badge

Rabu, 30 Desember 2015

Sang Mentari di Tahun 2015

[Catatan Akhir Tahun] Sepanjang tahun 2015 ada satu hal yang tidak berubah dan selalu  aku kerjakan nyaris setiap hari sepanjang tahun. Kegiatan itu adalah: mengantar putriku pergi ke sekolah di pagi hari. Kami melewati jembatan penyeberangan yang membelah jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Dan di tengah waktu yang memburu, langkah yang bergegas, aku selalu tidak lupa untuk mengintip Sang Mentari yang setia menemani setiap pagi. Lalu mengabadikan keberadaannya dengan kamera handphoneku.

Fitur Synced Foto Facebook Akan Segera Berakhir

[Lilfestyle] Setelah berkali-kali kehilangan koleksi foto akibat gonta ganti perangkat gadget atau notebook, aku akhirnya memutuskan untuk menyimpan koleksi fotoku di Facebook. Yaitu di fitur Sync nya. Aku setting "only me" kemudian fitur ini.

Tapi tahukah kalian bahwa fitur penyimpangan foto ini akan berakhir pada tanggal 10 Januari 2015? Itu... tinggal beberapa hari lagi loh.

Selasa, 29 Desember 2015

Jika Aku Lupa, Tolong Ingatkan Aku

[Catatan Akhir Tahun] Suatu hari di tahun 2015.
Dalam suatu acara gathering yang diadakan oleh sebuah media terkemuka di Indonesia, aku bertemu dengan seseorang. Ketika itu, aku datang sedikit terlambat di acara tersebut. Karenanya, aku tidak kebagian bangku untuk duduk. Tapi, dengan penuh percaya diri aku berjalan terus ke dalam ruangan. Mataku lincah mencari bangku kosong.

Minggu, 27 Desember 2015

OPPO R7s dan Alasan Aku harus Memilikinya

[Lifestyle]: Yang namanya handphone itu, keluaran baru mereka selalu saja bikin decak kagum. Selalu ada yang namanya inovasi baru, perbaikan desain, penambahan fitur, peningkatan penampilan, peningkatan performa kecanggihan. Semakin bertambah waktu, semakin bertambah kemajuan yang ditambahkan. Itu artinya, decak kagum yang keluar dari bibirku semakin deras. Tidak terkecuali pada merek handphone OPPO.

Tapi, yang membuatku selama satu bulan kemarin (bulan November dan Awal Desember 2015) rajin mencari tahu kehadiran sebuah handphone di  konter handphone adalah handphone yang satu ini nih, OPPO R7s. Waktu aku menanyakan keberadaan handphone ini ke konter-konter handphone, handphone OPPO R7s memang masih PO; karena belum muncul di toko-toko. Jika ingin membelinya harus indent dulu. Sekarang sih sudah beredar alhamdulillah.

Kenapa aku sedemikian penasaran dengan OPPO R7s?


Sabtu, 26 Desember 2015

Kontoversial Hari Ibu Dan Keceriaan Yang Kudapatkan

[Catatan Akhir Tahun] Tanggal 22 Desember 2015 lalu, bertepatan dengan hari ibu, aku merayakan hari ibu di rumah sakit. Alhamdulillah. Yang namanya penyakit itu memang tidak bisa diatur ya datang dan perginya. Dia termasuk bagian dari takdir.

Jumat, 25 Desember 2015

P3K untuk Aneka Gangguan Kesehatan Pada Anak Ketika Berlibur

[Parenting]: Akhirnya, musim liburan sudah tiba. Saatnya kita berpiknik untuk melepas penat. Untuk keluarga yang masih memiliki anak kecil, tentu saja persiapan menjelang pergi berlibur harus dipersiapkan secara matang. Bukan hanya tiket, booking hotel, pakaian, dan cemilan selama perjalanan kelak saja yang harus disiapkan. Lebih dari itu, hal yang tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan perlengkapan obat-obatan.

Berkah Ngeblog

[Catatan Akhir Tahun]: Sejak kapan aku ngeblog? Sejak kenal dengan seseorang yang punya hobbi nulis diary online di sebuah jejaring sosial. Tidak usah disebut namanya, karena dia memang cukup terkenal. Aku kagum padanya. Jadi, diam-diam stalking tulisannya. Lalu mulai ikut-ikutan ingin punya diary online juga. Tapi... gaptek melanda.

Kamis, 24 Desember 2015

Karena Aku Ibu Yang Istimewa

[Catatan Akhir Tahun]
Ibu rumah tangga adalah profesi utamaku dalam keseharian.

Lelah? Pasti. Pekerjaan apa yang tidak membawa kelelahan. Tapi aku senang melakukannya. Aku merasa istimewa ketika melihat anak-anak dan suami memperlihatkan senyum bahagia mereka di rumah. Itulah apresiasi yang mereka berikan padaku atas apa yang sudah aku kerjakan di keseharian. Dan bentuk apresiasiku pada diri sendiri adalah dengan cara menekuni hobi menulisku.

Selasa, 22 Desember 2015

Musim Sale di Akhir Tahun

[Lifestyle]: Apa yang paling ditunggu di akhir tahun? Tentu saja sale alias obral.
Yap. Aku termasuk perempuan yang paling menikmati musim sale di akhir tahun. hehehe.


Toilet Organizer

[Keluarga]:

Apa yang harus dibawa jika sedang ingin bepergian bersama anggota keluarga dan kalian harus menginap? Selain pakaian tentu saja. Tentunya adalah, perlengkapan toiletris. Seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo. Ini mah penting banget buat keluargaku.

Senin, 21 Desember 2015

Drone

[Parenting]:
Sebelum dibagi rapor, putriku melakukan fieldtrip ke museum-museum yang ada di Jakarta. Yaitu ke Museum IPTEK Taman Mini Indonesia Indah (TMII), lalu ke Museum Gajah dan terakhir ke Museum Fatahillah yang ada di Kota Tua, Jakarta.

Sejak beberapa hari, putriku sudah sering membicarakan hal ini. Dia terlihat bersemangat sekali. Sepertinya, untuk pertama kalinya dia bepergian hanya bersama dengan teman-temannya.

"Bu. Teman-temanku katanya pada mau bawa hape nanti. Jadi kita-kita bisa selfi selfi deh." ujarnya kenes.

STAR WARS

[Lifestyle]: Sudah ada yang menonton film Star Wars-kah? Sekarang, film Star Wars sedang diputar di cinema-cinema di Indonesia. Konon kabarnya, ada 3 artis Indonesia yang ikut bermain di film ini. Yaitu Iko Uwais, Yayan Ruhiyan dan Cecep Arif Rahman. Ketiganya pernah bermain di film The Raid. Tahu sendiri kan film The Raid ini dapat banyak pujian ketika go internasional. Nah, dari situlah akhirnya mulai artis-artis Indonesia dicolek untuk diajak main film Hollywood. Akhirnya, taraaa... mainlah ketiga pemain film The Raid ini di film Star Wars terbaru yang sekarang tayang di bioskop-bioskop itu.



Kamis, 17 Desember 2015

Bikin Sendiri Saja, Jangan Jajan Sembarangan

[Keluarga]: Ada berita kurang sedang yang heboh di awal bulan desember 2015 ini. Yaitu ketika ditetapkannya Kondisi Luar Biasa di IPB akibat puluhan mahasiswa di IPB terserang virus Hepatitis. Hebohnya, bukan hanya karena komentar dari Ibu Menteri Kesehatan yang mengatakan bahwa penyebab KLB Hepatitis di kalangan mahasiswa IPB ini diakibatkan oleh kantin-kantin di sekitar IPB yang kurang bersih dan sehat jajanannya (nggak usah dibahas yang ini ah, nanti jadinya tulisan berbau politik hehehe). Tapi karena "kok bisa jatuh korban hingga puluhan orang?" Ya itu tadi. Karena jajan sembarangan. Makanya,



Nol Sampah? Mungkinkah?

[Lifestyle]: Hal yang ditinggal oleh manusia itu, rata di seluruh dunia apapun agama-ras-jenis kelamin-warna kulit-asal benua-usia-dan-status sosial ekonominya, sepertinya adalah  sampah. Rata seluruh manusia pasti meninggalkan sampah dalam kesehariannya. Sebagai orang tua, kita bisa mengajarkan pada anak-anak kita bagaimana caranya untuk menghadapi masalah sampah ini (baca: Buanglah Sampah Pada Tempatnya). Tapi, tentu saja kita tetap akan berhadapan dengan yang namanya masalah sampah; khususnya masalah sampah plastik (baca: No More Plastic Bag).  Ketika sedang blagwalking, aku bertemu dengan blognya Anne Adzkia. Di salah satu postingannya, Anne menulis tentang sebuah komunitas Zero Waste.

