Langsung ke konten utama

Kanker Serviks, Apa itu?

[Lifestyle] Duh, aku ngeri jika mendengar kata kanker sebenarnya. Kenapa? Karena sekarang kok semakin banyak orang yang terkena penyakit Kanker. Padahal jaman aku kecil dulu, kanker itu dianggap sebuah lelucon yang bisa bisa ngakak karena diartikan sebagai kantong kering.

"Nggak pergi lo?"
"Kagak. Gue kena kanker nih, kantong kering." Kantong kering disini diartikan sebagai tidak punya uang.

Jaman sekarang, mana bisa bercanda model begini. Duh, naudzubillah min dzaliik deh jangan sampai terkena kanker.



Kanker itu, tidak bisa dianggap main-main memang. Jenisnya sendiri amat beragam. Dari kanker yang umum terjadi seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kanker getah bening,  hingga kanker yang tidak umum alias jarang terjadi tapi tetap ada kemungkinan untuk terjadinya. Seperti kanker lidah misalnya, atau kanker bibir, atau kanker mata. Duh, sekali lagi, naudzubillah min dzaliik.

Mengenai kanker, seluk beluknya dan bagaimana usaha untuk mencegahnya, aku menuliskannya di postinganku yang ini, langsung dalam 2 tulisan berturut-turut: yaitu Peduli Kanker 1: Keinginan Anak & Keinginan Orang tua .  Di postinganku yang ini, aku bercerita tentang penderitaan pasien kanker getah bening yang sebenarnya kasihan sekali. Ini kisah nyata. Dia yang semula jelita, akhirnya jadi kurus kering, dan kulitnya kering karena proses kemotherapy yang dia ikuti. Jadi, penampilannya seperti boneka kayu akhirnya. Meski demikian, dia tetap mengkhawatirkan anaknya. Dan penyakitnya ini juga membawa hikmah tersendiri pada temanku ini, yaitu hubungan retak antara orang tua dan anak menjadi cair kembali. Postingan berikutnya, yaitu Peduli Kanker 2: Periksa Payudara Sendiri. Postingan keduaku ini menulis tentang apa saja yang harus dilakukan untuk memeriksa payudara kita apakah ada jejak atau cikal bakal yang patut dicurigai sebagai tumor yang bisa jadi berkembang menjadi kanker payudara.

Kanker Serviks, Apa itu?


Di antara banyak kanker, ada 2 kanker yang mayoritas menimpa kaum wanita, yaitu kanker payudara dan kanker serviks.

Tentang kanker payudara, aku sudah pernah menuliskannya di postinganku yang ini: ketika usiaku 23 tahun aku akhirnya menyatakan kesiapanku dengan mantap . Ini adalah tulisan ketika aku akhirnya siap untuk menjalani operasi pertama kali guna membuang tumor payudaraku.

Sedangkan tentang kanker Serviks, kebetulan aku membaca ini di blognya Titi Alfa Khairia. Blogger yang satu ini, adalah founder of Indonesia Halal Healthy Club dan sekaligus pemilik halal tour Indonesia. Orangnya baik dan santun sekali (hehehe, kami beberapa kali saling sapa di facebook dan blog walking dan kesan ini yang aku tangkap tentang sosok mbak Titi Alfa). Titi Alfa Khairiah ini, sudah pernah memenangkan beberapa penghargaan dalam lomba blog, seperti lomba blog dari Kementrian Pariwisata, lomba blog Astra, EVHive Coworkingspace dan masih banyak lagi. Pokoknya, kalau main ke blognya, keren deh blog dan content di dalamnya (rekomendasiku nih).




Blognya Titi Alfa Khairia diberi tajuk namanya sendiri, yaitu Titi Alfa Khairia Concern on Halal Healthy Living. Di salah satu postingannya, Titi Alfa menulis tentang diteksi dini kanker Serviks di Prodia Women Health's Centre. Kalian bisa membacanya di bagian Laman Lifestyle-nya.

Berikut aku kutip tulisan di postingan mbak Titi Alfa Khairia tersebut karena menurutku ini catatan penting banget buatku (informasi yang insya Allah berguna).



Kanker Serviks dan GejalanyaKanker Serviks, adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim adalah pintu masuk menuju rahim dari vagina. Penyakit ini cenderung menyerang wanita yang aktif secara sek*ual, meski wanita dari berbagai usia tidak terbebas dari resiko penyakit ini.
Gejala Kanker Serviks umumnya: pendarahan pada vagina setelah hubungan seksual di luar masa menstruasi atau setelah masa menapouse. Meski , tidak semua kasus pendarahan setelah hubungan seksual berarti gejala kanker serviks. Pastikan lewat pemeriksaan dokter. (dikutip dari : https://titialfakhairia.com/2017/10/01/yuk-lakukan-deteksi-dini-untuk-mencegah-kanker-serviks-bersama-prodia-womens-health-center/)

credit foto: titialfakhairia.com



Penyebab Kanker ServikKanker Serviks terjadi saat sel-sel sehat mengalami mutasi genetik atau perubahan DNA. Mutasi genetik mengubah sel normal menjadi sel abnormal. Sel-sel sehat tumbuh berkembang biak pada kecepatan tertentu, Sel-sel abnormal tumbuh berkembang biak secara tidak terkendali.

Sel abnormal yang berkembang selanjutnya membentuk tumor. Sel kanker akan muncul kemudian dan menyerang jaringan di sekitarnya. Sel kanker mengalami proses Metastasis, yakni melepaskan diri dari lokasi awalnya dan menyebar ke seluruh wilayah tubuh lainnya.Human Papilloma Virus Penelitian menemukan 99,7 persen penyebab kanker serviks adalah jenis Human Papilloma Virus (HPV), yaitu sekumpulan virus penyebab terbentuknya kutil pada kaki, tangan dan alat kelamin.

HPV memiliki banyak jenis, kebanyakan tidak berbahaya. Namun, sejumlah HPV tertentu bersifat mengganggu fungsi normal leher rahim dan memicu terjadinya kanker. Ada 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks, dua yang banyak menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita adalah HPV 16 dan HPV 18 .

HPV ditularkan melalui hubungan seksual dimana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh. Setelah melakukan hubungan seksual, diperkirakan 33 persen wanita terinfeksi HPV. Beberapa jenis HPV tidak memiliki gejala yang jelas dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis.

Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini bisa menetap di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Umumnya infeksi HPV menghilang sendiri tanpa penanganan khusus dalam jangka waktu 2 tahun. Namun sebagai pencegahan, wanita disarankan menerima vaksinasi HPV untuk berjaga-jaga dari tertular jenis virus penyebab kanker serviks.

Masih menurut blognya Titi Alfa Khairiah nih, jadi ada 4 cara untuk menditeksi dini kanker serviks. Yaitu dengan cara:
1.  Test Pap smear.
2. Inspeksi visual asam asetat (IVA)
3. Metode Kolposkopi.
4. Metode Biopsi.

Jika kalian ingin tahu lebih lanjut tentang ke 4 cara diteksi ini, dan dimana melakukannya, mungkin kalian bisa meluncur ke blognya Titi Alfa Khairiah ya. Lihat tulisan ini:
Yuk Lakukan Deteksi Dini Untuk Mencegah Kanker Serviks Bersama Prodia Women’s Health Center.

Sementara itu, mari kita tetap menjalankan pola hidup sehat, jauhi seks bebas, dan selalu jaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan keimanan kita.

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…