Langsung ke konten utama

Pengaruh Harbolnas 2016 Terhadap Tingkat Konsumsi dalam Belanja Online

[Lifestyle] Hayoo, ada nggak yang setiap tahun menanti Harbolnas? Okeh. Aku ngaku. Aku iya. Hehehe. Sejak menikah dan mukim di Sydney, Australia karena suamiku tugas belajar disana; aku yang suka go shopping selalu menanti event End Of The Year Sale yang selalu diadakan oleh nyaris semua pertokoan dan pusat berbelanjaan disana. Jadi, bulan-bulan sebelum masa diskon gila-gilaan akhir tahun diadakan, aku dan suami menabung dulu. Sudah berencana dan mulai menyusun daftar apa yang mau dibeli di akhir tahun nanti. Rela gitu desak-desakan di keriuhan diskon akhir tahun di pusat perbelanjaan.

Tapi itu beberapa tahun yang silam. Sekarang mah, jaman sudah berubah ya. Sekarang sudah nggak perlu lagi berdiri beberapa jam di depan pintu masuk pusat perbelanjaan atau toko agar menjadi rombongan pembeli pertama yang memasuki toko yang seluruh barangnya sudah dibandrol dengan diskon gila-gilaan. Sekarang, kita sebagai pembeli dimanjakan dengan internet sehingga bisa melakukannya di rumah-rumah dalam kondisi paling nyaman. Duduk manis, atau tidur-tiduran sambil maskeran di wajah, lalu memantau diskon gila-gilaan yang diadakan oleh online shop.


Di jaman serba canggih seperti sekarang ini, penggunaan gadget dalam seluruh aspek kehidupan sudah tidak terelakkan lagi. Dalam segi bisnis, semua pelaku bisnis menggunakan teknologi baik berupa komputer, gadget smartphone maupun laptop untuk mendukung kinerja karyawan mereka. Dalam bidang jual beli, survey terakhir menyatakan dari 75 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan internet, 10% diantaranya sudah melakukan belanja online. Itu berarti 7,5 juta masyarakat Indonesia sudah mengenal atau bahkan berlangganan produk melalui transaksi online. Apalagi saat ini sudah menjelang akhir tahun, sebentar lagi seluruh pelaku e-commerce akan memperingati hari belanja online nasional atau yang disingkat dengan Harbolnas .

Hari belanja online nasional di Indonesia sudah mulai diperingati dan dirayakan sejak tahun 2012 dengan 7 e-commerce sebagai pelopornya. Tahun 2013 kembali dirayakan dengan jumlah e-commerce meningkat menjadi 22 e-commerce. Tahun 2014 menjadi 78 e-commerce, 2015 bertambah banyak sampai lebih dari 130 e-commerce. Hari belanja ini sebetulnya adalah adaptasi dari gaya hidup negara lain yang sudah terlebih dahulu memiliki budaya ini dengan nama “Cyber Monday” atau “Black Friday”.

Sejatinya, Harbolnas bukalapak ataupun e-commerce lainnya diadakan untuk mengedukasi masyarakat akan informasi mengenai belanja online yang aman dan nyaman hingga nantinya mendorong mereka untuk melakukan transaksi jual beli di dalamnya. Selain itu hari belanja online nasional ini juga digunakan untuk mempererat ekosistem industri e-commerce di Indonesia dengan merangkul semua kalangan untuk turut berpartisipasi aktif.

Dalam event setahun sekali ini semua e-commerce yang berperan serta berlomba-lomba memberikan promo-promo menarik untuk menarik minat pembeli. Potongan harga hingga 90%, double diskon, voucher belanja, free ongkos kirim, bahkan hadiah langsung atau kupon undian berhadiah disebar untuk merayakan hari peringatan belanja online nasional. Karenanya event tahunan ini sungguh dinanti-nanti masyarakat, apalagi jika ada barang mahal yang sudah menjadi incaran sebelumnya.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi para panitia maupun pelaku e-commerce dalam menyambut hari yang ditunggu-tunggu tersebut. Beberapa diantaranya adalah:

  • Kesiapan stok barang untuk menampung pesanan yang akan diterima selama event berlangsung.
  • Kesiapan sistem teknologi untuk menanggulangi lonjakan kunjungan.
  • Pengawasan terhadap harga dan diskon yang ditawarkan, karena beberapa pedagang nakal sengaja menaikkan harga sebelum memberikan diskon sehingga harga jual akhir akan sama atau bahkan lebih tinggi dari harga normal.

