badge

Sabtu, 29 Oktober 2016

The Power of Content: Bangun Personal Brandingmu melalui Konten Positif

[Lifestyle] Sebagai seorang pengguna media sosial, aku tahu bahwa selain memberikan manfaat, media sosial pun tidak jarang bisa membawa pengaruh lain selain pengaruh positif bagi keseharianku. Beberapa kali, aku tanpa sadar terseret dalam sebuah kebisingan massal membahas sesuatu yang.... sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kenaikan harga cabe merah dan bawang putih. Tapi anehnya asyik saja membahasnya. hahaha. Tapi tak jarang juga, aku terseret dalam kebingungan massal akibat suasana tidak jelas yang dihembuskan oleh aneka simpang siur berita yang beredar di media sosial.

Itu sebabnya, sebagai seorang pengguna media sosial, kita hendaknya bijak dalam memilah dan menyebarkan sebuah tulisan atau foto. Mengapa? Karena Image kita terlihat dari apa yang kita sebarkan di media sosial. Itulah kurang lebih yang dikatakan oleh Ani Berta, Ina A. Murwani, dan Irwin Dai ketika muncul di acara The Power of Content yang diadakan oleh Serempak.id dan berlokasi di lantai 6 mall FX Sudirman, Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2016 lalu. Kebetulan, aku hadir di acara tersebut dan mengikuti diskusi terbukanya.




The Power of Content: Bangun Personal Brandingmu Melalui Konten Positif


Selain topik tentang bagaimana memanfaatkan kekuatan konten untuk membangun personal branding kita di media sosial, ada diskusi khusus perempuannya juga di acara ini. Tapi, aku akan membahas hal ini di postingan terpisah insya Allah, karena bahasan tentang yang ini amat menarik. Nanti diikuti juga ya.

Sekarang, kita membahas tentang memanfaatkan kekuatan konten untuk membangun personal branding kita di media sosial dulu.


A photo posted by Ade Anita (@adeanita4) on


Pernah melihat himbauan seperti di ataskah? Aku menyimpannya nih, karena suka dengan isi himbauannya.

Sebuah tulisan atau sebuah foto, bisa jadi terlihat amat sepele. Tapi, sebenarnya, hal ini bisa memberikan pada orang lain gambaran tentang diri kita di mata orang lain. Mereka yang sering menyebarkan status nyinyir di media sosial, sering meninggalkan image bahwa "dia orang yang suka nyinyir. Nggak bisa lihat orang senang dikit, hatinya pasti mangkel."

Sebaliknya, mereka yang selalu menyebarkan status yang sejuk dan damai, akan membuat orang lain memberi kesimpulan bahwa "dia orang yang lembut, cinta damai, dan ramah.".

Jadi, pada akhirnya apa yang kita sebarkan baik lewat tulisan atau foto itu, kelak akan berpulang pada kita berupa kesimpulan orang lain tentang gambaran kepribadian kita di mata orang lain atau yang dikenal dengan istilah PERSONAL BRANDING.

Jadi, gimana dong? Bisa nggak sih Personal branding itu dibentuk? Jawabannya bisa banget.


Yang harus diingat itu adalah, sebagai seorang blogger, kelak jika kita meninggal dunia, maka kita akan meninggalkan sesuatu loh bagi para mantan pembaca kita atau calon pembaca kita di masa depan. Apa itu?  Ini nih:




Nah. Karena itulah penting bagi seorang blogger untuk meninggalkan konten positif. Dengan konten positif ini, insya Allah jika ilmu yang kita tinggalkan lewat tulisan di blog tersebut bermanfaat maka dia akan terus menjadi amal ibadah tambahan tersendiri buat kita setelah kita meninggal dunia.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan ini nih:




Tentu saja dengan cara, kita harus mengenal terlebih dahulu siapa pembaca blog kita.
Coba deh perhatikan. Atau bisa juga kita melihat bagian google analytic atau statistik blog kita, disana kita bisa mengetahui siapa saja sebenarnya pembaca blog kita. Data statistik blog akan memberitahu pada kita mayoritas pembaca blog kita itu berasal dari kelompok usia berapa saja, jenis kelaminnya apa, tinggal dimana saja, bahkan hingga data statistik mereka masuk ke blog kita lewat server apa dan gadget atau notebook.



Dengan pengetahuan ini, kita bisa mulai merencanakan apa yang akan kita lakukan selanjutnya.

Menurut ibu Ina, sebenarnya nih, seorang blogger yang disukai oleh pembaca blog dan juga para blog hunter yang ingin menitipkan product mereka untuk dipasarkan di blog kita, bukanlah blog  yang berisi segala rupa tema dan tulisan ada. Bukan apa-apa sih, tapi biasanya, masih kata ibu Ina A. Muwarni, blog yang berisi segala rupa ada, tidak memiliki kedalaman pembahasan dalam upaya untuk menyebarkan sebuah informasi. Jadi, kurang bisa dijadikan seorang influencer.



