badge

Kamis, 09 Maret 2017

Dari Hari Musik Nasional hingga Playlist Musikku

[Lifestyle] Hari ini, hari musik nasional loh. Sudah pada tahu kan? Aku sendiri, baru tahu tadi pagi ketika dari radio Delta aku mendengar tentang rencana Delta untuk memutar 100 lagu Indonesia terbaik versi radio Delta sepanjang hari ini dalam rangka memperingati eh.. bukan memperingati ya. Mungkin lebih tepatnya merayakan Hari Musik Nasional.




Hari Musik Nasional, 9 Maret 

Tadi, aku dengar sih jadi awalnya tanggal 9 Maret ini diperingati sebagai Hari Musik Nasional itu karena pada tanggal 9 Maret ini adalah hari Ulang Tahun alias Hari Kelahirannya Wage Rudolf Supratman. Seperti kita bersama ketahui, W.R Supratman ini yang menciptakan dan memperkenalkan lagu Indonesia Raya pertama kali pada tanggal 28 Oktober 1928 di acara Sumpah Pemuda. Sejak itulah lagu Indonesia yang dinyanyikan oleh seluruh rakyat Indonesia secara merata. Karenanya, Presiden Megawati menyusun rencana untuk menjadikan hari kelahiran W. R Supratman ini sebagai hari musik nasional dengan tujuan untuk mengapresiasikan para pegiat musik tanah air. Usulan ini sendiri berawal dari usulan yang diajukan oleh Persatuan artis-artis dan pencipta lagu, penata musik rekaman Indonesia (PAPPRI).
Copyright photo © nyoonze 

Namun butuh waktu hampir satu dekade untuk membuat rancangan penetapan hari Musik nasional tersebvut di resmikan. Hari Musik ini sendiri diresmikan opada tahun 2013 silam oleh presiden ke 6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dalam keputusan presiden Nomor 10 Tahun 2013.

Tahun 2017 ini, Presiden Jokowi mengundang beberapa pemusik Indonesia ke Istana.


Nasib Musik Indonesia di Hari Musik Nasional 2017

Di jagad twitter sendiri pada hari ini, hashtag hari musik itu jadi salah satu trending topik loh.


Tapi, Presiden Jokowi sendiri menghimbau agar semua televisi atau radio dan siaran lainnya, pada hari ini bersedia untuk memutar musik Indonesia alias musik lokal saja sehari penuh ini.

Ngomong-ngomong, musik Indonesia sendiri gimana kabarnya? Nah. Kebetulan, aku menyimak berita di CNN hari ini. Lagi ada obrolan spesial dengan Adib tentang kondisi musik tanah air.

Jadi nih, ternyata berbeda dengan hashtag #harimusik yang masuk trending topik teratas, kondisi musik tanah air sendiri ternyata tidak terlalu menggembirakan.
Kenapa? Karena seiring dengan semakin mewabahnya trend mendengarkan musik secara online dan digital pada gadget, mengurangi penjualan musik tanah air.












Tuh. Lihat deh garis warna biru tua di diagram di atas. Garis biru tua itu menandai pembelian fisik musik rekaman lagu Indonesia. Ternyata, trendnya itu semakin menurun loh orang yang membeli keping CD lagu Indonesia.
 Sebaliknya. garis berwarna biru yang merupakan garis pembelian lagu dalam format digital secara online semakin beranjak naik trendnya. Artinya, semakin banyak orang yang memilih untuk membeli lagu secara digital lalu menyimpan di perangkat musik mereka ketimbang harus membeli fisik lagu yang tersimpan di dalam keping CD.

Kalau garis kuning mah itu cara orang mendapatkan lagu atau musik dari sumber lain selain membeli secara online.

Hmm.. sepertinya, suamiku termasuk orang yang masuk barisan garis biru muda. Karena, suamiku termasuk orang yang rajin membeli musik original dari sumber asli penjualan lagu secara online/digital.

Sedangkan putriku yang remaja, termasuk orang yang masuk barisan garis biru tua.
Eh?
Serius loh itu dia masuk ke barisan garis biru tua. Ada alasannya mengapa Putriku ini lebih menyukai membeli musik yang terekam secara fisik (CD).

"Aku nggak tahu kalau lagu Indonesia atau lagu barat ya, bu. Tapi, kalau membeli CD lagu artis Korea, kita bukan hanya mendapat keping CD nya saja. Tapi kita juga mendapat mini album foto para artis penyanyinya dan foto itu limited edition. Cuma ada jika kita membeli album CD mereka saja, jadi kita nggak bakalan menemukan foto mereka dengan gaya mereka di mini album foto tersebut di tempat lain. Terus kita juga dapat kalender genggam; atau jurnal mini gitu. Ih.. pokoknya lucu deh bu."

Kebetulan, karena aku sudah lama sekali tidak pernah membeli album fisik musik Indonesia kecuali jika kebetulan pembayaran makanan di KFC jumlahnya bisa membuatku mendapatkan album lagu musik Indonesia yang dipajang disana jika aku menambah sedikit saja, maka sepertinya aku tidak menemukan apa yang diceritakan oleh anakku di album musik Indonesia.


