badge

Selasa, 30 Agustus 2016

Mimpi untuk Bisa Traveling Berdua

[Lifestyle] Suatu hari beberapa tahun yang lalu. Saudaraku yang sedang datang berkunjung mengajak keluargaku untuk melakukan traveling.

"Kemana Tan?"
"Mau lihat Jember. Mau lihat parade fashion di jalanan Jember. Yuk ikut. Ini, tante berdua om saja yang pergi."

Jangan membayangkan saudaraku itu adalah pasangan pengantin baru yang sedang melakukan honey moon alias bulan madu hingga jalan-jalan berdua seperti itu. Saudaraku ini adalah pasangan gaek. Anak-anak mereka sudah besar-besar dan sebagian sudah pada berkeluarga semua. Cucu pun sudah bererot berbaris.  Meski demikian, saudaraku ini memilih untuk menikmati menjalani masa tuanya dengan melakukan traveling berdua.

"Oi... kami baru saja dari Sabang. Pokoknya tahun ini, kami ingin melakukan traveling ke ujung-ujung Indonesia. Merauke sudah, Sabang sudah. Tinggal Pulau Roti yang belum, sama lokasi paling utara di Indonesia. Eh. Tapi kata orang itu nggak bagus untuk dikunjungi karena tidak ada tempat wisatanya. Enak jalan sama omnya. Karena kami sudah sama-sama tua, jadi bisa saling melindungi satu sama lain. Kalau kuat, jalan terus. Nggak kuat, berhenti istirahat. Santai tapi amat menikmati perjalanan."

Huff. Asli bikin mupeng.
Gara-gara saudaraku yang sering mengompori tentang asyiknya melakukan traveling berdua saja dengan suaminya itu, aku dan suami jadi mulai berkhayal juga deh.

Fine. Abaikan ilustrator ini. Hehehe

"Mas... asyik ya kayaknya kalau sudah pensiun nanti, anak-anak sudah besar, kita juga melakukan traveling berdua saja. Mengunjungi tempat-tempat romantis berdua, makan berdua, duduk di pantai berdua sambil menatap matahari yang terbit atau tenggelam. Lalu aku bisa menyenderkan kepalaku di dadamu sambil menatap matahari yang tidak garang. Ih. Kayaknya asyik deh. Dan aku bisa mendengar suara degup jantungmu. Atau mungkin suara  napasmu yang sesak karena tertiban tubuh gemukku yang bersandar." Hmm. Okeh. Coret kalimat terakhir.

Aku memang penggemar matahari terbit atau tenggelam.
Aku rela bangun pagi, lalu jalan cepat menuruni daerah berbukit meski sekeliling masih gelap agar bisa melihat matahari terbit di ufuk timur. Atau jalan mendaki hingga napas tersengal-sengal agar bisa melihat matahari terbit di puncak bukit. Atau  di ujung laut.Bahkan meski penampakan matahari terbit atau tenggelam itu ada  di belakang gedung, atau di balik hamparan sawah yang terbentang. Semua tempat menjadi terlihat indah ketika sinar keemasan matahari perlahan mulai tenggelam atau terbit perlahan.

A video posted by Ade Anita (@adeanita4) on





Itu sebabnya, jangan heran jika aku membuat bucket list tempat-tempat yang ingin aku kunjungi dalam rangka mimpi untuk bisa traveling berdua suamiku. Ada Korea dengan Pulau Jeju Islandnya; ada Jepang dengan Hokaidonya.


 Lebih lengkapnya, ini salah satu bucket list tempat yang ingin aku kunjungi dalam rangka traveling berdua saja dengan suamiku tercinta.

1. Kota Melbourne, Australia.
2. Jeju Island, Korea Selatan.
3. Turki.
4. Table Mountain di Afrika Selatan.
5. Lokasi  film Lord Of The Ring di New Zealand.
6. Petra, Yordania.
7. China Selatan.
8. Mekkah dan Madinah.
9. Belanda.
10. Jepang.

Itu kalau di luar negeri ya. Kalau di dalam negeri, waaah. Daftarnya lebih panjang lagi karena memang ada banyak sekali tempat yang ingin aku kunjungi. Indonesia kan kaya dengan tempat wisata yang indah-indah.

