badge

Jumat, 19 Februari 2016

25 Ciri Orang Kaya (part 2)

[Lifestyle]  Pada tulisan sebelumnya aku menulis tentang 25 Ciri orang kaya. Artinya, jika kalian sudah memiliki lebih dari 2 saja dari 25 Ciri-ciri Orang Kaya yang aku sebutkan, mungkin kalian bisa disebut sebagai orang kaya.

(baca: 25 Ciri Orang Kaya (part 1)

Kenapa bukan jumlah penghasilan dan pendapatan yang aku gunakan sebagai terminologi dalam mendeskripsikan ciri orang kaya? Karena, ada orang yang penghasilannya besar, pendapatannya banyak tapi tetap saja... habis ngepas dengan pengeluaran dia dalam sebulan. Dan tetap.... dia tidak bisa melakukan beberapa hal yang biasa dilakukan oleh kaum jetset. Jadi.... lebih baik aku gunakan saja terminologi gaya hidup alias lifestyle untuk mendeskripsikan ciri orang kaya.

 Urutan ke 11: Mereka Bukan Hanya Membeli, tapi Mengoleksi Mobil Mewah


Pada urutan ke 25 sebelumnya, Ciri Orang Kaya adalah mereka mampu membeli mobil mewah. Nah. Rupanya, setelah membeli satu, pembelian mobil mewah ini jadi seperti candu. Ada kepuasan tersendiri melihat mobil mewah itu nangkring di garasi mobil. Lalu, mulailah mereka ingin membeli mobil mewah lain, yang berbeda warnanya, modelnya, mereknya.

Ini omongan horang kayah wanne be:
"Gue pingin beli mobil Porche yang ada di show room deh."
"Bukannya elo masih ada  di rumah?"
"Iya, tapi yang ini beda. Kalo kita beli satu, dapat hadiah langsung saputangan Hello Kitty ori."
"Kenapa nggak beli saputangan Hello Kitty ori aja langsung kalau beli mobil cuma buat dapat saputangan gratisnya?"

(dih... ketahuan banget ya ini cuma obrolan orang yang berkhyalan jadi orang kaya? hahahahaha. Khayalan gagal).

koleksi mobil mewah  artis Roro Fitrian

koleksi mobil mewahnya mantan Presiden Ukrainia yang melarikan diri setelah didemo rakyatnya: Viktor Yanukoych


koleksi mobil mewahnya Syeh Puji

Urutan ke 10: Mereka Semakin Sering Melakukan Liburan

Kata orang, liburan itu bikin ketagihan. Jadi, jika sekali melakukan liburan, secara tidak sadar ada keinginan agar suatu hari nanti bisa berlibur lagi dan lagi dan lagi.

Sekarang, sedang ngetrend banget yang namanya melakukan traveling. Bahkan, dari obrolan iseng-iseng dengan teman, ada sebuah trend dimana anak muda jaman sekarang itu menabung bukan agar bisa menikah atau memiliki sebuah rumah atau kendaraan. Tapi menabung agar bisa melakukan traveling dalam rangka liburan.

Dan demikianlah orang kaya. Semakin banyak harta mereka, semakin besar pula keinginan mereka untuk bisa berlibur ke manca negara, ke banyak tempat.

Saudaraku, yang memang kekayaannya bertambah seiring dengan naiknya harga Karet dan Kelapa Sawit (karena dia melakukan bisnis ini), nyaris setiap 3 bulan sekali melakukan liburan ke banyak tempat. Tiba-tiba dia sudah ada di Raja Ampat, pekan depannya memberitahu sudah ada di Ternate. Padahal sebulan sebelumnya dia baru saja berlibur ke Pulau We.

Ayo.. ayo... bekerja dan menabung yuk biar bisa berlibur ke banyak tempat.

(impianku nih: setelah pensiun nanti, pingin melakukan traveling berdua dengan suami lalu kami berdua bisa menjadi travel blogger. Sudah, diaamiin-kan saja ya).


gen Halilintar, keluarga besar dengan 11 orang anak yang hobbi travelling. Mereka sudah melakukan traveling ke 100 negara di dunia.

