badge

Jumat, 15 Januari 2016

Sudah Diimunisasi Belum Anaknya?

[Parenting] 
http://www.adeanita.com/2016/01/sudah-diimunisasi-belum-anaknya.html
 Anak adalah buah hati. Pengikat cinta dan peluntur rasa benci. Penyejuk mata, penentram hati. Penghilang rasa lelah, penyemangat. Tidak berlebihan rasanya jika semua untaian kata itu diberikan pada setiap kehadiran anak dalam sebuah keluarga.



Masalahnya, semua pasti menginginkan anaknya untuk bisa tumbuh menjadi sehat.
Tahukah kalian bahwa sebenarnya ada 9 ciri anak yang sehat.

9 Ciri Anak Yang Sehat


http://www.adeanita.com/2016/01/sudah-diimunisasi-belum-anaknya.html

Nah, coba deh sekarang perhatikan anak-anak kita. Apakah mereka termasuk anak yang sehat?
Jika ada satu saja dari 9 hal di atas tidak terpenuhi, mulailah curiga bahwa tentang kesehatannya. Karena, anak-anak memang jarang yang mengaku dan memberitahu jika dia sedang merasa kurang baik kesehatannya.

Anak-anak memang gemar bermain. Karena gemar bermain tersebut, mereka lebih suka menyembunyikan keluhan yang terjadi sehubungan dengan rasa sakit yang dirasakannya. Itu sebabnya ketika akhirnya kita sebagai orang tua mengetaui kondisi kesehatan anak terganggu, penyakit yang diderita anak biasanya bukan lagi sebuah gejala. Tapi sudah jatuh sakit sesungguhnya.

Disitulah pentingnya diberikan Imunisasi bagi anak-anak. Bahkan sejak mereka masih berusia bayi hingga mereka berusia cukup besar.

Berikut adalah jadwal imunisasi yang sebaiknya diberikan pada anak-anak kita:

http://www.adeanita.com/2016/01/sudah-diimunisasi-belum-anaknya.html


Mengapa imunisasi penting diberikan pada anak kita?


Imunisasi adalah memasukkan kuman yang sudah dijinakkan ke dalam tubuh seseorang, dengan tujuan agar tubuh orang tersebut tergerak untuk mengembangkan sistem kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Memang, sistem kekebalan dalam tubuh setiap manusia itu secara alami akan terbentuk secara otomatis. Dalam arti, meski tidak dimasukkan suntikan imunisasi ke dalam tubuhnya, perlahan tubuhnya akan membentuk jaringan imunitas atau kekebalan tubuh tersendiri untuk melakukan perlawanan terhadap suatu penyakit.

Masalahnya adalah, kekuatan tubuh seseorang itu tidak bisa diprediksi bahwa dia PASTI akan berhasil melawan serbuan serangan suatu jenis penyakit tertentu. Karena, di saat yang bersamaan, bisa jadi tubuhnya sedang mengalami kelelahan, atau punya penyakit lain, atau sedang tidak fit. Jika hal ini yang terjadi, maka tubuhnya akan sulit untuk melawan serangan penyakit tertentu.

Pada beberapa orang, mungkin saja dia berhasil melalui serangan penyakit tersebut. Dalam arti dia berhasil selamat dan hidup terus. Tidak lantas meninggal. Tapi, ada sesuatu yang ditinggalkan oleh penyakit tersebut yang bisa mengubah jalan hidupnya.

Seperti para survivor Polio, mereka akan selamanya hidup dengan dua buah kaki yang lumpuh layuh (lumpuh dan tidak berkembang alias kecil sekali dan lemah). Atau seperti para survivor Rubella yang mengalami kerusakan pada jaringan sistem syarat dalam tubuhnya.

Sebagian lagi, malah tidak berhasil dalam menghadapi serangan penyakit yang tiba-tiba. Hingga akhirnya meninggal dunia tanpa bisa dilakukan pertolongan apapun. Seperti korban penyakit Tetanus yang meninggal cepat setelah tertusuk paku berkarat telapak kakinya. Atau korban batuk 100 hari yang berakhir dengan kematian.