Mimpiku adalah, mengenakan topi lebar dan kacamata hitam, aku akan bergayut manja di lengan suamiku. Lalu kami duduk berhadapan menyeruput minuman hangat perlahan sambil menatap pemandangan alam yang indah di sekeliling kami. Tangan saling bertaut mesra, dan obrolan berisi putaran kenangan yang sudah kami lewati selama beberapa puluh tahun berumah tangga.

Setelah menikah, memang praktis aku dan suami tidak punya kesempatan untuk merasakan "pacaran setelah menikah". Aku hamil tidak lama setelah menikah. Dan ketika menjalani masa hamil itu, aku selalu melalui masa-masa mabuk. Mual, muntah, penciuman sensitif dan mood yang buruk. Belum lagi penyakitan. Setelah anak lahir, masalah baru datang lagi. Bernegosiasi dengan semua kerepotan mengasuh dan membesarkan anak, membuatku harus melupakan waktu untuk bisa berdua saja dengan suamiku dan berkasih-kasihan hanya berdua saja.
Ah.
Jangankan menyisihkan waktu berdua saja dengan suami. Menyisihkan waktu untuk memanjakan diri sendiri saja terkadang sulit.

Itu sebabnya aku menyimpan mimpi untuk merasakan "pacaran setelah menikah" dalam bentuk rencana untuk traveling berdua di masa tua nanti. Ya, gara-gara terkompori dengan saudaraku itu sih.

Aku sempat bertanya pada saudaraku itu bagaimana caranya hingga dia bisa menikmati masa tuanya dengan jalan-jalan keliling Indonesia dan ke beberapa negara tersebut. Jawaban mereka adalah,

"Masa muda itu harus diisi dengan kerja keras, De. Tapi, jangan lupa untuk investasi. Tante sama om ini investasi di perkebunan ketika kebun masih berupa lahan gambut yang harus ditanami. Susah dulu masa muda om dan tante. Tapi kami tetap semangat karena kami pikir, susah sekarang nanti masa tuanya insya Allah akan senang. Karena kami sadar, kami lahir bukan pas lahir langsung di atas tempat tidur emas. Jadi memang harus susah dulu, bersenang-senang kemudian. Sekarang, pohon yang kami tanami ketika anak masih kecil-kecil dulu, sudah besar-besar. Getahnya sudah bisa ditukar dengan uang. Buahnya terus menghasilkan. Itulah upah kerja keras kami dulu. Jadi, tidak salah jika kami menikmatinya sekarang dengan cara seperti ini. Dulu mana bisa liburan. Tapi sekarang alhamdulillah, nyaris semua tempat yang dibicarakan orang wajib dikunjungi bisa kami kunjungi sekarang."

Akhirnya aku pun mulai melakukan "kerja keras" seperti yang disarankan oleh saudaraku itu.

Mimpi untuk Traveling Berdua


Aku sadar sekali bahwa aku "anak kota". Artinya, jika aku mengikuti langkah saudaraku untuk investasi di agrobisnis maka resikonya cukup riskan. Pertama, karena aku buta tentang segala sesuatu yang terkait dengan agrobisnis. Kedua, aku tidak menguasai wilayah selain perkotaan. Itu sebabnya aku tidak mengikuti saran dari saudaraku itu. Tapi, aku mendengar saran yang dilontarkan oleh saudaraku ini.

"De. Uang itu, jika dibiarkan tidur dia akan tidur. Tidak akan bertambah nilainya tapi malah berkurang. Karena inflasi akan terus terjadi. Jadi jika menabung saja, maka pertambahan uang lambat. Sekarang atau 25 tahun lagi, nilainya tidak jauh berbeda. Susah jika punya rencana besar seperti tante dan om ini. Investasilah pada sesuatu yang tumbuh dengan cepat dan bisa membesar beberapa tahun lagi."

Kebetulan, aku punya sedikit rezeki ceritanya. Jadi, mulailah aku berinvestasi dengan cara menaruh modal (saham) pada teman yang aku percaya ketika dia akan memulai sebuah usaha. Waktu itu aku amat yakin bahwa usaha kuliner yang dijalankan oleh temanku itu akan membuahkan hasil dan berprospek cerah. Tapi, ternyata usaha ini bangkrut karena kesalahan manajemen. Uang yang aku tanam pun mengalami kesulitan untuk dicairkan. Jangankan kembali dengan pertambahan nilai. Malah berubah menjadi tunggakan hutang.

