badge

Jumat, 13 November 2015

Baper Bikin Repot

[Lifestyle: Shopping]: Jaman sekarang itu, kok ya masih jaman orang yang suka baper-baperan. Menurutku sih, kurang sesuatu banget deh mereka yang menjadikan baper sebagai bagian dari lifestyle alias gaya hidup mereka.

Eh... tahu kan arti baper? Singkatan dari Bawa Perasaan. Maksudnya, orang ngomong apa, tapi yang sampai ke hati malah berbeda. Umumnya perasaan negatif. Jadi bawaannya malah sensitif, lalu galau, kecil hati, sedih, marah, nangis, uring-uringan. Pokoknya adegan drama banget deh.

BAPER BIKIN REPOT

Jaman dahulu, yaitu ketika ajang media sosial belum semembudaya seperti sekarang ini; mungkin baper ini tidak dikenal ya. 

Ya iyalah. Gimana bisa tahu seseorang kena Baper apa tidak jika kita semua bertemu bertatap muka di acara-acara tertentu saja. Seperti di pertemuan rutin senam bersama, atau ketika arisan, atau ketika rapat, atau pas kerja bakti, atau ketika ada acara jalan-jalan bareng atau acara berbelanja bareng. Biasanya, si baper tidak terdeteksi karena semua oranga larut dalam kebersamaan. 

Alarm bahwa ada yang terkontaminasi baper baru berbunyi ketika telepon berdering. Ya. Baper jika disimpan di dalam hati memang bikin dongkol biasanya. Rungsing sendirian itu nggak ada enak-enaknya. Jadi, biasanya seseorang yang terkena baper akan mencari telepon untuk curhat. Jadilah dia menelepon temannya. Dan mulai deh mencurahkan isi hatinya yang baper. 

"Eh... tadi, elo liat nggak kelakuan si Mawar? Duh, mentang-mentang suaminya gajinya gede, beli kok nggak nawar-nawar lagi. Kesal aku lihatnya. Gaji suamiku kan kecil, dah gitu tanggal segini juga belum keluar duitnya. Lah. Gara-gara si Mawar nggak pakai nawar, penjualnya kan jadi nyama ratain seluruh kondisi ibu-ibu yang belanja di dia. Aku mau beli barang jadi nggak jadi deh. Sedih aku. Kok ya nasibku begini banget ya. Dia sih enak, tinggal ngeluarin aja duit dari dompetnya. Lah aku? Aku kan harus eman-eman duitku."

Nah, jika teman curhat si baper seorang yang bijak, mungkin tanggapannya akan seperti ini:
"Yo wes tho. Ora popo. Rezeki orang kan Gusti Allah yang sudah mengaturnya. Ojo dimasukin ke ati, Jeng. Lain kali bisa beli lagi e."

Tapi, kalau teman curhat si baper seorang yang juga baper, bisa-bisa curhat ini berubah jadi sebuah Ghibah kan? Seperti bensin yang bertemu dengan puntung rokok yang masih menyala. Awalnya puntung cuma mau dibuang karena sudah tidak terpakai lagi, eh, kok ya malah jadi kebakaran yang maha dasyat.

Itu Jaman dulu. 
Jaman sekarang, dimana semua orang terhubung dengan akun media sosial, maka mereka yang punya sifat baper bisa menjadi sosok yang akan amat sangat merepotkan. Kenapa? Karena, si baper ini pasti tidak akan mencurahkan ke-baper-annya ke satu orang ia telepon atau sms saja. Tapi, dia akan menulis ke-baper-annya lewat akun media sosialnya. 
Tebak dong apa yang terjadi?
Curhatnya si baper bisa menyebar dan mengajak orang lain ikut-ikutan jadi baper juga. Jadilah, Bukan cuma Ghibah biasa saja yang terjadi. Tapi sudah menjadi GHIBAH RUAR BIASA. 
Contoh:
status Path yang disetting bakalan otomatis muncul jadi status facebook dan twiiter di status Mawar:
Heran gue. Emang sih gue tuh nggak ada apa-apanya dibanding dia. Tapi nggak perlu dong nunjukin hal yang gue nggak mampu di depan gue. Sakitnya tuh disini  tahu (nunjuk sikut)

1 menit kemudian: Anggrek: Sabar. 
1 menit kemudian: Melati: Kenapa? Siapa? Kepo nih.
5 menit kemudian: Mawar: @anggek, @melati: ini gue udah sabar. eh.. kalau mau tahu inbox ya. Nanti gue ceritain.
45 menit kemudian: Kelor: @mawar, I feel you. @anggrek udah cerita ma gue tadi. Gue kalo jadi elo bakalan datangin dia langsung kali. Labrak aja udah.
3 jam kemudian: Paus: eh... ini kenapa sih?
4 jam kemudian: Hiu: duh, gue dah lama nggak apdet facebook. Baru baca ini. Ada apa neng?
6 jam kemudian: Mawar: ah. Capek gue harus inbox satu-satu. Nih, gue ceritain deh disini. Kan gini.....

Lalu mulailah cerita terlontar versi satu belah pihak saja, yaitu Mawar. Tentu saja sudah ditambah dengan emosi, kebanggaan karena diperhatikan, merasa jumawa karena banyak tanggapan, merasa di atas angin karena banyak yang dukung. 
HASILNYA: yang semula hanya masalah ketidak samaan selera dalam memandang sesuatu antara Mawar dan seseorang, kini sudah berubah menjadi sebuah fitnah yang dilakukan oleh Mawar untuk seseorang yang memang berbeda selera dengan Mawar.
YANG DICATAT OLEH MALAIKAT: hari ini Mawar dan teman-temannya sudah melakukan Ghibah dan Fitnah.

Tuh... betapa merepotkannya sebuah BAPER. Bukan cuma repot, tapi juga menjerumuskan seseorang ke dalam jurang dosa.

BAPER ITU MUSUH KETERBUKAAN



Baper itu, sesuatu yang sebenarnya bisa diselesaikan jika terjadi sebuah keterbukaan. Jadi, di jaman serba keterbukaan karena adanya media sosial seperti sekarang, Baper itu seharusnya ditendang jauh-jauh deh.

Apa sih yang tidak bisa diselesaikan jika ada sebuah komunikasi? Tentu saja, komunikasi di sini adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua belah pihak yang memang niatnya adalah mencari kebenaran sesungguhnya dan mau menerima kesalahan sendiri.

Komunikasi tidak akan berjalan jika salah satu pihak atau kedua belah pihak merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar dan pihak lain sudah pasti paling salah. Untuk itu, kedua belah pihak harus memposisikan diri sebagai pihak yang menginginkan sebuah perdamaian. Ya, jika memang tidak bisa sepakat di huruf "K", mungkin salah satu harus ngalah di huruf "L" dan pihak lain di huruf "J". Kan sama-sama tetangganya huruf "K" tuh. Lalu, sepakat deh mulai sekarang nggak usah ngomongin tentang huruf "K" lagi. Kan masih banyak huruf yang lain yang juga menarik.

Itu misalnya.
Yang penting adalah cobalah untuk terbuka dan bersifat LEGOWO alias sportif alias ikhlas. Dan hindari sifat pendendam. Kapan selesainya masalah jika dendamnya terus berkepanjangan?

"Aku sudah memaafkan dia kok Aku doakan agar hidupnya sejahtera. Tapi kalo dia sekarang susah, ya sudah. Itu berarti Tuhan nggak tidur karena dulu aku juga dibegituin sama dia. Jadi ini hukuman dia kayaknya karena pernah bikin aku susah dulu."

Waduh. Soal susah atau senangnya seseorang itu kan rahasia Allah ya? Belum tentu juga kesusahan seseorang sekarang karena orang itu dulu pernah menyusahkan kita? Subhanallah, begitu hebatnya diri kita sampai-sampai bisa mencelakakan seseorang yang menyakiti kita?

Nah. Ini bagian dari sifat pendendam namanya. Juga tidak ikhlas. Cuma dibungkus dengan kalimat bijak saja sih. Jadi terkesan pemaaf.

BAPER MERENGGUT KEBEBASAN ORANG LAIN


Gara-gara ada orang yang sering baperan dan tanpa disadarinya telah menyebarkan aura baper ke teman-temannya hingga banyak teman-temannya yang terkontaminasi sifat baper juga, maka mulailah dibuat status bijak yang melarang-larang.

"Coba deh tolong. Jangan terlalu sering memposting foto anak kalian yang lucu. Kasihan kan yang belum punya anak."

atau

"Mari pikirkan mereka yang ayahnya sudah meninggal. Jadi, cukup tunjukkan rasa cinta kalian dan sayang kalian pada ayah atau suami kalian langsung saja secara verbal, tidak perlu ditulis di media sosial."

duh. Banyak sekali aku membaca aneka himbauan, seperti jangan pamer status bulan madu dong, pikirkan mereka yang belum dapat jodoh. Atau larangan untuk pamer hadiah kemenangan karena banyak yang nggak menang juga.

Oh Well. Lama-lama, Baper itu merenggut kebebasan orang lain deh menurutku. Masa hanya gara-gara bapernya 1 atau 2 orang di antara teman-teman yang ada di list pertemanan kita, maka kita jadi mati gaya di akun personal kita sendiri.
Facebook: punya kita.
Blog: punya kita juga.
Harusnya: suka-suka kita dong mau nulis apa dan mau mengisinya dengan apa. Toh, jika pun memang isinya benar-benar parah dan melukai hati orang banyak kita juga bakalan dihukum sama yang punya Facebook atau yang punya Blogspot (yaitu Google). Jadi, sudah ada mekanisme aturan mainnya sendiri. Ngapain juga masih direpotkan dengan aturan perseorangan segala?

Iya nggak?
Itu sebabnya, aku kadang daripada pusing mikirin pendapat para Baper sedunia, lebih memilih untuk duduk berselancar internet dengan melakukan ME-TIME kesukaanku. Apalagi jika bukan Do Shopping. HOHOHOHO.

FORGET BAPER, LET'S  SHOPPING

Hiburan yang paling menyenangkan versi aku: cuci mata lewat window shopping.
Jaman belum musim toko onlineshop, aku sering cuma bermodalkan dompet, botol minuman, dan anakku yang paling kecil, pergi ke pasar atau mall, buat menghilangkan rasa bosan atau jenuh atau hati yang galau. Beli sih belum tentu. Jika ada duitnya, oke deh jadi beli-beli. Tapi kalau lagi tongpes, ya sudahlah. Lihat-lihat saja. Memandang barang yang dipajang, memegangnya, dan kadang mencobanya di badan itu... sesuatu banget buatku. Jadi hiburan tersendiri. Makanya aku betah jika diajak jalan-jalan ke mall.

ada aplikasi bukalapak terinstal di hapeku
Tapi, sekarang, sejak kecepatan internet dipercepat dan harga internet juga cukup terjangkau, lalu muncul banyak onlineshop, maka hobbi window shopping-ku mengalami perubahan. Aku sekarang jadi betah berlama-lama membuka internet hanya untuk melihat-lihat jualan orang lain di etalase window gadgetku. Tinggal menggerakkan jari telunjuk, geser atas bawah untuk melihat lebih detil sebuah barang, jadilah online window shopping versiku.

Online Window Shopping itu, adalah sesuatu yang bebas dari baper orang lain. Kita mau beli apa saja, nggak usah mikirin apa pendapat orang lain. Atau kita mau milih warna apa saja, juga nggak usah mikirin nanti ada yang tersinggung nggak ya kalau milih warna tertentu? Cukup instal aplikasi belanja onlinenya, (misalnya: bukalapak.com), lalu mainkan jarimu untuk mulai cuci mata. Daripada buka akun media sosial lalu tanpa sengaja terlibat kegiatan ghibah massal, mending cuci mata gini kan.

Dan online window shopping yang mudah itu, menurutku sih salah satunya bisa didapat di BUKALAPAK.COM. Ini adalah situs jual beli online mudah dan terpercaya.

Jika kalian belum memiliki aplikasi situs jual beli online bukalapak.com, kalian bisa mendownloadnya disini:

Download aplikasi Bukalapak di Android dan iOS. dan Nikmati kemudahan jual beli dari gadget Anda

Beberapa Alasan Lebih Baik Berbelanja di BUKALAPAK.COM saja


1. Karena bukalapak.com merupakan situs jual beli online terpercaya


Karena, semua seller yang ada tergabung dalam situs jual beli bukalapak ini, berada dalam pengawasan langsung dari bukalapak. Jadi, jika ada seller yang nakal, bukalapak bisa menertibkan mereka dan menegur atau memberi hukuman yang pantas.(
)


Untuk ketenangan kita sebagai pembeli, bukalapak.com juga memberikan kepastian loh. Seperti ini nih:
jadi jika ternyata barang tidak dikembalikan, ada kepastian uang akan kembali





Tuh. Jadi, nggak usah baper seperti jika kita melakukan transaksi di onlineshop lainnya.

