Langsung ke konten utama

Daikin AC Nyaman dan Hemat Energi

[Lifestyle] Tinggal di kota besar seperti Jakarta, rasanya sulit deh jika di rumah tidak ada AC-nya. Memang sih, menurut nasehat para seleb inspirator  "family dan Parenting lifestyle", sebaiknya anggota keluarga jangan terlalu dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang membuat nyaman. Karena menurut mereka, nanti anggota keluarga bakalan susah jika suatu hari harus hidup serba terbatas.

Aku sendiri, aku lebih suka melihat hal ini dari sudut pandang yang positif. Yaitu bahwa kenyamanan itu, memang harus diusahakan agar kita bisa lebih produktif dan kreatif lagi dalam berkarya dan meningkatkan kualitas hidup kita sendiri. Kan susah ya untuk berpikir dan berkarya jika kita merasa tidak nyaman karena cuaca yang terik dan gerah? Kesehatan juga bisa terganggu jika tidur kita tidak nyenyak karena temperatur udara yang ngungkep dan bikin kita bolak balik mengeluh karena kepanasan. Jadi, memiliki perangkat AC di rumah, khususnya rumah di kota besar seperti Jakarta tempatku tinggal saat ini, it's a must.

Bisa saja sih kita melakukan terobosan dengan mendesain rumah yang ramah lingkungan untuk di daerah tropis. Yaitu dengan membuat rangka jendela yang besar-besar dan diletakkan di banyak tempat agar bisa menangkap angin. Tapi sekali lagi, kota besar seperti Jakarta itu identik dengan pemukiman yang padat. Jarak antara satu rumah dengan rumah lain amat dekat.

jendela di kamarku yang bertemu dengan atap rumah orang lain,
dan diapit rumah bertingkat di kiri dan kanan



coba lihat itu, masa temperaturnya
37 derajat celsius. Pantas gerah banget
Belum lagi kepemilikan areal pepohonan hijau di rumah-rumah yang padat juga sudah mulai jarang. Harga tanah di Jakarta semakin hari semakin mahal padahal jumlah lahan tidak bertambah. Akhirnya, semakin banyak orang yang membuat rumah vertikal ke atas. Pohon ditebang, jarak antar rumah merapat. Dan angin pun sulit untuk berhembus karena harus melewati blok-blok rumah bertingkat atau gedung pencakar langit.  Tidak heran jika udara menjadi terasa pengab dan gerah setiap harinya. Suhu temperatur pun tinggi. Kebetulan di kamarku, aku punya termometer ruang. Suhu di Jakarta tuh pernah mencapai 39 derajat celcius loh. Serasa lagi tinggal di tenda untuk jamaah haji di Mekah kan itu?

Ditambah dengan debu yang berterbangan di jalanan, sehingga kita sering malas membuka jendela lebar-lebar. Lagian, tingkat kriminalitas juga rawan sih jika jendela dibuka lebar-lebar. Nanti kalau kemasukan maling atau pencoleng gimana? Duh, naudzubillah min dzaliik.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ketidak-nyamanan ini, pada akhirnya adalah, mau tidak mau, suka tidak suka, ya beli dan pasang AC di rumah.
Yang jadi pertanyaan selanjutnya ketika harus pasang AC di rumah adalah, AC seperti apa dan bagaimana?

DAIKIN, AC yang Nyaman dan Hemat Energi


Beruntungnya kita yang hidup di jaman sekarang adalah, kita punya banyak pilihan ketika akan memilih AC. Ada banyak sekali merek yang ditawarkan dan juga tentu banyak pilihan jenisnya. Sepertinya, jaman sekarang para produsen AC tahu, bahwa kendala terbesar dari pemasangan AC di rumah adalah resiko tagihan listrik yang akan membengkak akibat penggunaan AC.

Ya iyalah. Coba, berapa kapasitas listrik di rumah kalian? AC itu, memakan daya di atas 400 watt semua (itupun AC dengan PK yang kecil, yaitu 1/2 PK). Jika listrik di rumah kalian memakai total daya paling minimalis, yaitu 900 watt, maka bisa dipastikan, 50% tagihan listrik setiap bulan itu berasal  dari penggunaan AC. Karena sekali dia dihidupkan, dia akan menyedot langsung minimal 400 watt sendiri. Akibatnya, tagihan listrik tertinggi tentu saja berasal dari pemakaian AC di rumah. 😟 Itu sebabnya, secara perlahan, AC dengan daya pemakaian watt listrik yang tinggi semakin ditinggalkan orang. Orang mulai berbondong-bondong memilih AC hemat energi.

