badge

Kamis, 26 November 2015

Buah Di Dada

[Pernikahan]: Teman-temanku itu amat beragam orangnya. Dan karena kemajuan zaman, keberagaman mereka akhirnya dikelompokkan dalam aneka macam pertemanan. Ada yang pertemanan online, yaitu yang hanya aku temui ketika aku sedang ada di dunia maya saja. Ada juga pertemanan offline, yaitu yang bisa aku temui secara langsung tatap muka.

Usia, suku, agama, pendidikan, status sosial ekonomi... ah. Lupakan itu semua. Karena, pada akhirnya pengelompokan pertemanan itu tidak lagi memandang perbedaan. Kami disatukan karena satu kepentingan. Dan kepentingan tersebut, ternyata membawa dampak pada warna pergaulan yang muncul ketika kami bertemu. Di antara sekian banyak pertemanan tersebut, salah satunya adalah jenis ibu-ibu yang tanpa malu-malu sering berkumpul untuk saling berbagi pengalaman paling seru yang mereka miliki, apalagi jika bukan pengalaman melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Oke. Sampai sini, ini ada sebuah peringatan.

WARNING: Tulisan ini bukan diperuntukkan untuk anak-anak. Tulisan ini hanya untuk orang yang sudah dewasa saja.




Aku sebenarnya tidak terlalu suka dengan jenis obrolan ibu-ibu yang satu ini. Tapi, dalam pergaulan ternyata ada banyak ilmu-ilmu yang menurutku sih... "eh, lumayan seru nih. Dan kayaknya aplikatif." wkwkwkwk (aplikasi henpon kali ah. Btw...tapi ini sungguhan. Kadang, ada ibu-ibu yang pengetahuan tentang ilmu membahagiakan suaminya sampai bleber-bleber saking banyaknya. Nah, jenis ibu-ibu seperti ini itu, kalau didengar omongannya, ya... bakal kecipratan ilmunya juga dong. hahahaha).

Nah, jadilah aku menjadi seorang yang selalu "diam-diam menyimak". Pengetahuan seperti ini kadang tidak bisa kita temui di Om Google sih. Maksudku, Om Google itu kan cuma menampung apa yang ditulis oleh seseorang. Nah, kenyataannya, si penulis itu sudah menambahkan aneka macam bumbu-bumbu hiperbola agar ceritanya seru. Jadi, terbacanya saja seperti ilmu yang padat, padahal sih... isinya kopong.

Biasanya. apa yang aku simak, aku tulis di status facebookku, atau di twitterku. Hehehe, ini penting karena bisa jadi tambahan amunisi jika aku ingin menulis sesuatu.

Berhubung aku menggunakan aplikasi TimeHop di handphoneku, maka beberapa hari yang lalu, muncul riwayat status facebookku yang membuatku tersenyum-senyum sendirian. Kenapa? Karena, aku menulis di status facebookku tentang seorang temanku yang masuk kategori ibu-ibu yang senang berbagi ilmu dan pengalaman  ketika melakukan hubungan intim.

Sebut saja namanya Mawar. Sudah lama aku tidak bertemu Mawar ketika status itu dibuat. Jadi, ketika bertemu dengan Mawar kembali, aku tentu saja menyapanya.

Mawar adalah seorang perempuan yang selalu tampil riang gembira, modis, kecantikannya terawat sempurna dan gayanya sedikit centil-centil minta dito-el gitu deh.

Jika sedang berbicara, tangan Mawar tidak pernah bisa diam. Bergerak naik turun, dan jika kita berada dekat dengannya. tak jarang tangannya sering menyentuh bagian dari tubuh kita dengan gerakan yang seperti sedang "menggerayangi" gitu. Ujung jari telunjuknya perlahan akan menelusuri lengan kita, maju mundur dan lalu menjentik perlahan dengan manja. Dan ini tidak berubah seperti ketika aku bertemu dengannya.

"Hei... Mawar. Apa kabar? Sudah lama banget gue nggak pernah liat elo." Aku menyapanya spontan ketika melihat dia keluar dari mobil. Mulut Mawar langsung ternganga untuk memperlihatkan bahwa dia merasa terkejut.

"Eh.. Ade. Kabar baik, say. Gimana dirimu?" Kami lalu cipika cipiki. Sesuatu yang keras dan kenyal terasa menyentuh dadaku ketika tubuh Mawar yang wangi menempel tubuhku karena cipika-cipiki ini. Aku melirik ke arah dadanya yang tampak membusung besar.

"Eits... sebentar. Ada yang baru nih."
"Hah? Apa?" Mawar tersenyum. Wajahnya sumringah dan sepertinya mengerti kemana arah pembicaraanku.
"Hayoo tebak, Ade. Apa yang baru dari aku. Nanti aku kasih hadiah deh kalau bisa nebak."
Mawar berkata manja sambil mundur beberapa langkah menjauhiku dan berdiri tegap sambil berkacak pinggang. Tidak usah ditebak sebenarnya. Dadanya yang membusung besar itu sudah memberitahu semua orang apa yang baru dari dirinya.

"Ini nih. Buah di dadamu kok... makin besar deh perasaan ukurannya."
"Wahh... Ade pinterrrr... bener. Aku memang baru saja membesarkan ukuran buah yang satu ini. Ranum kan? Segar nggak lihatnya sekarang?" Mawar menggoyang-goyangkan tubuh bagian atasnya. Alhasil, buah yang bergelantungan di dadanya itu bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan. Gundal-gandul rusuh.

Aku tertawa kecil mendengar pertanyaannya, dan juga mentertawakan perilakunya.

"Kok bisa ranum gitu... siapa yang ngasih pupuk?"
"Ke Singapur dong. Sekalian shopping. Ini aku tambah ukurannya, 2 ukuran lebih besar dari yang lama."
"Ya ampun. Berat nggak sih?"
"Berat lah. Tapi kan... papih jadi senang. Dia girang banget loh dengan buah yang aku bawa dari Singapur ini."

"Mahal euy, buah import."
"Eits... tapi kan kualitasnya jadi nomor satu, Ade. Eh... Ade mau? Aku traktir deh. Lagi ada spesial diskon loh di tempatku nanam pupuk kemarin."

Aku terbelalak. Tidak terbayang bagaimana reaksi suamiku jika pulang kantor aku menyambutnya dengan penampilan sedang menawarkan buah import seperti itu di dadaku.
Ugh.
Tidak.
Tidak.

"Nggak deh makasih. Aku masih bangga dong dengan produksi dalam negeri."
"Tapi say.... kita kan harus menyenangkan hati suami kita. Kamu kan bilang sendiri itu bagian dari ibadah. Ini termasuk usaha loh, say."
"Hmm, iya sih. Cuma... kepuasan makan buah kan bukan dari bentuknya saja yang ranum. Percuma ranum kalau tergolek di atas piring begitu saja."
"Ugh... kalau itu sih... tenang. Everything is under control.  Aku beli buku loh. Kapan-kapan kita baca bareng ya.... Okeh?"

hahahahaha
Itu tuh sebagian pembicaraanku dengan temanku.
Eh...  pada mau tahu nggak nih isi buku yang kami bicarakan berdua?
Kapan-kapan aku cerita lagi ya.
Cerita yang ini sampai sini dulu deh.
bhayyy....

17 komentar:

  1. Hihihi...kok aku jadi senyum-senyum sendiri ya baca postingan Mbak Ade yg 17 tahun ke atas ini.Hihi

    BalasHapus
  2. hihihi sedikit geli kalau lihat orang yang seperti itu. Tapi, apakah parameter suami bahagia dalam hubungn intim hanya di lihat dari sisi besar buah nya ya??? #nanyapoloskarenabelumnikah ^_^

    BalasHapus
  3. kalau ada waktu siggah di blog ku ya mba
    http://dewieajaa.blogspot.my/

    BalasHapus
  4. Setahuku membahagiakan suami pun gak boleh melanggar syariat. Jadi suami juga harus qonaah atuh. Masa istri doang yang disuruh qonaah. :D

    BalasHapus
  5. Xixixix, bacanya bikin ngakak. Segitunyaaaa :D

    BalasHapus
  6. Aaa......!!!!!! Pake bersambunh...
    Hati2- buah impor mengandung bakteri..hahhaah

    Hmmm obrolan para emak sosialita...kayanya

    BalasHapus
  7. weew buah impor, sayangnya aspal, aseli tapi palsu.
    pinisiriiiin sambungannya mak
    Atuh sy masih cinta buah lokal, apalagi buat sarapan buah#eh

    BalasHapus
  8. Walah.... wkwkwkwkwk.
    Ati-ati, Mak. Ada pilihan kata yang bikin blog berkonten dewasa. Bisi di-banned google. :D

    BalasHapus
  9. Hohoho.. Ternyata oh ternyata. Untungnya, udah di-warning dulu ini konten dewasa :)

    BalasHapus
  10. Hihihi... Mbak Ade bisa aja bikin penasaran sambungannya. Buah lokal yg alami lebih enak ya, Mbak #eh :p

    BalasHapus
  11. Saya jd senyum2 sendiri bacanya
    ... heheheh

    BalasHapus
  12. Haha.. Ada lagii buah import :D

    BalasHapus
  13. Waduh seru nih nunggu lanjutanya hehe

    BalasHapus
  14. Dari tulisan paling baru aku langsung mampir ke tulisan sebelume abiss pnasarann beud

    BalasHapus
  15. mau-mau apa sih isi bukunya mbak

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...