Langsung ke konten utama

Ketika Idola kita Tidak Sempurna

[Lifestyle] Butuh waktu 1 minggu buatku agar bisa membuat tulisan ini.
Iya. Benar. Padahal sih pingin banget nulis soal beginian. Tapi, ragu terus. Bukan karena apa-apa sih khawatirnya, tapi karena aku malu. Hahaha.

Jadi, ceritanya aku punya seorang artis yang aku sukai nih. Dan entah bagaimana ceritanya, semua orang sepertinya tahu bahwa aku suka dengan artis ini. Selama ini, si artis tuh benar-benar sepi gosip. Juga kelakuannya nggak aneh-aneh yang cari sensasi gitu. Hingga tiba-tiba saja pekan lalu, ada kejadian yang luar biasa: si artis dijadikan tersangka karena menggunakan narkoba. Lalu, tiba-tiba saja banyak orang yang memberi tahu aku, dan beberapa mengucapkan kalimat ikut prihatin.
Haduhhh... aku kan jadi gimana gitu.
Iya, artis ini adalah si Ridho Rhoma.

Di facebookku, ada album photo. Nah, di antara aneka macam album foto tersebut, ada album "foto cute". Seperti ini nih:


Di dalam album "foto cute" itu, aku memasukkan aneka macam sosok selebritis yang aku sukai, dan ada satu foto Ridho di dalamnya.

keterangan albumku ini adalah: album foto untuk mengusir rasa kantuk. yang lihat nggak boleh protes.


Cuma 1 loh padahal,
(((SATU)))
Tapi sepertinya, gara-gara kejadian Ridho tertangkap tangan pekan lalu karena memiliki shabu-shabu seberat 0.7gram, semua orang jadi mengirimkan link dan ucapan pemberitahuan bahwa idolaku ditangkap politik.



Orang pertama yang memberitahuku tentang kasus ini siapa? Siapa lagi jika bukan suamiku.
Aku lagi bengong-bengong manis, sama dia disuruh lihat w.a (whats app group). Aku dan suami memang punya group w.a yang isinya hanya kami berdua tapi menampung semua nomor gadget yang kami miliki. Hehehe... biar sms-sms cinta bisa terus lancar tanpa terkendala urusan pulsa atau kuota sih makanya kami berdua buat grup w.a yang isinya hanya kami berdua.

Aku segera membukanya dan ternyata isinya hanyalah link-link yang dia share seputar berita penangkapan Ridho Rhoma. Ihh.. lelah deh.



Belum lagi link yang diberikan oleh group keluargaku... duh... (((grup keluarga)))...



Ahhh... aku kan jadi malu sendiri.
Nih ya, aku tuh... nggak hafal sama lagu-lagunya Ridho Rhoma. Cuma tahu sekali tapi karena aku tidak suka dangdut jadi ya... berlalu begitu saja. Terus, nggak pernah juga deh nonton film-film dia. Beneran, nggak pernah. Karena pada dasarnya aku tidak suka musik dangdut.

Terus, kenapa bisa ngefans? Hahahah... Karena, dia putih dan berewokan.
Iya, aku emang suka cowok seperti itu. Makanya waktu masih gadis dulu, ketika semua orang menegur karena jika menyapu aku nggak pernah bersih, "kalo nyapu yang bersih, kalo nggak bersih nanti dapat suami yang berewokan loh." nahh.. aku malah sengaja banget nyapu nggak bersih. Hahahaha.

Hmm, kapan ya tepatnya aku mulai suka cowok berewokan? Oh ya, sejak nonton film Return to Eden dimana ada sosok dokter yang bantu Tara Wales dari luka digigit buayanya, si Dan Marshall. Nah, Dan ini wajahnya berewokan rapih gitu. Terus... aku juga suka sama Kenny Rogers jaman dia masih muda, sedikit gemuk dan berewokan. Nahhhhh... si Ridho Rhoma ini sosok  penampilannya campuran antara Kenny Rogers dan sosok Dan Marshall. Disitulah aku mulai ngefans sama penampilan fisik dia (jadi cuma suka sama penampilan fisiknya saja, bukan sosok dia secara keseluruhan; apalagi sampai bela-belain ngapalin lagu-lagunya, atau bela-belain nonton filmnya.

tuh.. mirip kan? udah diiyain aja deh, biar akunya senang

Kembali ke soal orang-orang yang memberi link tentang berita penangkapan Ridho Rhoma ya.

