Langsung ke konten utama

Bolu Batik dari Bengkulu

[Lifestyle] Kreatifitas itu tidak ada batas. Selama sebuah hasil olah kreatif dari pelaku kreatifitas bisa diterima di masyarakat, maka segala upaya untuk mengeksplorasi kreatifitas itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Termasuk oleh penjual kue.

Masih ingat nggak tahun 2015 aku pernah menulis tentang kreatifitas pada sebuah bolu? Yaitu bagaimana aku terkagum-kagum pada sebuah bolu gulung yang dihias dengan motif batik?

Bisa baca disini: Batik ada di Kue Bolu  
Nah. Rupanya, motif batik ini tidak menjadi monopoli pulau Jawas aja loh. Ya, karena motif batik itu milik bangsa Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Jadi, di setiap wilayah di Indonesia, dikenal motif batik. Termasuk di Bengkulu.

Batik Bengkulu? Seperti apa?

Aku baru tahu tentang Batik Bengkulu yang ada di kue bolu itu setelah membaca blognya Milda Ini di MILDAINI.COM, yaitu di tulisannya yang berjudul Roll Cake Besurek, Pilihan Oleh-Oleh Khas dari Bengkulu

Ternyata, motif batik Bengkulu yang diwakili di motif batik yang ada di kue bolu gulung ini lumayan cantik-cantik loh.

Ini salah satunya (jika mau lihat lengkap, lihat di tulisannya MILDAINI ya. Blogger asal Bengkulu yang sekaligus merupakan salah satu petinggi untuk FLP Bengkulu ini, menulis lengkap tentang Roll Cake Besurek ini).

credit foto: mildaini.com

credit foto: mildaini.com


Tuh, setiap motif batiknya ada tulisan huruf arabnya. Mungkin, karena pengaruh dari Islam begitu kuat ya di daerah Bengkulu jaman dahulunya hingga akhirnya mempengaruhi corak batik Bengkulu.

Jadi tertarik dengan Batik Bengkulu aku.

Ragam Batik Bengkulu Selayang Pandang

Setelah gugling, ternyata batik Bengkulu itu terbagi atas 3 jenis. Yaitu Batik Besureh, Batik Beremis, dan Batik Kanganga.

Batik Besureh sendiri, terinspirasi dari penampakan bunga Raflesia Arnoldi. Yaitu bunga bangkai yang berukuran raksasa. Habitat bunga Raflesia Arnoldi ini memang ada di Bengkulu salah satunya. Itu sebabnya masyarakat bengkulu sejak jaman dahulu menorehkan motif bunga Raflesia ini di dalam lembar kain batik mereka.

Di samping itu, karena pengaruh Islam amat kuat di Bengkulu, maka huruf arab gundul pun dipakai sebagai motif hiasan di Batik Bengkulu.

credit foto: http://www.batikbumi.net/2016/10/batik-bengkulu.html

credit foto: http://www.batikbumi.net/2016/10/batik-bengkulu.html
Sedangkan motif Batik Kaganga adalah batik dengan motif corak khas dari tanah Rejang. Batik ini lahir sekitar tahun 1985 an sampai 1990 an saat Pemerintah daerah Provinsi Bengkulu sedang giat-giatnya menggalakkan kerajinan kain batik Besurek yang merupakan kain batik khas Bengkulu. Perkembangan kerajinan seni batik Besurek inilah yang pada akhirnya menginspirasi orang Rejang untuk membuat batik khas dari Tanah Rejang. Jika batik Besurek motifnya terinspirasi dari kaligrafi maka batik Kaganga terinspirasi dari motif bentuk-bentuk huruf Kagangga yang dikenal sebagai aksara Rejang.

credit foto: http://www.batikbumi.net/2016/10/batik-bengkulu.html

Terakhir batik batik Beremis. Batik Beremis adalah batik yang bermotifkan kulit remis dan burung walet yang dipadukan dengan susunan motif batik besurek. Batik Beremis berasal dari Kabupaten Seluma yang menjadi ciri khas batik Bengkulu.
Keunikan dari batik ini yaitu dibuat dengan cara ditulis murni, bukan dicetak. Untuk bahannya, kain batik ini menggunakann bahan sutra maupun cotton sehingga lebih nyaman untuk dipakai dan mempunyai nilai ekonomis maupun prestise yang baik.

credit foto: http://www.batikbumi.net/2016/10/batik-bengkulu.html
Wah. Menarik juga ya batik Bengkulu. Aku belum pernah lihat sih, tapi jadi tertarik juga dengan motif batik yang unik ini.

Batik pada Kue?


Yang menjadi menarik adalah, ketika motif batik diaplikasikan pada lembaran kue? Kue bolu lagi, yang merupakan kue basah gitu. Aman nggak tuh?

Insya Allah aman lah. Karena pewarnanya kan pewarna makanan ya. Bukan pewarna yang lain. Sama seperti kue ulang tahun yang sekarang modelnya kaya akan warna itu, hanya saja ini motif batik Besureh.

Ini nih yang disebut dengan kreatifitas. Selama tidak bablas maka kreatifitas model seperti ini amat dibolehkan insya Allah.

-------------------------
Tentang Mildaini:
Sekarang aku mau menulis sekilas tentang pemilik artikel yang bikin aku tahu bahwa di Bengkulu ada batik Besureh. Dia adalah Mildaini.

Waktu pertama kali kenal, aku pikir kata "ini" itu bagian dari sisa-sisa masa remaja mbak Milda yang ingin terlihat cute khas remaja. Eh tapi ternyata memang ini nama dia sih.

Milda Ini, adalah seorang blogger aktif sekaligus penulis yang produktif loh. Dan bukan hanya itu saja. Dia juga membuka toko segala. Lalu masih sempat menjabat sebagai salah satu petinggi FLP di Bengkulu. Duh. Sibuk banget nggak sih, tapi hebatnya dia bisa rajin apdet blog dan kegiatan menulisnya sepertinya tidak terbendung. Menulis terus. Dan tidak heran jika dia sering diminta untuk jadi narasumber berbagai pertemuan yang terkait dengan kepenulisan dan acara lain.

Pendidikan Milda Ini adalah sarjana Sarjana muda D3 jurusan keperawatan dan sarjana S1 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. jika ada kesempatan dia juga ingin melanjutkan kuliah kembali S1 Kesehatan MasyarakatLuar biasa ya semangatnya.

Ayo deh berkenalan dengan Milda Ini. Banyak banget tulisan yang dia share di blognya.




Komentar

  1. Menarik corak batik Bengkulu, ada huruf Arab ya.

    BalasHapus
  2. saya kira kain itu bun, rupanya kue berbentu kain

    BalasHapus
  3. Nama mba milda ini disambung apa pisah sih. Aku kira disambung jd Mildaini loh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya ya.. aku baru ngeh nih.. bentar tanya orangnya dulu ya

      Hapus
  4. Kece nih Batik Besurek Mbk Ade, dulu ibuku juga bikin Sanggar Batik Besurek Rahayu di Bengkulu. Milda emang aktif sejak dulu, kece ini tulisan.

    BalasHapus
  5. ngeliat kue..kok pengen dijahit aja jadi baju hahhahaah
    #efek deket lebaran

    BalasHapus
  6. Batiknya baguuuus mba....dan itu bolu yaaa hehehe

    BalasHapus
  7. Daerah-daeah di Indonesia kaya akan batik ya Mbak. Seperti batik bengkulu ini, ada kekhasan tersendiri pula ya, untuk membuat sebuah motif batik.

    Aku belum pernah nyoba kalau batik pada kue bolu Mbak.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…