Sungguh pengalaman yang amat pahit buatku.Tapi sekaligus pengalaman yang amat berharga buatku. Aku jadi tahu, dimana tempat yang aman untuk berinvestasi dan dimana tempat yang sebaiknya dihindari jika ingin berinvestasi. Aku tidak mau lagi menaruh saham (modal) untuk satu tempat yang pengelolaannya tidak ketahuan profesional atau tidak. Cuma karena alasan silaturahmi saja tidaklah cukup.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika  kita akan berinvestasi. Yaitu, berinvestasilah pada sesuatu yang kita ketahui, kita pahami dan kita bisa pantau langsung ketika sistem itu bekerja
Kerugian yang dialami oleh temanku dalam mengelola usahanya tersebut, memberi banyak pelajaran bagiku.

Bisnis is bisnis.
Ketika kita berbicara tentang bisnis, maka investasi itu adalah bagian dari bisnis. Jadi, sebaiknya harus dipisahkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bisnis. Artinya, harus ada kedisiplinan, harus ada komitment, dan harus ada pemahaman dan kesepahaman ketika melakukannya.

When we talk about investasi, we talk about future.
Ketika kita berbicara tentang investasi maka yang kita bicarakan adalah kondisi yang akan kita dapatkan dalam jangka panjang. Jadi, bisa 5 tahun lagi, atau 10 tahun lagi, atau bahkan lebih. Jadi, investasi itu bukan tentang perolehan keuntungan dalam jangka pendek.

Dan jangan pernah mencampur-adukkan kebutuhan pribadi saat ini dengan rencana masa depan.
Jadi, selalu pisahkan 'amplop' untuk tabungan dan 'amplop' untuk kebutuhan sehari-hari. Ada modal, ada dana taktis. Ada modal tetap, dan ada modal berputar. Hal-hal ini benar-benar harus dipisahkan secara profesional. Jika dicampur-baur maka yang terjadi adalah kesalahan manajemen dan akhirnya tentu saja akan mengalami kerugian. Bukannya untung malah hutang.

Itu sebabnya aku mulai tertarik untuk berinvestasi pada reksadana. Bukan apa-apa sih. Tapi menurutku, reksadana itu adalah instrumen investasi yang cukup menjanjikan saat ini untuk mengembangkan kekayaan kita di masa depan dengan pertambahan nilai yang lebih cepat dan lebih banyak daripada tabungan biasa atau deposito sekalipun. Jadi bisa mengalahkan inflasi yang selalu bertambah setiap tahunnya.



Eh? Reksadana bisa mengalahkan inflasi? Beneran? Nih. Berikut ini aku buat simulasinya nih. Aku membuat simulasi investasi reksadana melalui manajer investasi Manulife Asset Manajemen Indonesia (MAMI).  Nama besar Manulife  Asset Manajemen Indonesia mungkin sudah banyak yang tahu ya. Karena sepak terjang Manulife Asset Manajemen Indonesia memang sudah cukup dikenal oleh orang banyak, dan terdaftar di OJK.

Sebagai bagian dari Manulife Financial, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) telah menjadi penyedia layanan manajemen investasi dan produk reksa dana di Indonesia sejak 1998. Sejak berdirinya, MAMI telah secara konsisten mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di industri reksa dana Indonesia, dengan dana kelolaan lebih dari Rp39 triliun sampai dengan Maret 2012.

