3 Perempuan Biasa yang Luar Biasa di Drama-Drama Netflix

Pernah tidak ketika bertemu orang lain, mereka mengambil kesimpulan sendiri atas diri kita menurut persepsi mereka?

Seperti ini nih (pengalaman pribadiku nih hehe) :

"De,... kamu orangnya kalem banget ya?"

"De,... elo nggak bisa diem ya ternyata, energik banget."

"De,... elo cerewet ya, banyak maunya."

"Buset dah, elo orangnya galak bin tegas ya ternyata. Serius mulu ih."

"Tolong, bisa nggak serius barang sekejep? Dari tadi bercanda mulu ya."

Dan seterusnya. Terkadang, eh, sering malah, persepsi orang-orang tersebut satu sama lain saling bertentangan. Ada yang memberi kesan aku pendiam, kalem, tapi orang lain ada yang menduga aku ramai, cerewet, nggak bisa diam. Ada yang menganggap aku orangnya streak to the point alias nggak suka muter-muter, tapi ada yang menganggap aku justru kurang terus terang, jadi mereka harus meraba-raba mauku apa sebenarnya.

Dari semua pendapat yang diberikan, yang mana diri kita sesungguhnya? Bisa jadi, semua persepsi orang yang diberikan pada kita itu, meski tampak berbeda-beda tapi itulah gambaran diri kita yang sesungguhnya. Bisa jadi, karakter berbeda yang orang lihat tersebut karena kita bertemu mereka dalam kondisi yang berbeda-beda. 

Sikap seseorang itu merupakan sebuah reaksi dari aksi dan situasi tertentu.

Ketika bertemu denganku misalnya, seseorang hanya melihat sisi diriku yang sedang kalem, tenang, sehingga orang tersebut menganggap aku orang yang kalem, pendiam, tenang. Tapi ada orang lain yang ketika bertemu denganku menemui sisi diriku yang sedang banyak celotehnya, banyak geraknya, tidak suka duduk tenang. Akhirnya, dia pun mencap bahwa aku orang yang cerewet, banyak maunya, banyak geraknya. Dan setelah beberapa kali bertemu atau terbiasa mendapatkan perlakuan seperti yang ada di persepsi mereka maka orang mencap bahwa demikianlah adanya kita. Dan tanpa sadar, orang lain tersebut mulai membuat dugaan dimana batasan kita.

"De, kamu kan orangnya pendiam, udah, nanti pas ke rumah Fulan, biar kakak aja yang ngomong ke Fulan. Ade nemenin kakak saja."

atau

"De, kamu kan orangnya cerewet, nggak bisa diam, nanti pas ke rumah Fulanah, Ade nunggu di luar saja ya, nemenin anak-anak biar nggak bosan di teras."

atau

"Aku nggak mau ah ditemani sama Tante Ade. Karena Tante Ade orangnya serius banget. Aku takut nanti malah dimarahin ah."

atau

"Pokoknya elo kudu ikut ya De, sepi ah kalau elo nggak ikut. Nggak ada yang ngehibur di jalan."

Begitu seterusnya. Sehingga muncul sebuah pertanyaan: 

"Sebenarnya kita bisa nggak sih melakukan sesuatu yang melampaui kemampuan diri kita sendiri dalam bereaksi terhadap sesuatu? Melakukan sesuatu yang membuat orang lain sulit percaya bahwa ternyata kita mampu melakukannya?" 

 Jawabannya: Tentu saja bisa. 

Bisa banget malah. Karena pada dasarnya semua orang, semua orang punya kemampuan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan dirinya melebihi apa yang dia kira dia miliki saat ini. 

Hanya saja, tentu saja untuk bisa mencapai itu, dibutuhkan niat, kemauan, situasi yang mendukung, dan kondisi yang memungkinkan. Perpaduan semua unsur ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa yang bisa kita kerjakan, dimana mungkin jika dalam keadaan normal mungkin hal ini tidak akan pernah muncul.

Nah, di Channel Film dan Drama Netflix aku lihat ada nih drama serial yang menampilkan karakter perempuan biasa yang menjadi terlihat luar biasa. Siapa saja mereka?