Kedatangan penyakit atau musibah memang tidak dapat diduga oleh siapapun. Tapi, kita bisa melakukan pencegahan dengan cara memberikan imunisasi pada anak-anak kita.

Setidaknya, ada 1 masalah yang Insya Allah sudah anak kita lewati dalam masa tumbuh kembangnya.

Oh iya, jika orang tua kesulitan mencari waktu untuk membawa bayi ke rumah sakit, bisa juga memanggil paramedik ke rumah dan memberikan layanan vaksinasi di rumah. Yaitu dengan menghubungi Prosehat.com, bagian layanan vaksinasi.


Beberapa pertanyaan seputar pemberian imunisasi pada anak:

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang kerap saya terima sebagai ibu yang sudah memiliki anak yang sudah besar-besar ketika bertemu dengan keluarga muda yang masih memiliki anak yang masih kecil/bayi.

1. Sebenarnya perlu nggak sih imunisasi itu? Jika kita sudah mencukupi kebutuhan vitamin anak kita, memberinya asupan yang cukup dan bergizi, memberinya asi eksklusif ketika mereka bayi. Bukankah kekebalan tubuh anak akan tumbuh dengan sendirinya?


Jawaban saya: Jika ibu memutuskan bahwa keluarga ibu tidak akan banyak keluar rumah, tidak perlu bepergian ke banyak tempat, tidak akan menemui banyak orang, tidak akan melakukan perjalanan ke luar kota atau keluar negeri, anak-anak tidak akan bermain dengan anak-anak yang lain; mungkin saja apa yang sudah ibu lakukan selama ini, cukup bagi anak. Anak secara alami insya Allah akan mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya secara alami.

Kenapa? Karena penyakit-penyakit itu biasanya datang ketika kita bertemu dengan orang lain, bersentuhan dengan dunia di luar yang mungkin tidak dikondisikan kadar hiegienisnya sama dengan rumah, mengkonsumsi makanan yang dikembang biakkan oleh orang lain yang entah siapa kita tidak tahu, bahkan mungkin juga datang dari memegang benda yang pernah dipakai oleh orang lain.

Masalahnya, memangnya anak ibu tidak mau main dengan anak lain? Tidak mau bergaul dengan tetangga, sanak saudara, keluarga besar, bersekolah di luar rumah, bekerja di tempat lain selain di rumah?

Bagaimana jika suatu hari nanti, anak ibu berprestasi lalu dikirim ke negeri orang? Disana penyakitnya beda lagi yang berkembang.

Gimana kalau meski sudah memakai masker, jaket, tutup kepala, kaus kaki, kaus tangan, terus tiba-tiba pas lagi naik kereta api, tiba-tiba di sebelah kita ada ibu-ibu yang pingsan padahal sedang gendong anak kecil. Sementara kereta api sedang sepi. Memangnya hati nurani  anak kita tidak ingin menolong si ibu? Menolong si anak kecil yang digendongnya? Gimana kalau ternyata si ibu punya penyakit TBC? Nah loh. Padahal anak kita belum pernah diimunisasi TBC.

Jadi intinya, karena kita pasti deh akan bertemu dengan masyarakat yang beragam-ragam asal muasalnya, penyakit yang dimilikinya, tingkat kejorokannya, maka.... mending lakukan imunisasi sih menurut saya.

Kecuali jika kita memutuskan untuk hidup menyendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Nah... tidak imunisasi tidak mengapa.


2. Duh, anak gue demam nih setelah diimunisasi? Gimana ya?

Jawabanku: Jika ada demam, segera berikan dia paracetamol. Jadi, pengalaman gue waktu punya anak pertama di Sydney dulu, sebelum diimunisasi, dokter anaknya memberi saran.

"Bu, sebelum berangkat beri dia paracetamol dulu. Atau apapun yang mengandung paracetamol (obat penurun demam/panas). Lihat jamnya. Jam berapa pemberian paracetamol itu dilakukan. Sebaiknya kurang dari 1 jam sebelum pemberian imunisasi yang bisa menyebabkan panas demam (DPT). Setelah itu, beri lagi dia paracetamol 4 hingga 6 jam kemudian. Dan tidak perlu khawatir dengan demam yang terjadi. Karena pada dasarnya tubuh anak sedang dirangsang untuk melakukan dan mengembangkan sistem kekebalan tubuh.

contoh obat penurun demam anak. Credit: Prosehat

3. Jadi yang benar itu, jika anak demam sebaiknya diselimuti biar berkeringat atau gimana sih?

Jawaban saya: dulu memang nasehat para orang tua menyarankan agar anak diselimuti yang rapat ketika demam agar keringatnya keluar. Orang tua jaman dulu menganggap bahwa keringat yang keluar itulah tanda bahwa penyakit anak keluar bersama dengan keringatnya.

Tapi, penelitian jaman sekarang justru menemukan. Bahwa ketika anak diselimuti rapat-rapat ketika mereka demam, bisa menyebabkan panas yang ada di dalam tubuh tidak keluar. Akibatnya, panas tubuh tersebut bisa menyerang ke arah otak. Nah, jika panas menyerang ke arah otak ini bisa menyebabkan kejang otak malah alias Step.

Jadi, jika anak demam, setelah diberikan obat penurun panas demam, tempelkan saja plester demam di ketiak kiri kanan anak. Serta di dahinya. Yang bagus, setelah itu peluk anak rapat-rapat sehingga kulit orang tua bertemu dengan kulit anak. Ini namanya pelukan kanguru (Kanguru Hug). Panas tubuh orang tua, akan diterjemahkan oleh anak sebagai sinyal bahwa panas tubuhnya sudah berlebihan. Sehingga otak anak akan memerintahkan tubuh untuk segera menurunkan panas tubuh. Jadi, makanya anak demam itu, karena otak menangkap sinyal bahwa ada penyakit yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Salah satu caranya dengan menaikkan suhu tubuh anak.

4. Anak gue mau gue ajak pergi nih, tapi beberapa hari sebelumnya habis diimunisasi sih. Aman nggak ya?


Jawaban saya: Insya Allah aman.

Yang penting itu, ketika diimunisasi, pastikan dulu bahwa anak diimunisasi tidak dalam kondisi sakit.
Jadi, ketika diimunisasi anak harus dalam kondisi sehat.

Yang sering bermasalah setelah diimunisasi itu biasanya karena ketika diimunisasi anak sebenarnya dalam kondisi sedang kurang sehat. Entah itu pilek lah, pusing karena habis kehujanan, kelelahan karena habis-habisan main bersama saudara yang baru datang dari luar kota dan menginap di rumah; kurang tidur karena kebanyakan main. Pokoknya kondisi ketika dibawa imunisasi itu dalam kondisi yang tidak bagus deh.

Nah, jadilah tubuh anak jadi kerepotan menghadapi obat imunitas yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Disitulah sering muncul masalah setelah diimunisasi.

Jika ketika diimunisasi anak dalam kondisi sehat atau kondisi terbaik mereka, insya Allah tidak membawa kendala apa-apa sih. Terus besok-besoknya mau dibawa pergi ke luar kota, ya hayuu saja silahkan. Nanti di dalam mobil, jangan lupa untuk membawa serta kotak P3K Liburan Anak saja.

Nah, ini ada kotak obat praktis berisi P3K Liburan Anak yang bisa dibeli di Prosehat.com. Prosehat.com ini adalah swalayan produk kesehatan. Jadi, jika kita kesulitan untuk pergi ke apotik, sekarang urusan beli obat bisa lewat internet. Buka saja Prosehat.com lalu cari obat disana.

Kita bisa mencari sendiri atau mengirim resep dokter ke mereka, nanti diberitahu lewat sms apakah obatnya tersedia atau tidak. Bisa juga sih beli obatnya lewat aplikasi Android Prosehat yang ada dalam bentuk android.



Aku membuat tulisan tentang P3K Liburan anak dan aplikasi android prosehat di sini:
baca:

P3K untuk Aneka Gangguan Kesehatan Pada Anak Ketika Berlibur


5. Kenapa ya anak yang tidak diimunisasi cenderung mungil?

Jawaban saya: ya itu tadi. Karena tubuh si anak jadi sibuk untuk membangun sistem kekebalan tubuhnya sendiri ketika dia sedang bermain, bertemu dengan orang lain, makan bersama orang lain, dan bersosialisasi dengan lingkunganya. Karena tubuh anak disibukkan dengan kegiatan membangun sistem kekebalan tubuh, maka tubuh anak lupa bahwa dia punya tugas lain: tumbuh dan kembang sesuai dengan usia kewajarannya.

Ingat kan, 9 ciri anak sehat di atas, salah satunya adalah tumbuh dan kembang sesuai dengan usia kewajarannya.  

Ingat loh, pada anak-anak, tubuh mereka pada umumnya tidak bisa melakukan multitasking alias melakukan beberapa tugas perkembangan dan pertumbuhan, dalam satu waktu.  Misalnya, jika dia belajar bicara, maka dia fokus untuk belajar bicara lebih dulu, lalu belajar jalannya lebih lambat datangnya. Dan begitu sebaliknya.

Nah, untuk urusan penyakit pun demikian. Ketika tubuh anak fokus untuk membangun sistem kekebalan, maka mereka melupakan tugas untuk tumbuh dan kembang fisik dan mentalnya sesuai dengan usia kewajarannya. 

Jadi...
Sudah diimunisasi belum anaknya?


https://www.prosehat.com/?utm_source=pkk%20keb&utm_medium=badge%20blog&utm_campaign=komunitas%20prosehat

21 komentar:

  1. Thanks pencerahannya mba Ade. selama ini aku imunisasi anak mah imunisasi aja, tapi beberapa fakta seperti yang dijabarkan di atas aku baru tau setelah baca tulisan ini. :D

    BalasHapus
  2. Sudah, Marwah sudah diimunisasi :D hehe makasih pencerahan banget nih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama tian.. salam buat marwah

      Hapus
  3. Anak pertama alhamdulillah imunisasi wajib lulus., yg ke2 nih ko saya malah kemakan isu anti vaksim jd aja ga lengkp imunisasi wajibnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuh Niaaa.. Bisa kemakan is antivaks juga. Buruan diimunisasi lanjutan di dokter, masih keburu kok.

      Hapus
    2. iya, aku termasuk yang pro imuninisasi sih. karena bantu anak untuk tumbuh dan berkembang imunisasi itu insya Allah

      Hapus
  4. wah makasih infonya mbak, mungkin ponakanku butuh imunisasi juga, dia badannya kecil mulu :l

    BalasHapus
  5. Anakku selalu ikut imunisasi. ^^ Itu kaya wajib deh

    BalasHapus
  6. anak2ku alhamdulillah sudah diimunisasi mbak...

    BalasHapus
  7. Anakku imunisasi semua, untung suamiku mendukung enggak kena isu itu walau di lingkungan aku ngajar dulu tajam banget perbedaannya.

    BalasHapus
  8. Sangat bermanfaat, sangat lengkap mengenai imunisasi. Alhamdulillah anak saya semua imunisasi.

    BalasHapus
  9. nah itu, kalo dulu memang orangtua bilang selimuti rapet2 kalo demam biar keringatan. Tapi sekarang kebalikannya ya, jangan diselimuti rapat biar panasnya bisa keluar.
    Obat penurun demam harus selalu siap sedia nih di rumah.

    BalasHapus
  10. ok note, persiapan jadi emak2 hihihi...

    BalasHapus
  11. abhi imunisasi lengkap, tapi aku masih ragu karna bukunya ilang

    BalasHapus
  12. makin manteb setelah baca penjelasan ini, kemarin sempet debat sama temen yg kontra imunisasi katanya gak penting nanti dikasih minuman2 herbal aja, duh!

    BalasHapus
  13. Allhamdulillah sudah lengkap semua imunisasi wajibnya anakku

    BalasHapus
  14. Belum nih mbak. hehe Belum N....H :D

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...