Langsung ke konten utama

Kartu Namaku

[Lifestyle: Pergaulan]: Beberapa bulan yang lalu, ceritanya aku datang ke sebuah acara pembukaan sebuah lembaga keuangan baru yang bergerak di bidang investasi dan saham. Kebetulan, tidak ada yang aku kenal di acara tersebut. Tengok kiri kanan mencari teman tetap tidak bertemu. Meski demikian, karena niatnya adalah belajar tentang perencanaan keuangan dan investasi, maka aku tetap mengikuti acara tersebut.


Sengaja aku duduk di deret bangku depan karena bermaksud untuk serius mengikuti acara tersebut.
Setelah beberapa kali mengikuti lomba blog tentang perencanaan keuangan dan cara berinvestasi, entah mengapa aku jadi tertarik "beneran" dengan seluk beluk perencanaan keuangan dan cara berinvestasi. Jadi, meski tidak ada yang aku kenal di acara tersebut, aku tidak peduli. Aku tertarik dengan materi yang diberikan di acara tersebut.

Di sebelahku, duduk seorang ibu. Kebetulan, nama belakangnya sama dengan namaku: Anita. Dia seorang ibu rumah tangga dengan 4 orang anak. Ke empat anaknya masuk sekolah berasrama semua. Bu Anita bercerita, bahwa sejak anaknya tidak ada di rumah, dia jadi merasa bersemangat untuk belajar terntang banyak hal. Termasuk tentang cara berinvestasi. Ketika acara berlangsung, beberapa kali aku dan Bu Anita saling bertukar pandangan. Ketika waktu istirahat shalat dan makan pun, kami sempat berbincang berdua. Ketika itulah dia mengajakku untuk saling tukar kartu nama.

"Mana kartu namamu? Ini kartu namaku." Kata Bu Anita sambil mengeluarkan kartu nama dari tempat kartu nama yang dimilikinya. Lalu dia memberikan kartu namanya padaku.

Jujur saja, ini untuk pertama kalinya aku diajak untuk saling tukaran kartu nama oleh seseorang. Jadi, malu-malu kucing, aku pun membuka dompetku dan mengambil selembar kartu nama yang aku sisipkan di sela-sela dompet.

ini kartu namaku
"Eh... dirimu punya blog?"
Aku mengangguk.
"Nanti aku mampir deh buat baca-baca. Isinya tentang apa?"

Akhirnya, obrolan kami berkembang dan mulai menyentuh hal yang lebih pribadi. Yaitu kegemaran masing-masing. Aku yang punya hobbi blogging sementara Bu Anita memiliki hobbi melukis. Dia mengomentari kartu namaku.

kartu namaku ini desainnya dibuat oleh Pungky Prayitno.
Tapi potret yang ada di belakang kartu, buatanku sendiri
"Ini... dirimu yang buat?" Bu Anita menunjuk potret sketch yang ada di kartu namaku. Aku hanya bisa nyengir.
"Bisa gambar juga?"
"Iya, meski cuma sekali itu saja sih lancar. Karena dulu sempat ikut kursus. Tapi sekarang sudah lupa lagi, gimana caranya menggambar potret."
"Ini kerjaanku melukis seperti ini. Kapan-kapan kita bisa bekerja sama nih."

Dan dari sinilah cara kerja apa yang disebut dengan Networking.

Karena tidak semua orang menguasai segalanya, maka dibutuhkan kerjasama dengan orang lain. Lalu mereka saling memberi manfaat satu sama lain. Saling bekerja sama, dan terbangunlah sebuah jaringan pertemanan dan kerjasama baru.
Dan itu terjadi karena sebuah kartu nama saja.

Akhirnya, sampai rumah, berhubung aku sudah mupeng berat ketika melihat tempat kartu nama milik Bu Anita yang lucu dan elegan, aku pun bercerita pada suamiku.
Suamiku, mendengar ceritaku langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam lacinya.

"Kamu butuh tempat kartu nama? Ini... aku punya. Pakai saja."
Waaaaaa..... Asyik. Horeee. Alhamdulillah.
(*disitu kadang aku curiga bahwa suamiku sepertinya bisa membaca isi kepalaku deh...sssttt).

Jadi... sekarang kartu namaku pun sudah punya tempat kartu nama yang keren deh.
Ini nih...



Bagus kan.

Komentar

  1. Wah mb Ade keren bisa gambar sendiri, kartu namanya bagus.
    Kartu nama penting ya, aku baru saja bikin. Jadi pingin punya tempat kartu nama yang imut juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..antara penting gak penting sih kartu nama itu

      Hapus
  2. Aku sudah punya kartu nama Mbak Ade *berasa keren

    BalasHapus
  3. aku mau dong minta kartu namanya mbak ade :)

    BalasHapus
  4. Pengen punya juga... Blm nemu desain yang cocok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hubungi pungky prayitno deh...desain buatan dia bagus tuh. Cocok dengan apa yang kita inginkan/pesan

      Hapus
  5. yeaaay kereeen banget kartu namanya *dicari2 gak ada yang sama di tempat percetakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya nggak sama lah. Kan ini desain sendiri

      Hapus
  6. Ih.. keren... aku belum punya name card. Jd pengen..

    BalasHapus
  7. Ih.. keren... aku belum punya name card. Jd pengen..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo bikin...iseng aja lagi aku nyetak sendiri.

      Hapus
  8. Ishh...kartu nama yang keren dan cantik, pengen juga bikin ginian

    BalasHapus
  9. cakep amat mak adeee, kartu namanya, yg punya jg sih,
    aish mantab mantab

    BalasHapus
  10. Tempat kartu namanya cakep, Maaaak. Kenapa suamimu nggak make sendiri? Pdhl itu cocok banget buat lakiiiik. :D

    BalasHapus
  11. Lhoo, termyata pernah ikut kursus gambar jugaa, ya. Cakeep, Buuk. :D

    Btw, kartu nama putih tuh elegan, ya. Jelas.

    BalasHapus
  12. Saya juga sering ditanya soal kartu nama sama kenalan atau teman lama yang kebetulan bertemu di sebuah acara, tapi saya tidak punya ..... sampai sekarang ga punya sih, la wong saya bukan enterpreuneur atau management sebuah perusahaan koq...jadi ya santai aja... :D

    BalasHapus
  13. Jadi kepikiran bikin kartu nama pribadi nih mbak. Selama ini saya hanya punya kartu nama dari tempat kerja saja.

    Salam,

    BalasHapus
  14. pengen juga sich punya kartu nama sendiri, tapi masih bingung cari tempatnya didaerah saya.
    soalnya dulu paman saya juga perbah bikin tapi hasilnya nggak memuaskan :)

    BalasHapus
  15. Aq juga gitu mbk, gak pede mau tukeran kartu nama, wong blogger apalah apalah haha
    Wah, tempat kartu namanya bagus, beli dimana mbak? suamiku pasti suka tuh ada wayangnya :)

    BalasHapus
  16. Berapaan kak bikin kartu nama ?

    BalasHapus
  17. Dulu aku bikin sendiri kak, design sendiri cetak sendiri biar murah ahahaha

    BalasHapus
  18. Biasanya sih nyetak di percetakan 100rb udh bagus itu finishingnya

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…