Langsung ke konten utama

KliknClean Asisten Rumah Tangga Jaman Sekarang

[Lifestyle] Dulu, sebelum menikah aku selalu merasa bahwa aku tidak bisa apa-apa tanpa bantuan Pembantu rumah tangga (sekarang, untuk penghargaan pada profesi ini maka istilahnya berubah menjadi asisten rumah tangga. Seterusnya aku juga akan memakai istilah asisten rumah tangga). Tapi, setelah menikah ternyata suamiku membawaku merantau ke Sydney karena dia sedang melanjutkan study disana. Otomatis, mau tidak mau aku terpaksa harus menjadi seorang ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga.

Ribet? Awalnya iya.
Apartemenku ada di lantai 4 tanpa elevator. Adanya tangga. Belum lagi tidak ada yang namanya angkot menuju ke apartemenku, apalagi ojek. Ditambah nggak bisa masak, nggak biasa kerja beberes, dan sebagainya deh. Belum lagi harus mengasuh anak balita, dan satu lagi: harus nyusun skripsi dan ikut kursus bahasa inggris  yang diperuntukkan untuk migran yang menjadi pasangan student yang sedang belajar disana.
Fiuh.

Tapi, lama kelamaan alhamdulillah aku mulai terbiasa sih bekerja sendiri tanpa asisten rumah tangga. Banyak enaknya malah.

Keuntungan Tidak Memiliki Asisten Rumah Tangga:

1. Kita jadi bisa mengembangkan hubungan yang saling membantu antara sesama anggota keluarga di dalam rumah.

2. Kita jadi terdorong untuk mandiri dan kreatif guna mengatasi keterbatasan tenaga (kan semua orang tetap ingin punya "me time" ).

3. Nah, ini nih yang penting, kita jadi merasa benar-benar menjadi Ratu di rumah kita. Artinya, bisa bebas di rumah sendiri.

Mau melepas jilbab kek, mau pakai daster bolong-bolong, mau tiduran di lantai, mau malas masak, mau malas ngepel... semua SUKA SUKA GUE.

Dulu, aku lihat ibuku sering bingung sendiri.
"Wah, sudah jam segini dan kita masih belum sampai rumah? Si Embak makan apa ya? Ibu belum masak nih." (sekarang mah, kalau malas masak tinggal beli aja atau jajan di luar; nggak usah inget bahwa harus ada orang lain yang harus dipikirin juga di rumah).

"Ade, pakai baju yang benar dong. Nggak malu dilihat si embak pakai baju compang-camping kayak gitu." (padahal daster itu, semakin banyak jendelanya semakin adem sodara-sodara.. hahahaha).

Sekarang, aku mau pakai baju apa saja, mau bermalas-malasan di rumah, mau berajin-rajin ria di rumah, terserah aku (eh ini beneran deh. Jadi, jika majikannya bermalas-malasan maka ART bingung mau ngapain. Karena mereka biasanya bekerja berdasarkan perintah. Nah, giliran majikan rajin banget, ART juga biasanya ngeluh, karena kelelahan dan merasa kerepotan).

4. Ini juga penting, kita bisa dapat privacy di rumah kita sendiri. 

Jadi, kalian yang sudah menikah, kalian bisa mendapatkan privacy untuk berpacaran dengan pasangan kalian di ruang mana saja dan kapan saja. Mau kejar-kejaran, ngobrol, atau berkasih-kasihan sambil muter-muterin tiang rumah layaknya film India juga bebas. Jika ada ART di rumah, otomatis ruang privacy kita hanya di kamar saja. Karena kalau keluar kamar sudah ada orang lain yang bakalan otomatis nonton (iya kalau cuma nonton terus senyum sendiri. Yang nggak enak itu kalau dia cerita-cerita ke tetangga atau teman-temannya).

5. Tidak perlu bergantung pada ART.

Jika sudah terlalu bergantung pada ART, maka ART sering berulah. Mereka juga bisa merasakan loh bahwa majikannya itu butuh mereka. Itu sebabnya para ART  jadi punya bargain position (nilai tawar) tinggi di depan majikannya. Yang baru kerja sebentar terus minta libur lah, yang minta naik gaji padahal baru kerja sebentar. Belum lagi agen penyalur yang juga ikut meminta bagian.

Yang nggak enaknya itu, kan jika kita mengambil ART dari agen penyalur ART ada uang jaminannya tuh. Misalnya, dijamin 3 bulan jadi harus naruh deposit buat jaminan. Jika sebelum 3 bulan kenapa-napa, uang ini akan dikembalikan. Masalahnya, begitu kontrak jaminan ini habis, biasanya ART akan mencari akal untuk bisa terlepas dari majikannya dan berpindah ke majikan lain. Atau malah di"bajak" tetangga sendiri. Alasan mereka berhenti itu ada saja. Yang suami sakit, anak nangis di kampung, emak nggak ada yang menemani. Pokoknya 1001 alasan deh.