MAMI mengelola 17 produk reksa dana yang terdiri dari reksa dana pendapatan tetap (terdiri dari 
Manulife Obligasi Unggulan, Manulife Dana Tetap Pemerintah, Manulife Obligasi Negara Indonesia II, Manulife Pendapatan Bulanan II), saham (terdiri dari  Manulife Dana Saham, Manulife Saham Andalan, Manulife Syariah Sektoral Amanah, Manulife Saham SMC Plus ), campuran (terdiri dari Manulife Dana Tumbuh Berimbang, Manulife Dana Stabil Berimbang, Manulife Dana Campuran II) , pasar uang (terdiri dari Manulife Dana Kas II) dan  terakhir reksadana terproteksi
Nah, ini simulasi yang aku buat tentang keuntungan yang kita dapatkan jika kita berinvestasi reksadana. Aku pilih jenis reksadana Saham di Manulife Syariah Sektoral Amanah. Investasi awalku sebesar Rp500.000 yang kuinvestasikan pada bulan Mei 2016, dan setiap bulannya nilai investasi ini aku tambah Rp100.000 tiap bulannya. Sekarang kita lihat pertambahan investasiku di bulan Agustus 2016 yuk. Yaitu:

Meski ini masih simulasi yang mungkin berbeda dengan perhitungan sesungguhnya, tapi nilai yang aku masukkan disesuaikan dengan nilai retur yang dimiliki jika berinvestasi reksadana di MAMI. Lihat. Pertambahan nilai yang diperoleh cukup besar kan? Jadi, garis berwarna hijau muda itu adalah nilai pertambahan investasi jika kita menabung biasa (nilainya seputar Rp800.000). Sedangkan grafik yang lebih tinggi adalah nilai pertambahan asset jika kita investasi reksadana. Yaitu menjadi sebesar Rp901.107. Lihat. Nilai retur yang kuperoleh bertambah banyak kan?

Padahal itu hanya perhitungan selama beberapa bulan saja. Bayangkan jika investasi yang kita tanam untuk jangka panjang.

Oh ya. Reksadana itu, sebaiknya memang diniatkan untuk investasi jangka panjang sih. Karena semua manfaat keuntungan baru akan diperoleh ketika kita investasi untuk jangka panjang.

Sama seperti rencana untuk traveling berdua dalam mimpiku. Itu kan proyeksinya masih jangka panjang banget. Jadi, insya Allah sempat sih investasi di reksadana saat ini. Sekarang, tinggal memilih mau investasi di reksadana seperti apa.

Kenapa harus berupa Reksadana?

Seperti yang aku tulis di atas, jika ditanya mengapa harus berinvestasi berupa reksadana? Maka, jawabanku adalah, karena saat ini tingkat pengembalian (retur) di tabungan biasa itu kecil sekali. Bahkan kadang lebih kecil daripada nilai inflasi tahunan. Jadi, pertambahan kekayaan dari uang yang kita tanam, jadi terlihat tidak berarti apa-apa. Menabung jadi mirip menyimpan uang biasa saja. Padahal, kita kan berinvestasi itu salah satu tujuannya untuk mengembangkan kekayaan kita ya. 



Dalam Investasi reksadana, kita sebagai investor tidak perlu direpotkan untuk memantau pergerakan saham dimana uang kita ditanam, atau memantau nasib perusahaan tempat saham kita berada.  Dalam investasi reksadana, investor tidak perlu repot dan pusing dengan semua itu karena semua ditangani oleh perusahaan Manajer Investasi (MI). Nah, perusahaan Manajer Investasi (MI) ini sendiri, merupakan perusahaan pengelola investasi yang mendapat izin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengumpulkan dan menginvestasikan uang masyarakat. 
Enaknya berinvestasi Reksadana itu, dana yang kita tanam akan tersebar di berbagai instrumen investasi. Sehinga resiko dan keuntungan ditentukan oleh banyak faktor. Jadi, jika ada 1 atau 2 perusahaan yang rugi, perusahaan lain bisa menutupi kerugian tersebut sehingga investasi kita tidak merugi. Bahkan mungkin untung.
Selain itu, enaknya investasi reksadana itu karena kita bisa memulai dengan nilai yang kecil, yaitu sebesar Rp100.000. saja. Coba bandingkan jika kita menaruh modal pada sebuah usaha saja seperti yang aku lakukan beberapa waktu yang lalu seperti yang aku ceritakan di atas. Sudah awalnya harus menaruh nilai investasi yang besar, ketika usaha itu bangkrut, kita ikut mengalami kerugian juga. Huff. Capek deh. 
Sekarang tinggal memilih manajer investasi yang seperti apa yang akan dipilih. 

