Langsung ke konten utama

Mengajarkan Anak Aneka Bahasa

[Parenting] Ada beberapa pahlawan yang aku kagumi sejak aku suka belajar sejarah. Lebih tepatnya, sejak aku SMP. Karena ketika SMP, ada pelajaran Sejarah Umum, dan Sejarah Indonesia. Nah, di pelajaran Sejarah Indonesia ini, tentu saja dibahas materi tentang para pahlawan.

Indonesia itu punya banyak sekali pahlawan. Dan mereka, sungguh luar biasa semua. Tapi, ada beberapa yang menonjol di mataku. Mereka adalah polygot, yaitu orang yang menguasai banyak bahasa asing. Seperti Haji Agus Salim yang menguasai 9 bahasa asing; sehingga kemampuan diplomasinya di kancah internasional membuat kagum banyak orang. Juga ada Bung Karno yang menguasai beberapa bahasa asing karena kegemarannya membaca dan belajar. Tidak ketinggalan, Kakak kandung R.A Kartini, yaitu Bupati Jepara, Raden Panji Sastrokartono. Dia menguasai 17 bahasa asing. Terakhir adalah Hamka, yang menguasai beberapa bahasa asing karena ketekunannya membaca dan belajar.

Padahal jaman dulu itu kan tidak ada yang namanya Lembaga Kursus bahasa asing loh. Jadi, mereka semua belajar bahasa asing secara otodidak. Yaitu lewat membaca, mengamati, dan tidak segan meniru lewat proses belajar.

Artinya, sebenarnya untuk bisa menguasai bahasa asing itu tidak harus melalui ikut kursus di sebuah lembaga bahasa asing yang mengutip biaya kursus yang mahal. Tapi, dengan ketekunan kita, bahasa asing itu bisa dipelajari. Hanya saja, memang dituntut sebuah ketekunan dan keinginan yang kuat untuk belajar.

Mungkinkah Anak Belajar Bahasa Asing Tanpa Kursus?

Mungkin sih.
Kebetulan, anak sulungku tidak pernah ikut kursus ketika masih kecil hingga kuliah. Tapi, ketika ikut test kemampuan berbahasanya, nilai bahasa inggrisnya ternyata cukup tinggi. Alhamdulillah bisa menyamai mereka yang ikut kursus bahasa Inggris. Demikian juga dengan anak keduaku.

Bagaimana caranya? Kok bisa?
Bisa. Karena, sejak kecil mereka aku perkenalkan dengan aneka macam tontonan anak-anak yang menggunakan dialog bahasa inggris sebagai bahasa pengantarnya. Tidak didubbing ke bahasa Indonesia. Dari seringnya menonton, perlahan mereka mulai menangkap satu dua kosa kata dan perlahan punya keberanian untuk berbicara mengikuti apa yang mereka tonton tersebut.

Malah yang sulung, kemampuannya membaca text bahasa inggris diperoleh karena sering membaca komik Jepang yang disajikan dalam bahasa inggris. Sedangkan adiknya, kemampuan membaca bahasa inggris sehingga kosa katanya banyak karena hobbi membaca novel berbahasa inggris. Awalnya dia melihat kamus untuk beberapa kata yang tidak populer, tapi kemudian lancar.

Hasilnya, mereka pun punya kemampuan berbahasa Inggris yang lumayan. Hanya memang tidak selancar dan sesempurna native speaker. Untuk bisa sesempurna berbicara layaknya native speaker tentunya harus dipraktekkan dalam pergaulan sehari-hari.

Disamping bahasa inggris, anak sulungku juga mengerti sedikit banyak bahasa Jepang. Sedangkan adiknya, sedikit banyak mengerti bahasa Korea. Semua karena mereka sering menonton tayangan yang menggunakan bahasa asing tersebut. Baik itu berbentuk kartun atau drama atau acara interaktif mereka. Di rumahku, aku dan anak perempuanku memang sedang senang-senangnya menonton drama serial dengan bahasa Korea. Sehingga anak-anakku mulai perlahan belajar bahasa Korea secara otodidak.

Mengajarkan Anak Aneka Bahasa


Apa manfaat mengajarkan anak aneka bahasa? Banyak.

1. Anak jadi tergerak untuk juga mempelajari budaya tempat asal bahasa tersebut.
2. Anak jadi belajar untuk mengembangkan sebuah toleransi tentang keaneka-ragaman budaya di dunia.
3. Anak jadi belajar pengertian sebenarnya dari bahasa asli sebelum bahasa tersebut diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
4. Anak jadi mendapat informasi baru yang lebih luas dan bervariasi dari aneka sumber.
5. Anak jadi lebih terbuka cara berpikir dan menyikapi sesuatu yang dia hadapi karena kesadaran akan perbedaan dan keaneka-ragaman budaya yang dimiliki tiap-tiap orang.
Kadang, terjemahan yang muncul di layar televisi itu tidak seutuhnya mencerminkan kebenaran dari arti sesungguhnya bahasa aslinya. Mungkin penterjemahnya lelah, sehingga satu kalimat dipukul rata saja artinya. Dan itu membuat pengertiannya jadi berbeda. Nah, disinilah pentingnya mengetahui arti sesungguhnya bahasa asli sebelum diterjemahkan.

Belajar Bahasa Mandarin di channel Miao Mi

Itu sebabnya kehadiran Channel belajar bahasa Mandarin di Channel Miao Mi itu, patut disambut dengan gembira.

