Langsung ke konten utama

BCA Mendapat Penghargaan Rekor Dunia

[Lifestyle] Darah. Semua manusia memerlukan darah untuk bisa terus hidup. Aku menyadari hal ini karena kebetulan, beberapa tahun yang lalu aku termasuk orang yang terbantukan oleh darah yang didonor oleh orang lain. Yang pertama, yaitu ketika ayahku yang sedang sakit keras memerlukan darah karena HB nya yang sudah kelewat rendah. Ayahku kurang darah stadium berat. Jadi, beliau memerlukan darah donor. Tengah malam, aku dan saudaraku pergi ke PMI untuk mencari kantong darah. Mendapatkannya susah karena harus benar-benar cocok. Membawanya pun susah karena darah itu sesuatu yang cepat sekali beku jika dibawa begitu saja. Jadi memerlukan termos es khusus yang bisa menjaga suhu agar darah tidak menggumpal. Dan ketika darah yang itu dimasukkan ke dalam tubuh ayahku tapi tubuh ayah sudah tidak bisa menerimanya lagi; kami anak-anaknya tahu bahwa hidup ayah kami sudah tidak akan lama lagi.

Lalu, beberapa tahun kemudian, aku berada di kondisi seperti ayahku. HB ku terlalu rendah sehingga memerlukan kantong darah untuk dimasukkan ke dalam tubuhku lewat tranfusi agar bisa terus hidup dan kembali sehat. Demikian begitu besar kantong darah yang diperoleh dari para pendonor darah lewat Palang Merah Indonesia.



Karenanya, jika kalian masih dikaruniai tubuh yang sehat, tidak punya riwayat penyakit yang berbahaya, tidak sedang menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan, melakukan donor darah itu amat disarankan deh. Di luar sana, ada banyak sekali orang yang memerlukan tetesan darah kalian agar bisa kembali sehat dan tersenyum ceria.

Melakukan donor darah itu, sama sekali tidak membuat darah yang beredar di dalam tubuh kalian menjadi berkurang loh. Justru sebaliknya. Karena darah kalian disumbangkan, maka tubuh akan memaknainya sebagai perintah agar organ-organ dalam tubuh bekerja lebih optimal guna menghasilkan darah baru lagi. Caranya, tentu saja dengan makan, minum, istirahat sejenak.

Tapi, jika kalian kesulitan untuk mencari kantor PMI agar bisa melakukan kegiatan donor darah, kalian bisa mendatangi kegiatan donor darah yang sering diadakan oleh lembaga swasta atau organisasi masyarakat. Atau, bisa juga datang ke kantor Cabang BCA yang ada di dekat rumah kalian. Loh? Kenapa kantor cabang BCA? Iya, karena sejak tahun 1991, sebenarnya kantor-kantor cabang BCA di seluruh Indonesia itu rutin mengadakan kegiaran donor darah  sebanyak 3 -4 kali setiap tahunnya. Sehingga pada penyelenggaraan kegiatan donor darah di Bulan November 2017 ini, BCA merayakan pelaksanaan kegiatan donor darah yang Ke - 100. 

Luar biasa kan. Tidak heran jika tahun 2017 ini, BCA dianugerahi Rekor MURI sebagai 'Bank Swasta Nasional Pertama yang menyelenggarakan Kegiatan Donor Darah ke 100."



Bertempat di Pelataran Ramayana Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rekor MURI diserahkan kepada Direktur BCA Lisnawati Suwono oleh CEO MURI Jaya Suprana yang disaksikan oleh Executive Vice President CSR Inge Setiawati di Jakarta pada hari Jumat tanggal 3 November 2017.


Aku alhamdulillah datang ke acara yang patut untuk dikenang dan dirayakan ini.  

Acara donor darah rutin yang diadakan oleh BCA ini sendiri, sebenarnya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Menurut Direktur BCA Lisnawati Suwono, Fokus Bakti BCA di bidang kesehatan adalah menyediakan layanan, akses dan sarana kesehatan kepada masyarakat yang kurang mampu. Dalam pelaksanaannya, BCA bekerja sama dengan beberapa lembaga yang memilki kompetensi dan kredibilitas di bidang kesehatan. Untuk kegiatan donor darah BCA, BCA memang sudah bekerja sama dengan PMI sejak tahun 1991, hingga sampai dengan saat ini BCA telah memfasilitasi 100 kegiatan donor dan berhasil memgumpulkan lebih dari 47 ribu kantong darah di seluruh kantor cabang BCA di Indonesia.

Ibu Lianawaty Suwono ketika memberikan sambutan

Kepala UTD PMI DKI Jakarta, Ibu Salimar Salim,  yang mewakili PMI yang menyambut gembira atas pemberian REKOR MURI untuk BCA



Tentu saja, tidak sendiri. Tapi bersama dengan teman-teman blogger yang lain.