3 Perempuan biasa yang luar biasa di drama-drama Netflix

1. My Name

Drama korea yang diputar mulai tanggal 15 Oktober 2021di channel Netflix. Merupakan produk original dari Netflix sendiri, bekerja sama dengan Studio Santa Claus Entertainment. Mengusung genre kriminal, thriller, laga, petualangan. Drama serial ini diperuntukkan untuk mereka yang berusia 18+ karena di dalam serial ini mengandung kekerasan, seks, kata-kata kasar, narkoba, alkohol, merokok.

Pemain : Han So Hee, Park Hee Soon, Ahn Bo Hyun, Kim Sang Ho, Lee Hak Ju, Jang Yull.

Kreator : Kim Va Da, Kim Jin Min.

Sinopsis : Di depan matanya (lebih tepatnya lewat lubang intip yang ada di pintu di depannya), Yoon Ji Wo (diperankan oleh Han So Hee) melihat ayahnya ditembak dua kali hingga tewas. Padahal, hubungan Yoon Ji Wo dan ayahnya lumayan dekat. Tentu saja hal ini membuat Ji Wo ingin balas dendam. Dia lalu mendatangi sahabat ayahnya yang merupakan bos kriminal dan percaya bahwa bos kriminal tersebut bisa memberi petunjuk siapa pembunuh ayahnya. Dan bos kriminal ini, mengatakan bahwa pembunuhnya adalah seorang polisi sehingga Ji Wo harus menyamar menjadi seorang polisi jika ingin balas dendam.

Ceritanya sederhana. Tapi, yang terasa luar biasa adalah perubahan yang dialami oleh Yoon Ji Wo. Dari seorang gadis SMA yang tidak berdaya ketika dibully di sekolahnya, Ji Wo bermetamorfosis menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. 

Dari seorang gadis kecil biasa yang cuma bisa lari dan menangis di pojok kamar ketika tidak bisa mendapatkan yang dia inginkan, Ji Wo berubah menjadi gadis tangguh yang jago berkelahi, pintar menembak, dan seorang polisi berprestasi.

Mungkin, jika saja tidak pernah ada peristiwa tragis yang menimpanya, selamanya Ji Wo akan jadi gadis biasa yang tidak istimewa. Mungkin Ji Wo akan jadi korban pemerkosaan yang putus asa tidak bisa melawan. Tapi, Ji Wo ternyata bisa mengorek kemampuan terpendamnya hingga dia bisa melawan dan semua orang tidak bisa lagi menanggap remeh dirinya.



 

 2. Inspector Koo

Sebuah serial drama yang tayang mulai tanggal 30 Oktober 2021. Drama ini diperuntukkan untuk yang berusia 18+, karena dalam pemutarannya terdapat visual seputar Narkoba, alkohol, adegan kekerasan seksual, adegan bunuh diri. Mengusung genre Kriminal, thriller, komedi.

Kreator : Lee Jung Hum, Seong Choy
Pemeran : Lee Young Ae, Kim Hye Jun, Kim He Sook, Kwak Sun Young, Baek Sung Chul, Cho Hyun Chul, Lee Hong Nae

Sinopsis : Ada tiga karakter perempuan yang menonjol dalam serial drama ini. Yang pertama adalah Na Je Hui. Dia seorang agen asuransi yang bertugas untuk melakukan investigasi pada sebuah klaim asuransi, sebelum klaim itu bisa dicairkan. Na Je Hui, nyaris dikeluarkan dari kantornya karena begitu banyak klaim yang akhirnya terpaksa harus dicairkan karena tidak ditemukan sesuatu yang janggal.

Ya. Klaim asuransi itu, jika nasabah asuransinya meninggal dunia, memang harusnya bisa diklaim oleh ahli waris. Biasanya, jumlahnya berkali lipat karena dianggap sudah akumulasi keuntungan yang menahun. Masalahnya, jika dalam kurun waktu terlalu banyak orang meninggal dunia dan semua klaim asuransinya ditagih oleh ahli waris, perusahaan Asuransi bisa kehabisa uang juga kan. Nah, itu sebabnya ada divisi investigasi di perusahan asuransi untuk menyelidiki nasabahnya benaran meningal atau tidak, lalu ahli warisnya tuh beneran ahli waris atau abal-abal; dan ketentuan lain yang bisa dikulik gimana caranya biar uang asuransi nggak bisa diklaim. Hehehe.

