badge

Sabtu, 20 Februari 2016

Isi Tas Ade Anita

[Lifestyle] Wah. Pas mendengar bahwa Waya Komala mengadakan Give Away tentang apa isi tasmu, aku sempat bingung sebenarnya. Tas yang mana nih?

Aku tuh seorang penggemar tas tangan wanita. Jadi, aku pernah mengkoleksi aneka macam tas tangan wanita. Sekarang, sudah "agak"bertobat sih. Meski untuk itu harus berjuang keras agar tidak segera terpancing untuk membeli tas tangan baru.

Nah, tas yang aku miliki ini, aku bagi 2 penggunaan. Ada tas untuk dibawa ke tempat-tempat santai seperti antar jemput anak sekolah, arisan sekitar rumah, atau sekedar jalan santai ke pasar. Ada juga tas untuk dibawa jalan-jalan ke Mall, arisan yang bukan di sekitar rumah, acara gathering, atau acara semi formal lainnya.

Agar praktis maka, semua isi tas aku masukkan dalam banyak wadah yang terorganisir. Jadi, jika memang ingin ganti model tas karena ingin menyesuaikan dengan acara dan pakaian yang aku gunakan, aku tinggal memindahkan wadah-wadah tersebut ke dalam tas yang akan aku gunakan.
Secara garis besar, isi tasku adalah sebagai berikut:

http://www.adeanita.com

Mau tas buat  pergi ke acara semi formal (diwakili oleh tas warna abu-abu) atau pergi ke acara yang santai seperti antar jemput anak sekolah (diwakili oleh tas motif cup cake), isi tasku serupa.

Selain dompet, kunci rumah dan handpone, maka aku juga membawa barang-barang lain. Dikelompokkan dalam wadah-wadah pouch. Dengan begitu, aku tidak perlu melakukan adegan mengorek-ngorek isi tas jika ingin mencari sesuatu. Karena aku sudah tahu pouch mana yang harus aku buka jika ingin mencari sesuatu.

Jadi, barang yang 85% ada di dalam tasku adalah:



1. Botol air mineral.


Kenapa harus ada botol air mineral? Karena pembuluh darahku imut-imut alias halus-halus kata dokter. Akibatnya, aku cepat terengah-engah jika harus naik turun tangga atau berjalan cepat. Agar nafasku kembali normal, aku harus minum beberapa teguk air mineral.

2. Sabun dalam wadah botol kecil


Jika sedang menginap di hotel, kan kita selalu diberi sabun cair dalam botol-botol mungil tuh. Nah, aku rajin membawa pulang sabun cair botol mungil ini. Kenapa? Karena aku memang harus membawa sabun cair di dalam tas. Anak-anak sering aku biasakan untuk mencuci tangan mereka jika selesai dari kamar mandi. Seringnya, tidak semua tempat menyediakan sabun cair untuk membersihkan tangan (atau untuk bebersihan hadas kecil ketika pergi ke toilet. Nggak enak jika hanya dibasuh dengan air saja).

3. Cairan pembersih tangan

Dulu ceritanya nih, aku naik Commuter line dari Depok ke Jakarta. Penuh deh keretanya. Jadi aku terpaksa berpegangan pada alat gantung tangan. Terus, tanpa sadar aku ngucek-ngucek mata. Lalu, tiba-tiba mataku gatal. Lalu 2 jam kemudian aku kena sakit mata. Terpaksa deh dikucilkan di rumah karena sakit mata itu gampang banget menularnya. Sejak itu aku jadi rajin bawa cairan pembersih tangan di dalam tas. Jadi, jika selesai memegang sesuatu yang "meragukan" aku sering membersihkan tanganku dengan cairan ini. Daripada kena penyakit yang tidak diinginkan?

4. Neuremacil Neck and Shoulder

Ish, ketahuan banget ya ini tas orang yang sudah sudah berumur. Hahahaha... Tapi ini aku rekomendasikan banget deh buat ngilangi pegal-pegal di leher dan pundak karena dia tidak panas dan semwringin aja. Nyaman buat pegal-pegal.