PENTING: karena sekarang banyak bertebaran Manajer Investasi palsu alias abal-abal, maka kita harus waspada agar tidak tertipu. Maklum sekarang mentang-mentang ada banyak kemudahan internet jadi ada banyak pihak yang memanfaatkan internet untuk menipu. Selalu bekerja sama dengan manajer investasi yang resmi dan telah terdaftar di OJK ya. Ini daftar lengkapnya ada di sini nih : Daftar Manajer Investasi resmi yang Disetujui Pemerintah.

Enaknya jaman sekarang adalah, sekarang kita tidak perlu lagi harus mengunjungi Manajer Investasi yang akan mengelola uang kita. Sekarang, karena perkembangan internet, maka kita bisa melakukan transaksi jual beli reksadana melalui transaksi investasi online. Salah satunya adalah melalui Reksadana Online yang tersedia di POEMS Profund


Apa itu POEMS? POEMS kependekan dari: Phillip Online Electronic Mart System. Phillip Online Electronic Mart System (POEMS), secara khusus dikembangkan pertama kali di Singapura tahun 1996 dan menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Sistem ini dirancang agar investor lebih leluasa dalam bertransaksi secara online. Nasabah dapat melakukan sendiri transaksi beli atau jual saham secara aman, real time dan mudah melalui perangkat komputer pribadi dimana saja dan kapan saja.



Kelebihan dari POEMS online trading, dia bisa digunakan di berbagai platform, mulai dari smartphone, Blackberry, Android, iPhone, Ipad.

POEMS berbasis web, Nasabah tidak perlu menginstall software tertentu. Jadi Nasabah bisa mengakses POEMS dimanapun asalkan ada jaringan internet. POEMS ProTrader adalah POEMS berbasis aplikasi, Nasabah menginstall software dan mengakses dengan berbagai fitur menarik dengan fitur stop loss yang dapat diandalkan. POEMS Mobile adalah POEMS berbasis web yang dapat diakses oleh berbagai perangkat mobile selama terkoneksi dengan internet. POEMS Mobile Apps adalah POEMS berbasis aplikasi untuk diinstall dan digunakan di berbagai smartphone, Blackberry , Android, iPhone dan Ipad.



Jadi, silahkan cari dan download di android market atau Apple store ya. Jika sudah, barulah kita bisa mencoba untuk menggunakannya. Dimulai dengan membuka rekening terlebih dahulu di POEMS.


Ini contohnya, langkah pertama: Isi data awal.



Langkah kedua, isi data yang lebih lengkap.

Nanti, jika sudah diisi lengkap, tanda tangan di atas materai Rp6000. Formulir di atas digunakan untuk membuka rekening dana di bank RDI yang telah ditentukan oelh Regulator dan telah bekerjasama dengan PT Phillip Securities Indonesia. Saat ini terdapat 3 bank pilihan, yaitu BCA, Mandiri dan Permata Bank. Nanti, akan datang formulir tanggapan dari POEMS. Setelah membuka rekening dan mendapat tanggapan inilah, kita bisa masuk dengan password dan nomor pin yang sudah kita miliki ke POEMS.

Eh, jangan lupa. Surat pernyataan tidak memiliki NPWP, disertai materai Rp6000 ya. Ini diperlukan jika nasabat tidak memiliki NPWP.



Dengan aplikasi POEMS di tangan, kita sudah selangkah lebih mudah dalam melakukan transaksi reksadana. Mengapa? Karena ada banyak sekali fitur cerdas POEMS. Ini dia:


Lihat ini, apa-apa yang bisa kita akses di POEMS Profund secara online. Artinya bisa dilihat kapan saja dan dimana saja, selama ada akses internet di gadget tempat kita mendownload aplikasi POEMS.id.



Menu untuk melihat pergerakan saham secara real time

Bahkan ada menu untuk melihat pergerakan index history.
Kata Pakar Keuangan, Safir Senduk, ada 3 hal yang harus diperhatikan ketika akan memilih produk reksadana: yaitu
perusahaan manajemen aset, manajer investasi yang bekerja di perusahaan tersebut dan kinerjanya di masa lalu. Jadi, menu track history ini penting. 