Tapi, bukan berarti bahwa mereka yang blognya gado-gado banget itu buruk sih.
Bisa saja kok membuat blog yang berisi apa saja; tapi usahakan ada sebuah ciri khas yang ditawarkan bagi para pembaca blognya. Apa saja ciri khasnya? Bisa berupa gaya sapaan yang khas, atau foto yang khas, atau tagline yang khas. Pokoknya sesuatu yang khas dimana ketika sebuah kata disebut, orang langsung ingat pada blog kita.

ini contoh blog milik seleb blog. Isinya gado-gado sebenarnya, dan kurang ajarnya bukan TLD alias gratisan, tapi dia punya ciri khas tersendiri sehingga selalu dilirik oleh orang dan aneka brand untuk keperluan marketing. Ciri khasnya apa? Colourfull dan antimainstream aja isinya.



Ada 5 hal yang harus dilakukan jika ingin menjadi blogger yang brandingnya melekat di hati pembaca blog menurut ibu Ina A. Muwarni. Yaitu:

1. Menulislah.

Iya, punya blog kalau nggak pernah ditulisi buat apa coba? Bukan sekedar tulis, tapi juga sering diperbaharui tulisan yang tersaji di sana. Jangan sampai pembaca pas balik lagi, malah ketemu dengan tulisan terakhir yang pernah dia baca tahun lalu. Lah.... udah basi banget kan?

2. Social media is your friend.

Jika sudah menulis di blog, jangan lupa untuk membagi penyebaran tulisannya  ke media sosial. Membagi tulisan kita ke media sosial ini merupakan cara kita untuk menyapa para pembaca tulisan kita bahwa ada tulisan yang baru di blog kita. Sekaligus ini merupakan undangan bagi mereka agar kembali datang berkunjung.

Poin ke dua ini, bisa dilengkapi dengan keterangan dari teh Ani Berta nih yang berbicara di sesi berikutnya tentang Konten Positif.

Menurut Ani Berta, kita sebagai seorang aktivis media sosial, bisa menjadi seorang yang aktual loh. Aktual dalam arti selalu up to date dengan informasi terbaru yang dia miliki. Bagaimana caranya agar seorang blogger bisa menjadi seorang yang aktual? Yaitu dengan cara:




3. Coment, coment, coment.

Mengapa ibu Ina A. Muwarni sampai menulis 3 kali kata coment? Karena menurut beliau, amat penting seorang blogger itu meninggalkan komentar atas apapun yang dia baca dan kunjungi di media sosial. Karena, dengan meninggalkan jejak berupa komentar atau tanggapan, orang lain akan mengetahui tentang diri kita. Meskipun orang lain tersebut bisa jadi amat sibuk dan belum sempat untuk mengenal kita dan blog kita, tapi karena kita rajin meninggalkan jejak komen di blog mereka atau status media sosial mereka, maka nama kita pun akan mereka ingat. Sehingga bisa jadi suatu hari mereka akan langsung teringat pada kita.

Itulah the power of coment. Karenanya, menjadi penting untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar di akun media sosial yang kita kunjungi.

4. Advertise and use analytic.

Okeh. Sebagai seorang blogger, menulis adalah sebuah kesenangan tersendiri pastinya ya. Tapi, harus diingat juga. Bahwa apresiasi terhadap tulisan yang kita buat, akan bisa menambah motivasi dan semangat tersendiri dalam menulis dan mengisi blog.

Jadi, adalah wajar jika seorang blogger memasang iklan atau dititipi iklan di blognya. Untuk mendapatkan apresiasi yang baik, selalu manfaatkan statistik yang tersaji di analytic ya.

Misalnya nih, jika blog kita menurut statistik analytic banyak dikunjungi oleh ibu rumah tangga usia 25 - 45 tahun misalnya; mungkin akan lebih banyak dilirik oleh pembaca ketika kita menyajikan tulsan tentang kiat-kiat mengasuh anak daripada kiat-kiat mengatasi sakit pinggang karena usia sudah di atas 75 tahun.

Atau mungkin tulisan tentang bagi-bagi resep masakan akan lebih banyak dikunjungi daripada kita menulis tentang bagi-bagi resep mencampur cat mobil agar mobil tampil menarik.

Kembali ke nasehat di atas ya berarti: bahwa penting untuk menulis spesialisasi tema tertentu tapi mendalam bahasannya daripada menulis banyak hal tapi cuma seuprit-seuprit.

5. SEO.

Yang terakhir, perhatian SEO.
Okeh. Jujur, aku sendiri kurang paham tentang SEO ini. Tapi, secara garis besar aku tahu sedikit sih. Yaitu manajemen tulisan agar tulisan tersebut segera bisa terindek oleh google dan kelak bisa banyak dikunjungi orang lain karena kata kuncinya adalah kata kunci yang memang dicari oleh orang banyak.

Itulah 5 hal yang harus diperhatikan jika ingin mengembangkan dan membangun personal branding kita sebagai seorang blogger dan aktivis media sosial.

Pertanyaannya, kita sebenarnya mau membangun dan mengembangkan karakter kepribadian seperti apa sih?