Setelah memohon agar tidak dipecat, Na Je Hui ditugaskan di divisi investigas yang sulit yaitu klaim meninggal karena pembunuhan. Disinilah Na Je Hui meminta bantuan dari sahabatnya sejak SMA dulu, yaitu Koo Kyung Yi.

Koo Kyung Yi ini, polisi cerdas sebenarnya. Tapi sejak kematian suaminya dia jadi tenggelam menjadi pribadi yang anti sosial. Kerjanya hanya main game dan mabuk saja. Akhirnya, semua kecerdasannya  tidak pernah terpakai. Dia jadi sosok manusia tidak berguna. Tapi, karena pekerjaan sebagai detektif sudah menjadi passion-nya, maka dia pun kembali merasakan gairah dalam hidupnya. Gairah ini yang membuat kecerdasannya muncul lagi.

Lawan inspektor Koo adalah Song Yi Kyung. seorang perempuan muda yang cerdas, ceria tapi punya nafsu membunuh yang kejam. Jadi, jika sedang bad mood, dia pinginnya tuh bunuh orang aja. Bunuhnya juga random, yang penting bisa bunuh orang. Jadi membunuh adalah passionnya.

Ketiga karakter perempuan ini mungkin akan terlihat biasa saja jika dilihat sekilas. Tapi mereka menjadi luar biasa karena ternyata punya ambisi tersendiri masing-masing. Ide melahirkan niat, niat diwujudkan dalam rencana, rencana dilaksanakan menjadi sebuah tindakan. Yang berencana baik  berusaha untuk baik sebaik-baiknya, yang berencana jahat berusaha untuk jahat sejahat-jahatnya. 

Pelajaran yang aku petik dari drama ini, 
"Jangan abaikan sebuah ide. Karena dengan sebuah ketekunan, ide bisa diwujudkan jadi sesuatu yang luar biasa bahkan mungkin tak pernah terpikirkan oleh kita bahwa akan terjadi seperti itu sebelumnya."

 



 

 3. Overprotected KAHOKO

Serial drama dari Jepang, yang mulai tayang tahun 2017, mengusung genre romantis, drama. Direkomendasikan untuk yang berusia 13 tahun ke atas.

Pemeran Mitsuki Takahata, Hitomi Kuroki, Ryoma Takeuchi, Jiro Sato, Hiroko Nakajima, Masayo Umezawa, Mari Hamada, Atom Shukugawa, Mari Nishio, Sayu Kubota, Yoshiko Mita, Tokuma Nishioka, Sei HIraizumi, Saburo Tokito.

Sinopsis: Kahoko Nemoto (diperankan oleh Mitsuki Takahata) adalah seorang gadis yang sebenarnya tidak bisa disebut gadis kecil. Usianya sudah 25 tahun, sudah lulus dari kuliah dan sedang mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai tempat. Masalahnya adalah, Kahoko adalah anak yang amat dijaga oleh ibunya. Alias anak mama banget. Kebetulan, ibunya Kahoko, yaitu Izumi, adalah perempuan ibu rumah tangga yang cerdas, tangguh, apik, disiplin, rapi, teratur. Nyaris sempurna. Semua pekerjaan rumah tangga diambil alih oleh Izumi dan Kahoko tidak dibiarkannya hidup susah. Akibatnya, meski sudah berusia 25 tahun tapi Kahoko tetap seperti seorang gadis kecil. Dia tidak tahu apa-apa karena memang tidak pernah diberi kesempatan untuk memunculkan potensi dirinya sendiri. Kahoko juga seorang gadis yang amat patuh pada ibunya, sehingga nyaris tidak pernah mengembangkan kemampuan untuk berinisiatif, dalam berbagai hal. Hidupnya yang lurus tanpa masalah, tidak pernah susah, menjadikan Kahoko jadi gadis yang tidak tahu bagaimana cara menghadapi dunia di luar rumahnya. 
Dan lingkungannya pun terlihat selalu positif sehingga dia tidak pernah terlatih ketika menghadapi sesuatu yang bersifat aura negatif. Dan disinilah cerita drama ini berpusat. Bagaimana seorang Kahoko yang diremehkan orang lain karena dianggap tidak bisa apa-apa, tidak tahu apa-apa, dan bukan siapa-siapa, bisa menghasilkan sebuah ide atau mampu mengerjakan sesuatu yang luar biasa. Tapi, nyatanya Kahoko mampu mengembangkan itu semua.