Akhirnya, terpaksa kita menghubungi agen penyalur lagi, lalu kembali membayar uang jaminan lagi, dan begitu seterusnya. Agak-agak buang energi, emosi, dan uang sih menurutku.

Setelah bertahun-tahun tidak menggunakan bantuan ART, tahun 2016 aku mulai menggunakan bantuan ART. Tapi karena aku pada dasarnya tidak terlalu suka ada ART di rumah (karena alasan-alasan keuntungan di atas), jadi kedatangan ART ke rumahku aku batasi hanya 2 x seminggu, yaitu di hari ketika kita bisa menjalankan puasa sunnah: senin dan kamis saja. Lagian, aku kan sudah semakin tua juga jadi makin banyak jatuh sakitnya... hehehehe, jadi mulai nggak kuat untuk membersihkan seluruh rumah sementara anak-anak mulai berkegiatan di luar rumah lebih banyak (ada yang sudah bekerja, ada yang sekolah lanjut kursus).

Cuma ya itu deh, mulai sering menelan rasa kecewa sedikit demi sedikit karena ulah si embak. Yang datangnya molor, yang kadang bolos, yang kerjanya cepat sekali jadi kurang bersih, yang sering nyengir dan bilang lupa dan membuatku terpaksa memaafkan dan melupakan teguranku. Belum lagi aku jadi ... entah mengapa, sering merasa tidak bebas di rumah sendiri jika embak sedang ada di rumah, meski hanya sebentar (biasanya selesai tidak selesai, jika sudah 2 jam si embak pulang. Paling memberitahu, "Bu, yang itu besok kamis saja ya?").

Nah, alhamdulillah loh jaman sekarang dimana sudah jaman internet, sudah ada yang namanya asisten rumah tangga online. Yaitu Klik'nClean. Mereka asisten rumah tangga juga, tapi bekerjanya hanya part time (paruh waktu) saja, dan dipanggil dengan menggunakan aplikasi. Kalian bisa mendownloadnya di google play atau bisa juga lewat web online mereka di https://kliknclean.com/.

Karena kerja paruh waktu, maka kalian bisa tetap mendapatkan 5 keuntungan hidup tanpa ART tapi sekaligus rumah bisa tetap bersih dan punya waktu untuk ber-me time alias punya waktu untuk memanjakan diri sendiri sesekali.



Kebetulan, aku sudah mencobanya loh.
Akhir tahun 2016 lalu, aku cukup repot di rumah karena anak-anakku semua sedang liburan jadi kumpul di rumah semua. Senang sih mereka semua kumpul di rumah, tapi entah mengapa aku merasa pekerjaanku di rumah jadi berlipat banyak dan berlipat juga lelahnya.

Lalu, kebetulan seorang teman memberitahuku tentang adanya layanan memanggil asisten rumah tangga paruh waktu dengan menggunakan aplikasi kliknclean.

Langsung saja aku coba. Ini nih langkah-langkah yang aku lalui untuk mendapatkan layanan jasa dari Klik'nClean.



Jadi, pertama-tama download dulu aplikasi klik'nClean di handphone kalian (tapi jika tidak mau, bisa juga masuk ke website mereka ya). Setelah itu, kita akan dipandu untuk mengikuti langkah-langkah berikutnya. Seperti pertanyaan ada berapa kamar tidur, berapa kamar mandi, dan berapa lama waktu yang disediakan untuk mereka bekerja. Ada juga pertanyaan pekerjaan khusus yang harus dikerjakan, seperti apakah harus membersihkan dan merapikan lemari, menggosok lantai, membersihkan kulkas, oven, dan seterusnya. Nah, pekerjaan khusus ini nanti otomatis akan menambah jumlah perkiraan waktu yang akan ditotal sih. Karena memang nggak mungkin juga kan misalnya kita minta waktu 2 jam tapi ada 10 buah lemari, 4 kamar mandi, 4 kamar tidur dan semuanya minta dibersihkan dan dirapihkan (memangnya mereka bawang putih yang disuruh ibu tiri untuk belanja daging, ikan, ayam, sayur dan buah dan cuma diberi uang Rp10.000? Akhirnya bawang putih ketemu sama ikan mas ajaib deh pas nangis. Eh, kalian tahu cerita rakyat ini kan?).

Kemarin, kebetulan aku memang punya sebuah lantai dua di rumahku yang diniatkan untuk dijadikan ruang perpustakaan keluarga. Masalahnya adalah, ternyata debu cepat sekali berkumpul dan terperangkap di atas buku-bukuku itu. Belum lagi Permukaan kayu lemari bukunya. Padahal aku kan ada penyakit asma.

Berbeda dengan ketika awal menikah dimana aku tidak bisa melakukan semua pekerjaan di rumah karena memang tidak terbiasa; sekarang aku alhamdulillah sudah bisa mengerjakan segalanya sendiri. Hanya giliran harus membersihkan debu-debu di lemari buku, langsung deh pilek. Kalau sudah pilek, nggak lama batuk, lalu asma kambuh deh.

Begitu juga anak-anakku. Mereka juga punya bakat asma dan alergi dengan debu. Semakin bertambah usiaku, aku semakin tidak kuat jika harus kambuh asma-nya. Nah, aku menugaskan embak yang bekerja di rumahku seminggu 2 x ini untuk membersihkan apa yang tidak bisa aku bersihkan.Yaitu ruang perpustakaan keluarga dan koleksi gitar suamiku.

Biaya yang aku harus keluarkan itu sebesar Rp500.000/bulan untuk si embak. Tapi, karena si embak memegang sehari 5 rumah sekaligus, jadi si embak jika datang bekerja cepat sekali kerjanya.
Wush wush wush.
Jadi tidak heran jika aku masih mendapati kotoran masih menempel di sendok, atau di bibir gelas atau piring. Belum lagi suami yang kecewa karena ternyata gitar koleksinya ternyata tidak dielap. Koleksi buku di perpustakaanku? Si embak kebanyakan nyengir dengan alasan lupanya.

Dan karena aku merasa "butuh dia" untuk bersih-bersih perabotan meski hanya seminggu 2 x itu, aku lebih banyak memaafkan lupanya si embak. Jadilah akhirnya kehadiran si embak yang cepat sekali bekerjanya ini sering hanya seperti membersihkan "bagian yang terlihat olehku saja". Bagian detil, ternyata tidak dibersihkan bahkan tidak disentuhnya. Atau jika pun aku minta untuk dibersihkan, si embak tidak meletakkan kembali bendanya pada tempatnya semula.

Anak sulungku, karena apa yang dilakukan oleh si embak ini, akhirnya benar-benar menolak untuk dibersihkan kamar pribadinya.
"Biar saja, tidak usah diapa-apain. Jadi berubah semua letaknya aku malah jadi bingung." Jadi, dia sering mengunci kamarnya, baik dia sedang ada di kamar itu atau sedang bekerja. Agar si embak tidak masuk ke dalam kamarnya. (giliran aku yang masuk, mataku langsung kejang-kejang karena asli berantakan banget hahaha).

Sementara kamar anak tengahku malah yang bersih hanya lantainya. Meja tulis dan lemari bukunya sama sekali tidak pernah disentuh embak. Jadi, paling dengan menggunakan masker motor, sesekali aku dan anakku membersihkannya (jadi jatuhnya gue lagi-gue lagi).

Berbeda dengan apa yang dikerjakan oleh asisten rumah tangga paruh waktu Klik'nClean. Kemarin aku intip (hehehe, kepo aku, mereka betulan kerja atau gimana), mereka benar-benar membersihkan segalanya. Senang banget.


bersihin kamar mandinya juara deh si mas ini. Semua detil dibersihkan, sampai ke pojok-pojok.


hehehee, ini bukan berantakan. Tapi sudah over capacity. Jadi terpaksa 1 rak ada tumpukan buku berlapis-lapis.
Untuk jelasnya lihat deh perbedaan sebelum dan sesudah dibersihkan berikut ini:







 Dan ini kamar anak sulungku yang selama ini menolak untuk dibersihkan oleh si embak. Kemarin, dia tumben membuka kunci kamarnya dan membiarkan kamarnya dibersihkan. Tumben banget inih dia percaya kamarnya dibersihkan dan dirapikan orang lain.

jadi, ada kasur topper yang tidak terpakai olehku karena aku sering mengalami saraf kejepit di pinggang. Kata dokter sih karena kasusnya terlalu empuk. Jadilah topper ini aku berikan pada anakku. Oleh dia diletakkan begitu saja di bawah jendela. Nah, ART Klik'nClean berinisiatif meletakkannya di atas tempat tidur sebelum merapikan kasur anakku. Jadi seperti ini kasurnya.

 Oh ya, ART paruh waktu Klik'nClean ini juga datang tepat waktu loh. Juga menolak diberi tip (hehehe, aku tuh kemarin senang banget lihat perpustakaanku jadi bersih dan rapi, jadi pingin memberi bonus tip gitu ceritanya ke mereka berdua. Eh... mereka menolaknya dengan tegas karena memang sudah AD/ART di kantor Klik'NClean untuk menolak tip. Bahkan mereka juga minta digeledah pakaian dan tas yang mereka bawa sebelum mereka pulang, untuk meyakinkan bahwa tidak ada satu pun barang milik tuan rumah yang terbawa/dibawa oleh mereka.

teng, 2,5 jam dan tepat waktu datangnya
Jadi, nggak salah kan kalau aku langsung menaruh komentar positif ketika harus mengisi formulir kepuasan/kekecewaan di lembar isian yang diberikan ketika mereka ingin pulang.




Beberapa Pertanyaanku yang dibuang sayang pada CS Klik'nClean:

ini nomor kontak Klik'nClean. Biasanya, setelah kita mengirim permintaan layanan, CS akan menghubungi kita lewat layanan pesan sms atau whats app.


1. Tanya: Mbak, ruang perpustakaan saya kan plong gitu, ngitungnya gimana karena di isian aplikasi cuma ada pilihan berapa kamar tidur dan kamar mandi saja. Padahal saya minta dibersihkan ruang perpustakaan?
Jawab:
Boleh tahu berapa kira-kira luas ruang perpustakaan itu? Nanti ibu bisa memperkirakan berapa lama kira-kira waktu pengerjaan yang dimungkinkan atau tersedia untuk membersihkan ruangan tersebut. Atau kami bisa bantu menghitung waktu pengerjaannya jika ibu berkenan.

2. Tanya: aku cerita ke teman-temanku bahwa rumahku sedang dibersihkan dengan Klik'nClean. Mereka tanya Klik'nClean sudah terima layanan untuk luar kota Jakarta belum?
Jawab:
Karena kami masih baru, jadi lingkupnya sementara ini masih di seputar Jakarta saja sih mbak. Tapi nanti semoga bisa diusahakan.

3. Tanya: mbak, temanku tanya bisa nyetrika atau bersihin dapur sampai ke kitchen set gitu nggak?
Jawab:
Bisa bu, yang nggak bisa cuma mencuci pakaian saja.

4. Tanya: mbak, temanku tanya lagi, apartemennya berbentuk studio gitu. Ngitungnya gimana tuh?
Jawab:
Diperlakukan seperti kamar tidur, hanya saja nanti luasnya ruangan harus diperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkannya.

Nah, sedangkan ini obrolanku dengan suami dan anak-anakku:

"Eh, apa kita pakai Klik'nClean saja ya? Jika mereka Rp49.000/jam, minimal 2 jam untuk 1 lantai... berarti... kemarin kan 2,5 jam jadi Rp128.000. Kalau seminggu sekali saja, berarti kenanya dikali 4 dalam sebulan jadi Rp512.000. Lebih mahal dua belas ribu memang, tapi hasilnya memuaskan." (kata suamiku. Iya sih, apa yang dikerjakan dalam sehari itu sama kualitasnya dengan kerja si embak dalam sebulan, bahkan lebih bersih menurutku)

"Iya bener. Juga nggak ada lagi yang protes barangnya berubah posisi, nggak ada yang ngunci kamar karena nggak mau dikutak-katik kamarnya, nggak ada yang kecewa karena hasil nggak bersih." (ini kataku)

"Hmm...Tapi, kalau pakai embak, sekalian bantu embak juga sih." (kata si sulung)

"Nggak juga sih. Itu si embak makanya kerjanya bet-bet-bet dan nggak bersih karena dia kerja di 5 tempat dalam sehari. Jadi emang nggak bisa fokus bersih-bersihnya. Lagian sama aja sih, di Klik'nClean juga buka lapangan pekerjaan juga buat orang lain juga." (kataku. Aku tahu pasti soalnya kenapa si embak selalu terburu-buru jika membantuku bekerja di rumah, meski kedatangannya hanya di hari senin dan kamis saja. Kadang dia datang kesiangan, bahkan pernah beberapa kali tidak datang sama sekali ke rumahku karena tidak ada waktu lagi akibat kerja di rumah sebelumnya terlalu banyak dan terlalu lama)


Nah. itulah obrolan di dalam keluargaku.
Eh.. kalian tertarik nggak buat menggunakan jasa Klik'nClean? Aku rekomendasiin banget inih, karena aku sudah mencobanya sendiri (dan sekarang galau gimana caranya memberhentikan si embak karena ingin langganan dengan Klik'nClean saja. Aku kan orangnya nggak enakan gitu.).