"Sis, kok barangnya belum datang sih?" Lalu nulis status di media sosial: "Sebel deh. Pas bayar disuruh buru-buru, giliran dia yang ngirim barang telat, kitanya disuruh sabar. Sabar kan ada batasnya oi!"

Di Bukalapak.com sepertinya adegan baper karena mikirin barang yang dibeli sampai apa tidak, In Sya Allah bisa diminimalisir.

2. Karena bukalapak.com merupakan situs online jual beli yang mudah

baru juga mau ngasih tau
bahwa sudah dibayar,
eh mereka yang
otomatis ngasih tahu
duluan
Hal lain yang sudah aku rasakan karena aku sudah pernah membeli di bukalapak.com dan berani mengatakan bahwa bukalapakcom adalah situs jual beli online yang mudah adalah: kita sebagai pembeli terbebas dari kewajiban harus mengirimkan bukti pembayaran ke mereka.

Jujur saja, setelah melakukan pembayaran lalu memotret struk bukti pembayaran lewat email ke penjual onlineshop itu kadang merepotkan. Kenapa? Karena, kita akan terkena lagi potongan pulsa kuota internet karena harus mengirim gambar ke mereka.

Yang merepotkan itu jika ternyata penjual situs onlineshop nggak punya email atau nomor whats app.
"Sis, bisa tolong tulis nomor resi bukti transfer nggak lewat sms, biar kita bisa cek sudah sampai apa belum?"

Kalau ini yang terjadi, duh, itu berarti barang baru bisa dikirim setelah yang punya situs onlineshop itu ada waktu untuk ke bank dan melihat siapa saja duit yang masuk ke rekeningnya. Aku pernah tuh, nunggu 4 hari untuk mengetahui hal ini gara-gara pemilik onlineshop anaknya sedang sakit. Eh.. maksudku, harusnya secara profesional dia tetap menjalankan tugas dia dong ya sebagai pedagang meski ada halangan. Tapi... berhubung si penjual baper duluan dan minta pengertian pembeli atas kondisi dia, jadilah.... aku harus sabar menanti.

jadi misalnya nih, jumlah
tagihan sebesar 10.000
maka nanti yang harus dibayar
bukan 10.000
tapi 10.345 jadi ada tambahan
3 angka stelah jumlah tagihan
Nah. Ketika melakukan transaksi jual beli di bukalapak.com nih, adegan menunggu ini tidak aku alami. Jadi, setelah aku transfer via ATM, aku potret dong bukti transferanku. Terus, aku buka email. Semula, bersiap untuk mengirimkan foto bukti transferanku. Tapi, TARAAAA... ternyata sudah ada pemberitahuan dari mereka bahwa pembayaranku sudah diterima.

Wah.

Nggak pake nunggu lama. Cihuy banget nggak sih itu? Itu terjadi cuma beberapa menit setelah proses pembayaran via ATM loh. Jadi, tanpa kita harus ngirim foto, tanpa ngirim sms, tanpa nelepon ngasi tahu bahwa kita sudah bayar.


Kenapa bisa begitu? Kenapa sistem pemberitahuan bahwa kita sudah membayar atau belum bisa dikabar dengan cepat? Karena di bukalapak.com itu menerapkan proses penambahan 3 digit angka di belakang jumlah tagihan yang harus dibayar.

Nah. Sistem penambahan 3 digit inilah yang mempermudah pelacakan sistem pembayaran yang terjadi dan juga pelacakan jumlah poin yang diperoleh oleh pembeli.

Dengan kata lain, dengan sistem 3 digit ini, semua pembayaran bisa segera diketahui dan diberitahukan pada pembeli dan pemilik lapak tempat barang dibeli. (
)






3. Karena bukalapak.com juga situs jual beli online yang memberikan ketenangan

Nah. Bayar sudah. Mendapat jaminan keamanan sudah. Tinggal nunggu barang. Tapi, bagaimana jika barang yang dipesan ternyata tidak ada?


Tenang. Karena, penjual bisa langsung mengontak kita untuk memberitahu bahwa barang yang kita pesan tidak ada sesegera mungkin. Jadi, kita punya kesempatan untuk berpikir mau ganti barang atau duitnya dikembalikan saja (ke dalam dompet kita di akun bukalapak tersebut).


Dengan demikian, kita juga jadi tenang kan. Nggak usah baper dan curigation bahwa pesanan kita dicuekin atau dianak-tirikan atau sudah di... tipu oleh wajah manis nan menawan.....
Oh.
Tidaaakkk.

Dah.
Jadi nggak salah kan kalau aku merekomendasikan bukalapak.com sebagai salah satu dari 5 onlineshop terbaik versi aku di tulisanku sebelumnya?

Jadi...
CALM AND LET'S SHOPPING.

Yuk ya Yuk.



*tulisan ini diikur sertakan dalam kompetisi blog bukalapak.

23 komentar:

  1. Baper oh baper...ayo shopping :)

    BalasHapus
  2. Baper yang kek Mawar emang enggak banget ya Mbak Ade, mending shoping di OS enggak bakal ada yang tahu juga...hihiii, keren juga ya, ada penambahan tiga digit pada pembayaran, jadi sangat profesional Bukalapak ini. Lain kali nyoba belanja di sana dech Mbak Ade, karena tulisan Mbak Ade lengkap sekali jadi tambah percaya sama Buka lapak.

    Sukses ya Mbak Ade

    BalasHapus
  3. Ini salah satu situ andalanku di tanah air lhooo.. I like the way they handle things with customers.. Btw, I can't agree more with your saying on baper.. Aku tau hidup akan selalu penuh tantangan dan dinamika, but staying positive, seberat apapun itu, akan selalu membantu. So baper should be at the bottom of the list.. Stay happy yaaa.. Dan semoga menaaang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mama bo.. bener... bikin suasana hati jadi nggak enak kalo ketemu mereka yang suka baper. masalah ya masalah dia, kenapa kita yang kebawa-bawa muram coba?

      Hapus
  4. iy rugi bgt baper.. mending shopping yaaa:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mending shopping bangetttt.. happy.. happy deh kita

      Hapus
  5. Belum pernah belanja di bukalapak mbak ade tp setelah baca pengalaman mbak ade kayaknya asyik juga, jadi kudu dicoba tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba aja Reni.. enak sih. Cepat dan terpercaya in sya Allah.

      Hapus
  6. Belum pernah belanja di bukalapak mbak ade tp setelah baca pengalaman mbak ade kayaknya asyik juga, jadi kudu dicoba tuh.

    BalasHapus
  7. Baper emang bikin repotttt

    coba liat buka lapak ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa...ayoo mampir ke sana... ternyata ada lapak yg jual buku bekas murmer juga... aku baru aja belanja

      Hapus
  8. Heheee panjang banget postingannya. Tapi baper ini jadi salah satu sebab saya jarang muncul di FB akhir2 ini. Jengah banget lihat yang pada baper seperti itu. Kayak gank anak SMA aja. Nggak sehat buat diriku, meracuni pikiran, jadi ikutan kusut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak bener. Aku pernah tuh sempat malas buka wall fb..jadi kalo masuk fb langsung aja ke group komunitas yg aku tau gak ada bahasan yg gak enak.

      Hapus
  9. Belum pernah beli di buka lapak, gara2 baca postingan ini aq jadi buka situsnya bukalapak :)

    BalasHapus
  10. Salam kenalan dari Malaysia food blogger... www.mahamahu.com

    BalasHapus
  11. mantab ah mak ade , setuju, drpd baper lama2, mending ke bukalapak aja :)

    BalasHapus
  12. Aku blm pernah nyoba belanja di bukalapak.com, harus donlot dulu nih ,mbak
    Window shopping dulu wes, drpd baper ^_^

    BalasHapus
  13. Cara paling nikmat menghilangkan kebaperan adalah dengan makan atau shoping, pokoknya cari angin deh. Hahaha

    BalasHapus
  14. shoping menurutku untuk menghilangkan baper ha

    BalasHapus
  15. Cara paling ampuh untuk meredam ((MEREDAMM)) baper adalah.... makan ^___^

    BalasHapus
  16. saya sekarang menghindari yang gampang baperan, Mbak. Langsung hide aja. Kalau perlu belanja :D

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...