Langsung ke konten utama

Hari Kebersihan Menstruasi 28 Mei

[Parenting] Jaman aku masih kecil dahulu, sepertinya teman-temanku baru mendapat menstruasi ketika kami semua duduk di bangku SMP. Amat jarang yang mendapat menstruasi pertamanya di bangku sekolah dasar (SD). Tapi, sepertinya jaman sekarang sudah terjadi perubahan. Bisa karena faktor makanan, bisa juga karena faktor psikologi anak. Yaitu usia perkembangan yang lebih pesat ketimbang usia perkembangan jaman dahulu.  Entahlah. Tapi yang pasti, sekarang menstruasi pertama pada anak perempuan umumnya dialami ketika mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Itu sebabnya, jika jaman dahulu orang tua merasa khawatir  jika mendapati diri kami anak-anaknya mengalami menstruasi pertama di bangku SD.  "Kok cepat banget? Ada apa?" Nah, jaman sekarang kebalikannya. Orang tua mulai khawatir ketika anaknya belum juga mendapat menstruasi ketika mereka sudah duduk di kelas 6 SD. "Kok yang lain sudah pada menstruasi tapi anakku belum? Ada apa? Kenapa telat?"


Menstruasi pada Anak Perempuan



Jaman dahulu, membicarakan tentang perihal menstruasi pada anak-anak itu dianggap tabu. Karenanya, tidak jarang anak-anak, baik itu anak lelaki maupun anak perempuan, menjadi kurang kepahamannya tentang apa itu menstruasi. Padahal, membekali anak tentang pengetahuan mengenai menstruasi itu penting. Karena ini bagian dari salah satu pendidikan seks yang sebaiknya diajarkan pada anak-anak.


Kabar baiknya adalah, sekarang setiap tanggal 28 Mei, akan diperingati sebagai Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi loh. Mengapa? Karena, untuk mengingatkan kembali pada semua wanita pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan terutama saat menstruasi.



A post shared by Ade Anita (@adeanita4) on


Tahukah kamu? Bahwa resiko infeksi area kewanitaan meningkat pada saat menstruasi. Karena itu kebersihan area kewanitaan sangatlah penting. Area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya dapat memicu ketidak seimbangan pH pada area kewanitaan dan menyebabkan infeksi.

Peringatan Hari Kesehatan Menstruasi


Tanggal 31 Mei 2017 lalu, aku berkesempatan menghadiri Temu Media dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia, yang diadakan oleh GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), bekerjasama dengan Mundifarma, yang diadakan di Penang Bistro - Oakwood, Mega Kuningan Jakarta, dengan fokus pada MKM. Yaitu Manajemen Kebersihan Menstruasi.

Mengapa kita perlu tahu MKM?

dr. Eni Gustuna, MPH, yang merupakan Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan bahwa MKM perlu kita ketahui karena:
- Ini adalah hak bagi perempuan dan anak perempuan.
- Banyak anak perempuan tidak paham sepenuhnya bahwa menstruasi adalah proses biologis normal. Mereka (anak-anak perempuan ini) hanya belajar tentang menstruasi pada menarche (ketika pertama kalinya haid) saja. Akibatnya, terjadi banyak kasus yang justru merugikan anak-anak perempuan ini sendiri.


Hasil riset Burnet Institure tahun 2015 terhadap 1.159 murid perempuan di Indonesia menemukan bahwa:

  • 67% anak perempuan di kota dan 41% anak perempuan di desa menggantu pembalut setiap 4-8 jam sekali. Sisanya mengganti pembalut kurang dari 2 x sehari.
  • Hanya 1 dari 2 anak perempuan yang mencuci tangan sesudah dan sebelum mengganti pembalut.
  • Hanya 63% responden mengerti mengenai hygiene management, saat menstruasi pertama terjadi. Sebagian lainnya tidak mengerti apa yang harus dilakukan. 
  • Masih terdapat kesalahan pemahaman danmitos yang kuat terkait menstruasi seperti: tidak boleh melakukan aktivitas fisik pada menstruasi, terdapat makanan yang harus dihindari, pembalut harus dicuci setelah dipakai dan banyak lainnya.
  • Penyedia layanan kesehatan (Puskesmas) dianggap sebagai salah satu sumber yang dipercaya sebagai pemberi informasi. (sumber: Burnet Institute, Survey METER, WaterAid Australia, for UNICEF Indonesia, 2015, "Menstrual Hygiene Management in Indonesia - Understanding Practices"). 


Saat ini, kurangnya akses untuk memperoleh bana sanitasi  membuat perempuan dan anak perempuan seringkali tidak dilibatkan ketika membuat keputusan tentang air, sanitasi, dan fasilitas kebersihan.

Apa akibat dari kurangnya edukasi pada perempuan dan anak perempuan (serta anak lelaki) ? Lebih lanjut, dr. Eni Gustuna, MPH memberikan penjelasan lewat gambar sebagai berikut:





Apa itu Menstruasi?

