Langsung ke konten utama

Hadiah Ulang Tahun Istimewa

[Keluarga] Sebenarnya, kami bukan termasuk keluarga yang merayakan hari ulang tahun. Hari ulang tahun itu ya... biasa saja. Tapi, tetap sih disyukuri. Karena di hari itu, senang saja alhamdulillah masih diberi kesempatan dan banyak sekali kenikmatan dan rezeki untuk bisa bersama dengan orang-orang tersayang.

Tahun ini aku dapat apa? mmm. Aku dapat kartu ucapan dari Menantu baruku berupa sketsa gambar yang dia buat sendiri.





Jika hari ulang tahun bisa sebegitu istimewa, rasanya ingin sekali ulang tahun setiap hari.
Eh.
Tapi nanti disangka lagi akselerasi. Nanti jadi cepat tua ya, padahal jiwanya masih belia. hehehe.
Tapi, justru karena keberadaan ulang tahun hanya ada setahun sekali, maka, dia otomatis menjadi istimewa dengan sendirinya.

Hanya saja, memang sih, bertambahnya usia itu berbeda rasanya pada tiap-tiap tahun. Makin terasa setelah usia kita tidak lagi muda.

Dampak dari pertambahan usia yang tidak lagi masuk golongan usia imut itu adalah:

1. Semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Iya, benar kakak. Bukan hanya pekerjaan kantoran saja ternyata yang menghendaki batasan usia tertentu. Bahkan, pekerjaan sebagai blogger yang notabene hanya menulis di blog pun, ternyata sering dibatasi oleh usia  ketika ada penawaran untuk membantu sosialisasi barang atau jasa.

2. Semakin berkurang kenikmatan yang dimiliki oleh fisik


Nah ini juga nih. Jika usia masih usia imut, begitu ulang tahun bisa makan-makan dimana saja , atau berlibur kemana saja. Tapi ketika usia sudah tidak imut lagi, mau makan-makan saja, harus milih, makanan apa yang bisa dan aman untuk tubuh. Hehehe. Salah pilih menu makanan, bisa sakit akibatnya.

Dan jika aku berhitung, kenikmatan apa yang pelan-pelan telah diambil seiring dengan berkurangnya usiaku setiap tahunnya. Hmm. Terlalu banyak hingga bisa bikin kita takut sendiri. Berarti, itu menandakan bahwa jatah usia di dunia semakin berkurang.
Jadi. Mari kita bersyukur saja ketika berulang tahun. Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bersama dengan orang-orang yang kita sayangi .

3. Kesulitan untuk berkumpul karena kesibukan masing-masing

Nah ini juga nih. Karena hari ulang tahun itu ditandai dengan memperingati tanggal ulang tahun, bukan hari ulang tahun. Artinya, tanggal itu bisa datang pada hari apa saja. Kadang hari ahad, kadang sabtu, kadang jumat, kadang kamis, kadang rabu, selasa, atau senin. Dan tahun ulang tahunku di tahun 2017 ini datang di hari selasa.

Hari selasa = hari kerja.
Hari kerja = orang-orang pada sekolah dan kerja.
orang yang sekolah dan kerja = pulangnya nggak tentu jam berapa dan nggak mungkin juga izin nggak masuk.

Jadilah, semakin bertambah usia, semakin besar anak-anak yang kita asuh, maka semakin sulit untuk membuat janji temu untuk memperingati hari ulang tahun bersama-sama.

Ya sudah. Dinikmati saja deh. Teman sesama blogger yang aku pikir merasakan dan tahu apa yang aku maksud dengan pertambahan usia yang bukan usia imut lagi itu mungkin salah satunya adalah Elisa Koraag. Hehehe. Blogger yang aktif dan nyaris terlihat di berbagai acara gathering blogger, aktif di media sosialnya, ini, memang berusia lebih tua dari aku. Tapi, usia tidak menghalangi berbagai aktifitas dia. Dengan topi merah dan penampilan trendynya, dia termasuk blogger senior yang harus diperhitungkan karena luasnya networking dan kesupelan dia di berbagai acara dan tentu saja, keaktifan kegiatan media sosialnya.



Eh... tapi aku bahagia sekali hari ini.
Karena, selain mendapat ucapan selamat ulang tahun dari suami, anak-anak, keluarga dan teman-teman, aku juga mendapat hadiah ulang tahun istimewa.

Anak bungsuku yang memberikannya.



Setiap tahun, selalu ada hadiah sederhana yang aku terima. Alhamdulillah. Tapi meski sederhana itu berarti banyak untukku. Dalam dan bikin haru. Seperti hadiah kecil ini. . #cerita #anakperempuanku di #todayismybirthday : "Ibu, aku punya hadiah buat ibu. " Aku melihat putriku mengulurkan kertas origami merahnya. . "Dik. Kamu nggak bisa bikin origami perahu ya?" . "Bisa. Aku tadi baru aja liat di yutub...," (Suaranya mulai ragu) "tapi... Kayaknya aku salah lipat sih. Jadi dia gak bisa berdiri." (Aku meliriknya). "Mau ibu ajarin cara buatnya?" (Dia tersenyum.) "Boleh. Tapi ibu lihat dulu kartu perahuku. Selamat ulang tahun ya bu." . Aku pernah bercerita kan bahwa aku suka miniatur perahu? Koleksi miniatur perahuku banyak. Berjejal di lemari dalam aneka macam bentuk dan asal kota/negara. Tapi, selalu ada perahu istimewa di antara koleksiku itu. Dan perahu origami merah ini sepertinya akan menjadi anggota koleksi perahu istimewa itu. #kartuistimewa #specialcard #lovelyletter
A post shared by Ade Anita (@adeanita4) on

Ini nih tulisannya:



Tulisan cantik di kertas sederhana ini jadi sebuah hadiah ulang tahun istimewa buatku. Alhamdulillah.

Komentar

  1. Romantisnya, dapat surat dari anak. :'D

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah. Ikut senang, mba Ade. Selamat ulangtahun ya mba Ade. Sehat selalu ya mba :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…