Kalau kita beli album musik Indonesia secara fisik, maka bisa dibilang yang kita dapat ya... cuma keping CD nya saja sih. Terus, lagu itu ternyata bisa dengan mudah didapat di tempat lain dengan harga yang lebih murah.

Tapi tetap sih ada yang membeli album fisik. Cuma ya itu, tujuannya bukan untuk didengar di perangkat pemutar CD, tapi lebih sebagai souvenir atau kenang-kenangan (merchandise).

Terus.... apa dong data tarik lebih yang ditawarkan oleh musik Indonesia lewat bentuk fisik album tersebut?
Aku rasa.... mungkin ini termasuk yang mempengaruhi penurunan pembelian album lagu musik Indonesia di tanah air.





Eh.. tapi ternyata kata Adib yang diwawancarai di CNN tadi siang sih, meski pendapatan dari penjualan album secara fisik sulit untuk meraih keuntungan, sebenarnya para pemusik di tanah air, bahkan di seluruh dunia itu memperoleh pemasukan terbesar justru dari penampilan pertunjukan musik secara offline.

Itu sebabnya, sekarang yang namanya pertunjukkan musik oleh artis luar negeri sering banget diadakan di tanah air ya karena para artis dunia pun mulai merasakan lesunya penjualan album secara fisik dan melihat celah untuk mendapatkan pemasukan dari penampilan pertunjukan musik secara offline.

Aku sendiri, termasuk yang menikmati layanan musik secara online tapi... hehehe... menikmati yang dapat gratis karena aku berlangganan paket internet dari Indosat dimana bonusnya adalah bisa mendengar Spotify dan menonton movie juga di Iflix.


spotify dari Indosat di handphoneku

ini akunku dan judul playlistku... hehehe, paling bingung kalau harus nyari judul untuk playlist jadi aku buat judulnya ngasal dan asal cepat saja

MY MUSIK PLAYLIST

Waktu dirawat di rumah sakit (opname), karena tidak ada yang menungguiku, maka aku memutar musik agar tidak terasa sepi. Aku tidak berani menyalakan televisi, karena khawatir nanti ada cuplikan film horor atau thriller yang terputar di televisi. Duh. Aku tuh sebenarnya aslinya penakut orangnya.

Agar tidak terlalu takut, aku memutar musik dari perangkat handphoneku. Awalnya, aku memutar dari layanan gratis Spotifyku. Tapi, karena layanan Spotifyku bukan yang premium, maka dalam semalam jatahku langsung tersedot habis. Hahahaha.. nasib gratisan.

Ini nih playlistku di Spotify:










Sepertinya berimbang ya antara musik Indonesia dan musik luarnya.
Oh ya, jika lagunya sudah selesai diputar dan malas dengar ulang, layana Spotify juga merekomendasikan lagu yang menurut mereka mirip-mirip lah seleranya dengan lagu yang ada di playlist yang kita buat itu. Jadi kita bisa mendengar playlist orang lain yang kurang lebih selera musiknya sama dengan kita secara gratis juga. Seperti ini nih:


Tapi, karena jatah gratisku di Spotify sudah benar-benar habis, jadi aku pun menutar MP3 yang aku tanam di handphoneku.

Playlist musik yang aku miliki dan simpan di handphoneku adalah sebagai berikut (sebagian saja ya):



Buatku, mendengar musik itu sama seperti ketika kita menyimak sebuah puisi: berguna untuk mengasah kosa kata kita agar tidak terlalu kasar dan tidak tertata dengan baik.
Sekaligus, meredakan sifat iseng dan suka bercandaku yang terkadang aku sendiri pingin banget diredam. hehehe.

9 komentar:

  1. Selera musiknya ngak kalah sama yang muda2 ni mba ade, hihi suka Avril ya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya suka.. tapi kadang suka terselip umpatan agak kasar di liriknya jadi aku jarang menyenandungkannya, cuma denger aja... karena takut aku terbiasa juga dengan umpatan itu

      Hapus
  2. Selamat hari musik nasional.. aku pun ngg bisa hidup tanpa musik mba. Ngg ceriaaaa jadinya :)

    BalasHapus
  3. sayangnya sekarang gak ada lagu anak anak
    padahal dija butuh banget

    BalasHapus
  4. Hidupku hampa tanpa musik, mba Ade :)

    BalasHapus
  5. Berarti dunia digital yang merajalela sekarang ini justru dimanfaatkan sebagai media promosi ya biar musisi bisa getol dan sukses menjalankan konsernya.

    BalasHapus
  6. Saya malah tak tahu tentang hari musik nasional meskipun beberapa hari lalu liat foto bapak Jokowi dan Raisa, baru tau ternyata itu perayaan hari musik.

    Saya sempat download spotify tapi udah berakhir gratisnya jadi gak pakai lagi soalnya agak jarang2 dengar lagu

    BalasHapus
  7. Saya sering dengerin musik via YouTube tapi masih sesekali beli CD musik band lokal. Apalagi band yang saya suka dan limited edition.

    BalasHapus
  8. Selera musik mba Ade mantep neh. Aku mah paling musik drakor dan Indonesia aja.

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih