Langsung ke konten utama

Keluarga: Sesuatu yang Membuat Hariku Jadi Dinamis

[Keluarga] Di facebook sedang ada aplikasi buat bersenang-senang ceritanya. yaitu aplikasi untuk menampilkan 5 buah foto sepanjang tahun 2015 yang paling banyak diberi tanda jempol alias Like oleh para teman-teman kita yang ada di facebook. Nah, seperti biasa, aku ikut-ikutan dong (wekekeke, jadi followers kok bangga?).  Hasilnya adalah:




Dari kelima foto yang terbanyak dikasi like itu, totalnya aku memperoleh 922 like ternyata. Lumayan sih untuk seorang yang sama sekali tidak famous dan bukan seleb seperti aku.

Yang menarik adalah, ternyata kelima foto yang memperoleh rating like terbanyak tersebut adalah foto-foto dimana menunjukkan kebersamaan ku ketika sedang bersama dengan keluargaku.

hehehe.. mentasbihkan kondisi bahwa aku memang seorang Family and Parenting Blogger. (uhuk-uhuk) Setidaknya, aku jadi semakin bersemangat untuk menebarkan konten seputar keluarga dan parenting di blogku ini.

Foto yang paling banyak mendapat Like di 5 like terbanyak ku berasal dari foto ini:

1. Foto Wisuda Putra Sulungku (memperoleh 351 likes)


memperoleh jumlah like sebesar 351 like

Oke. Itu memang foto yang aku suka juga. Kebayang kan gimana ramainya pesta kembang api dalam dadaku di hari itu. Dua orang lelaki yang aku cintai mengenakan toga kebesarannya masing-masing. Yang satu toga wisudawan dan yang satu lagi toga guru besar.

Mauku tuh, seharian itu aku terus saja menshare foto-foto yang aku hasilkan sepanjang hari itu. Tapi... hahahah... ketahuan banget deh betapa narsis dan pamernya aku. Padahal bener deh, aku senang dan bahagia banget hari itu.

Bahkan waktu acara wisuda itu tuh, kan ada yang menyanyikan lagu Dendang Sayang (dulu dipopulerkan oleh Bing Slamet), nah... aku tuh sampai menitikkan air mata mendengarnya. Karena lagu itulah yang aku nyanyikan untuk putra sulungku itu ketika dia masih kecil dan jadi lagu pengantar tidurnya dulu. Matanya yang polos akan terus menerus menatapku selama aku menyanyi tersebut ketika dia masih bayi. Wajahya imut, montok, putih kemerahan dan serius serta lucu sekali.

Ketika kedua bola matanya yang mungil dan polos itu nyaris terpejam, aku tidak sabar mendaratkan ciumanku ke pipinya. Matanya kembali mencelang. Dan aku kembali bernyanyi. Itu sebabnya ketika seorang Mahasiswa baru mempersembahkan lagu Dendang Sayang di acara wisuda, aku jadi terharu.


2. Foto aku berdua bersama suamiku (memperoleh 224 likes)



Oke. Entah mengapa ini foto dimana aku merasa amat percaya diri berdiri di sebelah suamiku. hahahaha.
Tanya kenapa?
Karena di foto ini aku terlihat amat langsing. Horeeee.

TIPS agar terlihat langsing ketika difoto:


Biasanya nih, aku selalu menyembunyikan berat badanku dan kenyataan bahwa aku gemuk dengan mengambil sudut dimana nantinya di foto aku bisa terlihat langsing dengan cara:

  • 1. Berdiri di belakang yang lebih gemuk (ehem). 
  • 2. Atau menyembunyikan sebagian tubuhku di belakang tubuh orang lain (jadi catat: jangan pernah berdiri utuh di posisi terdepan jika ingin terlihat langsing.). 
  • 3. Tidak berdiri dengan posisi lurus ke depan. Jadi harus bediri dengan posisi agak miring gitu deh.
  • 4. Jangan berdiri tegak lurus. Usahakan untuk ada gerakan seperti setengah membungkuk, tertawa rileks sambil agak membungkukkan badan, Jadi  jangan berdiri tegang gitu deh intinya. 
  • 5. Nah ini juga nih, aku sering lupa tapi berusaha untuk ingat. Yaitu, jangan menautkan kedua tangan hingga tampak seperti sedang saling berpegangan antara tangan satu dengan tangan lain di depan perut. Karena posisi begini ini bakalan mencetak bentuk perut dan pinggul yang besar dan itu bikin kita yang gemuk makin terlihat gemuk.
  • 6. Jika difoto dalam posisi duduk, jangan bersandar. hahahaha... Percaya deh, kita yang bertubuh genuk jadi terlihat kekenyangan gitu deh. 


Nah.. itu TIPS agar terlihat langsing ketika difoto dariku.


3. Foto Ketika Bersama dengan Anak-anakku (116 likes)


Foto selanjutnya dimana memperoleh banyak like adalah ketika aku melakukan welfies di sebuah toko furniture yang menjual kursi-sofa di Jakarta. Waktu itu sebenarnya  ceritanya aku lagi naksir-naksirnya dengan aneka macam kursi Lazie Boy. Itu loh kursi malas dari jok kulit yang empuk dan lembut banget. Sandarannya bisa diturunkan dan sandaran kakinya bisa dinaikkan. Jadi, kita bisa menonton televisi dengan posisi termalas sekaligus terenak.

Sayang.. harga kursi Lazi Boy itu tidak ada yang murah, Jenderal! Huff.
Tapi puas bisa mencoba duduk sambil foto-foto bersama dengan anak-anakku.


