Langsung ke konten utama

3 Kue Lebaran yang Harus ada di Rumah

[Lifestyle] Bisa dibilang, setiap lebaran di rumahku sepi dari tamu. Tapi tetap saja, aku selalu membeli banyak kue lebaran. Mengapa? Karena aku senang mengudap kue lebaran. Hehehe. Itu sebabnya di biodataku aku tulis, bahwa aku penggemar kue lebaran.




Tiap tahun, aku selalu memesan kue lebaran dari temanku yang jago banget bikin kue. Kue-kue yang dia buat selalu enak. Katanya sih karena inggredient dalam olahan kuenya selalu nomor satu. Seperti mentega Wisman dan Keju bundar. Serta takaran yang pas tentunya.

3 Kue Lebaran yang Harus ada di Rumah:

1. Kastengel.
2. Putri Salju.
3. Sagu Keju.

Dulu sekali. Ketika aku belum mengenal temanku ini, aku membuat sendiri kue-kue lebaran ini. Tapi, setelah dihitung-hitung, jika kita ingin menggunakan bahan-bahan berkualitas, pengeluaran dana untuk belanja bahannya ternyata jadi mahal banget. Padahal, tidak 100% kue yang dihasilkan bisa dipajang dan ditaruh di dalam toples. 30% adalah kue gagal yang terpaksa harus segera dimakan sebelum dibully oleh mereka yang mendapati bentuk gagal kue tersebut. hahahaha.

Akhirnya, aku memutuskan untuk membelinya saja. Lebih praktis, dan lebih murah. Dan sudah pasti dapat yang bagus-bagus saja.  Itu sebabnya aku selalu menyisihkan anggaran untuk belanja kue lebaran.
Buat apa? Buat dicemil sambil nonton Drama Korea atau acara dari televisi yang Korea tentunya. Hahahahha.
Jadi, memiliki kue lebaran itu bukan karena alasan bakalan ada tamu yang akan berkunjung ke rumah.
Bukan.
Tapi lebih karena alasan, aku suka kue lebaran.
Entah ya. Tapi perasaanku, jika bukan bulan Ramadhan dan Syawal, kue-kue kering yang dijual di mall-mall itu rasanya tidak senikmat kue lebaran yang djual spesial di bulan Ramadhan dan Syawal.

Tapi tahun ini, alhamdulillah ternyata adik-adikku berkunjung ke rumahku loh lebaran ini. Biasanya, kami janjian di rumah saudara sesepuh. Tapi, karena aku tidak bisa hadir di rumah saudara sesepuh karena ada acara halal bihalal keluarga suamiku maka adik-adikku datang berkunjung ke rumahku.

Nah. Kebetulan, di acara halal bihalal keluarga besar suamiku ini. yang ketempatan sepertinya bukan orang yang sama sepertiku. Mereka tidak menghidangkan kue lebaran. Adanya kue basah jajanan pasar. Jadi aku cukup bersyukur dengan keputusanku membeli beberapa toples kue lebaran untuk stock cemilan di rumah.

Dan tebak kue apa yang paling cepat laris manis menyambut para tamu tersayang ini? Kue Sagu Keju.
Yes.
Sagu keju memang enak. Dia langsung lumer di dalam mulut dan terasa aroma keju setelah seluruh lumeran kue tersebut habis di dalam mulut.



Berarti ini catatan tersendiri. Tahun depan, sepertinya aku harus membeli persediaan kue sagu keju lebih banyak dari varian kue lebaran yang lain.

persediaan cemilan kue lebaranku yang hampir habis beberapa hari setelah lebaran berlalu


Tahun ini, aku juga mendapat 1 jenis kue lebaran baru nih alhamdulillah. Yaitu kacang garing rasa bawang putih.


Tips Mengolah Kacang Garing dari Uniek Kaswarganti

Alhamdulillah, tahun ini aku mendapat bingkisan lebaran berupa kacang mede mentah. Tapi, berhubung aku tidak terlalu jago memasaknya jadi aku tidak bisa mengolahnya.

Segeralah aku bertanya ke group ngerumpiku, Embak Ceria, bagaimana cara mengolah kacang mede mentah agar bisa senikmat kacang garing rasa bawang putih yang aku dapatkan dari orang lain.

Ada banyak sekali saran cara mengolah kacang garing rasa bawang putih yang renyah dan enak.
Seperti:
- Beri Masako, aduk rata. Tiriskan, lalu goreng. Nanti rasanya akan gurih dan enak.
- Rendam dengan air garam semalamam. Besoknya ditiriskan lalu digoreng.