Urutan ke 9: Mereka Gemar Mengadakan Pesta Barbeque


(di sumber asli tulisan ini, yaitu http://www.mobilelikez.com/technology/25-things-people-who-got-rich-from-rboptions-do/page/3/?viewall=1,  disebutkan "They Love Having Beers on the Beach" tapi... karena ini blog aku dan aku seorang Muslimah, maka aku ganti redaksinya menjadi Mereka Gemar Mengadakan Barbeque. Esensinya sama, dan aku lihat di Indonesia hal yang ini yang lebih kerap terjadi ketimbang minum beer di tepi pantai. Ish... minum minuman keras itu dilarang oleh agama Islam.

Ketempatan arisan lalu berinisiatif untuk mengadakan barbeque? Itu sih biasa. Ya namanya juga sudah nggak ada pilihan ya. Jadi memang harus menyediakan makanan kan untuk para tamu karena ketempatan arisan.

Yang tidak biasa dan merupakan ciri orang kaya adalah, mereka mengundang untuk datang ke acara Pesta Barbeque bukan karena kewajiban ketempatan. Tapi karena kesadaran sendiri untuk mengundang orang lain agar datang ke rumahnya lalu bersantai bersama sambil menikmati minuman segar dan manis, lalu bakar daging, sayuran di alat pemanggang barbeque dengan santai, sambil mendengarkan musik santai dan ngobrol apa saja yang tidak penting.

Waktu SMA dulu, aku pernah diundang untuk datang ke acara seperti ini. Seru sih, Santai pula. Perut kenyang, keakraban juga semakin erat terjalin. Lalu sampai rumah mikir, "Itu yang empunya rumah habis berapa ya buat ngadain acara iseng itu? Harga daging saja berapa? Padahal itu potongan dagingnya segede kepalan tangan laki-laki semua. Fiuh. ..... untung gratis."  Eh? xixixixi

gambar diambil dari https://blog.bukalapak.com/2015/12/malam-tahun-baru/

Urutan ke 8: They Stay in Luxury Hotel


Melakukan perjalanan bisnis ke banyak tempat, itu sepertinya menjadi bagian dari pekerjaan orang kaya. Masalahnya, dimana mereka beristirahat ketika berada di luar rumah?
Yap. Mereka akan selalu memilih Hotel Bintang 5 Plus Plus alias Luxury Hotel.

Dengan begitu, kalau pas buka koper ternyata ada celana dalam yang masuk ke dalam koper pas berangkat, tinggal nelepon operator hotel minta dibelikan di Mall terdekat nanti diantar ke depan pintu kamar. Hanya saja, kenapa aku harus nulis contoh ketinggalan celana  dalam sih? hahahahaha.. kayak nggak ada contoh lain yang lebih bermartabat aja deh. hahahaha.



kedua kamar hotel ini adalah hotel Hilton Colombo di Srilanka
Btw, temanku ada yang keluarganya, ketimbang harus menyewa hotel mengingat mereka memang kerap melakukan perjalanan ke luar negeri akhirnya memilih untuk membeli apartemen mewah di beberapa negara yang paling sering mereka singgahi. Tujuannya, selain untuk tempat menginap jika sedang melakukan perjalanan dinas, tujuan wisata jika sedang ingin berlibur ke negara yang bersangkutan, juga untuk investasi. Harga property selalu bertambah seiring dengan bertambah ramai dan terkenalnya kawasan tempat properti itu berada.

Urutan ke 7: Mereka Gemar Melakukan Pijat dengan Sentuhan Kemewahan

Hah? Apa itu pijat dengan sentuhan kemewahan? 
Pijat dengan embok-embok pijat itu? Bukannnnn.
Pijat dengan tukang pijat tuna netra? Bukaaannn.

Pijat dengan sentuhan kemewahan itu, jadi selama dipijat kita akan mendengar suara musik yang lembut di telinga sehingga bikin relaks. Juga udara yang sejuk menenangkan. Juga alas tidur yang wangi dan empuk. Dan aroma therapi yang memenuhi seluruh ruangan. Dan tentu saja utamanya adalah, tukang pijat profesionalnya. 

Aku pernah menonton sebuah tayangan di televisi beberapa tahun yang lalu tentang salah seorang selebritis tanah air yang memiliki perusahaan media massa besar di tanah air, punya pesawat terbang jet pribadi, mendirikan hotel mewah di Bali dan di hotel yang dia dirikan tersebut, dia juga mendirikan sebuah tempat pijat dengan sentuhan kemewahan dan salon pribadi bagi para langganan hotelnya. 

Kenapa dia memilih untuk menyelenggarakan itu semua? Karena dia memang gemar mendapatkan pelayanan tersebut, jadi daripada harus mengeluarkan uang di tempat lain apa salahnya jika dia memiliki sendiri. Jadi, di waktu week-end, dia akan terbang ke Bali khusus untuk merapikan potongan rambut dan janggutnya, juga memperoleh pijatan agar pegal-pegal di badan setelah seminggu penuh bekerja hilang lalu berlibur mewah di hotel. 
Siapa dia? Ih... R-A-H-A-S-I-A 



Urutan ke 6: Gemar Membeli Perhiasan


Waktu aku masih kecil, aku kira perhiasan itu hanya digemari oleh perempuan saja loh. Lugu banget ya pemikiranku ini. Karena, setelah aku besar dan baca serta nonton banyak hal aku baru tahu bahwa ternyata kaum pria pun menyukai perhiasan.

Aku sendiri memang sejak kecil mengenakan perhiasan dalam rangka terapi untuk mengingat arah kiri kanan karena aku memang memiliki disorientasi arah. Aku tidak bisa membedakan arah kiri dan kanan, itu sebabnya sejak kecil aku mengenakan perhiasan di tangan kananku agar aku bisa mengingat bahwa tangan dengan perhiasan itu adalah tangan kanan. Selain itu, aku diajarkan bahwa laki-laki sebaiknya menghindari mengenakan perhiasan mewah dalam Islam.
Itu kalau pengalaman dan pemahamanku ya. Pengalaman dan pemahaman orang lain tentu berbeda.

Ada yang menganggap bahwa memiliki sebuah perhiasan itu adalah untuk menandakan tingkat kesejahteraan mereka. Dan khusus untuk orang kaya, mereka rela mengeluarkan uang berjuta-juta, eh.. ralat, bermilyar-milyar demi memiliki sebuah bahkan beberapa  perhiasan mewah.





Urutan ke 5: Mereka Semakin Menyukai Pesta


Pesta. Pesta. Pesta.

Yap, para orang kaya umumnya gemar menghadiri atau menyelenggarakan sebuah pesta. Pestanya tidak dalam rangka merayakan sesuatu yang spesial sih. Cuma pingin mengadakan pesta saja. Pesta apa kek. Dalam rangka merayakan Halloween, atau dalam rangka merayakan Valentine, atau merayakan sudah putus hubungan dengan pacar yang selingkuh, atau merayakan pecahnya bisul di tangan setelah selama satu bulan terus meradang. Pokoknya menghadiri pesta deh. Nanti di pesta kita bisa bertemu dengan banyak orang dan kalangan. Kata temanku yang menyukai acara-acara seperti ini, pertemuan dengan banyak orang ini kadang bisa membuka banyak peluang baru juga sih untuk menghasilkan uang.

Dalam pesta yang mereka adakan, mereka selalu mengeluarkan aturan: dress code. Dan dress code ini biasanya merupakan penyesuaian dari tema pesta yang akan dihadiri.


Paris Hilton di Pesta halloween yang diadakan oleh Rihanna

Paris Hilton ketika menghadiri pesta halloween di Beverly Heels

Urutan ke 4: Mereka Menyukai Suasana Yang Tenang dan Damai

Bahasa kerennya sih: They Love Peace and Quiet
Jadi, daripada terlibat dalam berbagai kegaduhan yang diakibatkan oleh suara-suara yang masuk kategori "polusi suara" (termasuk kegaduhan politik dan media massa), orang kaya lebih suka suasana yang tenang dan damai. Dengan suasana yang tenang dan damai ini, akan lahir ide-ide baru yang lebih fresh dan brilian.

Itu sebabnya setelah menghadiri pesta yang ramai, mereka akan menepi di tempat yang tenang dan damai. Privat luxury hotel misalnya.

lokasi di Mulia Resort Hotel Bali

Urutan ke 3: Menyukai Air


Bahasa kerennya: They Love the Water.
Entah mengapa, orang kaya lebih menyukai memiliki apartemen mewah di tepi pantai deh. Mungkin karena mereka merasa lebih tenang jika berada di tepi pantai. Memandang lautan lepas yang tidak berbatas, mendengar suara ombak, dan menatap matahari terbit dan tenggelam.

Atau, memiliki rumah istirahat di tepi danau.
Dan ketika waktunya bermain tiba, ada banyak aktifitas kesenanganan yang bisa dilakukan di atas air. 

Bisa main jet ski, memancing, barbeque di tepi pantai, main banana boat, atau apa saja deh. Banyak pilihan yang bisa dilakukan di atas air.

Ya, setidaknya jika memang berada di gunung, maka harus ada kolam renang air hangat  yang besar deh.  

lokasi di bora-bora french polinesia. 

Urutan ke 2: Mereka senang dengan Aneka Hiburan yang Menggembirakan


Apa saja bakalan mereka beli dan miliki selama itu bisa membuat hati gembira.

hot tub boat. Gimana nggak senang jika bisa berendam disini sembari jalan-jalan. Perahu ini, selain ada kolam air panasnya, juga ada MP3, televisi, DVD, Kulkas, pemancar wifi, dan remote control untuk mengendalikan perahu sekaligus segala pelayanan otomatis yang tersedia di atas boat.. Para gadis seksi  disediakan terpisah tapinya alias not include. hahahaha.
dream wave massage chair. Kursi pijat dari kulit yang dingin dan empuk, ada pijatan mulai dari kepala, pundak, lutut kaki-lutut kaki.  Daun telinga, mata hidung dan pipi (eh.. itu mah lagu anak TK ya? hahahah). Pokoknya alat pijat otomatisnya lengkap deh.  Ada MP 3 juga, dan bisa dijadikan tempat tidur jika ingin nonton tv.

Urutan ke 1: Mereka Menyukai Apa saja Dan Dengan Mudah Bisa Mendapatkannya


Apa sih yang tidak bisa dibeli oleh uang?
  (oke. banyak sih sebenarnya. Kebahagiaan, kesehatan, persahabatan sejati, cinta yang tulus, rasa tenang, keimanan, keikhlasan. Itu semua tidak bisa dibeli oleh uang. Tapi.. sstt... aku kan lagi mau ngomongin orang kaya dan ceritanya lagi mau menonjol-nonjolkan kesenangan yang rasanya tiada henti bisa didapat jika jadi orang kaya. Meski ya.... kekayaan tidak bisa membeli surat jaminan bahwa pasti masuk surga. Ugh. Berat ya kalau ngomong ini). 

Karenanya, orang kaya begitu mencintai uang dan kekayaan mereka.
Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa juga menjadi kaya seperti mereka?
Kalau dari ilmunya Robert Kiyosaki sih, kita harus bekerja dan menginvestasikan uang kita di tempat dimana kelak uang itu yang bekerja untuk kita. Jadi bukan kita yang bekerja untuk mendapatkan uang, tapi uang yang bekerja untuk mendapatkan kita.

Uang yang datang ke kita, bukan kita yang datang ke uang.
Gimana caranya?
Aku sudah memberi bocoran sebenarnya di point-point 25 Ciri Orang Kaya di atas. Beberapa di antaranya:

1. Menabung.
2. Bekerja tapi jangan terlalu ngoyo. Karena kalau terlalu ngoyo bekerja ujung-ujungnya sakit. Nanti kalau sakit, harus keluar duit lebih banyak daripada yang kita dapatkan ketika bekerja sebelumnya. Tekor deh.
3. Jalin hubungan dengan berbagai kalangan.
4. Tumbuhkan ide-ide segar setiap saat.
5. Bukan hanya sekedar menabung saja yang harus dilakukan, tapi juga berinvestasi.
Beberapa orang kaya yang aku amati saat ini (ciee), ketika anak mereka diterima di sebuah perguruan tinggi di daerah yang jauh dari rumah mereka saat ini. Ketimbang mereka mencari tempat kost bagi anak mereka selama anak mereka kuliah, akhirnya mereka malah membeli lahan kavling lalu mendirikan sebuah kost-kostan di atasnya. Anak mereka otomatis dapat tempat, anak-anak kost lain malah memberi mereka tambahan uang tiap bulannya. Jadi hitungannya anak mereka ditraktir oleh anak-anak kost lain selama tinggal di kota tempat anak mereka kuliah. hahahaha... cerdas ya investasi model ini.

Atau... ya seperti contoh-contoh di atas. Sekalian saja beli tas yang original jika memang gemar dengan model tas. Kenapa? Karena tas original bisa dijual lagi dengan harga yang relatif masih tinggi jika sertifikat dan kotaknya masih lengkap dan tasnya terawat baik. Atau, sekalian saja mengoleksi mobil mewah daripada beli city car. Jadi, jika kebetulan perlu duit buat bayar ojek, tinggal jual salah satu koleksi mobil mewah yang tidak terpakai di garasi. (ish si Ade Anita ini, ngapain naik ojek kalau punya koleksi mobil mewah di garasi?)

Nah... itulah 25 Ciri Orang Kaya.
Kamu... kaya nggak?
Kaya apa?
hahahahaha

---------------
catatan: tulisan ini adalah hasil pengembangan dari tulisan asli berjudul  "25 things people who got rich from:  RB Option Do, http://www.mobilelikez.com/technology/25-things-people-who-got-rich-from-rboptions-do/page/5/?viewall=1.
semua foto diambil dari google.

18 komentar:

  1. Setelah tahu ciri2 orang kaya jadi ngeri ya melihat kehidupan mereka..

    BalasHapus
  2. alhamdulillah...diuji dengan harta sedikit aja kadang bisa jadi orang yg menyebalkan apalagi banyak..:(

    BalasHapus
  3. duuuuhhh jauh deh dari ciri itu

    BalasHapus
  4. BIarlah mereka bersenang-senang di dunia. ketika kita sudah enak (karena harta yang dihisap tak sebanyak mereka), mereka masih menunggu lama. hehehe (membujuk diri sendiri agar tidak iri)

    BalasHapus
  5. Kalau saya punya uang sebanyak mereka... rasanya lebih asyik jika ada sebuah mushala dan rumah belajar di dekat rumah. Investasi selamanya.

    BalasHapus
  6. klo nginep2 di hotel mewah saya banget tuh mba ade, duluuu tapi pas ngantor, wkwkwk... iyalah dibiayain kantor :D :P

    BalasHapus
  7. wah saya belom termasuk orang kaya, kecuali di nomer 1 mbak. Hehehe

    BalasHapus
  8. Hihi.... Bikin betah di dunia lupa akhirat hihi..

    BalasHapus
  9. Ciri2nya ga ada di saya, Mbak :D
    Kecuali suka kehidupan damai dan suka air. Tapi cara menyukainya ga mewah :D

    BalasHapus
  10. Kalau saya mah ga perlu kaya yang penting cukup. *Cukup buat beli yang kita mau*

    Tapi horang kayah di tempat saya kebanyakan (tidak semua) pelit perhitungan dan tidak bisa menghargai pekerja. Mungkin kaya dari orok jadi belum pernah merasakan jadi orang susah :)

    BalasHapus
  11. Kayaknya ngga ada satupun yang pas dengan aku >.<

    BalasHapus
  12. Duh aku semangatin suami dulu, buat bekerja, menabung dan traveling sembari ke luxury hotel ach..heheee

    BalasHapus
  13. Tambahan lagi mbak, mereka suka beli barang branded (biasanya tas) tanpa mikir panjang, hihi. Kemaren sempet terjebak di kalangan ibu-ibu sosialita soalnya, yang ngomongin beli tas ratusan juta kayak abis beli gorengan aja.

    BalasHapus
  14. aku belum termasuk jadi orang kaya dong mbak jarang liburan hehehe

    BalasHapus
  15. Ciri-cirinya banyaaaak yaaa.. Luar biasaaaa hehehe.

    BalasHapus
  16. luar biasa artikelnya sangat menarik tima kasih mbak

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...