Bahasa Mandarin itu, termasuk rumpun bahasa yang banyak digunakan di seluruh dunia, selain bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol dan Arab. Dan literatur berbahasa Mandarin sendiri, ada banyak yang belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Sehingga, peluang untuk menggali ilmu lebih luas dan variasi amat sangat mungkin untuk dicapai jika kita menguasai bahasa Mandarin.

Nah, sekarang ada program acara baru nih di Miao Mi TV. Yaitu acara Miao Mi Birthday Star. Di acara ini, orang tua bisa mengirimkan ucapan selamat ulang tahun bagi anak-anak mereka.



Bayangkan deh. Anak lagi asyik menonton acara Miao Mi lalu tiba-tiba mereka melihat foto mereka dipajang di layar televisi disertai dengan ucapan selamat ulang tahun.
Wow. Pasti deh anak-anak bakalan gembira. Mereka sudah merasa jadi bintang televisi karena melihat foto dan ucapan yang ditujukan spesial bagi mereka tersebut. Asyik kan.

Yuk. Yuk. Yang anaknya mau ulang tahun, segera yuk kirim foto dan ucapan selamat ulang tahun 1 bulan sebelum anak ulang tahun ya ke televisi Miao Mi. Caranya sebagai berikut:

1. Mampir ke website Miao Mi Tv di Miaomi-tv.com.
2. Masuk ke kotak pilihan Birthday Star.
Seperti ini nih kotaknya:
Tuh, ada tulisan birthday Star, diklik ya.

3. Jika sudah masuk ke dalam kolom Birthday Star, kita bisa lihat tutorial cara mengirimkan kartunya. Kalian bisa melihat cara mengirimkan ucapan ulang tahun untuk anak seperti apa di video ini.



4. Nanti di bawahnya ada kolom formulir yang bisa diisi.


5. Kirim deh. Tidak perlu perangko mahal lagi. Nanti jika sudah tayang, akan seperti ini bentuk penayangannya (dan ini juga bisa dilihat di website miaomi-tv.com ya. Jadi, bisa diskrin shut agar bisa disave dan jadi kenangan jika anak sudah agak lebih besar nanti.


Untuk mendapat kesempatan anak Anda menjadi “Miao Mi Birthday Stars” di saluran Miao Mi, ayah dan bunda dapat meng-upload foto anak Anda yang paling lucu berusia dibawah 12 tahun di website Miao Mi http://www.miaomi-tv.com/birthday! Pastikan mengirimkan foto anak kesayangan Anda satu bulan sebelum bulan ulang tahun mereka dalam format JPEG dengan ukuran minimum 2MB.
“Miao Mi Birthday Stars” akan menayangkan foto anak – anak yang berulang tahun di bulan ulang tahun mereka ditayangkan secara perdana pada bulan September 2016 di saluran Miao Mi. Jadi, bagi anak yang berulang tahun pada bulan September dan ingin menjadi “Miao Mi September Birthday Stars”, para ayah dan bunda mulai segera mengirimkan foto anak Anda yang paling menggemaskan mulai dari bulan Agustus ini ya.. untuk ikutan “Miao Mi Birthday Stars” ini gratis loh! Ayo rayakan bersama Miao Mi dan teman - temannya di hari istimewa Anak anda!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai “Miao Mi Birthday Star” dapat klik link berikut http://www.miaomi-tv.com/birthdayMiao Mi dapat disaksikan diIndovision (Ch. 38), Okevision (Ch. 66).

Tuh. Menarik kan.
Gimana? Yuk Yuk Kirimkan ucapan selamat ulang tahun untuk anak.
Eh.. keponakan juga boleh. Atau adik cem-ceman kalian. Atau anak tetangga yang kakaknya menggemaskan.


Komentar

  1. Penting banget ya Mba...mengajarkan kepada si anak berbagai macam bahasa.. Ini utk melatih kemampuannya secara verbal berbahasa asing.. Biasanya anak yg pinter berbahasa asing identik dengan cerdas..

    BalasHapus
  2. waaaa,, ternyata memang gak ada salahnya ngenalin berbagai bahasa ke anak ya mbak..soalnya karena sering dengerin lagu twinkle2 little star itu akku dibilang orang tua lebay gitu --"

    bulan depan Intan ultah..coba kirim ah :D

    BalasHapus
  3. sip mbak, dua aankku suka sekali dengan jepang mulai dari animenya dan budayanya dan dramanya, maknay mereka bisa bhs jepan dana belajar sendiri

    BalasHapus
  4. Apalagi zaman MEA sama AFTA begini...ga bisa bahasa asing keteter nantinya.. Di rumah ga ada yg kursus dan tidak konsisten latihan jadi ga fluent..fluent hahaha....

    BalasHapus
  5. wah ntar anakku mau kuajarkan juga ah, soalnya emaknya males nih ngajarkan xixixi...kudu semangat lagi abis baca ini

    BalasHapus
  6. ini anakku juga suka tayangan dengan bahasa inggris, tapi akunya jadi keder ngikutin...hehehe...

    BalasHapus
  7. Sekarang banyak tontonan anak yg lucu dan menghibur ya mah, tapi tetep edukatif. Suka banget program macam ini.

    BalasHapus
  8. jd pgn berlangganan miao mi jg nih mak adeee, slain ituu wktu si ken lihat iklannya, si ken langsung tertarik, makin mantab deh, tengkiu infonya ya mak

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…