5. Pouch kembang hijau: earphone, OTG, Powerbank, inhaler.

Ini Pouch paling lebar di dalam tasku. Sudah pada tahu kan fungsinya apa saja barang-barang di dalamnya itu? Jadi tidak perlu aku jelasin lagi ya.


6. Permen dan Cemilan Manis


Aku adalah seorang yang memiliki penyakit Hypoglikemia.
Yaitu, kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan gula.
Iya, gula darahku sering drop. Terutama jika terlambat makan. Makanya aku tidak boleh terlambat makan. Jika tidak bisa pusing banget.

Dokterku mengajariku, jika sudah mulai merasa mengantuk, lesu, dan jika memandang ke depan terasa seperti ada bintang-bintang yang berkerlip, itu pertanda bahwa kadar gulaku mulai turun. Solusinya, aku harus mengunyah 1 atau 2 butir permen gula atau cemilan manis. Tapi nggak boleh banyak-banyak karena nanti bisa kena diabetes beneran. Sedikit saja.

Itu sebabnya di dalam tasku selalu tersedia botol permen manis dan beberapa cemilan manis yang katanya sih tidak bikin gemuk (karena kemasannya kecil ya. Jadi, kalau makan 50 bungkus ya tetep bikin gemuk. hahahaha.

7. Pouch kosmetik

Nah, ini pouchku yang paling gemuk meski bentuknya sebenarnya langsing.

Isinya: Ada lipstik, pinsil alis, eye liner. Itu perlengkapan untuk make up ku. Iya, memang cuma bawa itu saja. Tidak ada bedak karena aku tidak suka memakai bedak. Paling aku bawa pelembab semprot. Tapi jarang juga sih. Aku suka dengan kulit wajahku yang bisa dibawa tampil alami tanpa harus dioles apapun.

Hanya saja, karena kulitku putih pucat dan bulu alisnya berwarna kecoklatan, serta bibirk warna pink pucat, jadi jika tidak memakai apapun setiap kali bertemu dengan orang lain, mereka pasti bertanya,
"Mbak Ade lagi sakit ya? Kok pucat banget?"

Jadilah agar tidak ditanya lagi dengan pertanyaan "lagi sakit ya?" aku selalu mewajibkan diri untuk mengenakan pinsil alis warna cokat tua di alis mataku, dan mengoleskan lipstik pink di bibirku. Serta mengoleskan eye liner warna gelap di tepi kelopak mata atas dan eye liner warna putih di tepi kelopak mata bawah.

Sisanya, aku bawa obat tetes mata cair, obat merah, koyo dan minyak angin. Dulu, waktu anak-anak masih kecil masih ada tambahan minyak telon botol mungil. Tapi sejak anak bungsu sudah tidak suka masuk angin lagi, aku tidak pernah lagi membawanya.

Ada kisah tersendiri dengan lipstik yang aku bawa loh. Ini nih:


8. Kipas.

hahahaa... penting nggak penting. Tapi di sekolah putriku itu sering terasa panas jika sedang pada ngumpul semua ibu-ibunya. Padahal di ruang tunggu tidak ada AC nya. Nah, kipas ini yang jadi barang andalanku biar tidak kepanasan.

9. Tempat kacamata jumbo

Aku punya kacamata hitam tapi ini sekaligus juga kacamata silinder. Ini gara-garanya, kalau lagi jalan-jalan kan suka kepanasan tapi kalau memakai kacamata hitam untuk gaya aku nggak bisa lihat juga. Percuma banget.

Dan, karena suamiku sering minta tolong aku agar membersihkan kacamata dia, maka aku selalu membawa cairan semprotan untuk membersihkan kacamata. Jadilah tempat kacamatanya harus yang jumbo.

10. Pouch Barang Pribadi


Aku punya 2 orang anak perempuan. Satu di antara mereka sudah remaja akil baligh. Nah. Tahu sendiri kan penyakit bulanan perempuan itu apa?

