Langsung ke konten utama

Kiat Memilih Bantal Ibu Menyusui yang Tepat dan Terjangkau

[Parenting] Salah satu kebahagiaan bagi seorang ibu setelah dia mengandung anaknya di dalam rahim perutnya selama kurang lebih 9 bulan itu adalah ketika dia akan menyusui ibunya. Setidaknya, itu yang aku rasakan ketika aku baru memiliki anak-anakku. Moment melihat bayiku memonyongkan mulutnya dengan mata terpejam dan menyosor ke kiri dan ke kanan dalam rangka mencari puting susu itu luar biasa rasanya. Itulah puncak kebahagiaan menjadi seorang ibu buatku. Dan sepertinya semua ibu yang baru saja melahirkan anaknya juga mengalami saat-saat luar biasa tersebut.

Dibanding kondisi jaman dahulu dimana peranan perusahaan susu formula amat berkuasa di sebuah rumah sakit bersalin, maka jaman sekarang, usaha untuk memandang bahwa ASI (air susu ibu) adalah yang utama bagi bayi dan tak tergantikan, mampu meruntuhkan kekuasaan susu formula. Terbukti dengan banyak rumah sakit bersalin yang menerapkan aturan Inisiasi Menyusui Bayi sejak Bayi baru lahir. Ya. Pemerintah, sudah beberapa dekade ini menerapkan aturan bahwa menyusui menjadi salah satu kewajiban bagi ibu hingga usia anak minimal 6 bulan.

Karena sudah merupakan sebuah kebijakan akan pentingnya menyusui bayi dengan ASI, maka para ibu pun bersemangat untuk berusaha agar bisa menyusui bayinya segera setelah bayinya lahir. Ada banyak cara yang dilakukan. Seperti mengusahakan pola makan tertentu, menjauhkan larangan yang sekiranya bisa membuat ASI tidak lancar, ikut kursus singkat cara menyusui yang baik, dan  sebagainya. Termasuk disini adalah mencari posisi yang paling nyaman ketika harus menyusui.

Menyusui itu bukan waktu yang sebentar loh. Kadang perlu waktu beberapa saat agar bayi bisa benar-benar kenyang. Hal ini bisa bikin tangan dan punggung menjadi pegal ketika harus menyanggah bayi. Nah, makanya pakai deh bantal menyusui ini. Nyaman banget dipakainya pas lagi menyusui. (credit foto: bantal menyusui yang dijual di bukalapak.com)

Untuk menyusui, maka ibu disarankan agar bisa berada di posisi yang nyaman sehingga ASI yang keluar bisa lebih banyak. Namun, terkadang, menyusui dalam jangka waktu yang lama membuat tangan ibu menjadi pegal dan posisi bayi juga menjadi kurang pas sehingga membutuhkan penyangga seperti bantal. Saat ini ada jenis bantal ibu menyusui yang akan lebih membantu para ibu untuk tetap nyaman walaupun saat sedang menyusui.
ini nih penampakan bantal ibu menyusui (credit foto: bukalapak.com)

Bantal menyusui umumnya memiliki kisaran harga sekitar Rp 150 ribuan hingga Rp 300 ribuan sehingga kita dapat memilih jenis bantal yang tepat untuk kita dan bayi kita. Bantal yang mampu mengurangi rasa pegal di bagian lengan dan punggung ibu saat sedang memberikan ASI ini memiliki bentuk yang bervariasi sehingga kita harus pintar-pintar untuk memilihnya. Umumnya, bagi yang belum terbiasa menggunakan bantal menyusui akan merasa kerepotan untuk meletakkan bantal di posisi yang pas yaitu di dekat perut ibu, namun kelamaan, ibu dapat membiasakan dan memposisikan diri dan bantal tersebut sehingga nyaman untuk dipergunakan.

Untuk memilih bantal menyusui yang tepat dan dengan harga yang terjangkau, tips berikut ini dapat membantu kalian. 

Pertama adalah pilih bantal yang kokoh. 

Hal tersebut disebabkan bantal yang akan kita gunakan untuk menyusui tersebut harus dapat menopang berat badan bayi sehingga bayi tetap merasa nyaman saat menggunakannya. Pilih jenis bantal yang tidak terlalu empuk karena jika terlalu empuk bantal yang dipergunakan tersebut dapat membuat bayi menjadi tenggelam dan posisi bayi menjadi kurang nyaman serta kita harus membungkuk agar ASI dapat disalurkan dengan baik.

Kedua adalah perhatikan ukuran dan berat dari bantal ibu menyusui yang Anda pilih. 

Ada jenis bantal untuk menyusui yang ukurannya besar dan ada jenis bantal menyusui yang ukurannya hanya sebesar anak kita sehingga dapat dilingkarkan di perut kita. Ukuran bantal yang kurang tepat akan menjadi masalah tersendiri bagi ibu menyusui terutama yang memiliki ukuran tubuh yang kecil.

Selain itu, pertimbangkan mengenai berat. Umumnya, bantal yang dipergunakan untuk menyusui memiliki berat sekitar 2-3 kg sehingga pilih yang berat bantal nya tidak mempersulit gerakan kita saat sedang menyusui.

Ketiga adalah pertimbangkan yang memiliki permukaan yang luas. 

Bantal menyusui tersebut dipergunakan untuk membantu kita menyangga anak kita saat kita sedang memberikan ASI sehingga pastikan jika bantal tersebut mampu untuk membantu kita menahan berat badan anak kita dan tidak terguling terutama jika kalian memiliki anak kembar yang harus disusui secara bersamaan.

Keempat adalah pilih jenis bantal yang mudah untuk dipergunakan. 

Ada beberapa jenis bantal untuk ibu menyusui yang memiliki design dan model yang berbeda satu sama lain sehingga dapat kalian pertimbangkan cara penggunaannya.

Kelima adalah fitur. 

Bantal ibu menyusui ada yang memiliki tambahan fitur seperti sabuk pengaman ataupun ada tambahan seperti kantong tambahan yang akan bermanfaat untuk kita menyimpan berbagai macam barang seperti dot anak, tisu basah sehingga mudah untuk ditemukan.

Jika bantal menyusui tersebut memiliki pengaman, pilih jenis sabuk yang tidak terlalu rumit untuk dipasang ataupun untuk dilepas dan tidak membuat kalian kerepotan saat menggunakannya. Selain itu, kalian dapat mempertimbangkan mengenai motif dan warna dari bantal untuk ibu menyusui tersebut yang dapat dipilih berdasarkan pada selera kita misalnya warna pink untuk kita yang feminim.

Komentar

  1. itu bantalnya lucuuu-lucuuu ya mba...kalau ngga hamil bisa juga kan pakai hehehe..karena timbunan lemak di perut nih lumayan :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…