Apa itu menstruasi, kemudian dijelaskan oleh dr Botefilia, SpOG KFER. Menstruasi atau disebut dengan Haid, adalah proses terlepasnyba lapisan fungsional endometrium akibat perubahan hormonal siklik yang terjadi setiap 28 hari dan lamanya adalah 7 hari.

Dr Botefilia Budiman, SpOG KFER. Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)



Saat menstruasi itu adalah sebuah karunia terbesar loh bagi perempuan. Karena itu berarti bahwa perempuan itu normal dan sehat. Justru, jika seorang perempuan hingga mencapai usia tertentu (remaja) belum juga mendapat menstruasi maka harus dipertanyakan mengapa. Bisa jadi ini merupakan sebuah pertanda bahwa ada masalah yang terjadi dengan kandungan rahimnya.

Begitu juga, lamanya waktu haid yang didapat oleh seorang perempuan juga bisa menjadi barometer apakah perempuan itu sehat atau tidak. Jika seorang perempuan yang bukan masuk kategori remaja yang baru saja mendapat menstruasi juga bukan masuk kategori lansia, tapi memperoleh periode menstruasi yang tidak normal maka harus dipertanyakan kondisi kesehatan tubuhnya, gaya hidupnya, dan pola hidup sehat yang dia jalankan.

Siklus normal menstruasi atau Haid itu ditandai dengan periode tertentunya.



Ada loh banyak kasus dimana karena kurangnya pengetahuan perempuan tentang menstruasi maka perempuan itu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya dia sedang menderita sakit tertentu. Lalu tiba-tiba perempuan itu roboh dan stadium penyakitnya sudah terlanjur parah.

Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina

Ada 6 tips untuk menjaa kesehatan vagina yang dikemukakan oleh dr Botefilia Budiman SpOG KFER. Ke 6 tips ini kemudian disepakati pula oleh Adi Prabowo, yang mewakili Manager Consumer Health Mundipharma Indonesia.

Ke 6 tips itu adalah:

  1. Zona bebas sabun. Vagina dalam tidak perlu dibersihkan terlalu sering; tidak perlu dibersihkan dengan sabun, tidak perlu diberi pewangi, tidak perlu diberi pemutih.
  2. Panty perfume tidak disarankan. Jangan deh. Karena pembalut dengan pewangi ini berarti dalam pembalut itu diberikan zat kimia tambahan di dalamnya. Padahal, zat kimia tersebut bisa jadi malah memberi efek yang tidak baik pada vagina yang sedang mengalami menstruasi. Tahu sendiri kan, pada saat menstruasi daerah sekitar vagina itu menjadi daerah yang paling sensitif.
  3. Periksalah ke Ginekologi minimal 1 tahun sekali.
  4. Ganti pembalut beberapa jam sekali.
  5. Underware katun: amat disarankan untuk digunakan karena dia bisa menyerat keringat dan mengelola udara dengan baik. Sekarang banyak kok celana dalam katun yang seksi dan lucu-lucu.
  6. Pertahankan pH vagina yang sehat: 3,5 - 4. 
Dalam hal ini, BETADINE Feminine Hygiene adalah pembersih antsepti kewanitaan yang berguna untuk mengatasi gejala infeksi seprti gatal, iritasi ringan, bau tidak sedap, dan keputihan. Povidone - iodine tetap menjaga flora vagina normal tetap ada saat bekerja menurunkan infeksi hingga batas minimum. 

BETADINE Feminine Hygiene disarankan untuk dipergunakan di saat risiko infeksi meningkat seperti saat menstruasi, keputihan, iritasi dan gatal, karena BETADINE Feminine Hygiene ini dapat menurunkan risiko infeksi dan sebagai bentuk pengobatan. 

Cara pemakaiannya: Tuang 1 tutup botol +/_ 8 ml Betadine Feminine Hygiene dan campurkan dengan kurang lebih 1 liter air bersih. Basuhkan pada area kewanitaan, biarkan selama lebih kurang 1 menit barulah kemudian bilas kembali dengan air bersih. GUnakan setiap mandi pada saat periode menstruasi. Untuk menurunkan risiko infeksi, gunakan 2 x seminggu, setelah mandi pagi dan sore. Sedangkan untuk pengobatan, gunakan 2x sehari selama 5 hari berturut-turut. 





Komentar

  1. Haha saya baru tahu ada hari juga yang memperingati yang beginian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tapi baguslah biar edukasi tentang menstruasi semakin memasyarakat

      Hapus
  2. Aku baru tahu mbak ada hari kebersihan menstruasi. Penting banget nih, secara merasa dulu kurang puas tanya-tanya ke ibu soal menstruasi karena dianggap tabu

    BalasHapus
  3. baguslah ada hari peringatannya, biar para kaum hawa lebih menjaga kebersihan lagi

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…