Dan di antara banyak saran sepertinya saran dari Uniek Kaswarganti yang memenangkan urun saran cara mengolah kacang garing tersebut. Mami Blogger yang memiliki dua orang anak dan tinggal di Semarang serta salah satu admin komunitas Gandjel Rel ini memang terkadang di luar dugaan.

Aku kira karena dia seorang wanita karir maka dia tidak bisa memasak. Tapi ternyata dia lumayan juga piawai di  dapur.
Aku kira dia galak, karena sering menunjukkan ketegasannya jika sedang ngobrol, tapi ternyata dia cukup lembut dan baik hati. Aku pernah bertemu langsung loh dengan Uniek Kaswarganti ini. Yaitu ketika mendapat undangan spesial dari Asus ke Jakarta dalam rangka launching produk Asus. Blogger yang satu ini memang cukup selebritis di kalangan blogger. Tidak heran jika banyak brand besar yang mengkontak dirinya untuk mereview macam-macam. Dan jika kalian mampir ke blognya, blognya memang aktif dan tulisannya enak dibaca. Tidak terasa jika itu sebenarnya adalah tulisan iklan sisipan.

Dan satu hal: Uniek Kaswarganti ini seorang satpam typo. Uniek memang hobi membaca. Dan karena kegemarannya ini entah bagaimana ceritanya menguasai tata bahasa Indonesia dengan baik. Jadi, dia akan cerewet jika mendapati tulisan yang typo atau  menggunakan tata bahasa yang kacau balau. Ini jadi catatan juga sih buatku. Karena Embak Ceria yang satu ini memang sering mengadakan Give away. Catatanku adalah: jangan ada typo di dalam tulisan yang kita ikut sertakan di Give awaynya Uniek. hehehe.

A photo posted by Ade Anita (@adeanita4) on


Pemilik blog Bocahrenyah.com ini,  memberi tips cara memasak kacang goreng agar garing dan  gurih. Uniek bilang sih dia dapat tips ini dari nenek dan ibunya.

1. Haluskan bawang putih dan garam. Iris juga bawang putihnya tipis-tipis dan baurkan juga.
2. Baurkan dengan kacang mede.
3. Jika sudah, keringkan di atas tisu atau kertas koran agar kadar airnya berkurang.
4. Jika sudah, goreng deh.

Nanti katanya sih bakalan diperoleh kacang mede yang garing.
Okeh.
Nanti deh, insya Allah setelah selesai puasa syawal aku akan praktekkan tips dari Uniek Kaswarganti ini.



Komentar

  1. 3 kuenya sama... saya ga terlalu suka nastar :D

    BalasHapus
  2. saya lebih suka kacang2an. Kalau kacang habis baru dech makan kue. :)

    BalasHapus
  3. saya lebih suka kacang2an. Kalau kacang habis baru dech makan kue. :)

    BalasHapus
  4. wah, karena aku merayakan lebaran di rumah mertua makanya aku gak pernah beli atau bikin kue lebaran, malah dapat begitu bnayak dari teman, saudara dan parcel

    BalasHapus
  5. Kue kering semua ya, Mbak. Saya dikasih kakak ipar satu lusin kue kering. Jadi semuanya ada... kastangel, nastar, putri salju, dll. Tapi toplesnya kecil2. Jadi jumlahnya banyak tapi isinya dikit :D
    Enak2 semua :D

    BalasHapus
  6. Tapi nastar udah pasti wajib ada tuh mba setiap lebaran.. Iya, sama kacang kacangan.. Trus aku gak tau lagi deh nama nama kue.. Taunya makanin aja.. Hehhehe

    BalasHapus
  7. Di rumah yang wajib ada itu nastar, sagu keju dan kastengel. Tapi lebaran kali ini tiga-tiganya gak ada. Beneran absen para kue-kue ini, hadeeuuh.

    BalasHapus
  8. kalau di rumah nastar dan kastengel yg laku hehe
    wah itu kacang gorengnya, klo di rumahku suamiku yg suka bikin :))

    BalasHapus
  9. Kastengel yang paling aku suka <3

    BalasHapus
  10. Kalo aku, suami dan anak cowokku sukanya nastar mbak, nah si bungsu yang suka putri salju, yang sulung suka kastangels. Beda-beda selera hahaha :D

    BalasHapus
  11. waaao ubntung dapat tips keren soal bikin kacang goreng yg crunchy,tips nya dari mbak UNiek tho :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…