Langsung ke konten utama

Domino's Pizza Pilihan saat Ingin Santai yang terasa Mewah dan hangat

[Lifestyle] Aku dan suami, mungkin bisa dibilang pasangan yang memiliki selera berbeda tapi mencoba untuk mencari kompromi satu sama lain. Perbedaan disini itu, biasanya terkait dengan selera makanan. Suamiku, lebih suka menyemil sesuatu yang garing kriuk-kriuk, mudah digenggam dan tidak mengenyangkan sehingga bisa dikudap setiap saat ketika mulut sedang ingin mengunyah. Contohnya, kripik, krupuk, gorengan, atau sesuatu yang mungil dan ringan. Sedangkan aku, kebalikannya. Aku lebih suka makanan yang bikin kenyang, sedikit berat.

Kalau dipikir-pikir, mungkin ini terkait dengan masa remajaku yang selalu lekat dengan yang namanya kawat gigi orthodonti. Keberadaan pemakaian kawat gigi itu tanpa terasa membentuk kebiasaan baru, tidak terlalu suka mengunyah sering-sering. Itu sebabnya aku lebih suka memilih cemilan yang mengenyangkan. Agak berat tidak mengapa, yang penting tidak harus sering-sering ngunyah dan sedikit-sedikit nyomot.



Setelah usia makin bertambah, kebiasaan makanku dan suami ini sedikit mempengaruhi kebiasaan makan anak-anak kami juga sih. Hebatnya, mereka tidak terpecah dua, seperti setengah meniru kebiasaanku dan setengah lagi meniru kebiasaan suami.
Tidak.
Tapi mereka mengambil kebiasaan kami berdua: menjadi anak-anak yang pemakan segala. hehehe. Itu sebabnya saat-saat makan selalu merupakan saat-saat istimewa. Termasuk saat-saat harus memilih cemilan.



Dan salah satu kudapan yang kami  pilih itu adalah PIZZA.

Dulu, ketika masih bermukim di  Sydney, kami sekeluarga selalu memilih menu Pizza Vegetarian only saja. Jika tidak ada rasa vegetarian only, ya sudah, aku buat sendiri. Tidak berani pesan rasa yang lain.  Karena ini  terkait dengan halal atau tidaknya sebuah makanan yang harus dimakan.

Tapi di Indonesia, dengan mudah keluargaku bisa memilih aneka macam menu varian PIZZA, karena memang sudah ada kejelasan mana PIZZA yang sudah mendapatkan sertifikat halal MUI atau belum. Disitu enaknya tinggal di Indonesia ya.

Di antara semua merek PIZZA yang ada di Indonesia, ada satu yang sudah mendapat sertifikat halal MUI, yaitu DOMINO'S PIZZA. Dengan begitu, status kehalalannya insya Allah sudah terjamin.


Di Indonesia, Domino's Pizza dioperasikan dan dikelola oleh MAP group melalui kemitraan F&B Asia. Domino's Pizza membuka gerai pertamanya tanggal 22 Agustus 2008 di Pondok Indah dan saat ini, gerai Domino's Pizza telah tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung dan Bali. Saat ini, Domino's Pizza memiliki 116 gerai dengan target pembukuan 150 gerai pada tahun 2017. Semoga kelak Domino's Pizza sudah tersebar di kota-kota lain yang ada di Indonesia ya.



Tanggal 16 Maret 2017 lalu, alhamdulillah aku sebagai blogger diundang untuk menghadiri acara Peluncuran menu baru di Domino's Pizza, yaitu Chef's Premium Collection. Sebuah menu baru yang terdiri dari Tujuh Pizza dan Tiga Dessert baru. Di antara ketujuh menu baru pizza tersebut, ada pizza rasa lokal (baca: rasa masakan Indonesia).

Bertempat di Senayan City, yaitu di restorantnya Domino's Pizza sendiri yang terletak di lantai LG, para blogger,   berkumpul untuk mengabadikan acara peluncuran menu baru Chef's Premium Collection ini.



Acaranya seru, dan yang pasti mengenyangkan. Lupain dulu deh acara diet-dietannya. Karena memang ketujuh menu baru Chef's Premium Colloction ini enak-enak banget. Begitu juga dengan ketiga menu dessertnya.

Menurut Chef Domino's, Patrick McMichael, ide untuk mengeluarkan menu baru Chef's Premium Collection ini karena :
"Pelanggan kami menginginkan lebih banyak topping  baru dengan cita rasa lokal dan bahan baku berkualitas. Kami mendengarkan keinginan pelanggan dan memberikan apa yang mereka inginkan."

Ketujuh menu baru Chef's Premium Collection itu adalah: Beef Rendang, Ayam bakar, Tandoori Chicken, Loaded Meatzza, Spicy Garlic Prawn, Grand Extravaganza dan Veggie deluxe.


1. Chef's Premium Collection rasa Beef Rendang.




Beef rendang ini, terdiri dari daging sapi kualitas premium yang diolah dengan bumbu rendang spesial, lalu bersama dengan paprika hijau, bawang bombay dan keju mozzarella menciptakan cita rasa Beef Rendang yang unik dan kuat. 

2. Chef's Premium Collection: rasa Tandoori Chicken.



Tandoori Chicken tuh salah satu menu masakan India yang paling cocok di lidah orang Indonesia sih menurutku. Karena rasanya gurih, tapi tidak menyengat sebagaimana menu masakan India lainnya. Nah, kegurihan ayam bumbu Tandoori ini kini berpadu dengan saus kari, saus rahitta, paprika hijau, bawang bombay dan keju mozarella.  Yang ini, enak banget. Beneran. Bukan karena aku penyuka masakan India tapi karena aku juga penyuka masakan Indonesia. Rasa ayam Tandoorinya pas buat lidahku.

3. Chef's Premium Collection: rasa Ayam Bakar.


Yang ini, juga aku suka nih. Banget. Karena rasa ayam bakar yang biasanya aku nikmati di menu nasi ayam bakar, kini tersaji di atas Pizza. Wah. Inovatif banget.







Pizza rasa ayam bakar ini, ayamnya gurih, sedikit pedas,  dan ada rasa "garing bakarannya"nya gitu meski dagingnya lembut banget, jadi asyik aja buatku. Berpadu dengan bawang bombay, parsley, keju mozzarella.

Waktu dimakan dalam kondisi masih hangat banget, keju mozzarellanya tuh emang meleleh sempurna banget. Benar-benar menggugah selera. Mungkin karena keju mozzarella yang dipakai adalah keju mozzarella kualitas premium kali ya.

ini nih kualitas keju mozzarella yang ketika hangat bisa melted sedemikian rupa. 

4. Chef's Premium Collection rasa Spicy Garlic Prawn


Waktu acara peluncuran menu baru di Domino's Pizza ini, aku mengajak turut serta seorang putri kecilku. Sejak dulu, menu makanan kegemaran putri kecilku ini adalah Udang. Makanan apa saja jika ada udangnya maka dia akan bersemangat memakannya. Tapi, tentu saja hanya makanan yang enak menurut lidah dia ya. Hehehe.. anak kecil kan nggak bisa bohong biasanya. Enak dibilang enak, nggak enak ya dbilang nggak enak meski kenyataan itu kadang menyakitkan perasaan orang lain. Mereka selalu jujur apa adanya, dan ketika salah satu menu baru Chef's Premium Collection mengeluarkan rasa Spicy Garlic Prawn, putriku langsung berwajah amat cerah.



Menurut putriku, ini rasa yang paling dia sukai. Udangnya utuh, tidak dibelah dua atau ditipisin. Tidak alot, tidak juga hancur pertanda udang yang sudah rusak ketika diolahnya. Dan warna udangnya masih segar, pink kemerahan. Berpadu dengan rustic sauce, bawang bombay, tomat, parsley dan keju mozzarella.


Bahkan setelah selesai acara, putriku berbisik padaku, "kapan-kapan, kalau lagi iseng, kita pesan delivery rasa udang ini ya bu." hehehehe.

5. Chef's Premium Collection rasa Loaded Meatzza


Nah, karena usiaku sudah dikit lagi mau kepala lima, sekarang 47 tahun, jadi aku mulai jaga makanan ceritanya. Daging-dagingan aku hindari. Jadi, menu baru Chef's Premium Collection yang Loaded Meatzza ini, aku lewatkan dari mencicipinya hingga habis. Tapi, jika kalian seorang pecinta makanan dengan menu daging sapi, pilih deh menu yang satu ini. Karena daging sapinya berlimpah ruah banget dalam berbagai macam olahan. Ada beef pepperoni, beef rasher, beef black pepper, beef crumble dan dicampur dengan BBQ sauce.


