badge

Senin, 13 Juni 2016

Self Defense For Women

[Parenting] Duh, jaman sekarang itu bikin seram dan parno deh. Apalagi jika kita sadar bahwa kita punya anak perempuan. Coba deh lihat berita tentang tindakan kejahatan yang menimpa banyak anak-anak perempuan di tanah air. Itu asli bikin takut dan khawatir para orang tua yang memiliki anak perempuan atau adik perempuan yang masih kecil.

Jika sudah begitu, amat penting rasanya untuk mulai membekai si kecil cantik di rumah pengetahuan dasar dalam rangka Self Defense For Woman atau pertahanan diri sendiri bagi seorang perempuan.


Mengapa Self Defense For Woman?


Karena perempuan memang pada umumnya menjadi incaran para pelaku kejahatan.

Ada beberapa alasan mengapa perempuan menjadi incaran para pelaku kejahatan. Yaitu:

1. Perempuan sering memiliki tingkat kewaspadaan yang rendah dibanding laki-laki.
2. Kekuatan fisik perempuan lebih lemah ketimbang laki-laki.
3. Perempuan sering menggunakan perhiasan yang lebih banyak daripada laki-laki.
4. Perempuan sering membawa "harta" yang lebih banyak daripada laki-laki.
5. Perempuan sering memiliki kelebihan sekaligus kelemahan dia, yaitu: sifat mudah jatuh kasihan dan ingin membantu orang lain. Bahkan meski dia belum kenal atau baru kenal sebentar saja dengan orang itu.
6. Secara fitrahnya, Laki-laki cepat nafsu jika melihat fisik perempuan (padahal perempuan tidak demikian jika melihat fisik laki-laki). Hal ini sering tidak disadari oleh perempuan yang menghendaki kesamaan cara pandang dengan laki-laki dalam berbagai macam hal. Sehingga karena berpikir bahwa laki-laki sama dengan dirinya maka perempuan tanpa sadar telah mengundang laki-laki untuk "bernafsu" ketika melihat dirinya.

(Iya, aku tahu. Pernyataanku yang nomor 6 ini pasti tidak cocok bagi kalian yang tetap merasa bahwa kewajiban menjaga nafsu itu harusnya berlaku sama antara perempuan dan laki-laki. Tapi, ya gimana ya. Memang dari sononya hal ini berbeda dan tidak bisa dipaksakan sama sih. Orientasi nafsu seksual antara perempuan dan laki-laki itu memang berbeda.
Nih. Laki-laki itu, bisa melakukan hubungan seksual meski mereka tidak mencintai lawan jenisnya loh. Nah, perempuan mana bisa melakukan itu. Mereka harus jatuh cinta dulu dengan lawan jenisnya, baru deh bisa melakukan hubungan seksual dengannya. Tuh, ini salah satu bukti bahwa memang mereka berbeda).

Okeh. Karena itu, amat penting untuk mengajarkan anak-anak perempuan yang kalian miliki di rumah atau adik-adik perempuan yang kalian miliki di rumah, yang masih pada single, untuk melakuakn tehnik Self Defense For Woman.
Bahkan bukan hanya anak perempuan saja sih. Bagi laki-laki, maka ajari juga istri kalian, dan para ibu dari anak-anak kalian.
Atau....  kita nih sebagai perempuan. Mari kita belajar self Defense For Woman.


Ingat kekuatan beberapa bagian anggota tubuh berikut ini:

1. Dahi atau kening.

Tulang terkeras dari tengkorak manusia itu adalah bagian keningnya. Jika musuh ada di depan, dan seluruh tubuh kita terkunci dalam pelukannya, maka gunakanlah kening sebagai pengganti tinju.
Incar: bagian hidung lawan. Karena hidung adalah tulang terapuh di tulang tengkorak  seseorang.

2. Kepala.

Ketika sudah berada dalam posisi terdesak dan terpojok, segera tekuk lutut sedikit ke bawah; kumpulkan kekuatan dan ketika musuh sudah berada di hadapan, sehingga seruduk musuh dengan sundulan kepala.

Incar: bagian rahang samping atau dagu lawan. Karena di bawah rahang terdapat syarat keseimbangan seseorang. Jika bagian ini terserang maka lawan akan kehilangan keseimbangan.


3. Lutut.

Bagian dari anggota tubuh yang juga bisa dijadikan pengganti tinju adalah lutut. Karena bentuknya yang keras, jika digunakan secara tepat maka dia bisa menjadi tinju yang cukup bisa melumpuhkan lawan. Hal ini berlaku pada pertempuran jarak pendek.

Incar: kemaluan atau bagian genital laki-laki. Tendang dengan lutut sekuat tenaga. Karena di bagian ini terdapat syarat yang bisa melumpuhkan laki-laki dan jika terpukul akan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat.

4. Siku.

Sama seperti lutut, sendi di bagian lengan ini bentuknya amat padat sehingga bila dipukulkan pada seseorang bisa fokus melemahkan 1 titik syaraf di tubuhnya secara lebih dalam.

Incar: Pundak. Jika lawan merunduk untuk memeluk dan membopong.
Incar: perut bagian rusuk. Jika lawan menyerang dari arah belakang.

5. Tumit.

Bentuk tumit yang bulat dan padat, sama seperti siku dan lutut, bisa menjadi pengganti tinju.

Incar: pundak, atau pinggang samping. Jika lawan berhasil dijatuhkan.

6. Suara.

Oke. Ini dua ekstra terakhir; pertama ajari anak untuk berteriak minta tolong yang kencang jika suatu hari nanti mereka diganggu oleh orang jahat. Kedua:

7. Lari. 

Dan terakhir, lari. Segera berlari pada apapun ajakan yang diutarakan oleh orang asing.


NEVER TALK TO STRANGER. JANGAN PERNAH BERBICARA DENGAN ORANG YANG TIDAK KALIAN KENAL.

Sepertinya hal ini harus diajarkan pada anak-anak.



37 komentar:

  1. Yap, perempuan harus punya pertahanan sendiri, harus bisa beladiri. Nanti Marwah besar aku mau les in dia karate ah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, jaman sekarang kalo terlalu lemah malah jadi sasaran kejahatan

      Hapus
  2. Itulah gunanya bela diri untuk perempuan mbak, jadi sangat penting sekali untuk perempuan memiliki teknik bela diri untuk mempertahankan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener. Meski sederhana tapi setidaknya tahu cara menyelamatkan diri sendiri

      Hapus
  3. Memang pentig ya pengetahuan ini. Kalo ada yang bisa diajak latihan, mungkin bisa lebih masuk ke memori anak2 kita, ya Mbak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang sederhana aja gpp sebenarnya. Setidaknya ajarin cara berkelit gitu

      Hapus
  4. nyesel kenapa dulu gak jadi ikutan karate, sekarang baru keiatan manfaatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku dulu ikut karate waktu SMP tapi itu lebih karena aku punya asma... biar asmanya gak kambuhan

      Hapus
  5. Bener mbak, dulu saya pernah ikutan...walau skrg asli lupa semua. Saya juga diajarkan utk menggunakan apa saja sbg alat bela diri. Antara lain koran, yg kalau kita lipat, bagian yg tebalnya itu bisa utk memukul yg lumayan vital seperti telinga si penyerang. Asal abis mukul, jangan bengong melainkan gunakan saat si penyerang kesakitan itu utk kabur

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrrrrrr.... jangan sok2 merhatiin dia jatuh apa luka apalagi jadi jatuh kasihan ya... (*ih ini aku mikirnya sinetron banget)

      Hapus
  6. wihh bener banget ini mbak Ade. perlu diterapin untuk mengantisipasi keselamatn perempuan...
    TFS ya mba ^_^

    BalasHapus
  7. Di sekitar kosanku sekarang lagi rawan orang gak dikenal datang pura-pura jadi petugas sensus mak, udah ada yang jadi korban bahkan maaf beliau diperkosa tanpa sadar. Bangun-bangun langsung lapor polisi, butuh banget emang ya self defense buat cewek.

    BalasHapus
  8. betul mba..musti makin hati-hati ya..kadang aku juga suka underestimate niiih

    BalasHapus
  9. noted infonya mak, tp semoga jauh2 deh yg beginian

    BalasHapus
  10. bermanfaat banget mbak ade, aku dulu pernah nangkis supir angkot yang maksain aku naik angkotnya pake pegang2

    BalasHapus
  11. Iya Mbak, kelebihan kita bisa jadi kelemahan. Dan kita harus berlatih pertahanan diri agar terhindar dari marabahaya.