Sekarang, alhamdulillah aku sudah mulai berinvestasi reksadana meski tidak banyak nilainya. Amat berharap investasiku ini bisa terus bertambah agar aku bisa mewujudkan mimpiku untuk bisa melakukan traveling berdua dengan suamiku di hari tua nanti.

Menikmati kuliner di banyak tempat, menyesap minuman hangat, berpegangan tangan, berbincang sambil menyusuri jalanan, atau saling mendekatkan bahu ketika rintik hujan turun dan payung yang tersedia hanya satu. Beberapa pemandangan yang indah, insya Allah akan kami abadikan dengan kamera lalu merekamnya dalam tulisan di blog dan akun media sosial yang kami miliki.
Ah. Manis sekali kan mimpiku. Bagaimana dengan mimpi kalian?



Yuk. #WujudkanImpian dengan Investasi Reksadana Online.

22 komentar:

  1. Aku lg belajar soal investasi saham nih mba, blm banyak ngerti. Ajarin aku doong..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu tuh Noe aku tulis sedikit di atas. Bagian apa yang mau kamu ketahui lebih dalam?

      Hapus
  2. Aku sudah mulai berinvestasi jg di reksadana mba. Bahkan pernah coba trading sendiri sampe akhirnya memutuskan memilih manager investasi untuk investasi reksadana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss... Aku juga udah. Nyaman ya

      Hapus
  3. Saya juga punya impian kalau tua pengen traveling berdua Ama Mas Bojo, solusinya bisa ikut Reksadana ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener. Karena masa tua itu sebentar lagi sih jadi yg pertambahan nilai uangmya cepat menurutku ya invest di reksadana

      Hapus
  4. Aku belum mulai investasi reksadana, padahal pengen jalan-jalan berdua juga kelak kalo udah tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mulai mbak. kan butuh waktu agar dana bisa berkembang

      Hapus
  5. Saya gak akan ngomentarin traveling atau reksadananya...
    Tapi.. Artikelnya itu... mantap banget... copywritingnya...
    Awalnya curhat.. ujung-ujungnya promisi.. alurnya rapi... Saya sekarang lagi belajar itu.. lumayan susah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kang yusuf utk apresiasimu atas tulisanku

      Hapus
  6. Saya juga punya impian seperti itu. Tapi tiap kali ngomongin ma suami, dia mah lempeng aja sambil bilang, "yakin mau berduaan? Paling Bunda juga yang gak pisah dari anak." Yaelah ... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena aku dah mulai ada anak yg gede..mereka ternyata punya acara agenda sendiri kalo dah gede jadi mulai berpikir bahwa kelak berduaan lagi kayaknya

      Hapus
  7. Aku ikut temeniiin deeh travelingnya hehehe. Tapi memang bener mba Ade, investasi itu perlu. Makin cepat dimulai insya Allah makin cepat juga menuai hasilnya ya

    BalasHapus
  8. dengan adanya manajer investasi, kita gak repot, buka-buka hape ngelihatin pergerakan saham ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener astin.. demikianlah, kita jadi nggak repot

      Hapus
  9. wahh, sampai saat ini belum kepikiran mau investasi di reksadana Mba Ade soalnya belum ngerti. Belum lama ini baru coba-coba membuka rekening deposito, hehe :)

    sukses buat lombanya yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. deposito itu aman insya Allah tapi pergerakan pertambahan nilai returnya lambat banget alias kecil. Tapi itu lebih baik daripada tidak invest sama sekali

      Hapus
  10. Kalau saya mah belum berani mbak ngambil keputusan sendiri karena takut gimana gituh mungkin perlu orang yang bisa meyakinkan saya untuk mencobanya.

    BalasHapus
  11. Hahahaha...tiduran di dada suami bneran langsung SESAK! Topinya ikut kemanapun pergi yo, Mbak. :D

    BalasHapus
  12. aamiin aku doakan mbak biar bisa traveling berdua, bucket listnya mantab jaya mbak

    BalasHapus
  13. Tulisannya lengkap banget mba Ade. Smoga bisa travveling berdua ya mba. Rekasadana memang bisa menjadi pilihan ya mba :)

    BalasHapus
  14. Dari semua produk investasi bank yang aku tahu, reksadana memang yg aman dan menguntungkan ya, mbak Ade

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...