Aku termasuk keluarga yang menggunakan AC low watt sejak pertama kali memilih AC. Waktu itu bahkan pemakai AC low watt belum banyak karena AC low watt sedikit lebih mahal dibanding AC split atau AC window lainnya. Alasannya, tentu saja agar tagihan listrik di rumah bisa dipangkas. Memang sih, harga AC low watt dibanding AC split yang biasa saja maka AC low watt sedikit lebih mahal. Tapi, pada prinsipnya, menurut keluargaku sih lebih baik mahal sedikit ketika membelinya tapi tiap bulan terbebas dari tagihan listrik yang mahal. Lagipula, sudah saatnya kita harus pro pada bumi. AC yang boros listrik itu tidak ramah pada bumi kita. Freonnya harus diisi terus menerus, konsumsi listrik untuknya bekerja tinggi (sehingga sumber air dan sumber daya bumi lain yang dipakai untuk menggerakkan listrik semakin banyak tersedot) dan manja juga. Manja dalam arti harus sering-sering dibersihkan agar bisa sejuk maksimal. Tapi setelah dibersihkan, suhu AC jadi sulit diatur. Kadang suka dingin banget hingga bikin penyakit asma kambuh. Hadeuh.



Tapi, bukan berarti masalah menjadi selesai setelah memasang AC tipe low watt (yaitu AC yang dianggap hanya memakan daya listrik yang amat minimal). Karena, AC tipe low watt ini, dinginnya lama. Jadi sempat harus kipas-kipas dulu, mandi air dingin dulu, ganti baju yang basah oleh keringat dulu, baru deh terasa sejuknya. Itupun sejuknya tidak bisa maksimal banget sih. Terutama jika pintu kamar sering bolak balik dibuka-tutup.

Eh... bukan cuma itu sih. Ada satu lagi kendala yang dimiliki oleh AC low watt. Yaitu, mesin outdoornya berisik. Jadi kalau belum terbiasa suka mengira sedang ada orang yang manasin mobil di depan rumah. Pas diintip, nggak tahunya bunyi mesin outdoor AC low watt. Anakku, malah mengeluh yang lebih horor lagi ketika masih memakai AC low watt.

"Bu... masa ya, semalam aku mendengar suara seperti orang sedang mendengkur di kamarku. Halus sih dengkurnya tapi terdengar di telinga. Aku sampai tengok ke kiri kanan tapi nggak ada siapa-siapa. Akhirnya aku tutupan selimut seluruh tubuh sampai pagi. Penasaran, paginya aku periksa semua tempat di kamarku. Ternyata, bunyinya berasal dari AC indoor di kamarku. Duh, horor banget bu." 😁😌

Jadi, kalau diinventarisir nih, AC apa yang aku inginkan? Mungkin seperti ini ilustrasinya:



 Putra sulungku yang mempelopori untuk selangkah lebih maju dalam memilih AC untuk di rumah. Setelah menikah, dia mulai berencana untuk mengganti AC low watt di kamarnya dengan AC inverter. Inilah AC hemat energi hasil inovasi terbaru. Kebetulan, putraku ini memang masih tingal bersamaku jadi aku sempat mengikuti pencariannya untuk menemukan AC yang sesuai dengan kebutuhannya: nyaman, hemat energi, sejuk. (pengantin baru, kalau AC nya gerah jadi makin cepat gerah. Eh?) 

Jadi, ceritanya karena AC low watt, seiring dengan perkembangan waktu sudah "kurang bisa memenuhi kebutuhan kami" lagi, putraku pun mengusulkan untuk mengganti AC di rumah yang seluruhnya adalah AC low watt dengan AC inverter. Putraku ini mulai browsing internet untuk mencari AC Hemat Energi yang paling nyaman untuk di perumahan itu sebaiknya AC apa. Lalu, dia menshare hasil penelusuran browsing internetnya pada kami lewat group whats app keluarga (fyi: kalian bisa mengikuti hasil diskusi tentang pencarian ini dengan memasukkan clue: ac inverter terbaik; hasilnya, ada banyak sekali diskusi di internet yang menunjuk bahwa AC Daikin-lah yang terbaik untuk kategori AC inverter. Kalau nggak percaya, silahkan deh browsing sendiri. Minta mereka merekomendasikan AC hemat energi, jawabannya pasti deh "kalau AC ya Daikin").



Jadi nih, kalau kita memakai AC low watt biasa, memang sih dia AC hemat energi. Tapi, karena dia menkonsumsi listrik secara minimalis maka untuk bisa menyejukkan ruangan dibutuhkan waktu yang lebih lama. Itu pun dengan jumlah pemakaian daya listrik yang sama dari waktu ke waktu. Jadi 1 jam pertama dia memakan daya sebesar 500 watt misalnya. maka 3 jam kemudian, atau 9 jam kemudian tetap saja konstan akan memakai daya sebesar 500 watt.