6. Chef's Premium Collection rasa Grand Extravaganza.


Jika di menu sebelumnya, yaitu Loaded Meatzza sepenuhnya berisi daging sapi olahan, maka menu Grand Extravaganza ini kita akan menemukan tambahan sayuran di atas toppingnya, bersanding dengan menu daging sapi olahan. Jadi di toppingnya itu ada beef rasher, beef pepperoni, zaitun hitam, paprika hijau, bawang bombay, tomat, nanas, parsley dan keju mozzarella.

Aku mencoba menu yang ini, terutama karena ada zaitun hitam berpadu dengan daging sapi olahannya. Hehehe. Zaitun hitam itu zaitun yang bagus untuk mengendalikan kolesterol dan tekanan darah tinggi atau berbagai resiko penggumpalan darah lainnya. Jadi, hop, utuh masuk mulut seluruh pizza dengan rasa Grand Extravaganza ini. Karena memang komplit banget sih.


7. Chef's Premium Collection rasa Veggie Deluxe

Dan, karena aku sedang menerapkan sebuah kebiasan hidup baru dalam keseharian, yaitu lebih banyak makan sayur atau berbagai produk nabati daripada produk hewani, maka sepertinya menu Domino's Pizza Chef's Premium Collection yang satu ini pada akhirnya menjadi salah satu pavoriteku juga: rasa Veggie Deluxe.



Seluruh topingnya adalah sayuran. Suka banget. Ada jamur, zaitun hitam, paprika hujau, nanas, bawang bombay, dengan keju zeta dan mozzarella sebagai toppingnya.



Jadi, kalau besok-besok aku dan putriku akan memesan pizza, sepertinya sih selain pilihan anakku di atas, aku akan memesan rasa Veggie Deluxe juga deh.
Jika kalian perhatikan gambar yang aku tampilkan dari rasa Veggie Deluxe ini, yang kotak-kotak putih itu adalah keju zeta. Rasanya lembut seperti tahu sutra, padahal dia keju. Jadi gurih dan langsung meleleh di dalam mulut.


Prinsipku, diet tidak boleh menyiksa tubuh. hahahaha.
Karena dari makanan, sering terajut kisah kasih sayang yang lain. Seperti bertemu dan bersilaturahmi dengan teman misalnya.



Atau menghangatkan kembali hubungan keluarga yang ketika anak-anak tumbuh semakin besar akan semakin kesulitan untuk mencari waktu yang pas untuk bertemu dan bercengkerama.  Makanan tuh bisa menjembatani berbagai perbedaan, dan mempertautkan hati dan silaturahmi yang menjauh. Juga bisa mengakrabkan suasana yang kaku. Dan saat ini, karena harga Pizza bukan lagi masuk kategori makanan mahal, bisa dibilang bahwa Pizza itu bisa membuat saat ingin santai menjadi terasa mewah dan hangat.

Selain 7 menu baru di Domino's Pizza keluaran Chef Premium Collection, ada juga menu 3 menu dessertnya.

Mengapa Domino's Pizza capek-capek buat menu dessert padahal mereka jualan pizza? Karena, kata Chef Patrick McMichael:
"Semua orang menyukai coklat dan dessert sebagai mekanan penutup yang lezat setelah makan. Domino's pizza menghadirkan pilihan dessert baru sebagai penutup makan yang manis. Seperti halnya pizza kami yang baru dibuat setelah pemesanan, kami juga menyajikan dessert hangat karena fresh from the oven."

Ini dia 3 menu dessert dari Domino's Pizza:

1. Martabak Chocolate Cake.

Martabak chocolate cake ini terinspirasi dari dessert khas Indonesia yang populer. Tahu sendiri kan, sekarang yang namanya gerai martabak ada di mana-mana. Tapi, istimewanya martabak Chocolate Cake keluaran Domino's Pizza adalah, karena dia terasa ringan, tidak berat. Jadi memang didedikasikan sebagai hidangan penutup yang manis saja.

2. Chocolate Brownie.

Kalian tahu brownies? Tahu juga Chocolate lava? Nah, keduanya ini bisa dinikmati dalam satu kudapan spesial bernama Chocolate brownie. Karena, cakenya tuh selembut brownies, tapi lapisan luarnya sekrispi Chocolate Lava. Makin terasa nikmat ketika kita menuangi kue tersebut dengan coklat leleh yang dipisahkan.
Wah.
Bingung sendiri gimana nyeritain enaknya. Karena kebetulan aku dan putriku adalah penggemar coklat dan makanan manis. Bahkan, ketika putriku berulang tahun hadiah yang kami berikan padanya salah satunya adalah chocolate lava keluaran Domino's pizza. hehehehe.





