikmat dan rahmat. Tapi, kelak makhluk bernama manusia Engkau masukkan ke dalam neraka. Mengapa demikian?

Allah segera menurunkan jawaban kepada Musa: “Hai Musa, berdiri dan bangkitlah. Tanamlah tanaman, dan peliharalah dengan baik tanamanmu hingga tiba waktu memetik hasil. Setelah engkau memetik hasil, terus engkau apakan hasil itu?"

Jawab Musa: "Ya Allah, lebih dahulu aku pisahkan, mana yang baik dan mana yang kosong tak berisi. Yang baik aku simpan dan yang kosong aku buang."

Allah kemudian menegaskan: "Ya Musa, sungguh yang Aku masukkan neraka adalah orang-orang yang sama sekali tidak memiliki kebaikan."

Musa kembali bertanya: "Ya Allah, siapakah orang-orang yang sama sekali tidak memiliki kebaikan itu?"  Jawab Allah: "Mereka adalah orang-orang yang merasa berat mengucapkan kalimah: "La Ilaha Illallah, Muhammad rasulullah" Demikian Imam Zahid menceritakan sebuah kisah bersumber dari ayahnya.

---sekian---ditulis kembali oleh Ade Anita, dikutip dari buku: "Muslimah dan Bidadari", Kh A. Mudjab Mahali, penerbit: Mitra Pustaka.

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…