Sedangkan AC inverter itu, awalnya memang agak lebih tinggi, misalnya memakan daya sebesar 700 watt, tapi dia akan bekerja maksimal untuk menyejukkan ruangan dengan cepat. Jadi, 30 menit kemudian temperatur di ruangan tersebut sudah sejuk sesuai dengan yang diinginkan (misalnya 23 derajat celcius). Nah, setelah mencapai suhu yang diinginkan (yaitu 23 derajat celcius itu), pemakaian listriknya akan menurun. Yaitu menjadi minimalis, bisa sebesar 300 watt saja selama berjam-jam kemudian. Dengan begitu, tentu saja pemakaian KWH daya listrik di rumah menjadi lebih hemat lagi.

1. Standby Mode: Daikin Inverter mempunyai fitur standby mode yang berfungsi mengurangi konsumsi daya tersembunyi saat mode siaga diaktifkan.
2. 3D Airflow: Daikin Inverter mempunyai teknologi 3D airflow yang menghembuskan udara 3 arah merata ke seluruh ruangan.
3. Econo Mode: Econo Mode merupakan fitur dari Daikin Inverter yang membatasi penggunaan daya hingga 70% dari kapasitas maksimum.
4. Intelligent Eye: Intelligent Eye Daikin Inverter, berfungsi untuk mengurangi kinerja kompressor dengan menaikkan suhu 2 derajat celcius jika tidak terdeteksi adanya pergerakan manusia selama 20 menit.

Tuh. Itu informasi yang putraku dan kami peroleh dari browsing di internet. Jadi, meski harganya sedikit lebih mahal, tapi selanjutnya, insya Allah tetap bisa tersenyum jika tagihan listrik datang tiap bulannya. Dan tidak ada lagi juga keluhan macam-macam terkait dengan kendala AC tipe non inverter. Dan yang pasti rekomendasi dari semua informasi yang kami peroleh adalah: kalau AC ya daikin. Alasannya sih sederhana. Kata mereka nih, hanya Daikin pilihannya untuk AC yang nyaman dan hemat energi.

AC Daikin membantu mengatasi penggunaan daya hingga 70% dari kapasitas maksimal. AC Daikin juga memiliki inovasi inverter yang mengagumkan. Jadi, kalau AC ya Daikin kalau mau AC yang sejuk, nyaman dan tagihan listrik tetap murah





Akhirnya, setelah membulatkan tekad, hari yang ditunggu pun tiba. Penggantian AC low watt di rumah dengan AC inverter merek Daikin.



Wah. Alhamdulillah. Ternyata benar seperti yang direkomendasikan oleh banyak orang dalam berbagai komunitas dan kelompok diskusi, bahwa Hanya Daikin pilihannya untuk AC nyaman dan Hemat Energi. Sekarang, di kamar tuh nyaman banget. Sejuknya stabil, tidak berisik, dan bikin betah. Asli home sweet home banget jadinya. Pas tagihan listrik datang bulan berikutnya, alhamdulillah tidak ada kenaikan yang drastis. 😁
==============
tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog :

Blog Review Daikin AC

Komentar

  1. Wah, baru tahu nih. Pantesan aja kompresor AC-ku kenceng banget suaranya ya. Mana ada tiga pula kalo nyala semuanya. Hahaha.
    Kudu ganti Daikin juga kayaknya, deh. Makasih Mbak Ade sharing-nya! :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ... semakin berisik berarti makin nyedot listrik biasanya

      Hapus
  2. rasanya nyaman di hati dan pikiran ya mba kalo pake AC hemat energi. gak kepikiran lagi bayar listrik yg mahal hehe

    BalasHapus
  3. Daikin hemat energy ya. Duh hawa lagi panas-panasnya nih sekarang, jadi pengin pasang AC di rumah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Lianny.. panasnya lagi kencang meski tiba2 hujan sekarang ini

      Hapus
  4. Baru beberapa hari lalu liat obrolan tentang AC Daikin ini di TV. Waktu itu aku dan suami langsung tertarik dengan pemakaian listriknya yang hemat. Sekarang baca tulisan mba Ade jadi tambah mantap nih untuk pilih Daikin :)

    BalasHapus
  5. Kalau di Jakarta, AC jadi barang yang sangat penting, ya? Kalau di Malang sini dingin sih. Malah nggak tawar kena AC, kecuali kalau kepepet. :'D

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…