Langsung ke konten utama

STAR WARS

[Lifestyle]: Sudah ada yang menonton film Star Wars-kah? Sekarang, film Star Wars sedang diputar di cinema-cinema di Indonesia. Konon kabarnya, ada 3 artis Indonesia yang ikut bermain di film ini. Yaitu Iko Uwais, Yayan Ruhiyan dan Cecep Arif Rahman. Ketiganya pernah bermain di film The Raid. Tahu sendiri kan film The Raid ini dapat banyak pujian ketika go internasional. Nah, dari situlah akhirnya mulai artis-artis Indonesia dicolek untuk diajak main film Hollywood. Akhirnya, taraaa... mainlah ketiga pemain film The Raid ini di film Star Wars terbaru yang sekarang tayang di bioskop-bioskop itu.



Sebenarnya, peranan Iko Uwais, Yayan Ruhiyan dan Cecep Arif Rahman ini hanyalah peran pembantu saja. Jadi bukan peran utama seperti Harrison Ford (ya iyalah, nggak sopan banget kalau Harrison Ford ditendang secara dia main Star Wars sejak pertama kali dulu tahun 1977). Tapi, kemunculan ketiga trio ini di adegan sepanjang 10 menit film Star Wars itu luar biasa sih menurutku. Prestasi banget dan bikin bangga. Diajak main film Hollywood yang kemunculan filmnya selalu mencetak box office itu luar biasa. Sama seperti ketika Joe Taslim main di film Fast and Furious. Meski peranannya bukan peranan utama tapi sudah bikin bangga orang Indonesia.

Dari media BBC, peranan ketiga artis Indonesia ini dikatakan sebagai:


Ini media BBC tanggal 18 desember 2015 yang menulis bahwa sebenarnya ada beberapa tanda namamu di kancah perfilman itu diperhitungkan. Nama besar yang bersinar di dalam negeri itu baru satu tanda saja. Tanda berikutnya adalah ketika ada sutradara yang berperan di balik sebuah film besar, tiba-tiba mengajakmu untuk bermain film yang akan disutradarainya. Nah, itu baru tanda besar bahwa namamu sebagai artis diperhitungkan di dunia Internasional.



Adalah JJ Abrams yang ternyata menyukai film The Raid dan kepingin memboyong ketiga aktor The Raid ini untuk bermain di film Star Wars. Dan kabar gembiranya adalah, meski ketiganya tidak mengambil peranan utama di film ini, tapi ketiganya sudah dibuatkan figurin untuk LEGO.

Wah. Itu luar biasa banget kan?



Makanya sekarang tuh di mall-mall ramai dengan peluncuran merchandise dari film Star Wars. Ada figurine Star Wars, bonekanya, bahkan ada juga pajangan dari perak Selangor.

Kebetulan, kemarin pas hari minggu, tanggal 20 desember 2015, aku melihat-lihat pameran merchandise film Star Wars di mall Senayan City. Ramai sekali pengunjungnya.

Tentu saja event ini disambut baik oleh para penggemar film Star Wars.

Asal tahu saja, film Star Wars ini aslinya adalah film Trilogi. Tapi triloginya dibuat dua kali. Pertama dibuat tahun 1977 hingga tahun 1983.

Trilogi kedua dibuat lagi nyaris 10 tahun lebih kemudian, yaitu tahun 1999 hingga berakhir tahun 2005.

Kenapa jeda waktunya panjang banget? Karena, film Star Wars ini adalah film fiksi ilmiah. Dia banyak menggunakan efek-efek animasi. Padahal teknologi belum berkembang di tahun 1977 hingga 1983 itu. Makanya ketika teknologi perfilman semakin berkembang, terutama bagian animasi efeknya, maka dibuatlah lagi film lanjutannya.


Aku sendiri kurang tahu sebenarnya cerita film Star Wars. Tapi suamiku yang selalu bercerita karena dia beberapa kali mengikuti ceritanya.

Eh... kalian penggemar film dengan tema luar angkasa seperti film Star Wars ini juga nggak? Datang saja ke event Star Wars yang ada di mall-mall.
Seru.
Apalagi jika melihat penggemar film Star Wars yang sedang antri untuk mendapatkan merchandise asli yang dikeluarkan di pameran ini.


Oh iya, ada juga loh beberapa helm yang didesain oleh selebritis dari Indonesia. Kebetulan yang dipajang disini adalah yang didesain oleh Group Band Niji.






Komentar

  1. wuihh bangga bgt ya ada pemain Indonesia yang terlibat.. duh syg ak ga suka film genre ini, yg ada tidorrr di bioskop hihi

    BalasHapus
  2. Gak tahu kenapa dari dulu gak pernah suka Star Wars

    BalasHapus
  3. Langkah besar banget itu kalo artis Indonesia diajak main di Star Wars .... hampir bisa dipastikan kalo film ini bakal meledak ....

    BalasHapus
  4. The Raid saya suka banget. :D Tapi filmnya kasar menurut saya. :( Di sini gak ada bioskop, harus ke kota, kayae nunggu ada di youtube deh.

    BalasHapus
  5. ini heboh bangeeeet yaaa...aku belum sempeeet nontooon. Dan kayaknya tunggu heboohnya lewat duluuuu deh :)

    BalasHapus
  6. suamiku ngajakin nonton, tapi aku sama anak-anak mundur maju. Kalau ke pameran star wars aku pernah mbak

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…