Acaranya seru. Dan aku lihat, antusiasme masyarakat sekitar untuk melakukan donor darah juga banyak sekali. Ornag-orang yang menyisihkan waktu mereka. Sepertinya sih banyak yang izin sebentar dari kantor tempat mereka bekerja. Mereka rela untuk antri sebelum mendapat giliran untuk bisa mendonorkan darah mereka.




Sebelum mendonorkan darah, para calon pendonor akan diperiksa dahulu kondisi tubuhnya.
Kebetulan, suami dan anak lelakiku termasuk orang yang rajin jadi pendonor darah. Mereka bercerita, bahwa untuk menjadi pendonor darah itu tidak hanya bermodalkan keikhlasan untuk diambil darahnya saja. Tapi juga kesediaannya untuk diperiksa dan diungkap kondisi kesehatannya.

Hanya mereka yang lulus test kesehatan saja yang bisa jadi pendonor. Yaitu test kesehatan darah bahwa mereka tidak memiliki penyakit yang mematikan atau menular (seperti kanker, hepatitis, atau penyakit berat lainnya), tidak sedang menggunakan narkoba (jadi uji darahnya menyatakan darah mereka bebas dari narkoba), juga tidak memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan (yaitu HIV AIDS). Setelah lolos uji kondisi darah, maka calon pendonor harus melalui lagi test kondisi fisiknya saat itu. Apakah benar-benar sehat atau sebenarnya sakit tapi tidak dia rasakan. Biasanya, orang-orang yang diduga memiliki anemia atau sedang mengalami hipertensi, akan ditolak untuk menjadi pendonor.


Jadi, bagi kalian yang harus menerima transfusi darah dari orang lain, jangan khawatir bahwa darah yang kalian terima itu terkontaminasi penyakit yang aneh-aneh. Karena, perjalanan untuk bisa tertampung dalam kantong darah itu tidak mudah. Melewati seleksi bertahap-tahap sebelum dinyatakan bahwa darah tersebut aman untuk ditransfusi untuk orang lain.

antusiasme masyarakat untuk menjadi pendonor darah

antusiame masyarakat untuk menjadi pendonor, bahkan meski harus antri hingga tidak dapat bangku pun mereka rela. Luar biasa kan?

hiburan bagi masyarakat yang dipersembahkan oleh BCA di pelataran Ramayana Hotel Indonesia Kempinski. Sekaligus hari ini ada penyerahan sumbangan mobil ambulance gratis untuk PMI juga sih



Yang menarik ketika mendengar Jaya Suprana menyerahkan penghargaan REKOR MURI untuk BCA sebagai Bank Swasta Nasional pertama yang telah mengadakan kegiatan donor darah sebanyak 100 kali ini. Jaya Suprana meralat penghargaan REKOR MURI ini.

LOh? Kenapa diralat?




Iya. Karena ternyata dalam catatan REKOR MURI, hanya BCA lah di dunia ini yang menjadi satu-satunya Bank Swasta Nasional yang selama 27 tahun secara terus menerus rutin mengadakan kegiatan donor darah hingga mencapai penyelenggaraan ke 100 di dunia ini. Jadi, REKOR MURI ini, oleh Jaya Suprana diralat menjadi REKOR DUNIA.

"Mengingat banyaknya manfaat donor darah, tidak hanya bagi penerima donor darah melainkan bagi pendonor itu sendiri, kami secara rutin mengadakan dan mensosialisasikan kegiatan ini kepada keluarga besar BCA dan masyarakat di sekitar kantor cabang BCA. Kami berharap dengan sosialisasi dan jadwal rutin yang digelar, para calon pendonor lebih bersemangat untuk menyumbangkan darahnya bagi kelangsungan hidup masyarakat yang membutuhkan darah." (ucapan ibu Lianawaty dalam sambutannya di acara kemarin.

Agar lebih bersemangat, maka kemarin juga diberikan penghargaan bagi para pendonor darah yang berada di lingkungan karyawan BCA yang telah secara rutin mendonorkan darahnya selama ini.



Selain itu, BCA juga secara simbolis menyerahkan sumbangan berupa 1 unit mobil operasional yang akan digunakan untuk pengambilan darah oleh UTD PMI. "Kami berharap dukungan yang diberikan dapat memperlancar kegiatan operasional tim PMI sehingga semakin banyak darah yang dapat dikumpulkan untuk menolong masyarakat yang membutuhkan." Tutup Lianawaty di acara kemarin.

Keren ya BCA.
Keren juga PMI.
Keren juga para Pendonor darah.
Sayang.... aku termasuk orang yang selalu tertolak untuk bisa menjadi pendonor karena kesehatanku. Kalian yang masih sehat-sehat, ayo jadi pendonor darah, yuk.

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…