Siapa orang yang paling semangat memberitahu tentang berita ini? Suamiku.
Siapa orang yang paling tampak bahagia dengan berita penangkapan Ridho Rhoma? Suamiku.
Siapa yang rajin menyebar luaskan berita tentang penangkapan Ridho Rhoma ini? Suamiku.

Hahahahaha.
Jadi, sepanjang hari di tanggal 26 Maret 2017, suamiku terlihat berwajah amat cerah. Senyumnya lebar, sumringah sekali. Matanya tampak berputar-putar jenaka pertanda dia gembira.

Ketika melihat anakku muncul satu satu dari keluar dari dalam kamarnya, dia segera memberitahu.
"Ridho Rhoma, idolanya ibumu ditangkap polisi." wajahnya tuh tidak bisa lepas dari senyum. Sepertinya, ini hari kemenangan dia deh pokoknya.

(aku sampai bertanya dalam hati, apa jangan-jangan dia selama ini cemburu ya? Tapi kan, suamiku itu orang yang paling besar rasa percayanya padaku, makanya dia selalu memberi kebebasan padaku  untuk ngefans pada siapa saja. Karena toh, cintaku padanya tetap yang paling besar gelembungnya).

Huff.
Baiklah.
Pada akhirnya aku harus mengakui bahwa idola kita itu tidak ada yang sempurna. Bahkan, bisa dipastikan bahwa idola kita tidak sempurna. Jadi, memang tidak pantas untuk dijadikan idola selamanya.

Lalu, apa yang harus dilakukan setelah mendapati kenyataan seperti ini? Aku meulis cara mengatasi rasa tidak enak di dalam diri ketika menghadapi kenyataan yang menyebalkan ini.

Ketika Idola Kita Tidak Sempurna:

1. Move on.

Iya, kita harus move on. Yang namanya idola itu ada banyak, kenapa harus terpaku di satu orang saja. Jangan sebel berkepanjangan ketika menemukan kenyataan bahwa idola kita tidak sempurna. Namanya juga manusia, manusia itu kan tempatnya, gudangnya, sumbernya, ketidak sempurnaan (tuh, pake penekanan berkali-kali kan kalimatku).


2. Usahakan jangan hanya punya 1 idola saja.

Tapi koleksi beberapa idola sekaligus dalam satu waktu. Dengan begitu, mereka akan bisa saling melengkapi satu sama lain. Dengan memiliki beberapa idola, kita justru tidak terpaku hanya pada 1 orang saja; dnegan begitu ketika ternyata menemukan ketidak sempurnaannya, kita tidak terlalu sakit hati banget gitu deh.


3. Lihat kebaikan idolamu saja, dan tinggalkan semua keburukannya.

Ini beneran. Aku termasuk yang menerapkan prinsip ini nih.
Jadi, misalnya kita mengidolakan A,B,C,D,E,F,G. Nah, dari ke enam idola ini, lihat apa saja kebaikan yang mereka miliki. Kebaikan inilah yang kelak kita jadikan contoh untuk meniru jika memang cocok dengan kita.

Misalnya, si A rambutnya panjang terurai. Jadi, kita mengidolakan si A karena rambutnya yang indah. Nah, pelajari bagaimana cara A merawat rambut indahnya, lalu kita tiru tips-tipsnya.
Sedangkan si B, memiliki tubuh yang langsing terawat meski usianya sebenarnya sudah 45 tahun. Nah, pelajari saja bagaimana cara si B merawat betnuk tubuhnya hingga bisa tetap terlihat ideal langsing seperti masih gadis itu.
Dan  begitu seterusnya.