Dengan adanya potongan harga maupun voucher hadiah yang ditawarkan, membawa dampak baik positif maupun negatif pada masyarakat sebagai pembeli. Dampak positif itu antara lain:

  • Mendapatkan barang dengan harga murah.
  • Efisiensi waktu dalam berbelanja.
  • Pilihan produk yang bervariatif dalam belanja online.

Sedangkan dampak negatifnya yaitu:

  • Menimbulkan perilaku konsumtif yang berlebihan.
  • Kurang berhati-hati karena terlalu bersemangat sehingga menjadi korban penipuan dalam hal harga dan kualitas barang.

Untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin terjadi, ada baiknya kalian membuat list barang yang kalian butuhkan sebelum Harbolnas tiba. Survey terlebih dahulu harga normal barang-barang tersebut sehingga kalian bisa membandingkan antara harga normal dengan harga setelah diskon. Tentukan budget khusus untuk merayakan hari tersebut, ingatkan diri kalian agar tidak belanja melebihi batas budget yang Anda tetapkan sebelumnya. Siapkan dana jauh-jauh hari agar kalian dapat berbelanja dengan maksimal. Bahkan kalian bisa menyiapkan dana untuk hari belanja online nasional tahun depan dengan cara menabung mulai dari sekarang.

Dengan kata lain, Jangan pernah belanja tanpa rencana kecuali bawa dompet tebal isi duit. Karena itu malah bikin kita jadi konsumtif. Belanja bijak itu adalah belanja dengan perencanaan, dan membeli karena kebutuhan. 


Komentar

  1. Bener banget Mba Ade. Walaupun barang barang diskon bertebaran, tapi kalo tanpa perencanaan sama aja nggak berhemat tapi berlebihan.

    BalasHapus
  2. Dengan kata lain, Jangan pernah belanja tanpa rencana kecuali bawa dompet tebal isi duit. Karena itu malah bikin kita jadi konsumtif. Belanja bijak itu adalah belanja dengan perencanaan, dan membeli karena kebutuhan.

    Beneeeer banget! pesan penting buat emak-emak yang gampang kalap yah Mbak :D

    BalasHapus
  3. Sama suami suka lihat2 barang juga menjelang Harbolnas dan kemudian diskusi jadi beli atau ga. Tapi seru emang melihat promo2 Harbolnas ini. Suka ngiler sama diskonnya :D Tapi setujuu... Jangan kalap. Prakteknya susah . hehehe

    BalasHapus
  4. Kadang kita emang gelap mata pas ada diskonan festive seperti Harbolnas gini ya Mbak, semuanya jadi terasa penting untuk dibeli :))

    BalasHapus
  5. NGaku pernah konsumtif banget sejak ada Harbolnas. Tapi lama-lama makin diperhitungkan. belanja di Harbolnas yang memang benar-benar dibutuhkan.

    BalasHapus
  6. Dlm blanja blanji klo liat diskon dikit biasanya pingin, tergiur padahal ngga butuh barang itu. Tapi aku ngga pernah bli saat Harbolnas kynya mbaaa..hehe. pengen ah nyobain

    BalasHapus
  7. bagi saya yang suka belanja online, harbolnas adalah hari yang saya tunggu-tunggu Mba :)

    BalasHapus
  8. Harbolnas ini menggoda banget, ya. Tapi memang harus hati-hati jangan langsung tregiur sana-sini, kalap belanja trus malah rugi :)

    BalasHapus
  9. harbolnas adalah hari jebol nasional, jebol dompet...

    BalasHapus
  10. Kalau aku manfaatinnya dengan jualan jersey, eaa...
    #pinterbacapeluang :p

    BalasHapus
  11. jujurrr aku menanti harbolnas tahun iniih, mau cari dompet2 euy

    BalasHapus
  12. Aku ada beberapa yg mau kubeli pas harbolnas nanti. Berburu yg paling miring harganya! Wkwkwwkk

    BalasHapus
  13. karena salenya gila-gilaan, mari kitaa belanjaaaaa :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…