Langsung ke konten utama

How Smart Are You, Mom?

[Parenting] Siapapun, bisa mengklaim bahwa dirinya cerdas. Smart. Tapi, terkadang kecerdasan itu sendiri sebenarnya berkorelasi tidak hanya dengan tingginya IQ saja. Tapi  juga dengan sikap dan perilaku. Dan ibu yang cerdas, akan terlihat dari kesehariannya.

Lalu, seperti apa ibu yang cerdas itu? Atau, jika aku dan teman-teman yang perempuan dan saat ini sudah menjadi ibu, bagaimana mengetahui sudah secerdas apa kita sebenarnya? Mungkin, beberapa tolok ukur berikut ini bisa jadi pegangan. Pengukuran ini terinspirasi dari blognya Naqiyyah Syam, dengan blognya yang berjudul Naqiyyah Syam dan mengklaim dirinya sebagai smart mom, writer and trainer.

Untuk diketahui, Naqiyyah Syam ini adalah penulis dan blogger yang dulu pernah berprofesi sebagai seorang guru. Sekarang, dia sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru agar bisa konsentrasi menjadi ibu rumah tangga sekaligus penulis dan blogger. Buku-buku yang ditulis oleh Naqiyyah Syam sudah banyak sekali. Sudah lebih dari 30 judul antologi yang diikutinya. Beberapa di antara antologi ini bahkan dialah yang menggawanginya. Buku-buku solo dan duetnya pun sudah ada beberapa. Dan cerpen, duh.... Naqiyyah termasuk penulis yang produktif menghasilkan cerpen dan artikel. Baik cerpen untuk anak maupun cerpen untuk dewasa. Mungkin itu sebabnya namanya sudah dikenal di kalangan anggota komunitas FLP. Aku sendiri bukan anggota FLP sih tapi sering sekali membaca keaktifan Naqiyyah Syam dalam kegiatan FLP ini. Dia bahkan pernah terbang ke acara munas FLP di luar kota sambil membawa bayinya.



How Smart Are You, Mom?

Dari blog Naqiyyah Syam inilah aku menyusun cara mengetahui sudah seberapa cerdaskah kita sebagai ibu. Karena blog Naqiyyan Syam ini banyak berisi tips-tips yang bisa diiikuti oleh siapa pun.
Mari kita menilai diri kita sendiri.

1. Apa yang kalian lakukan ketika kalian tidak bisa melakukan sesuatu?

Smart mom, akan mencari tahu apa yang tidak diketahuinya, mempelajarinya dan kemudian mempraktekannya.
Jadi, tidak boleh pasrah dan memilih untuk menggeleng saja hingga datang bantuan dari orang lain yang iba.

Di blognya, Naqiyyah Syam menulis aneka tips untuk mengatasi berbagai macam masalah yang di ambilnya dari pengalamannya sendiri setelah berhasil mengatasi berbagai macam masalah.

2. Apa yang kalian lakukan ketika kalian tidak bisa melakukan sesuatu karena kendala yang bersifat menetap?


Smart mom, akan berusaha mengatasi kendala tersebut dengan jalan keluar yang bersifat win-wiin solution bagi semua.

Seperti masalah keinginan untuk memberikan asi ekslusif pada bayi yang baru dilahirkan misalnya. Tapi disisi lain tetap harus bekerja di luar rumah. Solusinya, dengan memakai botol penyimpan asi dan bantuan alat pemerah asi serta frezzer untuk menyimpan asi yang sudah ditampung di dalam botol.
Dengan cara seperti ini, maka ibu bisa tetap bekerja dan si bayi bisa tetap mimik asi eksklusif.

3. Apa yang kalian lakukan ketika bertemu dengan keterbatasan?

Smart mom, bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki, bahkan meski itu merupakan sumber daya yang amat kecil, untuk bisa melalui keterbatasa tersebut.

Tidak perlu mahal kok untuk mendapatkan sesuatu yang bagus itu. Seperti mencuci sepatu bayi yang sudah kusam agar terlihat kembali bersih seperti baru misalnya. Atau ikut aneka kelas pelatihan gratis  untuk menambah kemampuan.

4. Apa yang kalian lakukan ketika memiliki sesuatu?

Smart mom akan membagikannya pada orang lain.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa ketika kita memberi, maka kelak kita akan lebih banyak lagi menerima.
Mengapa?
Karena, ketika kita memberi orang lain sebuah nasehat kebajikan, maka orang lain akan mengembalikannya dalam bentuk kebajikan juga.