Menurut Irwin Day, euforia semakin banyaknya jumlah blogger di Indonesia sekarang-sekarang ini sebenarnya sesuatu yang di luar dugaannya. Irwin Day, yang juga seorang blogger senior dan sudah mulai ngeblog sejak tahun 2005, mengaku bahwa sebenarnya dia menduga bahwa tahun 2015an dan seterusnya, geliat dunia blogging akan mulai lesu dan meredup.

Kenapa dia bisa menduga seperti ini? Karena dunia blogging, seperti halnya kegiatan di berbagai profesi lainnya, akan bertemu denga titik jenuhnya sendiri. Dan menurut Irwin Day, titik jenuh yang dia duga itu terjadi pada saat sekarang seharusnya.

Tapi, di luar dugaan, ternyata yang terjadi malah hal sebaliknya. Yaitu, geliat dan pertumbuhan di dunia blogging malah mengalami peningkatan. Hal yang menggembirakan adalah, sekarang semakin banyak orang yang melihat blogger sebagai salah satu profesi yang menjanjikan dalam menghasilkan materi. Artinya, apresiasi terhadap tulisan di blog semakin mendapat tempat di masyarakat.

Meski demikian, jangan lengah. Karena gelombang kejenuhan tetap akan bisa datang kapan saja. Salah satunya, adalah jika semakin banyak blogger yang asal-asalan saja dalam mengisi blog mereka.









Mungkin, himbauan dari Ani Berta berikut bisa dijadikan catatan tersendiri bagi seorang blogger dan semua aktivis media sosial. Yaitu:







Nah... itulah tadi semua sharing dan ilmu yang aku dapatkan dari acara The Power of Content.  Pembahasan di tulisan ini, hanya menyorot tentang The Power of Content ketika kita ingin membangun personal branding kita di media sosial.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana pengaruh dari personal branding yang sudah dibangun tersebut dalam keseharian kita? Bisa memberi manfaat apa saja? Nah... baca lanjutan tulisan ini ya. Terpaksa bahasannya aku bagi dua karena memang ada 2 tema besar dalam acara ini. Yaitu bagaimana kita membangun personal branding di media sosial lalu bagaimaan kontribusi yang bisa kita tawarkan dari personal branding yang berhasil kita bangun tersebut.

Jadi.. bersambung ke bagian kedua ya.




14 komentar:

  1. Materinya oke banget nih mba. Aku jadi berpikir yang khas dari blogku apa yah. Kok kaya blog sejuta umat banget yang biasa. PR banget nih!

    BalasHapus
  2. Saya baca postingan Mbak Ade ini pelan-pelan sekali dan cermat, banyak banget ilmunya. Mbak Ade, kalau lanjutannya sudah jadi, tag saya ya :)

    BalasHapus
  3. Pembahasan tentang personal brandingnya oke banget nih Mbak. dikupas satu-satu dan detail. Alhamdulillah bertambah ilmu. Terimakasih sudah mau berbagi ya, Mbak :)

    BalasHapus
  4. Aaaaak... padat banget ilmunyaa, makasih Mbak Ade udah sharing :)

    BalasHapus
  5. Terima masih Mbk Ade, kece ilmunya suka deh

    BalasHapus
  6. Mba Ade, makasih telah berbagi. Seolah aku hadir di sana, mba ;)
    SEO itu masih PR banget, mba. Menulis konten yang baik juga harus diperbaiki nih mba :)

    BalasHapus
  7. Semoga semakin banyak yang bijak bila di dunia maya. :)

    BalasHapus
  8. Membangun citra tak bisa sekejap mata atau instan.
    Perlu proses panjang dan istiqomah.
    Itu juga berlaku bagi yang akan mencalonkan diri sebagai pimpinan daerah atau presiden.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  9. terimakasih ilmunya mbak, saya masih banyak belajar ngeblog, tapi sdh sering rajin BW, dan mmg betul pembaca jd banyak :-)

    BalasHapus
  10. Oiya saya baru ingat mba..bukan hanya the power of content yaa..tetapi juga the power of comment, reminder untuk tidak lagi jadi silent reader..

    BalasHapus
  11. Mbak Ade, memang bener ya, the power of content itu harus ada dan mungkin itu yang membuat seorang blogger memiliki brandingnya.

    Terima kasih ya sudah sharing

    BalasHapus
  12. serasa ikutan seminar :D, mudah-mudahan bermanfaat ya mbak..
    saya setuju dengan kita menulis hal yang bermanfaat akan jadi amal jariyah kita setelah meninggal.

    terimakasih ilmunya.

    BalasHapus
  13. Yah. Postinganku kan curhatan sama nyinyiran semua, Mbak. Gak bermanfaat dong? Huhuhu 😭😭😭

    BalasHapus
  14. Banyak golden rulesnya yang sering aku lupa! Tapi yang pasti semua tulisan dari hati.. Itu aja dulu buatku. Yang lain menyusul ya mba hehehe. TFS.. Ini bermanfaat bangeet

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih