Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Cantik Vs Jelek: Pilih mana?

Kemarin, sambil menunggu putriku pulang dari sekolahnya, aku ngobrol sama ibu-ibu di sekolah. Salah satu ibu bercerita bahwa dia bersyukur anaknya tidak tertarik pada fisik semata.
Loh?
Kenapa nih kok tiba-tiba si ibu ini ngomong seperti ini?

Ada kejadian sebelumnya.
Jadi, ceritanya kami tuh sedang membicarakan tentang susah-susah gampangnya mengasuh anak perempuan.

Semua perempuan dewasa pasti deh menyadari bahwa fisik, sekali lagi: FISIK, seorang perempuan itu adalah point penting yang harus dijaga keindahannya oleh seorang perempuan.
Ya..sepakat tidak sepakat mungkin yang membaca ini. Tapi, coba deh jujur dalam membeli penilaian.

Memang sih, beauty is behalf on the behoulder alias cantik itu relatif banget, tergantung siapa yang melihatnya. Juga bahwa cantik luar  itu tidak penting jika disandingkan dengan cantik di dalam. Jadi, jika hatinya cantik otomatis dia akan terlihat cantik.

Masalahnya, jika ada di sebuah kerumunan, ruangan 4 x 5 meter yang isinya 50 orang cewek pakai serag…

Quality Time ketka Makan bersama keluarga

[Lifestyle : Kuliner; Parenting]: Acara yang paling aku sukai ketika week end tiba adalah: acara dinner di luar rumah.  Widiww.... rasanya seperti menikmati liburan panjang dari rutinitas keseharian yang berkutat di rumah saja. Hehehe... aku memang ibu rumah tangga yang senang berdiam di dalam rumah (ya suami juga sih yang meminta demikian dan aku ikhlas menjalankan perintahnya insya Allah). Acara keluar rumah yang aku lakukan dari senin hingga jumat itu cuma ke dua tempat saja biasanya: pasar dan sekolah anak-anak. Selebihnya, aku berdiam di dalam rumah. Melakukan banyak hal di dalam rumah seperti membereskan rumah, memasak, mencuci dan sebagainya. Juga berkegiatan ke banyak tempat yang dilakukan dari dalam rumah lewat berselancar dengan internet. Termasuk nulis blog dan membuat aneka macam tulisan.

Wisuda Iqra? Pentingkah?

Siapa yang anaknya akan mengikuti WISUDA IQRA? Putri bungsuku mengikuti wisuda iqra tahun lalu. Ketika diberitahu oleh sekolah bahwa putriku akan dimasukkan dalam rombongan calon wisudawan dan wisudawati Iqra, aku sempat berpikir, sebenarnya penting nggak sih anakku ikut wisuda iqra itu? Karena, jujur saja, aku termasuk orang tua yang tidak begitu meletakkan pencapaian peringkat atas sebuah prestasi pada anak. Buatku, peringkat untuk menunjukkan prestasi itu hanyalah sebuah cabang saja dalam proses belajar. Yang utama adalah, ilmu yang didapat oleh si anak. Karena prestasi adalah cabang, maka perolehan penghargaan, piala, hadiah, ceremony pengumuman dan pemberian gelar juara, menjadi sesuatu yang bukan utama lagi. Dia adalah bonus. 
Pertanyaannya, penting gak kita memberitahu sebuah bonus yang kita dapatkan pada banyak orang?
Akhirnya, aku pun mencari sumber-sumber informasi. Dimulai dari apa itu wisuda. Karena, dalam sebuah ceremony wisuda, semua wisudawan dan wisudawati akan mengen…

Model Meja Minum Teh Yang Cantik

Memori hapeku penuh. Jadi, ada penolakan jika aku harus mengambil gambar. Terpaksalah aku memilih mana foto yang harus dihapus dan mana yang bisa dipertahankan. Ketika sedang memilih tersebut, aku menemukan foto sebuah meja yang dulu pernah aku abadikan modelnya karena memang antik sekali.

Ini adalah model meja minum teh yang cantik.
Ada di gerai Teh 66 yang ada di mall Kota Casablanca.
Fungsi meja ini mirip seperti bar-bar tempat para barista membuat kopi atau para bartender meracik minuman cocktail mereka. Hanya saja, meja ini  diperuntukkan khusus untuk penikmat teh meracik teh mereka.

Ada sebuah kompor kecil untuk merebus air, dan cangkir kecil serta saringan teh. Benar-benar unik dan cantik.




Nah.... berhubung aku bukan penikmat teh, jadi aku malah berpikir jika saja meja ini dimodifikasi menjadi meja untuk menjahit.
Sudah ada bangkunya, ada ruang untuk meletakkan benang, dan ada stop kontak di dalamnya. Bisa didorong lagi karena ada roda di bawah meja. Dan jika dilipat, bentuknya …

Minadh-Dhulumaati ilan Nuur (dari gelap menuju cahaya)

RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat.  Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.

RA Kartini lantas meminta romo gurunya itu agar Al-Qur'an diterjemahkan. Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Mbah Shaleh Darat menentang larangan ini. Karena permintaan Kartini itu, dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf  Arab pegon sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara d…

Selfi untuk Mengusir Sepi

[Keluarga] Yang paling aku rindukan ketika terpaksa harus diopname di rumah sakit itu satu: anak-anak dan suami. Mereka satu paket yang tak terpisahkan.
Rasanya, rindu di dalam hati ini terus bertumpuk tinggi menjulang mencakar langit. Ketika akhirnya, hanya bisa memandang mereka saja, itu nikmatnya luar biasa. Lalu kenikmatan terus bertambah ketika bisa mendengar suara mereka, melihat mereka tertawa, berceloteh tentang apa saja, dan puncak kenikmatan ketika akhirnya bisa menyentuh mereka.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...