Rabu, 16 Desember 2015

Musim Mangga

[Keluarga]: Musim buah yang paling ditunggu oleh keluargaku adalah Musim Mangga. Yaitu, musim ketika buah mangga banyak dijumpai di mana-mana. Bertumpuk di pedagang kaki lima di pinggir jalan, bertumpuk di pedagang buah yang ada di pasar-pasar dan bertumpuk juga di sudut aneka buah segar yang ada di supermarket.

Senin, 14 Desember 2015

Sekolah Rumah Sebagai Alternatif Mendidik Anak

[Parenting]: Masih kelanjutan dari ngobrol-ngobrol tentang dunia pendidikan nih ceritanya. Di tulisan pertamaku tentang tema ini (baca:  Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru). Kali ini aku mau menulis tentang bentuk sekolah lain, dimana otomatis bapak dan ibu gurunya juga ikut mengalami perubahan. Yaitu sekolah rumah atau dikenal dengan nama bekennya "Home Schooling".

Yup. Sekolah rumah merupakan alternatif dalam mendidik anak.



Jumat, 11 Desember 2015

Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru

[Parenting]: Dalam beberapa hari ke depan, aku In Sya Allah akan menulis tentang dunia pendidikan di rubrik parenting blogku ini. Dan ini tulisanku yang pertama.

Kita, sering tidak menyadari bahwa ada banyak hal-hal sederhana di sekitar kita yang terlewati begitu saja karena jumlahnya yang memang tak terhingga; dampaknya yang tidak mencengangkan; efeknya yang tumbuh amat perlahan.

Pentingkah Memakai Lingerie di Hadapan Suami?

[Pernikahan]: Pada tulisanku sebelumnya, aku menulis tentang ceritaku bagaimana keseruan yang didapat oleh seorang temanku ketika dia untuk pertama kalinya memakai Lingerie Merah Seksi di hadapan suaminya (baca: Lingerie Merah Seksi). Dalam sehari saja, tulisan ini mampu menyedot kunjungan hingga 500 orang.

Rabu, 09 Desember 2015

Lingerie Merah Seksi

[Pernikahan] Dimana-mana yang namanya pasangan menikah itu pasti dong lebih enak ketimbang pasangan yang belum menikah. Itu sebabnya setelah terjadinya sebuah pesta pernikahan; lelucon abadi yang selalu diucapkan oleh orang-orang yang berada di sekeliling pasangan pengantin baru adalah:

"Gimana rasanya setelah menikah? Jika ini ditanya sama mereka, pasti jawaban mereka adalah menyesal. Yaitu menyesal kenapa tidak dari dulu saja menikah. Karena menikah itu rasanya lebih enak dari sekedar legit."

Selasa, 08 Desember 2015

Pelajaran dari Obrolan Anak SD

[Parenting]: Siang hari ini mendung. Warna biru di langit rata abu-abu muda. Mungkin sebentar lagi akan turun hujan. Tapi bisa juga hujan baru akan turun nanti petang.

Belakangan ini cuaca memang tidak dapat diprediksikan. Meski demikan, 3 orang anak lelaki berpakaian seragam tampak asyik saling berbincang-bincang di hadapanku. Dari tinggi badan mereka yang mungil-mungil sepertinya sih mereka anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kebetulan, aku berada tidak jauh dari mereka. Jadi keberadaan anak-anak SD menjadi menarik perhatianku.

Kamis, 03 Desember 2015

Bau Jempol

[Lifestyle] Dosen di depanku sudah mulai berbicara panjang lebar tentang materi pengantar antropologi. Aku sibuk membuat aneka catatan kecil di atas kertas untuk menuliskan semua poin-poin tang dibicarakan oleh dosenku itu.

Ini era tahun 90-an. Dimana di era ini belum ada yang namanya teknologi gadget atau tablet. Jadi, semua catatan ditulis di atas buku.
Oh.
Ralat.
Aku terbiasa sejak SMP tidak punya buku catatan. Semua ilmu dari berbagai mata pelajaran biasanya aku tulis di atas sehelai kertas folio yang aku lipat kecil-kecil hingga selebar handphone 4 inch. Nanti, di rumah semua catatan ini baru aku pindahkan ke atas buku catatanku. Di depanku, seorang teman mulai menampakkan wajah bosannya.