4. Foto Ketika sedang liburan ke Sydney (126 likes)


Oke. Ini sebenarnya bukan foto yang dihasilkan di tahun 2015. Tapi foto yang pengambilan gambarnya dilakukan di tahun 2014.
Terus kenapa dibaca sebagai Foto yang ada di tahun 2015? Karena, si aplikasi pencari 5 Most likes ini tidak tahu kapan tepatnya foto aslinya beredar. Nah, di tahun 2015 foto ini aku jadikan foto Profile aku. Jadi, oleh si aplikasi pencari 5 most likes dikirain foto yang dihasilkan di tahun 2015.

Begitu ceritanya kakak.


5. Foto aku berdua dengan suamiku (2 kali dishare 2 kali tetap memperoleh banyak likes)


Nah, seperti kejadian foto di atas, maka foto berikut ini juga bukan foto baru sebenarnya. Tapi foto yang pengambilan gambarnya dilakukan di tahun 2014. Tapi, aku jadikan foto Profileku di tahun 2015.

Ini juga foto dimana aku suka banget lihatnya. Kenapa? Karena rasanya aku tuh seperti seorang putri yang sedang berlindung di belakang punggung pangeran yang tampan dan baik hati. Yang akan melindungi dengan segenap cintanya.

Cetok cetok.
Suit suit.

hehehe... ya begitulah perasaanku terhadap foto berikut ini.



Kalian sudah mencoba aplikasi the most 5 itu belum? Buat seru-seruan saja sih sebenarnya. Dari foto ini terbukti satu hal sih buatku, bahwa aku mencintai keluargaku.

Keluarga : Sesuatu yang membuat hariku jadi dinamis.


Hehehee.. ini pengakuan tulus nih.

Sebelum berkeluarga, kehidupanku rasanya flat alias datar-datar saja sih.

Seperti ini gambarannya:



Dan setelah menikah lalu berkeluarga, semua rutinitasku berubah drastis. Seperti ini nih:


Drastis kan.
Tapi perubahan drastis ini adalah perubahan yang membahagiakan.
Memang sih aku jadi lebih sibuk : tapi aku bahagia dengan semua kesibukan itu.

Aku juga jadi terkuras tenaga dan energinya setiap hari: tapi aku ikhlas dan bahagia karenanya. Karena aku jadi merasa punya arti bagi orang lain.

Aku juga jadi merasa bahwa waktu 24 jam dalam sehari itu sedikit sekali: dan itu membuatku jadi bersemangat untuk menyambut hari esok karena berarti diberi waktu lagi untuk melakukan hal yang belum aku lakukan hari ini.

Aku juga harus ikhlas membagi atau berkorban segalanya dengan atau untuk anak dan suami: kehidupan pribadiku, waktuku, pikiranku, uangku, kesenanganku, pilihanku, hobiku. Tapi aku bahagia; karena itu berarti mereka menerimaku dan bahagia ketika bersamaku.

Jadi... nggak salah kan kalau aku bilang: berumah tangga dan berkeluarga itu jauh lebih nikmat dan lebih bahagia ketimbang memutuskan untuk bersendirian saja.

Dan untuk para perempuan, baik itu ibu rumah tangga atau ibu pekerja, berbahagialah selama orang-orang yang kalian cintai di sekeliling kalian masih terus menerima kalian apa adanya dan mencintai kalian dengan tulus.

Komentar

  1. berbahagialah selama orang-orang yang kalian cintai di sekeliling kalian masih terus menerima kalian apa adanya dan mencintai kalian dengan tulus. *setuju sangat.. :)

    BalasHapus
  2. Seneeeng kalo baca tulisan mb Ade tentang keluarga....happy family...

    BalasHapus
  3. Setujuuu... berumah tangga jauh lebih.membahagiakan

    BalasHapus
  4. Keluarga memang menghangati dan bikin bahagia ya mba, bersyukur untuk itu.
    Selamat tahun baru ya mba, semoga kedepan segalanya makin indah

    BalasHapus
  5. dan akupun sangat suka melihat apalagi membaca cerita keluarga mbak ade yg selalu bahagia...

    BalasHapus
  6. Barakallah mbak Ade, biar makin sibuk tapi bahagia ya kalau kesibukannya untuk keluarga tercinta

    BalasHapus
  7. bener ya mba, setelah nikha jd banyak yg dilakukan dan jadi pengalaman barau setiap hari

    BalasHapus
  8. Smoga happy terus bersama keluarga tercinta ya mb Ade.
    Like nya banyak bener, kalo aku 20 like itu sudah banyak aja hihi

    BalasHapus
  9. Wuaaahhh Mbak Ade di mana-mana tetep keliatan cantik dan awet muda :D #gagaglfokus

    BalasHapus
  10. waaah yang ngelike banyak kaliii

    aku aja mentok2 150 haha

    salam kenal mbaak ^^

    BalasHapus
  11. suka banget sama kalimat akhir paragraf.xixxixi...

    BalasHapus
  12. Keluarga mbak Ade ini, keluarga favorit aku deh.. :)

    BalasHapus
  13. nanti kalau foto sama mbak Ade aku siap kok difoto didepan mbak ade :)

    BalasHapus
  14. Suka sama kalimat terakhirnya :)

    BalasHapus
  15. Sedikit banyaknya belajar dari keluarga Mbak Ade (mantengin WA apalagi kalau ada curcol mbak Ade soal family...)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…