Buat sesama penggemar coklat, kalian harus mencoba menu yang satu ini. Enak banget. Coklatnya terasa. Dan selalu kudap selagi hangat agar terasa nikmatnya.

3. Chunky Choc-chic

Menu dessert yang satu ini, menurut keterangan dari chef, menu Chuncky Choc-Chic ini adalah menu yang didesain dimakan ketika hangat lezat, tapi ketika makanan ini sudah dinginpun, ternyata malah lebih enak lagi karena dia akan menjadi biskuit. Topping yang dimilikinya adalah chocolate chip dan coklat lelet.




Kebetulan, aku bawa pulang  kudapan ini karena perut sudah kekenyangan. Dan ternyata benar sih. Dicemilin dalam kondisi tidak lagi hangat malah makin lezat memang. Jadi serasa makan biskuit krispi yang tidak terlalu manis tapi tetap terasa manis. Nah loh. Gimana tuh? Hahahaha... maksudku, meski dia kue manis, tapi tetap terasa ringan dan tidak bikin haus kadar manisnya. Enak dikudap ketika sedang ngobrol santai di rumah.

Iya, sekarang jika kita mager (baca: malas gerak) buat ke gerai makanan, kita bisa memesan makanan juga. Nah, Domino's Pizza ini termasuk Pizza yang menjadi pemelopor layanan delivery dengan memanfaatkan teknologi digital loh. Jadi, sekarang sudah ada aplikasi yang bisa diunduh di app store gadget android atau mac kalian.




Tapi tetap sih, mereka tetap buka layanan telepon untuk delivery. Yaitu di 1500-366. 




Komentar

  1. MasyaAllah yah subhanallah pizzanyaaaaaaa /senyum miris sambil ngeces/
    ga tepat banget waktunya baca artikel ini dalam keadaan belum makan xD

    Semuanya terlihat enak! Boleh banget deh nyobain kalau cabangnya buka di tempat sayah xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, semoga cabangnya bisa segera buka di tempatmun ya.

      Hapus
  2. Wow mantap banget ya, Mba. Terlihat tebal dan empuk. Bisa banget buat menunda laper .. hehe

    BalasHapus
  3. kalau di foto, doughnya kayak kelihatan tebal, ya? Aslinya tebal gak, Mbak? Karena saya suka Domino's Pizza justru karena doughnya yang gak tebal

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak setebal brand lain sih..jadi cukup aja..tetep krunchy tapi empuk. dan toppingnya berlimpah..itu gak aku suka dr dominos...oh..harganya yg terjangkau

      Hapus
  4. Ya ampun, bikin ngiler Mba, aku suk abanget sama pizza dan martabak manis... semoga cepet buka cabang di kotaku ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa..enak enak banget ini..semoga segera buka cabang di kotamu

      Hapus
  5. Waaa pengen yang rasa rendang itchuuu.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya rasa rendang enak banget emang. pedasnya pas..gurihnya pas..

      Hapus
    2. iya rasa rendang enak banget emang. pedasnya pas..gurihnya pas..

      Hapus
    3. iya yg rendang emang enak..pedasnya pas gak lebai dan tidak mendominasi..jadi tetap rasa pizzanya jelas

      Hapus
    4. iya yg rendang emang enak..pedasnya pas gak lebai dan tidak mendominasi..jadi tetap rasa pizzanya jelas

      Hapus
  6. Aaaaaaah Mbak Ade, jadi lapaaar. Saya juga bakal suka yang vegie deluxe itu karena sekarang gak makan daging2an selain ikan.

    Tapi sayang, Dominos Pizza belum ada di Makassar :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya baru ada di sebagian pulau jawa dan bali aja... semoga segera ada di kotamu ya

      Hapus
  7. wih mozarellanya gak nahan mbak Ade. kapan akku ditraktir nih hehehe

    BalasHapus
  8. Huwaaa, aku nungguin buka cabang di Semarang deh. Mupeng berat lihat penampakan keju mozzarella yang melted gitu, hiksss

    BalasHapus
  9. Mbak Adeeeeee.....aku jd ngeces nih. Komplit bingits ceritanya...aku pengen coba yg ada udangnya deh kpn2 delivery ah.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…