Semua karena suatu hari, tanpa sengaja Kahoko bertemu dengan konflik yang membuatnya harus berada jauh dari wilayah "comfort zone" nya selama ini. Dan ternyata, berada di luar wilayah "comfort zone" ini membuat Kahoko menemukan sisi luar biasa dari dirinya yang selama ini tidak pernah muncul.

Pelajaran yang aku dapat dari drama serial ini adalah, jangan terlalu lama berada di zona aman. Sesekali, eksplore dunia di luar zona aman sehingga kita tahu dan belajar bagaimana menghadapi dunia yang sebenarnya. 



 

Nah, itulah tadi 3 serial drama yang jalan ceritanya tentang perempuan biasa yang bertransformasi menjadi sosok yang luar biasa. Perempuan biasa yang bisa melampaui ekspektasi atau prediksi orang-orang atas batas kesanggupan yang dimilikinya. Sosok biasa yang berubah jadi sosok tak terduga.

dibuat dengan canva, foto dari internet

Kalian sudah menonton yang mana dari ketiga serial drama yang tayang di channel Netflix ini? Hayo, jangan bilang bahwa kalian jarang menonton Netflix karena tidak punya kartu kredit buat bayar biaya berlangganannya ya. Karena sekarang Netflix bisa dibayar dengan cara potong pulsa. Kabar gembira banget nih buat kalian yang menggunakan Telkomsel dan IndiHome karena sekarang bahkan ada paket bundling kuota data dan langganan Netflix.

Varian paket bundling kuota data dan langganan Netflix untuk 1 bulan, harganya mulai dari Rp62.000 dengan menggunakan pulsa. Kabar baik berikutnya, ada tambahan kuota data MaxStream sebesar 6GB selama berlanggan dan kuota data MaxStream hingga 20GB untuk langganan di bulan pertama plus resolusi tayangan hingga kualitas Ultra High Definition (4K) loh. Semua bisa dinikmati secara bersamaan hingga di empat perangkat berbeda seperti TV, laptop, smartphone, dan tablet. Mantap kan?

Berikutnya, agar lebih tenang lagi, para pelanggan IndiHome dapat menikmati layanan IndiHome-Netflix dengan biaya langganan tergabung dalam satu tagihan bulanan. Dalam hal ini, IndiHome mengusung campaign "Streaming Nyaman Tagihan Aman"; jadi yang mau dapat hiburan dari Netflix bisa, mau berselancar untuk bersekolah atau bekerja juga bisa, atau mau melakukan kegiatan yang menggunakan internet lainnya juga bisa. 

Dengan begitu, pelanggan Telkomsel dan IndiHome akan bisa menikmati situasi nonton puas tanpa batas, dengan WiFi cepat. Layar monitor baik yang berukuran kecil (gadget) maupun yang berukuran besar (TV) benar-benar termanfaatkan sebagai "Windows Entertainment" buat ayah, ibu, kakak, adik, dan orang-orang tersayang di rumah. 