Contoh: bagi-bagi resep masakan yang kita ketahui pada orang lain. Nanti, selalu ada orang lain yang akan memberi tips-tips tambahan atas resep yang kita bagikan tersebut. "Oh, kalau di aku, biar praktis bawang merahnya digoreng dulu sampai lemas baru masukkan bawang putihnya. Nanti masakannya jadi harum deh."
Tuh.
Akhirnya, kita dapat tips memasak yang baru. Bayangkan jika ada banyak orang yang mengirim tips lain dari 1 buah resep yang kita bagikan.

5. Tidak anti pada perubahan dan perkembangan yang terjadi di sekitar.

Ini yang terakhir. Smart mom tidak anti pada perkembangan yang terjadi di sekitarnya. Dia akan selalu berusaha untuk belajar agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Contoh: ketika sedang diperkenalkan MPASI untuk bayi. Dahulu, mungkin orang tua jaman dulu mengajarkan cara mereka memberi makan anak-anak mereka ketika bayi bagaimana pada kita. Tapi, dalam perkembangan ilmu pengetahuaan, mulai diketahui berbagai macam manfaat yang bisa mulai diperkenalkan pada anak-anak kita yang dimulai dari makanan. Seperti mulai memberi makanan selain asi pada anak-anak sebaiknya dimulai setelah bayi berusia 6 bulan.

"Loh? orang tua jaman dulu memberi makan pisang kok pada bayi mereka sejak bayi mereka berusia 2 bulan. Buktinya bayi mereka sehat-sehat saja tuh. Nggak pada mati dan bisa jadi orang juga."

Jangan putus asa jika ide untuk mengikuti perkembangan ditentang dan disepelekan orang lain. Karena, bisa jadi, justru perkembangan yang terbaru yang memberitahu bahwa bayi yang baru diberi makanan padat setelah berusia 6 bulan ternyata lebih baik kualitas menjadi orangnya dibanding bayi dahulu. Jadi, jika orang jaman dulu baru bisa berangan-angan bisa tinggi mencapai 170 cm, ternyata bayi sekarang sudah bisa lebih dari 170 cm tingginya. Jika bayi dulu IQ-nya rata-rata cerdas saja, bayi sekarang ternyata bisa mencapai IQ di atas rata-rata cerdas.

Semua hasil penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan tentu tidak dihasilkan dari obrolan omong kosong bukan?

Smart mom adalah ibu yang tahu bagaimana cara untuk mengambil keputusan, mempertahankannya jika benar dan tidak sungkan untuk mengakui jika salah lalu melakukan perubahan. 

Komentar

  1. Semakin maju peradaban semakin dituntut juga para ibu untuk banyak belajar ya mb Ade

    BalasHapus
  2. Makasih ulasannya Mbk Ade, aku juga banyak belajar dari perjuangan Mbk Ade menjadi ibu yang inspiratif.

    BalasHapus
  3. mba Naqi dan mba ade sma sama inspiratif :)

    BalasHapus
  4. Perempuan apapun kondisinya selalu dituntut untuk smart ya bun. Dr pengalaman perempuan-perempuan kuat aq belajar tth parenting.

    Terima kasih mba Naqi sudah bersedia menuliskan semua pengalamannya agar bs dipelajari bersama

    BalasHapus
  5. Namanya aja "Ocehan" tapi isinya berbobot, koq. Jadi pengen ke blognya Naqi lho.

    BalasHapus
  6. Hallooo...semua Mom pengen jd smart mom ya.
    Tp..kadang..kalo mentok, yg ditanyain bilang gak tahu juga :D

    BalasHapus
  7. Ulasan yang menarik,Mbak. Mengajak pembaca berpikir dan becermin. Sip lah ;-)

    BalasHapus
  8. baca ini jadi tertantang utk bisa slalu 'smart' saat mengahdapi masalah.. :) apalagi yg menyangkut anak2, cepet nyerah duluan emaknya ini -__-

    BalasHapus
  9. Makasi mba Ade sudah menginspirasi dengan sosok Naqiyyah

    BalasHapus
  10. Makasi mba Ade sudah menginspirasi dengan sosok Naqiyyah

    BalasHapus
  11. setidaknya setelah baca artikel ini
    banyak ilmu yang bisa buat bekal untukku kelak
    hhhee

    BalasHapus
  12. semua mom, ingin jadi 'smart mom..' tapi pasti butuh perjuangan, belajar dan belajar terus ya...'trial n error. Salam buat semua smart mom

    BalasHapus
  13. jadi cerdas ama smart beda ya Mba Ade

    BalasHapus
  14. Jd ibu smart tdk anti pati dg perubahan

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…