Langsung ke konten utama

Rindu Ayah

[Keluarga] Hari ini, pas lagi iseng buka facebook, aku baca statusnya Winda Krisnadeva. Dia bertanya,
"Nanya, ya ....
Ada yang pernah ngalamin, punya nomor hape lama, udah bertahun2 gak dipakai/hilang/rusak/ganti, trus pas coba ditelp nomor itu ternyata aktif lagi, dipakai orang lain?"

Kontan, aku langsung saja ikut memberikan komentar.



Iya benar. Itu benar-benar kejadian seperti itu.
Yang mendapati nomor LINE itu yang lebih bikin kesal, melebihi mendengar sapaan ketika telepon yang kita tuju diangkat (padahal harusnya tidak ada yang ngangkat).

Eh... malam ini, aku dapat kiriman foto dari Tanteku yang tinggal di Palembang. Namanya, Tante Zalma. Dia adik kandung ayah.


Lengkap dengan sebuah pesan: "De ini pt wkt ayh ibu di pomad  ade umr 3 bln tante yg ngasuh ade  kl ibu sdg pergi".
Wah.
Masya Allah.... aku sampai terharu melihat fotoku ketika berusia 3 bulan itu. Ayah memangkuku. Aku belum pernah melihat foto ini sebelumnya di rumahku. Sepertinya, keluargaku tidak memiliki koleksi foto ini di rumah kami dulu.


Ayah....
Akhirnya, aku jadi rindu ayahku lagi malam ini.

Komentar

  1. Semoga ayahnya mba Ade diterima disisi Allah. Aamin :)

    BalasHapus
  2. ah.., tulisan ini juga membangkitkan kerinduanku pada alm papa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sekarang nomor handphone ayah udah gak ada di handphoneku

      Hapus
  3. Mb Ade aku jadi ingat almarhum papaku juga.

    BalasHapus
  4. kalo tante, alfatikhah buat Ayah
    kalo Dija, alfatikhah buat Ibu

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…