Nonton puas tanpa batas dengan IndiHome di rumah


JNE Raih Penghargaan Muzakki Istimewa Award 2022 dari Baznas Indonesia

Kemarin, bersama adik dan kakakku di grup whatsapp kami, kami sempat berdiskusi tentang siapa itu Muzakki. Mungkin, bagi orang lain ini topik yang basi. Tapi, bagi kami, topik ini tidak pernah basi. Ilmu agama memang demikian, terus diulang dan dikaji agar pengetahuan tentangnya terinternalisasi dengan baik dalam diri setiap Mukmin dengan begitu akan mudah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah. Itu sebabnya tidak ada ilmu pengetahuan dan informasi yang bisa disebut "sudah basi". 

Muzakki dan Mustahik

Muzakki adalah orang yang memberikan zakatnya. Yaitu mereka yang dikenai kewajiban membayar zakat. Lebih spesifiknya seperti yang diuraikan dalam Al Quran surat At Taubah (9) ayat 103, yang artinya:

"Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Siapa saja mereka yang masuk golongan bisa disebut sebagai muzakki? Yaitu:

- Kelompok pertama, para Muslim yang masih hidup setelah terbenamnya matahari akhir Ramadan. Jika meninggal usai matahari terbenam, dia tetap terkena kewajiban zakat fitrah. Hal ini berbeda dengan anak yang lahir setelah terbenam matahari, dia tidak diwajibkan zakat.

- Kemudian, kelompok yang memiliki kesanggupan dan kemudahan. Juga mereka yang memiliki makanan melebihi kebutuhannya untuk Hari Raya.

- Berikutnya, seseorang wajib membayar zakat fitrah baik dirinya maupun orang yang menjadi tanggungannya. Ini meliputi istri, anak, saudara. Seseorang wajib menanggung zakat dirinya dan orang yang wajib dinafkahi. Seseorang tidak wajib membayarkan zakat fitrah budak, kerabat, dan istrinya yang kebetulan beragama di luar Islam sekalipun mereka wajib dinafkahi.

Sedangkan Mustahik, adalah kelompok orang yang berhak untuk menerima zakat.

Ada 8 golongan mereka yang bisa disebut sebagai Mustahik sesuai seperti yang disebut di Al Quran Surat At Taubah (9) ayat 60, yang artinya:

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

 Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

Fakir - Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
Miskin - Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
Amil - Mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Mu'allaf - Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
Hamba sahaya - Budak yang ingin memerdekakan dirinya.
Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah SWT dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Bulan Ramadhan, Bulan Kepedulian Sosial

Bulan Ramadhan seperti sekarang adalah bulan dimana semua ibadah insya Allah akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda. Tentu saja penawaran istimewa yang diberikan oleh Allah Subhanallahu Wata'ala ini hanya diperuntukkan bagi umat Islam di bulan Ramadhan. Itu sebabnya, sepanjang bulan Ramadhan, ada banyak sekali orang-orang yang berlomba untuk berbuat baik. Itu sebabnya bisa dibilang, bulan ramadhan adalah bulan kepedulian sosial. 

Yang kaya membantu yang miskin; yang punya kelebihan membantu yang kekurangan. Bahkan tidak hanya berbentuk harta, menebar perbuatan baik bisa juga lewat membagi ilmu, membagi informasi yang bermanfaat, membagi jasa bantuan, dan sebagainya. Semua ini bisa dilakukan baik secara individual maupun lewat lembaga penyalur zakat atau perusahaan yang berkolaborasi dengan lembaga penyalur zakat resmi. Dan salah satu lembaga penyalur zakat resmi yang merupakan milik negara adalah Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional. Lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat semakin mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dalam UU tersebut, BAZNAS dinyatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.

Dengan demikian, BAZNAS bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan: syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas.

JNE Raih Penghargaan Muzakki Istimewa Award 2022 dari Baznas Indonesia

Tanggal 7 April 2022 lalu, BAZNAS mengadakan acara BAZNAS AWARD secara hybrid di Balai Kota DKI Jakarta yang terletak di Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan ini, alhamdulillahnya, JNE dianugerahi penghargaan Muzakki Istimewa Award dari BAZNAS DKI Jakarta, dalam kategori perusahaan terkolaborasi pada tahun 2021.

Penghargaan dari BAZNAS DKI Jakarta kepada JNE kali ini merupakan penghargaan atas kerja keras dan kolaborasi CSR yang dilakukan selama ini. Selain pendistribusian zakat, kontribusi perusahaan yang diwujudkan melalui penyaluran dana CSR pun menjadi parameter bagi BAZNAS. Penghargaan ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE.

credit foto: Dari JNE

Selamat ya buat JNE.

Para Pemenang JNE Content Competition 2021

Dua bulan lalu, aku sibuk mengajukan permintaan untuk melakukan wawancara atas saudaraku yang kebetulan menjadi pelaku UMK (usaha mikro  kecil) dan UMKM (usaha mikro kecil menengah). Bidang usaha UMK adalah bidang usaha yang menurutku paling mengalami dampak terhadap Pandemi Covid 19 yang telah berlangsung selama 2 tahun (2020/2021 s.d 2021/2022). Nah, bulan lalu JNE bekerjasama dengan platform Kompasiana mengadakan lomba menulis tentang UMKM. Kalian ikut sertakah jadi peserta lomba yang bertaburan hadiah tersebut? Nah, selanjutnya sepertinya hal yang ditunggu-tunggu oleh kalian yang mengikuti ajang lomba tersebut. Apalagi jika bukan pengumuman pemenang lomba. 

Berikut ini adalah pengumuman pemenang lomba tentang UMKM yang diadakan oleh JNE dan Kompasiana.


5 Hal Yang Bikin Aku Bahagia

 [Lifestyle] Ada banyak banget nih hal-hal yang bisa membuat aku bahagia. Apalagi di jaman sekarang. Mungkin karena jaman sekarang akunya sudah bisa (insya Allah) lebih menikmati makna kehidupan ya. Jadi ada banyak banget hal-hal yang otomatis aku syukuri dan itu ternyata menghadirkan rasa bahagia tersendiri.

Jaman dulu, ketika aku masih muda dulu, hal-hal yang aku hargai di jaman sekarang belum bisa aku hargai. Benar-benar masih selfish banget dakuh dulu. Jadi, aku punya standar tersendiri apa itu yang bikin aku bahagia dan ketika standard itu tidak terpenuhi maka akunya mudah uring-uringan dan mengklaim tidak bahagia. Lalu mulai cemberut, ngambek atau marah-marah. Parah memang kelakuan minusku jaman dulu itu.

Nah, sekarang aku mau nulis 5 hal yang bikin aku bahagia.

Lomba Tentang UMKM di Kompasiana Diperpanjang

 [Lifestyle] Masih segar dalam ingatan kita ketika Presiden Joko Widodo di penyelenggaraan ajang lomba balap di sirkuit Mandalika, membeli produk UMKM Lombok. Salah satu yang dibeli Presiden Jodo Widodo saat itu adalah sepasang sepatu sneaker berwarna merah dengan kain tenun Lombok sebagai salah satu bahan dasar sepatunya. Cantik.

credit foto: Twitter @AgungSu63878987

credit foto: Twitter @AgungSu63878987


UMKM Indonesia memang luar biasa. Dan UMKM adalah salah satu bidang usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia. Kenapa bisa begitu?

Literasi Yang Membawa Indonesia Maju

 [Catatan Akhir Tahun] Sebagai seorang yang mengaku menjadi penulis (selain blogger), aku paling rendah diri jika sedang berkumpul bersama dengan teman-teman seprofesi dan kami membicarakan tentang bahan bacaan. Topik pembicaraan yang paling bikin aku ingin segera melipir duduk di pojokan saja, yaitu pertanyaan, "buku apa saja yang kalian baca?

https://www.adeanita.com
kegiatan menunggu anak pulang sekolah di mall dengan cara membaca buku

Duhai. Sepertinya, orang-orang sudah terlanjur memberi cap bahwa "seorang penulis itu pasti suka membaca.". Kenyataannya di aku sih, aku kurang suka membaca buku. Kecuali buku-buku tertentu yang gaya menulisnya aku suka, barulah aku bisa terus terjaga membacanya sampai akhir (jika memungkinkan). Dulu, aku memang suka membaca. Itu sebabnya di rumah aku punya ruang perpustakaan pribadi tersendiri. Terlebih suamiku adalah seorang dosen yang berstatus sudah profesor. Koleksi bukuku dan buku suami saling melengkapi. Tapi, seiring dengan kapitalisasi yang sudah melanda dunia literasi saat ini, maka buku yang beredar itu banyak sekali di pasaran tapi dengan kualitas yang tidak semuanya sesuai dengan seleraku. Bahkan tidak sesuai dengan harapanku. Sekarang, banyak buku yang dibuat secara masif semata karena tuntutan permintaan pasar. Seperti saat ini misalnya, banyak buku yang beredar tentang fiksi dunia perselingkuhan. Tiba-tiba ada banyak sekali novel yang bertema tentang perselingkuhan. Dan ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Jadi, aku sebagai pembaca sering mendapati diriku berada dalam kondisi tidak punya banyak pilihan, dan jikapun ada maka semuanya tidak ingin aku pilih sebenarnya. Membuatku yang semula suka membaca, jadi muak sendiri karena sering kecele dengan beberapa lembar pertama sebuah buku yang ternyata isinya menurutku tidak bagus sama sekali. Apalagi semakin banyak buku yang diterbitkan secara indie dan typonya banyak sekali; belum lagi logika yang ganjil. Bikin malas beli buku kecuali jika sudah direkomendasikan oleh orang yang aku percaya. 

Mungkin, ini awalnya aku yang semula suka membaca 10 tahun terakhir ini perlahan menjadi tidak suka membaca buku.

Pertanyaan lanjutannya, "Jika tidak suka membaca buku, lalu bagaimana dirimu mengisi kepala agar muncul banyak ide untuk menulis?"

Mari Mengenal Apa itu LIterasi

 [Catatan Akhir Tahun] Beberapa tahun lalu, ketika semangat ber-literasi masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional sehingga semua sekolah wajib untuk menerapkan sebuah sistem budaya baru bernama Literasi Sekolah, aku sempat melakukan protes kepada koordinator kelas tempat anakku bersekolah.

Mengapa aku protes? Apakah karena aku enggan berpartisipasi dengan anjuran unuk mensosialisasikan semangat ber-literasi di kalangan siswa? Tidak. Yang satu ini aku dukung sepenuhnya. Yang aku protes itu adalah kebijakan sekolah yang menterjemahkan anjuran pemerintah untuk menggerakkan semangat berliterasi di sekolah dengan cara yang lebih seperti memboroskan uang para orang tua murid. Yaitu dengan mengadakan lomba antar kelas untuk membuat dan menghias pojok literasi di kelas masing-masing. Jadi, di pojok kelas bagian belakang yang memang tidak terpakai karena bangku para siswa dimajukan ke depan; dihias agar bisa jadi tempat yang nyaman untuk membaca. Dicat, diberi karpet empuk, diberi bangku dan meja mungil. Pokoknya, benar-benar ajang untuk menghabiskan uang para orang tua murid deh. Hasilnya, ya lebih mirip lomba interior ruangan pojok doang sih menurutku. Tidak ada buku yang dipajang disana. PADAHAL INI KAN UNTUK MENGHIDUPKAN LITERASI SEKOLAH? Tuh. Sebel nggak sih? 

Selesai lomba, pojok ruangan itu ya dibiarkan saja begitu. Tidak ada anak yang mau duduk membaca disana karena takut nanti ruangannya berantakan, lalu ditegur oleh guru atau kepala sekolahnya. Waduh. Salah banget kan terjemahan versi menghidupkan literasi sekolah seperti ini. Itu sebabnya aku datang ke sekolah dan protes. 

Ya. Protesku dicuekin sih akhirnya. wkwkwkwk.... tapi aku sih merasa sudah cukup lah meninggalkna riak di kolam yang tenang. Yang penting sudah menyampaikan. Jadi, sebenarnya literasi yang digaungkan pemerintah untuk dihidupkan di sekolah, rumah dan dimana saja itu sebenarnya apa sih?

Mungkin, kita awali saja tulisan ini dengan mengetahui, apa yang dimaksud dengan Literasi.