Sedangkan berita tentang keburukan yang dimiliki oleh para idola tersebut, dicuekin saja lah ya. Seperti si A yang ternyata suka dugem setiap malam dan ketika sudah mabuk sering menari sambil memutar-mutar kepalanya hingga rambut indahnya seperti baling-baling... nah... ini jangan ditiru. Jangan tiru kebiasaan dugemnya, jangan tiru kebiasaan mabuknya, juga jangan tiru kebiasaan A yang lain seperti menari-nari liar tersebut.

4. Selalu yakinkan pasangan kalian bahwa kita ngefans ke pada idola ini hanya sebatas pandangan mata saja, tidak sampai merasuk ke dalam hati.


Hahaha.. terdengar gombal ya? Tapi ini benaran. Pasangan kita itu, umumnya tidak ingin berbagi kekaguman dengan orang lain. Dan  lebih dari itu mereka tidak mau jika dibandingkan dengan orang lain. Sama seperti kita juga kan.

iya apa iya?





Nah, makanya, porsi ngefans ke idola itu cukup 15% saja. Selebihnya, ya porsi ke pasangan hidup kita lah yang harus lebih besar persentase ngefansnya.
Jadi.. ayo deh move on.
(#lalusibuknyariartisberewokankecelain)



Komentar

  1. Ya iyalah pasti cemburu deh Pak Adi, cuma selama ini boleh-boleh aja ngefans sama Ridho dan aktor Korea supaya mba Ade gak ngambek hehe. Katanya Ridho pakai Shabu supaya gak ngantuk karena beban kerja ya. Harusnya minum Kratingdaeng aja.

    BalasHapus
  2. suamiku juga tipe suami yang membebaskan saya ngefans sama aktor india dan aktor korea Mbaa, selama ini dia baik-baik saja dan gak pernah keberatan saat menyaksikan saya nonton film india/drakor :)

    tapi dari awal saya sudah bilang padanya bahwa gak suka dicemburuin sih karena walau ngefeans sama banyak aktor, cintaku hanya untuk dia seorang #eaaaa :D

    BalasHapus
  3. Suamiku juga nggak cemburuan meskipun aku ngefans sama aktor korea, hihi. tapi kadang suka godain juga sih, kalo pas ada idolaku yg muncul di TV

    BalasHapus
  4. aku ngefans-nya malah banyak ke cewek mba karena suka gayanya ahhaha klo idola cowo paling cuman Duta S07 karena suka suaranya selebihnya ga terlalu :p

    BalasHapus
  5. Poin 4 iya banget ini mba.

    Secinta cintanya aku sama lee seung gi, yui, iu, tetap suara mas ku yang paling ngangenin.

    Cuma emang ridho rhoma beneran dadakan ya beritanya. Heboh.

    BalasHapus
  6. Aku sih sukanya cowok yang bersih, resik ga brewokan, Mbak. hihihi apaan sih bahas ginian. Idola aku? Lokal dan interlokal (luar negeri maksudnya) ada. Iya tuh kalau ada sesuatu yang miss dari sang idola suka sedih, dan kalau ada yang ngenyek-in (meski dia ga bermasalah) aku suka pengen belain tapi ya udah lah aku tahan aja cuma diem hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh kan tuh kan... bener kan..gak enak ya kalo ada yg ngenyekin

      Hapus
  7. untungnya aku gak punya idola artis mbak Ade. Tapi kalau lihat pria berkumis dan rapih kumisnya, aku gimaan gitu. Jadi kalau jalan sama suami ada pria tipeku, suamiku selalu pegang erat tangan sambil diremas, mungkin bilang awas jangan lihat lama-lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahhahaha..dia khawatir banget

      Hapus
  8. Baiklah kalo gitu aku mengidolakan Andhika vocalis kangen band aja ah...😀😀😀

    BalasHapus
  9. Waaaa kok idolanya hampir sama aku ya mbak, kecuali yg korea2. Terlalu licin. Hahaaaa... Btw no 4 kayaknya gak perlu deh buat aku, soalnya palingan nggak direspon suami, nggak mungkin dapet gitu pikirnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa..aku emang labil ya sukanya..kadang suka yg berewokan tapi kadang suka yg licin tapi punya mata jenaka yang lembut

      Hapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…