Aku ada nomor referral nih yang bisa kalian pakai. (Jadi kalau kalian memakai refferalku ini, aku bakal dapat diskon. Sengaja nih tulisannya dikecilin biar nggak terbaca).  

Nomor refferalku: CLEANBYADEANITA





Komentar

  1. Nah, ini info yg kucari. Walau punya asisten RT ada kalanya pengen beres2 ekstra.

    BalasHapus
  2. Makasih infonya sangat bermanfaat, saya baca sampai selesai berarti mereka berdua? Aku juga mikir kalO sendirian cape hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, karena waktunya kan terbatas ya, kalo sendirian nggak kelar kayaknya

      Hapus
  3. Wah bersih cepat dan memuaskan aman pula ya, bener-bener membantu buat bersih-bersih, enak kalau rumah abis ditinggal lama, dan gak perlu alergi debu tinggal panggil klik, n clean aja ya, tapi di semarang belum ada, rumahku juga hanya 90 meter persegi, jadi gak pake ART hanya ku berdua suami dan pake penyedot debu, debunya sama di rak buku cepet sekali, apalagi belakang rumah masih sawah, pinggirnya pohon jati hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku jadi bayangin rumahmu kayaknya asyik deh... kalau malam masih bisa terdengar suara jangkrik dan sejuk pasti kalau siang karnea ada pohon jati... pohon jati itu mengisap polutan daunnya, makanya direkomendasikan untuk dibongsai dan dijadikan tanaman dalam rumah oleh beberapa kalangan.

      Hapus
  4. Wah bersih cepat dan memuaskan aman pula ya, bener-bener membantu buat bersih-bersih, enak kalau rumah abis ditinggal lama, dan gak perlu alergi debu tinggal panggil klik, n clean aja ya, tapi di semarang belum ada, rumahku juga hanya 90 meter persegi, jadi gak pake ART hanya ku berdua suami dan pake penyedot debu, debunya sama di rak buku cepet sekali, apalagi belakang rumah masih sawah, pinggirnya pohon jati hehe

    BalasHapus
  5. waaah boleh dicoba nih.. sekarang bisnisnya pada kreatif euy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener... era internet jadi segalanya bisa diakses memanfaatkan internet

      Hapus
  6. wah sekarang segala layanan itu praktis ya mbak tinggal klik semua urusan rumah beres..bisa disemarang juga mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum masuk ke sana sepertinya deh. baru juga perusahaanya jadi masih di sekitar jakarta dan sekitarnya saja

      Hapus
  7. Mbak, harganya juga gak mahal, ya. Misalnya nih kalau di rumah abis kedatangan banyak tamu daripada kita cape beberes sendiri kan enak juga kalau ada yang bantuin

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah... nah.. itu tuh termasuk banget.

      Hapus
  8. Berita bagus. Mana sekarang susah banget nyari pembantu di kampungnya emak. Semoga ada di daerah Medan ya..
    Kalau disni ada, cuma ya mahal banget sejamnya...200 ribuan. Salam kenal ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejam 200 ribuan.. wahh... mahal euy. Pake dollar. hehehe

      Hapus
  9. Wah,asik ya mbak...murah juga,rumah rapi

    BalasHapus
  10. Saya ga punya asisten rumah tangga, pekerjaan rumah dikerjakan berdua dengan suami. Hehe sayang di Bandung blm ada ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, semoga di bandung segera ada ya

      Hapus
  11. kalo saya blm ada dana untuk cari ART ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai jasa ini aja. Murah kok karena per jam 40 ribuan gitu dan nggan mengikat.

      Hapus
  12. ya ampun, hari gini apa aja ada ya mbak.
    Saya bisa nih, karena selama ini saya nggak pakai ART. Masalahnya kalau saya sakit atau capek berat, ya tetap dipaksa ngerjain semuanya.
    Apalagi baru2 aja rumah kebanjiran, suami gak ada di rumah. Ya kembali lagi ke saya semua.
    Nunggu deh, kapan gitu ada di kota saya

    BalasHapus
  13. Aku juga ga memiliki ART, jadi hemat banget deh pengeluaran, dan bisa dikerjain semua sendiri. Ada kliknclean, jadi pengen cobain.

    BalasHapus
  14. Mba Ade udah sembuh?
    Mba, pengen seklai nih klik n clean bisa bersihin rumahku. Hheheheh. asyik ya kala jasanya mudah dan dapat di andalkan seperti ini :)

    BalasHapus
  15. Waaa, boleh juga ni dicoba...
    Aku lumayan sering manggil jasa bersih2 juga.
    Makasih sharingnyaa

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…