Masalahnya, baik aku dan putri remajaku tidak pernah bisa menduga kapan waktu menstruasi kami datang. Seringnya sih waktu datang bulan itu mendadak datangnya. Karena aku dan putriku memang memiliki siklus yang tidak tetap jadi tidak terduga datangnya.

Karena sering datang tiba-tiba maka aku selalu membawa persediaan pakaian dalam wanita dan pembalut wanita di dalam tasku. Sekarang kan pembalut wanita itu ada yang kemasan mungil, jadi bisa dibawa di dalam tas.

Kedua benda ini juga berguna jika ada yang mengalami keputihan tiba-tiba.
Keputihan pada wanita itu termasuk najis yang harus dibersihkan. Sama seperti jika bersin lalu keluar air seni sedikit. Disinilah kedua benda ini bisa amat berguna. Tinggal masuk kamar mandi lalu ganti dengan yang bersih dan siap menjalankan ibadah shalat.

Lalu, mengapa aku tidak membawa perlengkapan shalat? Karena, perlengkapan shalat itu kewajiban putriku yang membawanya di dalam tas dia.

Barang bonus yang ada di dalam tas (aku bawa jika memang aku pingin bawa, tapi kalau lagi lelah sering aku keluarkan dari dalam tas) adalah buku. Kadang, jika sedang ada pekerjaan nulis, aku menyelipkan sebuah buku agenda di dalam tasku. Gunanya untuk membuat draft tulisan dan mind map. Kenikmatan mencoret di kertas itu belum bisa digantikan oleh mencoret di atas layar gadget.

Tapi, jika sedang tidak ada pekerjaan menulis, maka aku kadang menyelipkan sebuah novel di dalam tasku. Gunanya untuk belajar dan memancing ide agar bisa menulis.


Itu tuh isi tasku. Isi tas kalian apa saja?
----------------------------------

"Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway What's In Your Bag - Waya Komala"


17 komentar:

  1. Banyak jg isi tasnya mba. Saya yg sering lupa bawa payung

    BalasHapus
  2. Banyaaak isinya tapi terorganized, nggak nyempil2..jadi gampang nyarinya ya mbak..
    kudu ditiru nih..hehe

    BalasHapus
  3. Hehe,, ternyata itu isinya. saya sering liat ibu ibu yang menenteng tas gede saat ke mall atau pasar dll gak beda jauh sama istriku ternyata. Hehe

    BalasHapus
  4. Nah kalo mba Ade isi tasnya serba kuemplit bangeet. Apalagi tas kosmetiknyaaa. Hihiii

    BalasHapus
  5. air mineral masuk juhga ya mba,, kan beraattt hehe.. kalo aku air mineral taruh botol lain yang bisa ditenteng atau minta dibawakan suami :)

    BalasHapus
  6. waduh kalo tas ku dibongkar piye ya mbak, isinya dokumen2 hehe

    BalasHapus
  7. isi sebanyak ini biasanya saat pergi kemana mbak?

    BalasHapus
  8. Dari tadi nyari payung ... gak ada ya? Sekarang gak bawa-bawa payung lagi, Mbak Ade?

    BalasHapus
  9. Wah banyak juga ya isi tasnya.
    Tapi menurutku yang terpenting adalah peralatan kecantikan jangan lupa. sama kipas kalau panas bisa kipas-kipas. :)

    BalasHapus
  10. Tosss mbaaa.. Aku selalu ada air mineral, kosmetik, dan pouch hehehehe

    BalasHapus
  11. isinya banyaaak. aku juga sering bawa air mineral en buku bacaan

    BalasHapus
  12. Lengkap dan banyak ya mbak....aku malah lupa mulu klo kudu bawa obat2 an

    BalasHapus
  13. Isinya lengkap ya mbak Ade..
    Dan kaget juga dengan cerita lipstik dicegat satpam. Aku kebayang ekspresinya waktu tau mereka salah duga.Huuuh,masa' sekece mbak Ade dicurigai gitu :D

    BalasHapus
  14. lengkap bangat mbak, trima kasih yah

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...