    BalasHapus
  12. Mbak Ade, pengetahuan baru buat aku, aku butuh banget, karena gak punya kemampuan bela diri

    BalasHapus
  13. Waah, makasih share nya mba Ade. Noted

    BalasHapus
  14. Jangan sampai perlu ngelakuin hal-hal di atas. :(

    BalasHapus
  15. Terima kasih sharingnya. Melihat kondisi saat ini, saya pengennya anak-anak saya yg semuanya perempuan bisa beladiri. Tp di kampung masih susah cari tempat belajar beladiri. :(

    BalasHapus
  16. Terima kasih sharingnya. Melihat kondisi saat ini, saya pengennya anak-anak saya yg semuanya perempuan bisa beladiri. Tp di kampung masih susah cari tempat belajar beladiri. :(

    BalasHapus
  17. Rasanya memang harus ya mba, kemampuan self defense ini, soalnya saya sendiri kadang suka kurang kontrol kalau terjadi apa-apa. Mungkin karena 'manja' ngerasa ada pasangan yang bakalan ngelindungin. Lah kalau pas lagi sendiri, duh, bener-bener diingetin jadinya dari tulisan ini.

    Terima kasih ya mba, sharenya, bermanfaat banget :)

    BalasHapus
  18. wah, dengan begini wanita bisa lebih menjaga diri asal tahu tekniknya ya kak. senang bisa berkunjung kesini dan membaca artikelnya

    BalasHapus
  19. kejahatan terhadap perempuan memang semakin merajalela yah Mba Ade, kalo lihat-lihat berita tentang kekerasan pada perempuan rasanya sangat memprihatinkan dan suskes membuat saya ketakutan :(

    terimakasih tips-tipsnya Mba Ade, baru tahu kalo dahi atau kening bisa digunakan untuk pertahanan diri.

    BalasHapus
  20. Jadi bisa belajar bela diri nih, mbak Ade. Tapi buat saya kalau sudah tahu sejak awal ada bahaya mending lari dan teriak aja deh, melainkan terpaksa mau ngga mau harus dihadapi ya kan mbak :)

    BalasHapus
  21. Watauw...... ini bacanya sambil semangat dan gas poll!
    Hahaha...
    Langsung aku save deh imagenya.

    BalasHapus
  22. Dulu banget saya pernah ikutan karateka mbak sampe ujian naik sabuk juga. Hahaha setelah kenal dunia "Asmara" kok jadi angot2an. Sip banget nih postingannya mbak Ade, recomended bgt buat kaum hawa:)

    BalasHapus
  23. Meskipun gak bisa silat atau karate kalau kekuatan beberapa bagian anggota tubuh dijamin lawan keok, itu termasuk bela diri juga ya mbak ... Hehehe

    BalasHapus
  24. setuju mbak dengan teknik tersebut
    apalagi bagi yang tidak bisa bela diri
    jadi ingat rekan (beliau menguasai karate) pernah melakukannya di blok m waktu diancem pencopet...

    BalasHapus
  25. Tapi herannya justru sekarang lagi ngetrend perempuan suka selfi dengan menjulurkan lidah. Nah apa itu tidak mengundang kejahatan ???
    Kadang ada yang pemer dada. Apa mungkin itu lagi gaya anak perempuan jaman sekarang ?
    Alat kelamin lelaki adalah faktor kehidupan lelaki. Tendang, pasti dia akan pingsan.

    BalasHapus
  26. yang tak kalah pentingnya lagi, Wanita selalu memakai Pakaian yang sengaja atau tidak menggoda seorang laki-laki. Karena apa jarang sekali korban kejahatan seksual adalah wanita yang menggunakan busana seperti yang di anjurkan Rosulullah.
    Coba perhatikan Wanita yang menjadi korban adalah wanita dengan pakaian yang ketat.
    Jika sudah demikian siapa yang salah?
    Laki-laki atau perempuan?
    Ya Entahlah...!
    Semoga kita dan anak-anak kita dijauhi dari hal-hal yang tak kita inginkan. Amin

    BalasHapus
  27. Makasih Mbak Ade .... Memang wanita saat ini harus bisa menjaga diri

    BalasHapus
  28. Ah memang beladiri penting buat wanita. Kalau di Jepang anak perempuan kalau nggak salah wajib ikut bela diri...

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...